
Suara d*s*h*n terus terdengar di kamar hotel 505. Siapa lagi pelakunya kalau bukan David dan juga istrinya. Untung saja kamar hotel itu kedap suara. Kalau tidak orang-orang yang melewati kamar itu pasti akan ikut gemetar karena mendengar suara kucing kawin.
" Daddy, udah dong"
" Sekali lagi sayang"
" Aku udah capek"
" Sekarang kamu nikmati saja, biar aku yang melakukannya"
Aluna hanya bisa pasrah. Karena kalau ia sudah tidak punya tenaga lagi untuk berdebat dengan suaminya itu. Sekarang ia hanya menikmati permainan suaminya.
David terus saja memompa tubuh sang istri. Ia melepaskan semua hasrat yang sudah lama ia tahan. Tak berselang lama ia merasakan gelombang yang siap menghantam dinding milik sang istri. Ia mengerang dan menumpahkan semua laharnya di dalam sana.
" Makasih sayang"
" Hhmm"
Setelah mengecup kening sang istri, akhirnya ia pun tumbang di samping istrinya. Sedangkan Aluna sudah menuju alam mimpi. Mungkin efek kelelahan, jadi dia mengantuk.
David menutup tubuh sang istri dengan selimut. Setelah itu ia menghubungi Tomy untuk membelikan baju kaos t-shirt untuk dirinya dan dress untuk sang istri. Karena tadi ia buru-buru ingin segera berbuka puasa, ia merobek dress yang dipakai istrinya.
Ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tubuhnya sudah berkeringat karena olahraga tadi.
....................
Setelah menerima telepon dari bosnya, Tomy segera pergi ke toko pakaian. Bisa-bisanya sang bos mengganggu waktu liburannya. Dan anehnya ia tidak bisa membatah perkataan bosnya itu.
" Selamat datang tuan. Ada yang bisa saya bantu"
" Saya mau cari dress"
" Ada tuan, ukuran dress nya?"
Tomy lupa menanyakan pada tuannya berapa ukuran badan nona Aluna. Ia melihat padan pramuniaga yang besar badannya sama dengan istri tuannya.
" Ukuran badannya sama dengan mbak"
" Baiklah, saya carikan dulu ya tuan"
" Dress nya yang bagus ya mbak"
" Baik tuan"
Dasar lelaki aneh, ukuran tubuh kekasih sendiri tidak tau.
Saat pramuniaga itu mencarikan dress, Tomy mencarikan baju kaos dan juga celana jeans untuk tuannya. Karena kalau balik ke rumah tuannya akan memakan waktu lama.
Pramuniaga itu kembali dengan membawa dress dengan bermacam warna. Tomy pun juga sudah selesai memilih kaos dan jeans untuk tuannya.
" Silakan tuan mau pilih yang warna apa?"
Tomy melihat dress yang dibawa pramuniaga itu. Dress nya itu juga cantik-cantik, membuat Tomy bingung untuk pilih yang mana. Karena tidak tau warna kesukaan Aluna, ia pun mengambil ke tiga dress itu.
Pramuniaga itu memasukkan ketigas dress itu kedalam paper bag. Dan baju kaos serta celana jeans, di masukkan ke paper bag yang satu lagi.
__ADS_1
" Ini tuan dress sama kaos nya"
Tomy membayar semua barang belanjaannya. Setelah itu ia segera pergi meninggalkan toko itu. Ia melajukan mobilnya menuju hotel xx. Ia tidak tau kenapa sekarang tuannya itu berada di hotel.
Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit ia pun sampai di hotel. Ia memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di sana.
Tomy masuk ke dalam hotel dengan membawa paper bag di tangannya. Ia langsung menuju kamar 505.
Ting nong.
David yang mendengar suara bel pun segera bangkit dari duduknya. Ia tau pasti yang datang itu Tomy.
Ceklek.
" Cepat juga kamu datangnya"
" Tuan ngapain di hotel siang-siang begini?"
" Kamu nggak perlu tau, karena kalau saya kasih tau, jiwa jomlo kamu meronta-ronta lagi"
" Idih mentang-mentang sudah nikah. Tuan hobi sekali ngeledek saya"
" Mana pakaian yang saya minta tadi"
" Ini tuan, total semuanya tiga juta lima ratus ribu"
" Saya nggak nanya harganya. Lagipula kenapa kamu bilang total belanjaan ini sama saya?"
" Kan beli semua pakaian itu pake uang pribadi saya tuan"
" Tuan harus ganti"
" Emang saya bilang, kalau saya akan ganti uang kamu? nggak kan?"
" Tapi tuan harus tetap ganti"
" Kenapa saya harus ganti"
" Ya kan itu baju untuk tuan sama istri tuan"
" Iya. Terus kenapa saya harus ganti?"
" Karena uang saya tadi untuk membayar semua belanjaan ini"
" Ya bagus dong, sekali-kali kamu sedekah sama saya"
" Mending saya sedekah sama orang yang membutuhkan"
" Pas berarti, karena saya membutuhkan pakaian ini. Jadi kamu sedekahkan sama saya ya?"
" No, tuan harus bayar"
" Kamu bilang tadi mau sedekah sama orang yang membutuhkan. Dan saya orang yang membutuhkan"
" Maksud saya orang-orang yang membutuhkan itu, fakir miskin dan juga anak yatim. Sedangkan tuan orang kaya, jadi tuan tidak kekurangan uang"
__ADS_1
" Sekali kali kamu sedekah sama saya"
" Nggak! cepat bayar belanjaannya, kalau tidak saya bawa lagi nih pakaiannya"
" Dasar asisten nggak ada akhlak. Tunggu di sini, saya ambilkan dulu uangnya"
" Saya masuk aja deh tuan"
" Jangan! berani kamu masuk, saya potong gaji kamu"
Mendengar kata gaji akan dipotong membuat Tomy mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam. Ia memilih untuk tetap berdiri di depan pintu.
David sengaja tidak membolehkan Tomy masuk kedalam. Karena ia tidak ingin asistennya itu melihat sang istri. Walaupun tubuh sang istri sudah tertutup oleh selimut.
" Nih uangnya"
Tomy menerima uang yang diberikan tuannya. Tak lupa ia menghitung jumlah uang yang diberikan tuannya itu.
" Pas itu uangnya"
" Siapa tau tadi tuan salah hitung"
" Nggak akan. Saya kan sudah bayar, sekarang kamu boleh pergi "
" Bagi duit bensin juga dong tuan, soalnya tadi bensin saya sudah mau habis"
" Kan kamu bisa beli sama uang yang saya kasih barusan. Lagian minyak mobil kamu itu tidak akan berkurang pergi ke sini"
" Siapa bilang nggak kurang. Emang pas kesini tadi tuan kira mobil saya jalannya pake air"
" Astaga Tomy, perhitungan banget sih kamu sekarang"
" Harus dong" ini balasan karena tuan sering potong gaji saya. Lagipula uang ini tidak seberapa dengan gaji saya yang tuan potong.
David mengambil uang lembaran seratus ribu, dan memberikannya pada asistennya yang nggak ada akhlak itu.
" Udah kan. Sekarang kamu buruan pergi"
" Nah gitu dong tuan, kan kita sama-sama enak"
" Iya, buruan pergi sana!"
Tomy pun segera pergi dari sana. Setelah asistennya itu pergi, David segera menutup pintu kamarnya.
David tersenyum melihat dress dan juga kaos yang dibelikan asistennya itu. Tomy memang tau kaos kesukaannya. Tapi bagaimana ia tau dress cantik dan bagus seperti ini. Dan lagi ia juga tau ukuran istrinya. Padahal kan asistennya itu jomlo.
" Tidak bisa dibiarkan ini. Pasti Tomy sudah pernah melihat tubuh cewek-cewek"
Apa jangan-jangan asistennya itu sudah pernah melihat bentuk tubuh seorang wanita. Atau asistennya itu sudah pernah tidur dengan seorang wanita. Banyak lagi pertanyaan yang ada di kepala David. Tapi biar pasti ia akan menanyakan hal itu nanti pada asistennya itu.
To be continue.
Jangan lupa like, komennya juga ya reader 🤗🤗
Happy reading 😚😚
__ADS_1