Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Mimpi


__ADS_3

Ana sangat kesal karena dari tadi Bik Ijah tidak berhenti menyuruhnya bekerja. Padahal dia sudah banyak mengerjakan pekerjaan. Mulai dari mencuci pakaian, menyetrika baju. Dan terakhir membersihkan kamar mandi.


Hari sudah siang, Bik Ijah belum memperbolehkannya untuk makan. Padahal perutnya sangat lapar.


" Jangan harap kamu bisa makan kalau kerjaan kamu belum selesai"


Awas saja kau nanti wanita tua, gue bakal adukan pada David kalau lo menyiksa gue.


Bik Ijah tersenyum melihat Ana yang kesal. Ia tau, pasti wanita itu sedang mengutuknya. Itu terlihat dari mulutnya yang sedari tadi komat kamit. Ya Bik Ijah mendapatkan tugas dari David untuk memberi kerjaan yang banyak pada Ana.


Ana menggosok sudut-sudut kamar mandi itu dengan sikat yang sudah di berikan Bik Ijah padanya. Seumur-umur baru kali ini ia membersihkan kamar mandi. Karena sewaktu tinggal dengan orang tuanya, ia tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah tangga.


" Ana yang sudut sebelah sana masih kotor"


" Itu baru selesai saya gosok Bik"


" Sudah di gosok kok masih kotor?"


" Mana saya tau"


" Bersihkan lagi. Kalau tidak bersih nanti kamu dimarahi tuan David. Bukankah kamu bilang, kalau kamu itu pelayan pribadinya tuan David?"


" Benar, saya pelayan pribadinya tuan David"


" Lantas kenapa kamu nggak tau kalau tuan David itu orangnya sangat menjaga kebersihan. Jadi kalau rumah tidak bersih maka dia akan marah"


" Saya akan membersihkannya"


" Cepat, karena sebentar lagi tuan dan nona muda akan segera pulang"


Walaupun kesal, Ana tetap membersihkan kembali lantai yang sudah ia gosok tadi. Ia harus cepat membersihkan kamar mandi, supaya nanti ia cepat bisa makan.


Para pelayan lain tidak mau membantu Ana. Karena mereka tau kalau wanita itu ada niat yang tidak baik. Mereka tau itu saat melihat Ana masuk kedalam kamar nona mudanya. Padahal dia pelayan baru di rumah itu. Tapi dia berani masuk ke kamar tuan dan nona mudanya.


Ana juga berani tidur di atas kasur nona mudanya. Mereka saja yang sudah lama bekerja di sana tidak berani untuk tidur di atas kasur empuk itu. Tapi Ana, dia berani tidur di sana.


" Kalian harus selalu pantau wanita itu. Setelah kerjaannya selesai, barulah kalian kasih dia makan" kata Bik Ijah pada dua rekannya.


" Siap Bik. Kita akan pantau terus wanita rubah itu"


" Baiklah, saya mau ke dapur dulu. Mau masak makan malam untuk nona dan tuan muda"


Ijah pun pergi ke dapur untuk memasak. Ia akan membuatkan masakan yang di pesan nona mudanya. Karena nona mudanya sedang hamil, jadi Bik Ijah harus memasak dua kali lebih banyak dari biasanya.


...***...


Lampu diruang operasi berubah menjadi hijau. Itu pertanda operasi sudah selesai dilakukan. Aluna sudah tidak sabar ingin menanyakan keadaan papanya.


Pintu ruangan operasi pun terbuka. Dokter keluar dari ruangan itu. Aluna dan yang lainnya bangkit dari duduknya.


" Bagaimana operasinya Dok?" tanya mereka semua.


" Operasinya berjalan dengan lancar"


" Alhamdulillah"

__ADS_1


Aluna sangat bahagia mendengar jawaban dari sang dokter. Begitu juga dengan David dan kedua orang tuanya. Mereka semua sangat senang mendengar operasi Wilson berjalan dengan lancar.


" Apa saya bisa melihat papa Dok?" tanya Aluna.


" Boleh, tapi setelah kami pindahkan ke ruang rawat"


Tak berselang lama, suster keluar dengan mendorong Brankar Wilson ke ruang rawat. Aluna dan yang lainnya mengikuti dari belakang.


Aluna menatap papanya yang terbaring di atas bed. Wajah papanya sudah tidak pucat seperti biasanya.


" Kapan papa saya akan siuman Dok?"


" Setelah biusnya habis, papa anda akan siuman. Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu"


" Terima kasih Dok"


" Sama-sama nona"


David mengantarkan dokter sampai ke depan pintu. Setelah dokter keluar, ia menutup pintu dan kembali bergabung bersama istri dan kedua orang tuanya.


" Sebaiknya kalian pulang dulu. Biar mama sama papa yang jaga di sini" kata Divya.


" Mama benar sayang. Ntar malam kita balik lagi ke sini " kata David.


" Apa nggak merepotkan mama sama papa " kata Aluna.


" Tentu saja tidak sayang. Apalagi kita ini keluarga"


" Kita pulang ya. Lagipula kasian Leo, dia pasti mau mandi dan istirahat juga" kata David.


" Yakin mau tinggal?"


" Iya. Ntar kalau daddy kesini lagi, bawa baju ganti aku ya"


" Baiklah. Ma, Pa, kita pulang dulu ya" kata David.


" Iya, hati-hati di jalan"


" Ok Ma"


Setelah berpamitan sama kedua orangtuanya, David dan juga adik iparnya pulang. Nanti mereka akan kembali lagi ke rumah sakit. Karena mama sama papanya pasti ingin istirahat.


Kedua cowok tampan itu keluar dari ruang rawat Wilson. David mengambil mobilnya di parkiran. Sedangkan Leo menunggu di depan pintu rumah sakit.


Leo masuk kedalam mobil. Mobil mewah itu pun melaju meninggalkan area rumah sakit. Mobil itu terus melaju membelah jalanan ibukota.


Suasana jalan cukup sepi. Mungkin karena masih jam kantor. Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka pun sampai di kediaman Wilson.


" Den David sama Den Leo sudah pulang?"


" Sudah Bik"


" Nona Aluna nggak ikut pulang ya Den"


" Bang, aku duluan ke atas ya"

__ADS_1


" Hhhmm"


Leo segera menaiki tangga menuju kamarnya. Ia ingin istirahat sebentar. Setelah itu barulah ia akan membersihkan dirinya.


" Bagaimana dengan pembantu baru itu Bik? apa dia mau bekerja?"


" Mau tuan. Dan saya memberikan dia beberapa pekerjaan. Tapi ada sedikit kesalahan yang dia lakukan"


" Kesalahan apa Bik?"


" Dia berani masuk ke kamar tuan sama nona"


" Masuk kamar saya? kenapa bisa?"


" Saya juga tidak tau Den. Soalnya saat kejadian itu saya lagi di dapur"


" Terus ngapain dia di kamar saya Bik?"


" Kata salah satu pelayan, dia tidur di atas kasur tuan sama nona"


" Apa! dia tidur di atas kasur saya. Berani sekali wanita itu. Apa bibik sudah ganti sprei nya?"


" Sudah Den. Bibik sudah ganti yang baru"


" Bagus. Lain kali jangan biarkan lagi dia masuk ke kamar saya"


" Baik Den. Ini yang pertama dan yang terakhir kalinya dia masuk kedalam kamar Aden"


" Makasih ya Bik"


" Sama-sama Den. Oh iya, bagaimana operasi tuan besar "


" Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar Bik"


" Syukur Alhamdulillah Den. Nona "


" Iya Bik. Tapi


" Baiklah, saya ke kamar dulu ya Bik"


" Silakan Den"


David segera pergi ke kamarnya. Ia akan membersihkan dirinya. Karena nanti ia akan kembali lagi ke rumah sakit. Sekalian ia melihat rekaman CCTV yang ada di kamarnya. Ya David memang memasang kamera CCTV di kamarnya, saat wanita itu datang ke sana.


Sesampai di kamarnya. David mengambil laptopnya dan segera memutar video rekaman CCTV beberapa jam yang lalu.


Di video itu terlihat Ana sedang duduk di meja rias istrinya. Dia tidak hanya sekedar duduk saja, tapi dia mencoba make up dan juga beberapa benda lainnya yang ada di meja rias sang istri.


Setelah selesai memakai make up istrinya. Ana terlihat berjalan menuju ranjangnya. dia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk itu. Dia berguling ke kiri dan kanan seperti anak kecil.


Jangan pernah bermimpi untuk menjadi nyonya di rumah ini.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2