Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Kabar bahagia


__ADS_3

Pasutri itu pun sampai di depan rumah. Aluna segera masuk kedalam rumah tanpa menunggu suaminya membukakan pintu mobil untuknya. Karena ia ingin segera memberikan kabar baik pada sang papa.


" Sayang jangan berlari, kamu lagi hamil"


" Maaf Daddy"


" Jangan ulangi lagi"


" Aku nggak akan ulangi"


" Yuk masuk"


Kedatangan mereka langsung di sambut sama Bik Ijah. " Nona sama Aden sudah kembali?"


" Iya. Papa mana Bik?"


" Di ruang keluarga non sama Den Leo"


Aluna segera pergi ke tempat papanya. Bik Ijah merasa ada sesuatu terjadi dengan nona mudanya itu. Dan ia yakin itu sesuatu hal yang menggembirakan. Karena ia dapat terlihat jelas di wajah nona mudanya yang selalu tersenyum saat masuk rumah tadi.


" Non Aluna kenapa Den? sepertinya bahagia sekali?"


" Kalau bibik mau tau, ikut saya ke tempat papa"


Bik Ijah pun mengikuti langkah tuan mudanya. Ia juga ingin tau apa yang terjadi dengan nona mudanya, hingga ia terlihat sebahagia itu.


" Papa"


" Eh, anak papa sudah pulang"


Wilson kaget karena putrinya itu tiba-tiba memeluknya. Karena tidak biasanya sang putri mau manja seperti ini. Ia pun membalas pelukan putrinya itu.


" Sepertinya putri papa sedang bahagia?"


" Sangat bahagia"


" Kalau papa boleh tau, apa yang membuat putri kesayangan papa ini terlihat sangat bahagia"


" Papa akan jadi seorang kakek"


" Seorang kakek?"


" Iya Pa, seorang kakek"


" Itu artinya sekarang kamu lagi hamil sayang?"


" Iya Pa. Aluna hamil"


" Alhamdulillah. Selamat ya sayang"


" Makasih Pa"


Bik Ijah ikut senang mendengar kabar bahagia ini. Berarti anggota di keluarga ini akan bertambah satu lagi.


" Selamat nona"


" Makasih Bik"


" Berarti aku akan punya keponakan dong" kata Leo.


" Iya. Sebentar lagi kamu akan jadi paman"


" Sudah periksa ke dokter Nak?"


" Sudah Pa. Habis dari mansion kami langsung pergi ke rumah sakit"


" Kamu harus jaga kandungan kamu dengan baik"


" Pasti Pa"


" Papa tenang saja, aku akan ikut menjaga kakak dengan baik" kata Leo.

__ADS_1


" Uh manis sekali sih adik kakak ini?" kata Aluna sambil mengacak-acak rambut Leo.


" Kakak, nanti rambut aku jadi kusut"


Aluna tertawa melihat wajah adiknya yang cemberut. Entah kenapa akhir-akhir ini ia sangat senang membuat Leo kesal. Dan sekarang ini wajah adiknya itu terlihat sangat menggemaskan.


David ikut bahagia melihat istrinya bahagia. Ia berdoa, semoga keluarganya akan selalu bahagia. Dan dijauhkan dari orang-orang yang ingin berbuat jahat.


Dering ponsel, menyadarkan David dari lamunannya. Ia segera mengambil ponselnya dan melihat nama asistennya dilayar ponselnya.


" Hallo tuan"


" Ada apa Tom?"


" Saya sedang di rumah sakit tuan"


" Kamu kenapa? kenapa ada di rumah sakit?"


" Saya baik-baik saja tuan"


" Terus kamu baik-baik saja, lantas mengapa kamu ada di rumah sakit?"


" Saya sudah mendapatkan ginjal yang cocok untuk mertua tuan"


" Benarkah?"


" Iya tuan. Sekarang saya sedang bersama keluarga orang itu"


" Bagus, kamu urus semuanya"


" Mereka ingin bertemu dengan tuan. Dan lagi ada yang mau dokter bicarakan dengan tuan"


" Katakan pada dokter, saya akan segera ke sana"


" Baik tuan"


Panggilan telepon pun berakhir. David menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.


" Siapa Dad?"


" Dia bilang apa?"


" Dia bilang ada orang yang mau mendonorkan ginjalnya untuk papa"


" Benarkah?"


" Hhmmm "


" Apa papa nggak salah denger Nak?"


" Nggak Pa. Sekarang Tomy sedang bersama dengan orang yang akan mendonorkan ginjalnya untuk papa. Insya Allah papa akan sehat lagi"


" Aamiin. Mudah-mudahan Nak"


Wilson sangat senang. Hari ini ia mendapatkan dua kabar bahagia. Yang pertama tentang kehamilan putrinya. Dan yang kedua kabar tentang donor ginjal untuk dirinya.


Aluna dan Leo juga sangat bahagia mendengar berita ini. Itu artinya papa mereka akan sembuh. Tapi ada sesuatu hal yang menggangu pikiran Aluna. Kenapa orang itu mau memberikan ginjalnya.


" Kamu lagi mikirin apa sayang?"


" Aku lagi mikir, kenapa orang itu mau memberikan ginjalnya untuk papa?"


" Aku juga nggak tau sayang. Mungkin mereka perlu uang"


" Mungkin juga sih"


Aluna tidak ingin berpikiran yang aneh-aneh lagi. Seperti yang di bilang suaminya, mungkin orang itu dan keluarganya memang sedang membutuhkan uang.


" Ya udah nggak usah dipikirkan. Aku jalan dulu ya"


" Aku ikut boleh nggak?"

__ADS_1


" Jangan sayang. Kamu lagi hamil, jadi tunggu kabar dari aku di rumah ya?"


" Tapi aku ingin bertemu juga dengan orang itu"


" Hari ini biar aku saja dulu yang bertemu dengan orang itu. Setelah itu kita akan temui mereka sama-sama untuk berterima kasih"


" Suami kamu benar Nak. Lagipula kamu sedang hamil muda. Jadi tidak baik sering-sering berpergian"


" Baiklah. Aku tunggu di rumah aja"


" Nah gitu dong nurut apa kata suami"


" Iya Dad"


" Ya udah, aku jalan dulu" kata David sambil mengecup kening sang istri.


" Hati-hati di jalan. Ntar kalau udah sampai di rumah sakit kasih kabar"


" Siap ibu ratu. Jalan dulu Pa"


" Iya Vid, hati-hati dijalan"


" Iya Pak"


Setelah berpamitan sama istri dan mertuanya. David pun pergi dari sana. Ia ingin tau alasan orang itu ingin mendonorkan ginjalnya untuk papa mertuanya.


............................


Maya melemparkan semua barang-barang belanjaannya. Ia tidak menyangka Aluna akan mendapatkan kebahagiaan. Padahal ia sudah mengambil kekasihnya. Tapi dia tetap mendapatkan kebahagiaan yang lebih darinya. Bahkan ia mempunyai suami yang sangat kaya.


Ia berpikir kebaikan apa yang telah dilakukan oleh Aluna, hingga ia bisa mendapatkan kebahagiaan dan menikah dengan CEO tampan dan juga kaya raya.


" Kamu ini kenapa Maya?!"


" Kamu bilang aku kenapa? apa kamu nggak liat bagaimana bahagianya wanita bodoh itu, huh!"


" Kamu kan juga bahagia sekarang. Bahkan kamu bisa membeli semua barang-barang yang kamu inginkan "


" Iya, tapi dia tidak boleh lebih bahagia dari aku"


" Apa maksud kamu?"


" Kita harus membuat dia menderita. Kapan perlu kita lenyapkan anak yang ada dalam kandungannya itu "


" Jangan macam-macam kamu"


" Kenapa? Apa jangan-jangan kamu masih mencintai wanita bodoh itu"


" Bukan begitu"


" Lantas?"


" Kamu kan tau siapa suami dia. Dan lagi, Aluna berasal dari keluarga Wilson. Jadi kita tidak bisa menyingung mereka"


" Alah! bilang aja kamu nggak mau menyakiti wanita bodoh itu"


Salah satu alasannya memang itu. Aku masih mencintainya. Andai saja dulu kamu tidak merayuku dengan tubuh mu.


" Kamu jangan ngaco. Ya udah aku mau mandi dulu" kata Daniel sambil berlalu pergi meninggalkan istrinya.


" Sayang, aku belum selesai bicara"


Daniel tidak menghiraukan panggilan sang istri. Ia terus berjalan menuju kamarnya. Ia tidak menyangka, istrinya itu bisa memikirkan rencana jahat seperti itu.


Maya mengepalkan tangannya. Ia yakin suaminya masih mencintai wanita bodoh itu. Ia tidak akan membiarkan Aluna bahagia. Kapan perlu ia akan merebut suami dari mantan sahabatnya itu.


Aku akan merebut semua kebahagiaan lo Aluna.


To be continue.


Pasangan yang selalu romantis

__ADS_1



Happy reading 😚😚


__ADS_2