Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Mencoba gaya baru


__ADS_3

David dan istrinya turun untuk makan malam. Wajah mereka berdua terlihat sangat berseri-seri. Mungkin karena sudah olahraga sore tadi. Jadi wajah mereka lebih cerah dari biasanya.


Bik Ijah melihat tuan dan nona mudanya sudah sampai di meja makan langsung menundukkan kepalanya. Ia teringat kejadian tadi sore. Dimana suara kucing kawin itu selalu terngiang-ngiang di telinga.


Aluna bingung melihat Bik Ijah dari tadi menundukkan kepalanya. Apa Bik Ijah sakit?. Itulah yang ada dalam pikirannya sekarang.


" Bik"


" I-iya nona"


" Bibik kenapa?"


" Nggak apa-apa non, bibik baik-baik aja"


" Bener bibik baik-baik aja?"


" Benar non"


" Kalau bibik sakit, bawa istirahat"


" Apa perlu saya panggilkan dokter?" kata Darren.


" E-enggak usah tuan muda. Saya baik-baik saja Den"


" Kalau bibik sakit bilang ya?"


" Iya nona"


Pasutri itu tidak tau kalau Bik Ijah itu sakit dan juga tersiksa karena mereka berdua. Kenapa mereka harus mengeluarkan suara kucing kawin seperti tadi sore.


Seperti biasa, Aluna melayani suaminya. Ia mengambilkan nasi dan juga lauk untuk suaminya itu. Setelah itu barulah dia mengambil untuk dirinya sendiri.


Mereka bertiga mulai menyantap makanan yang sudah ada di piring mereka masing-masing. Mereka menikmati makan malamnya dengan hikmat tanpa ada yang suara, kecuali suara denting sendok yang beradu.


Selesai makan malam. Aluna membantu Bik Ijah membawa piring kotor ke dapur. Setelah itu ia kembali ke tempat suaminya yang sedang bersantai di ruang tv.


" Lagi cari apa Dad?"


" Remote tv sayang"


" Itu di atas meja"


David langsung menyalakan televisi. Ia mencari acara pertandingan bola. Karena malam ini tim jagoannya akan bertanding. Jadi ia tidak boleh ketinggalan.


" Mau nonton acara apa sih Dad?"


" Bola sayang "


" Oh. Kalau gitu aku ke kamar dulu ya"


" Sini aja temenin aku nonton" kata David sambil menarik tangan istrinya.


" Tapi aku nggak suka acara bola"


" Aku pengin nontonnya ditemanin kamu"

__ADS_1


" Ntar kalau aku ngantuk gimana?"


" Tidur di sini aja dulu, ntar aku gendong ke kamar"


" Ya udah, aku main game aja"


Acara pertandingan bola pun sudah mau di mulai. David mulai fokus menatap layar televisi yang ada di depan. Ia sangat antusias menyaksikan tim jagoannya.


Aluna melirik suaminya yang terlihat serius menonton pertandingan bola. Ia tersenyum melihat ekspresi wajah suaminya yang terkadang berubah-ubah, saat melihat tim jagoannya gagal memasukkan bola ke gawang lawan.


Gemes banget sih liat kamu kek gitu.


Karena keasikan melihat suaminya, sehingga ia lupa kalau sedang bermain game. Jadilah sekarang gamenya itu bermain sendiri. Hingga tak berselang lama terdengar suara.


Defeat.


" Yeah kalah?"


" Makanya kalau lagi main itu fokus sama gamenya. Ini malah sibuk liatin aku"


Wajah Aluna memerah karena ketahuan sama suaminya. Ia pikir suaminya tidak tau, karena terlalu fokus nonton bola. Tapi ternyata suaminya bisa melihat kalau daritadi diperhatiin.


" Si-siapa juga yang liatin daddy "


" Kamu lha, siapa lagi"


" Idih gr banget"


Aluna kembali melanjutkan permainannya tadi. Karena Hero nya sudah hidup kembali. Dan ia siap mengalahkan lawan-lawannya.


" Dad"


" Hhmm"


" Apa acaranya masih lama?"


" Kenapa?"


" Aku udah ngantuk?"


David menoleh kearah istrinya. Benar saja, mata istrinya sudah mulai merah karena menahan kantuk.


" Tidur sini" kata David sambil menepuk pahanya.


Tanpa menunggu lama, Aluna segera merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang itu. Ia menjadikan paha suaminya sebagai bantal.


David mengusap-usap rambut istrinya. Itu dilakukan supaya sang istri cepat tertidur. Ia tersenyum karena istrinya terlihat sangat nyaman saat diusap seperti itu.


Aluna merasa nyaman saat suaminya mengusap-usap kepalanya seperti itu. Lama kelamaan mata Aluna tambah berat. Dan ia pun terlelap.


" Eh udah tidur aja "



David menghentikan mengusap kepala sang istri. Karena istrinya sudah sampai di dunia mimpi. Ia kembali fokus pada pertandingan bola.

__ADS_1


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 Malam. Acara pertandingan bola pun sudah selesai. Dan seperti biasa tim jagoan David yang menang.


Ia bangkit dari duduknya. Tapi sebelum itu, ia membetulkan posisi tidur istrinya. Setelah itu, ia mematikan televisi. dan juga lampu di ruangan itu. Ia menggendong sang istri dengan sangat hati-hati menuju kamar mereka.


David agak kesusahan memutar gagang pintu. Dengan bersusah payah, akhirnya pintu kamar pun terbuka. Ia membuka pintu lebar-lebar dengan kakinya.


Ia membaringkan sang istri di atas kasur empuk itu. Lagi-lagi Aluna tidak terganggu saat suaminya membetulkan posisi kepalanya. David mengecup kening istrinya. Setelah itu ia berbaring di samping sang istri.


Ia menarik selimut sampai ke dada. Setelah itu David mengganti lampu kamar dengan lampu tidur. Ia mulai memejamkan matanya, dan tak berselang lama ia pun sudah menyusul istrinya ke alam mimpi.


Pagi hari.


Aluna terbangun lebih dulu dari suaminya. Seperti biasa, yang pertama kali dilihat saat bangun adalah wajah tampan suaminya. Ia tersenyum melihat indahnya ciptaan Tuhan.


" Aku tau kalau aku ini sangat tampan, jadi liatin nggak usah kek gitu juga"


" Cih"


Cup.


" Morning kiss baby"


" Dasar bebek" kata Aluna sambil memukul David dengan guling.


" Kamu udah mulai KDRT ya"


" Biarin! makanya jangan main nyosor aja"


" Mandi bareng yuk"


Tanpa menunggu jawaban sang istri, David langsung menggendong istrinya ke kamar mandi. Ia ingin merasakan sensasi bermain di kamar mandi.


" Daddy mau ngapain?" tanya Aluna saat melihat suaminya mau membuka pakaiannya.


" Mandilah, masa bobok"


" Jadi beneran kita mau mandi bareng?"


" Iya sayang, sekalian coba main di kamar mandi"


" What..!"


Tanpa menunggu lama David langsung menyerang sang istri. Aluna hanya bisa pasrah saat suaminya memulai aksinya. Ia hanya menikmati setiap sentuhan lembut yang di berikan suaminya itu.


Mereka berdua merasakan sensasi yang berbeda. Suara gemericik air bersatu dengan suara d*s*h*n yang keluar dari mulut Aluna. Suara itu terdengar sangat merdu di telinga David. Dinginnya air shower sudah tidak terasa lagi.


David mencoba beberapa gaya baru. Dan lagi-lagi Aluna hanya bisa pasrah, dan menerima setiap serangan yang diberikan suaminya itu.


Sekujur tubuh Aluna bergetar kala suaminya menambah ritme hentakannya. Aluna berpegangan pada wastafel supaya tidak jatuh.


David sudah mau mencapai pelepasannya. Ia membenamkan miliknya lebih dalam lagi, dan menyemburkan semua laharnya di sana. Berharap mereka akan segera hadir di tengah-tengah rumah tangganya dan sang istri.


Ia membantu sang istri untuk membersihkan diri. Ia tau istrinya sudah tidak punya tenaga lagi karena ulahnya tadi. Entah kenapa, ia selalu tidak bisa menahan diri kala melihat tubuh polos sang istri. Mereka pun mandi dalam artian yang sebenarnya.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2