
Tok.
Tok.
Tok.
" Non "
Aluna terbangun dari tidurnya saat mendengar suara Bik Ijah. Ia merasa sesuatu yang berat di perutnya. Ia kaget melihat ada tangan kekar yang melingkar di perutnya. Hampir saja dia berteriak, kalau ia tidak memutar tubuhnya.
Ia baru tersadar kalau tadi ia ketiduran saat menemani David tidur. Ia menyingkirkan tangan David dari perutnya. Ia bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arah pintu.
Ceklek.
" Iya Bik"
" Ada tamu yang cariin Den David"
" Siapa?"
" Katanya mau nganterin pakaian Den David"
" Bilang sebentar lagi kami turun"
" Baik, bibik ke bawah dulu"
" Iya Bik"
Setelah Bik Ijah menuruni tangga, Aluna kembali masuk untuk membangunkan suaminya yang sedang tidur.
Aluna duduk dipinggir ranjangnya. Ia menatap suaminya yang tertidur pulas. Ia memandangi wajah tampan itu dengan seksama. Entah punya keberanian darimana Aluna menyentuh wajah tampan itu. Rahang yang tegas, hidung yang mancung, dan pipi yang mulus tiada cela. Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna.
David masih tertidur dengan pulas. Ia tidak terganggu sama sekali dengan apa yang dilakukan Aluna padanya. ada respon dari sang empunya tubuh.
" Tampan banget sih suami aku ini kalau lagi tidur. Tapi kalau udah bangun ngeselin, mesum dan suka nyosor"
Aluna tidak tega membangunkan suaminya yang sedang tertidur pulas. Ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah itu dia akan menemui Tomy di bawah.
Tomy bangkit dari duduknya ketika melihat istri dari tuannya berjalan kearahnya. Tapi dia heran tuannya tidak ikut turun dengan sang istri.
" Maaf, lama ya nunggunya"
" Nggak kok nona"
" Ayo duduk"
" Makasih nona, saya kesini cuma mau mengantarkan pakaian tuan muda"
" Terima kasih"
" Tuan muda kemana ya nona, kok nggak keliatan"
" Oh, si Om lagi tidur "
Apa si bos kelelahan ya, karena habis olahraga sama istrinya.
Romy senyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana kuatnya sang bos. Karena ia tau, bosnya itu tidak pernah bersentuhan dengan wanita lain. Sekarang ia bisa menyentuh istri sahnya. Pasti bosnya itu kelelahan hingga sekarang terlelap.
Aluna menautkan alisnya melihat asisten suaminya senyum-senyum sendiri. Ia berpikir, pasti asisten suaminya itu otaknya agak ke geser dikit. Makanya dia senyum-senyum sendiri kek gitu.
" Baiklah nona, saya permisi dulu. Soalnya masih ada kerjaan yang harus saya kerjakan"
" Baiklah. Maaf ya kalau udah ngerepotin"
" Nggak apa-apa kok nona, ini sudah jadi tugas saya. Kalau begitu saya permisi dulu"
" Baik, hati-hati di jalan"
__ADS_1
Tomy tersenyum mendengar ucapan nona mudanya. Ternyata pilihan tuannya tidak salah. Nona Aluna wanita yang sangat baik dan juga cantik.
Setelah Tomy pergi, Aluna kembali ke atas untuk membangunkan kembali suaminya karena hari udah mau sore.
Aluna berjalan sambil membawa koper yang berisi pakaian suaminya. Walaupun tubuh Aluna kecil, tapi tenaganya cukup kuat. Buktinya ia mampu membawa koper yang berat itu.
Sesampainya di kamar, Aluna meletakkan koper milik sang suami di samping lemari pakaian. Ia berjalan menuju tempat tidurnya dan membangunkan suaminya kembali.
" Om bangun udah sore"
" Sebentar lagi baby"
" Ya udah lima menit lagi ya. Aku mau mandi dulu"
Aluna berjalan menuju kamar mandi. Ia akan membersihkan dirinya. Setelah itu dia akan mengajak suaminya jalan-jalan sore. Sedangkan David melanjutkan kembali tidurnya.
🍃🍃🍃
Wilson sedang menunggu kedatangan pengacaranya. Ia harus segera memindahkan semua hartanya atas nama putrinya. Semua hartanya hanya akan menjadi milik putrinya dan dialah yang berhak untuk semuanya.
" Maaf tuan saya terlambat"
" Hhmm. Apa kau membawa surat-surat yang saya minta?"
" Semuanya sudah saya siapkan tuan, tinggal tanda tangan dari anda saja"
" Bagus. Mari kita mulai"
Pengacara itu mengeluarkan semua dokumen yang sudah ia bawa. Ia sangat senang karena tuannya sudah melakukan hal yang benar karena wanita licik seperti Widia itu tidak pantas mendapatkan sepersen pun harta tuannya.
" Kenapa kau senyum-senyum begitu?" tanya Wilson.
" Saya senang, karena hati tuan sudah terbuka. Sudah saatnya tuan membahagiakan nona Aluna"
" Kau benar. Sudah cukup putriku terabaikan"
" Tidak, istri saya juga mempunyai kekasih saat kami masih dalam ikatan pernikahan"
Martin kaget mendengar ucapan tuannya itu. Ia tidak menyangka, ternyata nyonya berselingkuh di belakang tuannya. Padahal mereka terlihat sangat serasi.
" Bagaimana bisa?"
" Tentu saja. Kau tau kami menikah karena di jodohkan. Sebenarnya rumah tangga kami tidaklah se harmonis yang di lihat orang-orang"
" Maksud tuan?"
" Mantan istri saya meminta saya untuk membuat surat perjanjian"
" Surat perjanjian?"
" Iya. Hanya saya dan istri saya saja yang tau tentang surat perjanjian itu"
" Kalau boleh tau apa isi surat itu tuan?"
" Kalau saya tidak boleh menyentuh dia"
Lagi-lagi Martin terkejut mendengar kebenaran yang diberikan tuannya. Ia teringat kalau tuannya pernah dikasih obat perangsang oleh rekan bisnisnya. Apa saat itu tuannya menyentuh nyonya besar. Ia melirik tuannya.
" Apakah saat itu tuan melakukannya dengan nyonya?"
" Iya. Dan karena kejadian itulah Aluna hadir di hidup kami"
" Apa karena itu nyonya tidak mau menerima nona Aluna?"
" Awalnya dia memang menolak. Tapi setelah Aluna lahir, rasa benci itu berubah menjadi cinta. Clara sangat menyayangi Aluna"
" Lalu kenapa nyonya tidak membawa nona Aluna tinggal bersamanya?"
__ADS_1
" Karena suaminya tidak mau menerima Aluna. Walaupun istri saya sangat menyayangi putri saya, tapi dia juga sangat mencintai suaminya. Karena suaminya yang sekarang adalah cinta pertamanya. Saya yang salah, karena telah memisahkan mereka"
" Apa karena itu tuan menceraikan nyonya"
" Ya, karena cintanya tidak pernah untuk saya. Walaupun saya sudah berusaha untuk membuat dia cinta, tapi usaha saya sia-sia"
" Kenapa harus menunggu nona Aluna remaja, tuan bercerai dengan nyonya?"
" Kami bercerai ketika Aluna umur 5 tahun. Namun demi tumbuh kembang Aluna, kami menundanya sampai Aluna umur 14 tahun"
" Apa nona Aluna tau penyakit tuan?"
" Tidak. Dan saya harap dia tidak akan pernah tau kalau papanya sakit"
" Tapi nona harus tau tuan?"
" Dia pasti akan sedih, dan saya tidak ingin melihat putri saya sedih "
" Justru kalau tuan tidak memberi tau, nona akan tambah sedih"
" Apa Aluna akan membenci saya, Martin?'
" Tentu saja tidak tuan"
" Ck,, saya tau, kau hanya menghiburku"
" Tidak tuan. Saya sangat yakin non Aluna tidak akan pernah membenci tuan"
" Saya harap juga begitu"
" Oh iya. Apa tuan mengenal suami nona Aluna?"
" Tentu saja saya mengenalnya. Dia putra Garry Jude Wesley"
" Apa! putra tuan Garry?"
" Kenapa kau kaget begitu? apa menurutmu putriku tidak cocok dengan putranya Garry itu, huh!"
" Bu-bukan tuan. Tapi saya pernah dengar, kalau putra tuan Garry itu punya penyakit?"
" Ya, dia punya penyakit OCD"
" Terus bagaimana dia bisa menyentuh nona kalau dia punya penyakit OCD?"
" Saat bersentuhan dengan putri saya, dia baik-baik saja"
" Berarti nona Aluna memang berjodoh dengan putranya tuan Garry "
" Ya berjodoh lha, buktinya sekarang mereka sudah menikah? gimana sih kamu"
" Ah iya bener. Jadi kapan tuan akan memberi tau nona tentang penyakit tuan?"
" Saya cari waktu yang tepat dulu"
" Lebih cepat, lebih baik tuan"
" Iya, kok sekarang kamu cerewet sekali "
" Habisnya tuan keras kepala"
" Apa! berani kamu bilang saya keras kepala?"
" Ti-tidak tuan, tapi anda kepala batu" kata Martin yang langsung mengambil langkah seribu.
" Martin..!"
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚