Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Om tukang sosor


__ADS_3

" Berarti kamu udah setuju kan nikah sama saya?"


" Setuju nggak setuju bakal nikah juga" jawab Aluna.


David terkekeh mendengar ucapan gadis nakalnya itu. Emang benar sih apa yang dibilang sama wanitanya. Setuju atau nggak, mereka berdua tetap akan menikah.


" Sekarang kita pergi ke butik"


" Ngapain?"


" Beli baju untuk kamu pakai untuk akad nikah nanti baby"


" Apa!"


David menutup telinganya mendengar suara melengking Aluna. " Kamu mau telinga saya tuli ya"


" Habis Om ngomongnya ngaco"


" Siapa yang ngaco. Saya ingin kita menikah besok pagi"


" Gila! Om benar-benar udah gila!"


" Iya, dan itu karena kamu"


" Aluna nggak mau nikah besok"


" Terus kapan? apa menunggu perut kamu membesar dulu, hhmm?"


" Nggak juga, tapi apa nggak kecepatan kalau kita nikahnya besok?"


" Nggak baby, justru lebih cepat lebih bagus"


" Ya udah terserah Om aja. Tapi aku nggak mau ada pesta dan pernikahan ini harus dilakukan secara tersembunyi"


" Kenapa harus di sembunyikan?"


" Karena aku masih kuliah Om. Ntar apa kata mereka kalau tau aku sudah menikah"


" Ya nggak apa-apa. Kamu nggak usah dengerin omongan mereka"


" Kalau Om nggak mau, mending kita nggak usah nikah aja"


" Mana bisa begitu? kamu mau calon anak kita nggak punya ayah?"


" Nggak sih. Tapi kan aku bisa cari cowok lain untuk jadi suami sekaligus ayah bagi anak aku"


" Nggak! saya nggak setuju. Enak aja mau menikah sama laki-laki lain"


" Makanya Om harus setuju"


" Baiklah. Sekarang kita pergi ke butik dulu"


" Oke, Aluna ambil tas dulu ya Om"


" Nggak usah, kelamaan" kata David sambil menarik tangan Aluna.


" Bik, Aluna pergi keluar bentar ya" teriak Aluna.


" Iya Non"


David membukakan pintu untuk gadis nakalnya itu. Setelah itu barulah ia masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Saat ia akan menjalankan mobilnya, tiba-tiba alarm mobilnya berbunyi. Ia melirik kearah Aluna. Ia mendekat pada wanitanya itu.


" Om mau ngapain?"


" Menurut kamu?"


Aluna refleks menutup matanya. David tersenyum melihat gadis nakalnya menutup mata.


Klik..


Terdengar bunyi sabuk pengaman. Wajah Aluna seketika memerah karena malu. Bisa-bisanya otaknya itu berpikir kalau Om tampan itu akan menciumnya.


" Kamu berharap ini ya"


Cup.


Satu kecupan mendarat di bibir Aluna.


" Om"


" Ya baby"

__ADS_1


" Kan udah aku bilang kalau Om harus izin dulu kalau mau menyentuh aku?"


" Kan itu kamu yang minta?"


" Mana ada"


" Mulut kamu bilang nggak. Tapi tubuh kamu nggak nolak"


" Ngeselin"


" Udah jangan ngambek. Ntar cantiknya ilang"


" Biarin"


" Ya udah kamu cium saja aja, jadi kita impas kan?"


" Yuk jalan"


" Baik ratu" kata David sambil membelai rambut Aluna.


Mobil pun mulai melaju meninggalkan rumah Aluna. David melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


" Om"


" Ya baby"


" Om mah jangan manggil aku baby terus dong?"


" Terus mau di panggil apa? honey, sayang, atau cinta mungkin?"


" Kalau aku di panggil cinta, terus Om di panggilnya Rangga dong?"


David mengeyitkan alisnya. " Siapa itu Rangga? pacar kamu?"


" Ih bukan lha"


" Lantas?"


" Masa Om nggak tau Rangga sih?"


" Kalau saya tau, nggak mungkin saya tanya kamu?"


" Itu lho nama pemain film"


" Lalu Om sukanya nonton apa?"


" Bola, sama main game"


" Ih nggak asik banget"


" Tapi kalau kamu mau ngajak aku nonton film saya nggak akan nolak"


" Gimana kalau setelah dari butik kita pergi ke bioskop dulu?"


" Boleh"


" Oke"


Tanpa terasa mobil pun sampai di salah satu butik terkenal di kota itu. Setelah memarkirkan mobilnya. Mereka pun masuk kedalam butik itu.


" Selamat datang tuan, nona. Ada yang bisa saya bantu"


" Kita mau cari kebaya mbak?"


" Ada nona. Mari saya tunjukkan koleksi kebaya yang ada di butik kami"


Pramuniaga itu membawa Aluna dan David untuk melihat koleksi kebaya yang ada di butik itu.


" Tolong carikan kebaya yang paling bagus " kata David. Karena kalau mereka yang cari akan memakan waktu yang lama.


" Baik tuan, saya akan ambilkan"


David dan Aluna duduk di kursi yang sudah tersedia di sana. Tak berselang lama pramuniaga itu kembali dengan membawa beberapa kebaya yang sangat cantik.


" Berikan pada calon istri saya untuk dia coba"


" Baik tuan. Mari nona, kita keruang ganti"


Aluna mengikuti langkah kaki pramuniaga itu. Sesampainya di depan pintu ruang ganti. Pramuniaga itu memberikan satu kebaya pada Aluna.


" Silakan di coba nona"

__ADS_1


" Terima kasih" kata Aluna sambil mengambil kebaya yang diberikan pramuniaga itu. Ia pun masuk kedalam ruang ganti.


Setelah memakai kebaya itu. Ia pun keluar dari ruang ganti. Aluna melihat pantulan dirinya di cermin besar yang ada di sana.


" Wah nona, anda terlihat sangat cantik memakai kebaya itu"


" Tidak, itu terlalu terbuka" kata David yang muncul tiba-tiba.


" Tapi kata mbaknya ini cantik?"


" Coba lihat lagi. Begitu banyak bagian tubuh kamu yang terekspos"


Aluna melihat lagi baju kebaya yang dia pakai. Benar apa yang di bilang David. Baju kebaya itu terlalu terbuka.


" Ganti lagi"


Aluna masuk lagi kedalam ruang ganti. Saat keluar, lagi-lagi David menolak baju kebaya yang dia pakai. Lelaki tampan itu bilang, baju kebayanya agak ketat, hingga mencetak lekuk tubuhnya. Apalagi di bagian tertentu.


Akhirnya ia pun mengganti lagi dengan baju kebaya yang lain. Setelah selesai, ia pun keluar dari kamar gantikan.


David terpesona melihat kecantikan calon istrinya itu. Aluna benar-benar cantik memakai kebaya yang satu ini.


" Cantik" puji David.


Wajah Aluna bersemu merah mendengar pujian dari lelaki tampan itu. Walaupun David sering memujinya. Tapi pujian kali ini terasa lebih gimana gitu.


" Saya ambil kebaya yang ini mbak"


" Baik, kami kemas dulu ya tuan"


" Iya, tolong carikan jas yang senada dengan kebaya ini"


" Baik tuan"


David membawa Aluna duduk kembali di kursi.


" Om, aku mau lihat-lihat kebaya yang lain"


" Kamu mau beli kebaya lagi?"


" Iya, tapi bukan untuk aku"


" Terus untuk siapa?"


" Untuk Bik Ijah"


" Ya udah pilih aja, ntar saya yang bayar"


" Nggak usah Om. Aku bisa bayar sendiri kok"


" Emang kamu punya uang?"


" Tentu saja punya"


" Mana?"


Aluna baru ingat. Dia kan tidak membawa dompet dan juga ponselnya. Ia melirik lelaki tampan itu.


" Gimana?"


" Hehehe,, untuk sekarang Om aja deh yang bayar"


" Ck,, tadi bilangnya punya uang"


" Aku punya uang, tapi dompet aku tertinggal di rumah"


" Alasan"


" Enak aja alasan. Tadi kan aku mau bawa, tapi Om malah bilang nggak us--"


Aluna tidak bisa melanjutkan ucapannya. Karena David sudah membungkam dengan ciumannya.


" Bawel" kata David setelah mencium bibir nan merah bak Cherry itu.


Lagi dan lagi Aluna kecolongan. Ia tidak menyangka lelaki tampan itu selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan.


To be continue.


Om tampan yang selalu curi-curi 🤗🤗


__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2