
Aluna dan suaminya baru selesai makan malam. Seperti biasa Aluna membawa piring kotor ke dapur untuk di cuci. David pun membantu istrinya membawa piring kotor ke dapur.
" Makasih Dad "
" Sama-sama baby"
David duduk di kursi mini bar yang ada di dapur. Ia menunggu istrinya sambil bermain game yang ada di ponselnya.
Aluna sesekali melirik suaminya yang sedang asik bermain game itu. Ia tersenyum melihat ekspresi wajah suaminya yang berubah-ubah. Dan itu terlihat menggemaskan.
" Kamu kenapa senyum-senyum begitu?"
" E-enggak"
David meletakkan ponselnya. Ia berjalan menghampiri istrinya. Ia memeluk istrinya dari belakang. " Cepat bilang kenapa kamu senyum-senyum?"
" Nggak ada, mungkin Daddy salah liat kali"
" Benarkah?"
" Iya, sekarang lepaskan dulu pelukannya"
" Kenapa?"
" Karena aku mau cuci piring"
" Cuci aja, lagian kan aku nggak ganggu "
" Susah cuci piringnya kalau dipeluk kek gini"
David melepaskan pelukannya. " Buruan cuci piringnya"
" Hhmm"
Aluna segera mencuci piring kotor. Sedangkan David kembali sibuk dengan ponselnya. Tak berapa lama Aluna pun selesai mencuci piring.
" Dad, yuk ke atas"
" Udah selesai cuci piringnya?"
" Udah"
Pasutri itu pun meninggalkan dapur, dan pergi ke kamar mereka. Tapi sebelum itu, Aluna mematikan semua lampu yang ada di dapur. Setelah itu lampu di ruangan tamu.
Sesampainya di kamar David langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur. Sedangkan Aluna pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan membersihkan wajahnya. Tak lupa ia membawa lingerie yang ia beli tadi siang.
Selesai menggosok gigi dan membersihkan wajahnya. Aluna memakai lingerie yang dia bawa tadi. Ia menatap dirinya di pantulan cermin yang ada di depannya.
Wajah Aluna seketika memerah kala melihat pantulan dirinya yang memakai lingerie tipis dan juga transparan itu. Ia sangat malu untuk menatap dirinya sendiri.
Ia sangat malu untuk keluar dengan memakai lingerie itu. Ia pun mengambil jubah handuk, kemudian ia memakainya untuk menutupi tubuhnya. Setelah itu barulah ia keluar dari kamar mandi.
David masih asik dengan ponselnya. Ia tidak menyadari kalau istrinya sudah keluar dari kamar mandi.
" Dad"
" Hhmm"
" Aku tidur dulu ya"
" Iya baby"
Aluna sangat kesal karena suaminya itu bicara, tapi tidak menatap wajahnya. Ia yang kesal langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur.
David menoleh kearah istrinya. Ia bingung kenapa istrinya meletakkan guling diantara mereka. Biasanya kan tidak pernah pakai pembatas.
" Baby"
Aluna masih bisa mendengar suaminya memanggilnya. Tapi ia memilih untuk tidak mendengar. Salah sendiri, kenapa tadi mengacuhkannya.
Karena tidak ada jawaban dari istrinya, ia pun memanggil lagi. " Baby, kamu udah tidur "
__ADS_1
Masih tidak ada jawaban.
David meletakkan ponselnya. Ia menyingkirkan satu persatu bantal guling yang menjadi pembatas antara dia dan sang istri. Akhirnya guling itu pun sudah disingkirkan. Ia memeluk istrinya dari belakang.
" Aku tau kamu belum tidur" kata David sambil membalikkan tubuh sang istri. Hingga sekarang mereka saling berhadapan.
Aluna masih memejamkan matanya. Ia tidak ingin suaminya tau kalau ia hanya berpura-pura tidur.
Cup.
Satu kecupan manis mendarat di bibir Aluna.
" Daddy"
" Makanya jangan pura-pura tidur kalau nggak mau aku cium. Atau kamu memang ingin aku cium"
" Nggak "
" Udah ngaku aja"
" Nggak"
David menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya. Ia kaget melihat istrinya memakai jubah handuk.
" Kenapa kamu pake jubah handuk?"
" I-tu, apa namanya. Aku kedinginan, ya kedinginan"
Ia menatap istrinya itu. " Kamu bilang kedinginan, tapi kenapa kamu berkeringat?"
" Ah, i-ini air pas dari kamar mandi tadi " jawab Aluna sambil mengusap keringatnya.
David tidak percaya begitu saja. Ia tau kalau istrinya itu kepanasan. Tapi kenapa istrinya masih saja berbohong.
" Mau aku hangatkan nggak? Skin to skin " kata David sambil membuka bajunya.
Gleg.
" Bagaimana?"
" Nggak perlu Dad, aku pake selimut aja" kata Aluna sambil menarik selimut.
" Selimut tidak akan menghangatkan tubuh kamu " bisik David di telinga sang istri.
Aluna memejamkan matanya. Ia dapat merasakan aroma mint yang menyegarkan dari hembusan nafas suaminya.
" Mari kita lakukan skin to skin "
" Nggak!" kata Aluna sambil bangkit dari tidurnya.
David tersenyum melihat reaksi istrinya. Ia pun ikut bangkit dari tidurnya. " Aku tau kalau kamu itu nggak kepanasan"
" Daddy " kata Aluna sambil menahan tangan David yang akan membuka jubah mandinya.
" Aku cuma ingin tau, apa yang kamu sembunyikan dari aku? bukankah aku sudah pernah melihat semuanya?"
" I-iya tapi ak--"
Belum sempat Aluna melanjutkan ucapannya, David sudah membungkam mulutnya dengan ciumannya.
David menarik tali jubah handuk itu. Perlahan tapi pasti, jubah itu pun sudah tergeletak di lantai. Mata David tidak berkedip melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
Ia tidak menyangka kalau istrinya akan memakai lingerie yang sangat seksi.
Aluna menundukkan kepalanya. Ia sangat malu di tatap seperti itu oleh suaminya. Walaupun tadi niatnya ingin merayu sang suami, tapi kalau ditatap seperti itu membuat nyalinya ciut.
David mengangkat dagu sang istri. " Apa kamu ingin menyerahkan diri kamu pada aku malam ini?"
" Bukankah tubuh ini juga sudah pernah aku serahkan pada Daddy?"
David tersenyum mendengar ucapan istrinya. Ia tidak menyangka kalau istrinya itu sangat polos.
__ADS_1
Sampai saat ini kamu masih perawan sayang.
" Apa kamu siap melakukannya malam ini?" tanya David lagi.
" Kenapa Daddy masih bertanya"
" Jawab saja "
Aluna pun mengangguk.
" Kamu sudah setuju, jadi jangan harap untuk bisa lepas dariku"
Aluna memejamkan matanya saat sesuatu nan lembut itu menyentuh bibirnya. Ia menerima semua sentuhan lembut yang di berikan suaminya.
Setiap sentuhan yang diberikan suaminya mampu membuat tubuhnya melayang. Ia pun mencoba membalas ciuman yang diberikan suaminya.
David senang karena istrinya membalas ciumannya. Walaupun ciuman sang istri masih terasa kaku. Ia membaringkan tubuh sang istri di atas kasur empuk itu.
Sentuhan-sentuhan lembut itu terus diberikan David untuk istrinya. Suara d*s*h*n pun lolos dari mulut Aluna. Ia pun sontak menutup mulutnya.
" Jangan di tutup, keluarkan saja. Karena suara kamu terdengar seksi saat mend*s*h "
Blush.
Lagi-lagi wajah Aluna memerah mendengar ucapan suaminya itu. Ia benar-benar malu karena mengeluarkan suara seperti itu. Dan entah sejak kapan, lingerie itu menghilang dari tubuhnya.
Setelah istrinya rileks, Ia pun membuka penghalang yang ada ditubuhnya. Sekarang tubuhnya dan sang istri sama-sama polos.
Aluna menutup matanya ketika melihat sesuatu milik suaminya yang menonjol, tapi bukan bakat itu.
" Kamu siap baby?"
Aluna mengangguk.
David mulai mengarahkan miliknya. Ia tau ini akan menyakiti istrinya. Tapi mau gimana lagi, ia juga sudah tidak bisa menahan hasratnya. Sudah cukup juniornya berpuasa, dan saat sekarang untuk juniornya itu berbuka.
Air mata Aluna keluar saat ia merasakan sakit yang teramat di bawah sana. Bukan hanya itu ia juga mencakar punggung suaminya. Bukankah ia sudah nggak perawan lagi, tapi kenapa masih sakit.
" Kamu masih perawan sampai malam ini Aluna"
Lagi-lagi air matanya menetes. Ia tidak menyangka kalau dirinya masih perawan sampai malam ini.
David merasa bersalah. " Maaf"
Aluna menggelengkan kepalanya. " Ini bukan salah Daddy"
" Ini salahku karena sudah berbohong sama kamu"
Ia memberanikan diri menatap suaminya itu. Terlihat jelas dari mata sang suami kalau suaminya itu menyesal. Ia menyentuh pipi suaminya.
" Aku senang karena Daddy tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan" kata Aluna sambil mengecup bibir suaminya.
Mata David membulat sempurna. Ini kali pertamanya sang istri berinisiatif menciumnya duluan. Apa istrinya itu sudah membuka hatinya.
" Apa permainannya kita cukupkan sampai di sini saja?" tanya Aluna.
" Tentu saja tidak"
Pasutri itu melanjutkan kembali permainan mereka. Suara d*s*h*n dan erangan memenuhi kamar itu. Kini kedua insan itu sudah larut dalam surga dunia.
Akhirnya David pun tumbang si samping istrinya. " Makasih baby"
" Hhmm"
David membawa istrinya kedalam pelukannya.
" Happy birthday Daddy " ucap Aluna sebelum ia terlelap karena kelelahan.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1