Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Panggilan baru Aluna


__ADS_3

" Makasih Kak Tom " ucap Aluna setelah sampai di depan rumahnya.


" Sama-sama Aluna"


Ya setelah banyak menghabiskan waktu dan bercerita satu sama lain. Tomy meminta Aluna untuk memanggilnya dengan sebutan kakak.


" Ya udah cepat masuk gih, udah sore"


" Baiklah. Kakak hati-hati di jalan"


" Hhmm"


Setelah Tomy melajukan mobilnya. Barulah Aluna masuk ke dalam rumah. Seperti biasa kedatangannya selalu di sambut sama Bik Ijah.


" Nona sudah pulang?"


" Sudah Bik"


" Sepertinya non Aluna senang banget hari ini. Habis menang arisan ya non"


" Ya Bik, tadi Aluna main di pantai"


" Di pantai?"


" Hhmm"


" Apa non pergi dengan Aden kasep itu?"


" Bukan" kata Aluna sambil menggelengkan kepalanya.


" Lalu sama siapa?"


" Sama Kak Tomy"


" Kak Tomy? apa dia kekasih baru nona?"


" Bukan Bik. Aluna sudah menganggap dia kek kakak Aluna sendiri. Dia baik orangnya Bik"


" Tapi bibik takut dia seperti Daniel yang hanya ingin memanfaatkan nona"


" Nggak Bik, Kak Tomy bukan orang seperti itu"


" Syukurlah kalau memang dia tidak seperti itu"


" Iya Bik. Oh iya, mobil Aluna udah nyampe di rumah belum Bik?"


" Udah non, tadi ada orang yang nganterin. Dia bilang sopirnya Raka"


" Iya Bik, kalau gitu Aluna ke kamar dulu ya Bik. Mau mandi"


" Ya nona"


Aluna berjalan ke kamarnya. Ia ingin membersihkan dirinya. Karena tubuhnya sudah lengket karena keringat saat bermain di pantai tadi.


🍃🍃🍃🍃


Setelah puas menghajar foto Tomy yang ada di samsak tinjunya David segera membersihkan dirinya. Ya tubuhnya sudah lengket karena keringat.


Sampai di kamar mandi, ia langsung menguyur tubuhnya dengan air shower. tubuh atletis milik David terlihat sangat seksi ketika kena guyuran air shower.


Setelah 15 menit, lelaki tampan itu menyudahi acara mandinya. David berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaiannya. Pakaian David tertata rapi di sana.


David memutuskan untuk memakai baju kaos t-shirt berwarna putih di padukan dengan celana jeans selutut. Ia terlihat sangat tampan dengan penampilannya yang sekarang.


Selesai memakai pakaiannya, ia berjalan menuju balkon kamarnya. Ia akan melihat pemandangan sore hari dari atas balkon kamarnya.


" Sungguh pemandangan yang sangat indah" kata David saat melihat matahari akan kembali keperaduan.


Dering ponsel menggema di kamar mewah itu. David pun segera masuk ke dalam kamarnya.


" Siapa sih yang berani ganggu waktu santai gue" gerutu David sambil mengambil ponselnya.


Kekesalannya makin bertambah kala melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Ia segera menggeser tombol hijau yang ada di sana.


" Hallo bro" terdengar suara yang sangat menyebalkan dari seberang sana.

__ADS_1


" Wah, ternyata lo masih berani hubungi gue setelah apa yang lo lakukan sama gue tadi siang, huh!"


" Sabar bro, gue punya video menarik untuk lo. Dan gue jamin Lo bakal suka"


" Gue lagi sibuk, nggak punya waktu untuk nonton video "


" Yakin nih nggak mau?"


" Hhmm"


" Baiklah, kalau gitu gue hapus aja video gadis nakal ini"


" Tunggu! video siapa lo bilang tadi?"


" Gadis nakal, alias Aluna"


" Coba send ke gue. Gue mau liat"


" Tadi bilangnya lagi sibuk, nggak sempat nonton video"


" Sekarang gue udah nggak sibuk"


" Ck,, dasar cowok plin-plan"


" Buruan send"


" Sabar dong. Ada syarat nya kalau lo mau nonton nih video"


" Syarat?"


" Iya syarat"


" Kenapa harus pake syarat segala?"


" Harus dong. Ini demi ke sejahteraan gue"


" Apa syaratnya"


" Syaratnya, Lo nggak boleh hukum dan juga potong gaji gue karena, gue tinggal di restoran tadi"


" Oke ntar gue send, nggak sebaran amat"


Sambungan telepon pun berakhir. Tak berapa lama terdengar bunyi pesan masuk ke ponselnya. Ia segera membuka pesan itu. Disana ada satu video dengan durasi 20 menit. Tanpa menunggu lama, David segera memutar video itu.


David duduk di sofa yang ada di kamarnya. Ia tersenyum melihat Aluna yang berlari kesana-kemari seperti anak kecil.


Di sana juga terlihat main kejar-kejaran dengan ombak. Tawa Aluna terdengar sangat lepas. Baru kali ini dia melihat gadis nakal itu tersenyum lepas seperti itu.


" Kamu tambah cantik jika tertawa seperti itu. Semoga kamu selalu bisa tertawa seperti itu Aluna" kata David sambil mengelus layar ponselnya yang menampilkan foto Aluna.


Tampilan video pun berubah menampilkan keakraban Tomy dengan Aluna. Wajah David pun merah karena menahan amarahnya. Beraninya gadis nakal itu tersenyum seperti itu pada lelaki lain. Apa dia tidak sadar senyumannya itu sangat manis.


David pun segera mengambil kunci mobilnya. Ia benar-benar harus memberi hukuman gadis nakal itu. Ia bergegas keluar dari apartemennya.


Saat akan memasuki lift, ponsel David berbunyi. Ia mengambil ponselnya di saku celananya.


" Hallo Ma"


" Kamu bisa datang ke mansion sekarang nggak?"


" Emang ada acara apa Ma"


" Ck,, kamu itu. Memangnya pas ada acara aja kamu mau datang ke mansion"


" Ya nggak sih Ma, tapi kalau sekarang aku nggak bisa ke mansion. Soalnya ada hal urgent yang harus aku selesaikan"


" Mama nggak mau tau, kamu harus ke mansion sekarang! lagian Angel nanti akan makan malam di sini"


" Maaf Ma, aku nggak bisa"


Tut.


David segera matikan sambungan teleponnya. Setelah itu ia mematikan ponselnya. Karena kalau tidak dimatikan, mamanya akan selalu menghubunginya. Setelah menyimpan ponselnya kembali. David segera masuk kedalam lift.


Ting.

__ADS_1


Pintu lift terbuka. Ia segera keluar dari benda berbentuk kotak itu. Ia langsung berjalan menuju mobilnya. David melajukan mobilnya menuju rumah Aluna.


David melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Suasana hatinya sedang dalam keadaan tidak baik. Karena mamanya selalu memaksa ia untuk bertemu dengan anak sahabatnya itu.


Umpatan demi umpatan keluar dari mulut pengendara lain. Tapi ia tidak peduli, ia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Tak berselang lama, ia pun sampai di depan rumah Aluna.


Lelaki tampan itu langsung keluar dari mobil setelah memarkirkan mobilnya dengan aman di halaman rumah Aluna. Ia berjalan menuju pintu masuk.


Ting nong.


David memencet bel rumah Aluna.


Ceklek.


" Eh, ada Aden kasep. Mau cari non Aluna ya?"


" Iya Bik. Apa Aluna ada di rumah?"


" Ada Den kasep. Yuk mari masuk"


David mengikuti langkah kaki Bik Ijah masuk kedalam rumah. Ia duduk di sofa ruang tamu. Sedangkan Bik Ijah pergi ke lantai atas. Tepatnya pergi ke kamar Aluna.


Tok.


Tok.


Tok.


Bik Ijah mengetuk pintu setelah sampai di depan pintu kamar nona mudanya.


Ceklek.


" Ada apa Bik?"


" Non, ada tamu"


" Siapa Bik?"


" Aden kasep"


" Bilang aja Aluna nggak ada di rumah Bik"


" Tapi bibik udah terlanjur bilang non ada di rumah" kata Ijah sambil nyengir kuda.


" Yeah bibik"


" Maaf non. Habisnya bibik nggak tega bohongin Aden kasep itu"


Mau tak mau Aluna pun ke bawah untuk menemui tamu tak di undang itu. Sebenarnya ia malas banget bertemu dengan Om-om itu. Apalagi ia masih kesal, karena kejadian di restoran tadi siang.


David tersenyum melihat gadis nakalnya berjalan menghampirinya. Walaupun tanpa make up, wajah Aluna tetap terlihat cantik.


" Om ngapain ke sini?"


" Tentu saja mau menemui sugar baby ku yang cantik ini"


" Ck,, sejak kapan aku jadi sugar baby Om"


" Sejak satu Minggu yang lalu. Apa kamu lupa baby"


Bulu kuduk Aluna meremang saat mendengar panggilan David untuk dirinya. Sejak kapan lelaki tampan itu menyiapkan panggilan seperti itu untuk dirinya.


" Namaku Aluna om, bukan baby"


" Kan kamu sugar baby saya, jadi mulai sekarang saya manggil kamu baby"


Dikata gue bayi kali ah. Eh Om, gue bukan baby. Tapi Mak nya baby.


To be continue.


Babang David.


__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2