Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Suasana duka


__ADS_3

Aluna dan suaminya sudah sampai di rumah sakit. Ya setelah mendapatkan telepon dari papanya ia langsung meminta suaminya untuk mengantarkannya ke rumah sakit.


" Sayang jangan lari-lari, kasihan dedek yang ada didalam perut kamu?"


" Maaf"


" Tenang, sebentar lagi kita akan segera sampai di ruangan ICU"


" Hhmm"


David tau bagaimana perasaan istrinya sekarang ini. Ia juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, soalnya tadi waktu papa mertuanya telpon. Dia hanya bilang kalau mama mertua masuk rumah sakit.


" Papa"


Wilson menoleh kearah suara. Ia tersenyum getir kala melihat putrinya. Ia tidak tau bagaimana cara menyampaikan kabar duka itu pada putrinya.


" Mama kenapa Pa?"


" Kita duduk dulu ya sayang"


Aluna pun menurut. Ia duduk di samping papanya.


" Apa yang terjadi Pa?"


Wilson menghela nafasnya. Ia sungguh berat mengatakan ini. Tapi putrinya harus tau kalau mamanya sudah tiada.


" Sayang, mama sudah meninggalkan kita untuk selamanya"


Deg.


Jantung Aluna seakan berhenti berdetak. Wanita yang sudah melahirkannya ke dunia sudah tiada. Tanpa terasa air matanya menetes.


Davi memeluk istrinya. Ia tau bagaimana hancurnya perasaan istrinya itu. Ia tau bagaimana sang istri sangat menyayangi mamanya. Walaupun sang mama mertua tidak pernah menyayangi istrinya.


Tangis Aluna pun pecah didalam pelukan suaminya. Ia tidak menyangka kalau kemarin adalah pertemuan terakhirnya dengan sang mama. Kedepannya ia tidak akan pernah bisa bertemu dan mendengar suara sang mama lagi.


" Daddy, aku sudah menyakiti mama kemarin? apa mama meninggal karena aku?"


" Tidak! mama meninggal bukan karena kamu. Mama meninggal karena kecelakaan sayang. Jadi jangan pernah bicara seperti itu lagi"


" Suami kamu benar sayang. Mama meninggal bukan karena kamu"


" Benarkah?"


" Iya sayang. Tadi sebelum mama pergi, mama minta maaf sama kamu" kata Wilson.


" Mama minta maaf sama aku?"


" Iya. Dia tau kalau sudah menyakiti kamu terlalu dalam. Maukah kamu memaafkan mama?"


" Aluna sudah memaafkan mama jauh sebelum mama meminta maaf. Apa mama mengatakan dia menyayangi Aluna, Pa?"


" Ya, dia bilang sangat menyayangi kamu "


Wilson terpaksa berbohong pada putrinya. Karena ia tidak ingin putrinya bertambah sedih. Apalagi sekarang putrinya sedang hamil, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada anak yang ada dalam kandungan putrinya.


" Mama juga bilang, kamu harus selalu bahagia"

__ADS_1


" Pasti Pa, Aluna akan selalu bahagia" jawab Aluna sambil menghapus air matanya.


Wilson tersenyum getir saat. Ia tidak menyangka kalau putrinya begitu sangat menginginkan di sayang oleh mamanya.


Apa kamu lihat Indah, putri mu sangat menyayangi mu.


" Permisi tuan, jenazah sudah selesai dimandi dan juga dikafankan. Dan sudah boleh dibawa pulang ke rumah duka" kata suster.


" Baiklah, terima kasih Sus"


" Sama-sama tuan"


Suster itupun pergi meninggalkan Wilson dan keluarganya.


" Yuk sayang, kita antarkan mama ke tempat peristirahatannya yang terakhir"


Aluna menganggukkan kepalanya.


David selalu menggenggam tangan istrinya. Karena sekarang ini sang istri sangat butuh dukungannya.


" Jenazah mama mau di bawah ke rumah siapa Pa?" tanya David.


" Ke rumah suaminya"


" Kenapa nggak ke rumah kita aja Pa?"


" Karena mama kamu masih punya suami. Dan juga keluarganya yang lain"


" Benar apa kata papa sayang"


" Apa keluarga mama sudah di beri tau Pa?"


" Tapi aku nggak melihat keluarga dari mama yang datang?" tanya David.


" Mereka menunggu jenazah di rumah duka. Karena mereka juga mengurus para pelayat"


" Suami mama kemana Pa?"


" Dia sudah pulang diantar sama sopir papa tadi"


Jenazah Indah di masukkan kedalam mobil Ambulance. Aluna terus menatap jenazah mamanya sebelum pintu Ambulance tertutup.


" Yuk sayang, kita masuk kedalam mobil"


" Hhmm"


Mobil ambulance pun melaju meninggalkan pelataran rumah sakit. Diikuti mobil David di belakang.


Sirine mobil ambulance terdengar di sepanjang jalan. Para pengendara lain memberikan jalan untuk mobil ambulance lewat.


...***...


Pelayat sudah mulai berdatangan. Mulai dari keluarga, sanak saudara, tetangga dan juga teman sosialita. Mereka semua sama-sama ingin mengantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya.


Penampilan Andre menjadi sorotan semua pelayat. Lelaki yang sehari-harinya terlihat tampan dan juga rapi. Sekarang terlihat seperti orang tidak terurus. Di tambah lagi baju yang dipakai Andre juga masih ada noda darahnya.


Bukan itu saja, tapi sifat Andre pun juga jadi perbincangan beberapa pelayat itu. Karena kadang-kadang Andre terlihat berbicara sendiri, menangis dan kadang juga tertawa.

__ADS_1


" Kasihan ya Pak Andre. Pasti dia sangat sedih karena ditinggal istrinya"


" Dia terlihat seperti orang yang tidak waras?"


" Hus! dia itu baru kehilangan istrinya, tentu saja dia akan seperti itu. Apalagi kita tau kalau dia sangat mencintai istrinya"


Omongan beberapa pelayat itupun terdengar oleh salah satu kerabat Andre. Mereka langsung membawa Andre ke kamar untuk segera membersihkan diri.


...***...


Jenazah Indah pun sampai di rumah duka. Para saudara membantu petugas rumah sakit untuk mengangkat tandu jenazah. Mereka membawa jenazah Indah ke dalam rumah.


Kedatangan Wilson dan keluarga di sambut dengan baik oleh keluarga Indah. Bagaimana pun Wilson pernah jadi bagian keluarga mereka. Dan lagi Aluna adalah darah daging Indah.


" Terima kasih karena sudah mengurus semuanya" ucap salah satu keluarga Indah.


" Sama-sama, ini sudah kewajiban ku sebagai muslim dan juga sebagai temannya almarhumah"


" Mari masuk"


Wilson pun masuk kedalam rumah mantan istrinya. Ini kali pertamanya Wilson menginjak kan kaki ke rumah mantan istrinya itu. Karena semenjak berpisah dengannya, sang istri tinggal di rumah pemberian suaminya.


Kedatangan Wilson dan keluarganya menjadi pembicaraan ibu-ibu. Karena ada diantara mereka yang tau siapa Wilson dan ada yang tidak.


" Bukankah itu mantan suaminya Indah?"


" Iya, itu tuan Wilson. Terus wanita cantik dan lelaki tampan yang dibelakang itu siapa?"


" Itu putri dan juga menantunya"


" Aku baru tau kalau tuan Wilson punya putri dan juga menantu. Kapan mereka nikahnya?"


" Apa kamu tidak nonton acara di televisi?"


" Tidak"


" Itulah kebodohan mu, semua orang di kota ini sudah tau dan juga menyaksikan bagaimana megahnya pernikahan mereka"


" Benar, saya juga melihatnya "


" Apa suaminya itu dari kalangan atas sama seperti tuan Wilson"


" Tentu saja. Dia itu putra dari tuan Garry Jude Wesley"


" Astaga, itu bukan kalangan atas lagi. Itu mah udah kaya raya. Hartanya pun tidak akan habis tujuh turunan"


" Tapi ya, kalau aku jadi tuan Wilson, aku pasti tidak akan datang kesini"


" Kenapa?"


" Ya secara kan mereka sudah berpisah, jadi untuk apalagi peduli sama mantan"


" Benar juga sih apa kata kamu"


Banyak lagi omongan yang keluar dari mulut ibu-ibu itu. Padahal sekarang mereka berada di rumah duka. Tapi mereka tidak bisa menjaga sikap mereka.


Jenazah Indah dibawah ke mesjid untuk di sholat kan. Setelah itu jenazah di bawa ke tempat pemakaman keluarga besar Indah untuk dikebumikan.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2