Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Hadiah super Wow dari papa mertua


__ADS_3

Aluna dan suaminya sudah sampai di rumah. Kedatangan mereka langsung di sambut sama Bik Ijah. Ya Bik Ijah sudah tau kalau nona mudanya mendapatkan nilai IPK tertinggi.


" Selamat ya non atas keberhasilannya"


" Terima kasih Bik. Ini semua juga berkat doa bibik"


" Sama-sama non, bibik juga sudah bikin tumpeng untuk merayakan keberhasilan non"


" Wah, kapan bibik bikinnya?"


" Satu jam yang lalu"


" Yuk kita potong tumpengnya"


" Siap Bik"


Mereka bertiga langsung menuju ruang makan. Mata Aluna berbinar kala melihat tumpeng yang begitu tinggi dan lengkap dengan lauk pauknya di sisi tumpengnya.


" Ini bibik yang bikin sendiri?" tanya David.


" Iya Den"


" Bagus Bik tumpengnya"


" Makasih Den. Sekarang ayo kita potong tumpengnya"


Aluna mengambil pisau. Tapi sebelum memotong ia berdoa dulu. Setelah selesai berdoa, barulah ia mulai memotong tumpeng itu.


Potong itu ia bagi dua. Dan di berikan pada suami dan juga Bik Ijah. Karena mereka berdua adalah orang yang selalu ada bersamanya dalam suka maupun duka.


Mereka bertiga mulai mencicipi tumpeng dan juga kawan-kawannya itu. Walaupun Aluna dan David baru selesai makan. Demi menghargai Bik Ijah, mereka makan kembali. Mereka makan sering berdua.


" Bik Ijah pintar ya masaknya?"


" Biasa aja Den"


" Beneran Bin, masakan bibik sangat enak. Apa bibik nggak ada niat mau buka ketering atau restoran gitu?"


" Nggak Den. Lagian bibik nggak punya modal untuk buka restoran sama ketering "


" Kalau bibik mau, aku akan kasih modal untuk bibik"


" Nggak usah Den. Lagipula gaji dari Aden sudah lebih dari cukup"


" Bener nih bibik nggak mau?"


" Iya Den "


" Baiklah. Tapi kalau bibik berubah pikiran bilang ya sama saya"


" Iya Den"


Selesai makan tumpeng, David pergi ke kamarnya. Begitu juga dengan Aluna. Sedangkan Bik Ijah membagikan tumpeng yang di buat tadi untuk tukang kebun dan juga para tetangga.


Sesampainya di kamar. Aluna langsung menuju kamar mandi. tak lupa ia membawa baju ganti. Karena nggak mungkin dirinya memakai baju di depan suaminya.


Setelah istrinya menghilang, David juga mengambil pakaiannya. Ia memakai baju santai. Ia berbaring di atas kasur, sambil menunggu istrinya, ia memainkan game di ponselnya.


Aluna keluar dari kamar mandi. Ia melihat suaminya sedang asik bermain game. Bahkan suara dari gamenya terdengar sangat jelas.


Double Kill..


Triple Kill..


Suara itu sangat menggangu telinganya.


" Dad"


" Hhmm" menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.


" Daddy"


" Hhmm"


" Daddy, kalau aku manggil liat ke aku dong?"


" Nggak bisa baby, ini lagi menghajar lawan. Ntar kalau noleh ke kamu, aku bisa terbunuh"

__ADS_1


" Ck,, udah tua masih aja main game"


David mendengar apa yang dikatakan istrinya. Ia akan memberi hukuman pada istrinya setelah ia menyelesaikan permainannya.


Victory ..


Akhirnya David selesai juga. Dan berakhir dengan kemenangan. Dan sekarang ia sudah mendapatkan Rank Grand master. Ia butuh perjuangan yang sangat untuk mendapatkan Rank itu.


Ia menyimpan ponselnya di atas nakas. Sekarang ia akan memberikan hukuman untuk istrinya itu. Karena sudah berani mengatakan kalau dirinya tua.


" Kamu bilang aku apa tadi?" tanya David setelah duduk di samping sang istri.


" Bilang apa? emang daddy dengar aku ngomong? bukannya Daddy sibuk main game ya"


" Kamu cemburu "


" Idih siapa yang cemburu coba?"


" Kamu lha. Masa cemburu sama game"


" Aku nggak ada cemburu ya"


" Terus tadi bilang aku apa? tua?"


" Emang daddy udah tua kan?"


David langsung menggelitik pinggang sang istri. Karena lagi-lagi istrinya bilang dirinya tua. Dan ia bicara seperti itu tanpa dosa. Maka dari itu istrinya harus di kasih hukuman. Dan hukumannya ya digelitik sampai nangis.


" Daddy, geli "


" Berani bilang aku tua lagi?"


" Nggak"


" Sekarang minta ampun dulu"


" Nggak mau!"


" Ya udah, berarti kamu mau digelitik sampai ngompol"


" Daddy"


" Nggak mau"


" Ya udah, jangan harap aku mau berhenti"


" Ok,, ok,, Daddy, ampun"


David pun berhenti menggelitik sang istri. Ia melihat istrinya sudah lemas karena ulahnya. Tapi ia juga senang mendengar istrinya tertawa lepas seperti tadi.


Aluna mengatur nafasnya. Untung saja ia cepat minta ampun. Kalau tidak ia bisa kencing di celana. Dan itu karena ulah suaminya itu. Akhirnya nafasnya sudah kembali teratur.


" Daddy"


" Hhhm"


" Kira-kira apa ya hadiah dari papa Garry?"


" Mana aku tau sayang. Kan papa langsung kasih hadiahnya ke kamu"


" Ya siapa tau Daddy dapat bocoran dari papa?"


" Nggak. Coba buka, kita liat sama-sama apa hadiahnya "


Aluna mengambil amplop berwarna coklat yang diberikan mertuanya tadi. Jantungnya berdegup kencang. Ia takut isi amplopnya sesuatu yang akan memisahkannya dengan suaminya.


Ia membuka amplop itu dengan sangat hati-hati. Ia mengeyitkan alisnya, karena melihat isi amplopnya hanya secarik kertas. Ia segera mengambil kertas itu. Ia kaget melihat isi kertas putih itu.


" Apa isinya?"


" I-ini?"


" Apa?"


" Saham perusahaan Wesley"


" Saham?"

__ADS_1


Aluna mengangguk.


David mengambil kertas putih yang ada ditangan istrinya. Dan membaca isi tulisan yang ada di sana. Tak berselang lama seluas senyuman terbit dibibir nya.


" Papa memberikan saham perusahaan sebesar sepuluh persen untuk kamu"


" Kenapa papa memberikan sahamnya untuk aku"


" Karena kamu menantunya"


" Iya. Tapi kan nggak harus memberikan hadiah sebesar itu Dad. Dan aku merasa nggak pantas menerimanya"


" Kalau papa sendiri yang memberikannya. Itu tandanya kamu pantas mendapatkannya"


" Tapi aku nggak ingin orang-orang berpikir kalau aku hanya menginginkan harta Daddy. Terutama mamanya Daddy"


" Kamu pernah minta hadiah ini sama papa?"


" Nggak! aku juga kaget melihatnya"


" Aku juga nggak tau kalau papa akan memberikan hadiah saham sama kamu. Dan kamu tau, itu tandanya papa mengakui kamu sebagai menantu keluarga Wesley. Ia ingin menjadikan kamu satu-satunya menantu di keluarga Wesley"


" Bagaimana dengan mama?"


" Kamu cukup membuktikan pada mama, kalau kamu pantas untuk menjadi menantu keluarga Wesley. Ingat ada aku dan papa yang akan selalu mendukung kamu"


" Aku akan membuktikan pada mama dan bahkan juga dunia, kalau aku pantas untuk jadi istri dan menantu keluarga Wesley"


" Itu baru istriku " kata David sambil mengecup bibir istrinya sekilas.


" Daddy"


David terkekeh melihat ekspresi sang istri.


" Dasar bebek!"


" Padahal kamu suka kan?"


" Nggak..!"


" Yakin?"


" Hhmm"


" Tapi aku suka" kata David yang mencium bibir sang istri. Ia menahan tekuk sang istri dan memperdalam ciumannya.


Aluna tadinya terus berontak, akhirnya luluh juga. Karena ciuman yang diberikan suaminya mampu merobohkan pertahanannya. Ia mengalungkan tangannya di leher suaminya. Dan tak ayal ia pun membalas ciuman yang memabukkan itu.


David tersenyum karena istrinya mau membalas ciumannya. Walaupun ciuman sang istri terasa kaku. Mungkin karena ini kali pertamanya sang istri mau membalas ciumannya. Biasanya ia hanya pasrah dan menerima.


Setelah pasokan oksigen mulai berkurang, ia melepaskan ciumannya. Nafas mereka memburu. Ia menempelkan keningnya dengan kening sang istri.


Aluna dapat mencium aroma nafas suaminya. Aroma mint yang sangat menyegarkan. Ia yakin, ini wangi dari pasta gigi suaminya. Dan ia sangat menyukai aromanya.


Setelah nafasnya kembali teratur, ia pun menjauhkan wajahnya dari sang istri. Mereka kembali fokus melihat kertas yang berisikan saham sepuluh persen itu.


" Kamu tanda tangan di sini"


" A-aku"


" Iya sayang. Masa Bik Ijah"


" Baiklah"


Aluna membubuhkan tanda tangannya di atas kertas itu. Dan memberikan kembali pada suaminya.


David tersenyum melihat kertas yang sudah di tangan tangan istrinya itu.



" Sekarang kamu sah sebagai pemilik saham perusahaan Wesley"


" Apa hadiah papa nggak berlebihan Dad?"


" Nggak sayang. Kamu pantas mendapatkannya. Besok, aku akan mulai mengajari kamu tentang bisnis"


" Ok Dad"

__ADS_1


To be continue...


Happy reading 😚😚


__ADS_2