Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Membasmi Hama


__ADS_3

David baru keluar dari kamar mandi. Ia kaget melihat Ana berada di kamarnya. Wanita itu berbaring di atas tempat tidurnya dengan memakai pakaian yang kurang bahan.


" Kau! berani sekali kau masuk ke kamarku!" bentak David.


" Tuan, aku sangat menginginkanmu"


" Dasar wanita gila! cepat keluar dari kamar saya, sebelum saya menyeret mu keluar dari sini!"


Bukannya keluar, Ana malah berjalan menghampiri David. Melihat tubuh David yang hanya berbalut handuk sampai lutut, membuat dia mendambakan lelaki tampan itu.


" Stop! kalau kau berani maju selangkah lagi, jangan salahkan saya kalau berbuat kasar"


Ana tidak mendengarkan ucapan David. Ia terus berjalan menghampiri lelaki tampan itu. Melihat tubuh David yang hanya berbalut handuk membuat otaknya bertraveling.


David menepis tangan Ana sebelum tangan itu menyentuh tubuhnya. Ia mendorong Ana hingga wanita itu tersungkur ke lantai.


" Berani sekali kau menyentuh tubuh saya" kata David sambil membersihkan tangan dengan tissue.


Tangannya mulai gatal saat menyentuh Ana tadi. Seharusnya ia memakai alas tangan saat mendorong wanita itu. Sekarang dia harus membersihkan tangannya hingga bersih.


Ana kaget melihat tatapan mengerikan dari lelaki tampan itu. Tatapan itu seperti singa yang lapar. Dan lagi David terlihat seperti jijik padanya.


" Tu-tuan sa--"


" Keluar!"


Bik Ijah kaget mendengar suara teriakkan tuannya. Ia bergegas menuju kamar David. Begitu juga dengan pelayan yang lain. Mereka ingin tau apa yang terjadi, sehingga tuan mudanya berteriak.


Ijah kaget melihat Ana terduduk di lantai. Begitu juga dengan Leo dan pelayan yang yang lain. Mereka sudah bisa menebak kenapa tuan mudanya marah.


" Bik tolong bawa wanita ini keluar dari kamar saya"


" Baik Den"


Ijah menarik tangan Ana keluar dari kamar itu. Ia tidak menyangka wanita itu berani menggoda tuan mudanya. Pelayan lain mengikuti dari belakang.


Leo baru kali ini melihat David marah. Mata Abang iparnya itu seperti singa yang akan menerkam mangsanya. Ia tidak tau apa yang terjadi, tapi satu hal yang ia tau kalau Abang nya itu tidak suka di sentuh wanita lain. Ia pun pergi meninggalkan Abang iparnya. Daripada nanti dia yang kena sasaran amukan singa jantan itu.


Setelah semua orang keluar dari kamarnya. David pun segera mengunci pintu kamarnya. Ia tidak ingin kecolongan seperti tadi lagi. Karena biasanya tidak ada yang berani masuk kedalam kamarnya tanpa seizin dirinya dan juga sang istri. Tapi wanita tadi benar-benar membuat emosinya naik.


David mengambil ponselnya. Ia menghubungi nomor asistennya. Tak berselang lama panggilan telepon pun tersambung.


" Hallo tuan"


" Kamu lagi dimana?"


" Jalan mau pulang. Ada apa tuan?"


" Sebelum kamu pergi ke apartemen, mampir dulu ke rumah saya"


" Emang ada apa tuan?"


" Kamu bawa wanita gila itu ke tempat ibunya"


" Wanita gila yang mana tuan?"

__ADS_1


" Anak bapak yang mendonorkan ginjal "


" Baik tuan"


Panggilan telepon pun berakhir. David melempar ponselnya ke atas kasur. Setelah itu ia pergi ke walk in closet untuk mengambil pakaiannya.


Selesai berpakaian David turun ke bawah untuk menemui asistennya. Ia sudah tidak sabar untuk mengusir wanita gila itu dari rumah mertuanya.


" Dimana wanita itu Bik?"


" Saya kurung di kamarnya Den"


" Bagus, jangan biarkan wanita itu keluar sebelum Tomy datang"


" Baik Den"


David tidak ingin mengambil resiko lagi. Ia harus segera mengusir wanita itu dari rumah ini. Daripada nanti wanita itu melakukan hal yang lebih nekad dari yang tadi dan itu pasti bisa membuat istrinya dalam bahaya. Jadi David harus segera menyingkirkan hama itu.


" Sore tuan"


" Kenapa kamu lama sekali?"


" Ini juga udah ngebut tuan"


" Bik bawa wanita itu keluar"


Tomy duduk di sebelah tuannya. Ia tidak tau apa yang telah terjadi di rumah itu. Tapi melihat ekspresi wajah tuannya yang seperti singa yang akan menerkam mangsanya. Pasti sudah terjadi sesuatu yang sangat mengerikan di rumah itu.


" Den, Ana sudah di sini"


" Tuan jangan usir saya"


" Kau tidak ada hak lagi untuk tinggal di rumah ini. Apa kau tau kesalahan apa yang sudah kau lakukan tadi?"


" Saya hanya ingin bersama anda tuan"


" Bersama? apa maksud ucapan mu itu?!"


" Saya hanya ingin tinggal bersama anda tuan. Jadikan saya istri kedua anda"


Tomy dan Ijah kaget mendengar ucapan Ana. Punya keberanian darimana wanita itu, sehingga berani bicara untuk menjadi wanita kedua.


David menatap tajam perempuan yang ada dihadapannya itu.


" Kau pikir saya lelaki yang haus akan belaian wanita. Asal kau tau, tubuh saya ini hanya bisa menerima sentuhan dari istri saya. Jadi buanglah semua angan dan cita-cita mu itu. Tom cepat bawa hama ini pergi dari sini, sebelum saya melakukan yang tidak pernah dia bayangkan"


" Baik tuan"


" Lepas! jangan sentuh saya" kata Ana sambil berusaha melepaskan dirinya dari Tomy.


Tomy tidak menghiraukan ucapan Ana. Ia terus menarik wanita itu keluar dari rumah tuannya. Sebelum tuannya itu mencincang tubuh wanita yang tidak tau diri itu.


Ana masih terus meronta dan memanggil nama David. Tapi usahanya sia-sia, cengkraman tangan Tomy sangat kuat. Tomy melemparkan Ana ke dalam mobilnya. Tak lupa ia mengunci pintu mobilnya.


" Tuan saya pamit dulu "

__ADS_1


" Hhhmm"


Tomy melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Wilson.


" Bang, apa kita jadi ke rumah sakit?" tanya Leo.


" Jadi. Yuk berangkat sekarang"


Leo masuk kedalam mobil Abang iparnya. Setelah adik iparnya masuk kedalam mobil, David pun masuk kedalam mobil. Mobil mewah milik David melaju meninggalkan kediaman mertuanya.


" Pasti itu sangat perih?" tanya Leo.


" Apa?"


" Tangan Abang"


" Sedikit" jawab David sambil tersenyum pada adik iparnya.


Leo tidak bisa membayangkan kalau dia yang ada diposisi Abangnya itu. Pasti abangnya itu sangat tersiksa karena harus menahan perih.


" Apa penyakit OCD itu tidak ada obatnya?"


" Sepertinya tidak. Karena Abang sudah berobat ke semua rumah sakit terkenal, tapi hasilnya nihil"


" Tapi kenapa saat menyentuh Kak Aluna Abang baik-baik saja"


" Karena dia istri Abang"


" Iya juga sih. Berarti Abang aman dari pelakor dong"


" Ya gitu deh. Tapi kamu masih kecil kok udah tau pelakor"


" Aku sering dengar di film-film yang pernah di tonton sama Bik Ijah"


" Kamu hobi nonton film kek gitu juga?"


" Dikit Bang"


" Ck, besok-besok jangan nonton film begituan lagi"


" Kenapa?"


" Karena tontonannya nggak bagus untuk anak kecil kek kamu"


" Aku bukan anak kecil lagi Bang"


" Iya, sepuluh tahun ke depan baru kamu bukan anak kecil lagi"


Ck..


David mengacak-acak rambut adik iparnya itu. Leo sangat berbeda dengan mama dan kakaknya. Terkadang ia ingin bertanya pada adik iparnya itu. Siapa ayah kandungnya? apakah dia pernah bertemu dengan ayah kandungnya? tapi ia tidak berani menanyakan itu. Ia takut adiknya itu akan sedih.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2