Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
USG pertama


__ADS_3

Aluna terbangun dari tidurnya. Ia melihat kamar yang ia tempati berbeda dengan kamarnya. Ia pun tersadar saat melihat foto pernikahan yang ada di dinding kamar itu.


" Astaga. Kenapa aku bisa lupa. Apa kata mama nanti kalau aku bangun kesiangan"


Ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Baru pertama kali tidur di rumah mertua, dirinya sudah memberikan kesan buruk.


Setelah selesai membersihkan dirinya. Ia segera pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan mertuanya.


Aluna kaget saat melihat mama mertuanya sudah menata makanan di atas meja. Ia benar-benar sudah terlambat. Bahkan papa sama suaminya sudah ada di meja makan.


Divya melihat mantunya berdiri tidak jauh dari ruang makan.


" Kamu sudah bangun sayang?"


" Sudah Ma"


" Mama baru aja mau bangunin kamu"


" Maaf karena nggak sempat bantuin mama masak tadi?"


" Nggak apa-apa. Mama udah masakin makanan yang enak untuk kamu"


" Untuk aku ada nggak Ma?" tanya David.


" Nggak. Makanan ini hanya untuk mantu mama"


" Mentang-mentang udah akur sama mantu, anak sendiri dilupakan"


" Yuk sayang duduk di sini"


" Iya Ma"


Aluna duduk di samping di sebelah mama mertuanya.


" Sayang tolong ambilkan aku nasi dong?" pinta David.


" Ambil sendiri David, kamu kan punya tangan" kata sang mama.


" Biasanya juga Aluna yang mengambilkan Ma"


" Mulai sekarang kamu harus ambil sendiri. Karena istri kamu lagi hamil, jadi dia nggak boleh kecapean"


" Nggak apa-apa Ma, lagian cuma ngambil nasi kok"


" Biarkan dia ambil sendiri sayang. Seharusnya kamu yang dilayani suami kamu, karena kamu lagi hamil"


David pun mengalah, ia mengambil nasi untuk dirinya sendiri. Ia tidak ingin membuat istrinya kelelahan. Aluna kasihan melihat suaminya. Tapi mau gimana lagi, mama mertuanya tidak memberi izin.


Mereka pun mulai menyantap sarapan yang ada di piring mereka masing-masing. Di meja makan itu hanya David yang tidak menikmati sarapannya.


Selesai sarapan, Aluna dan David pamit pamit pulang. Tapi sebelum pulang, mereka akan mampir ke rumah sakit dulu untuk memastikan ucapan dokter semalam.


" Ingat jangan kerja yang berat-berat dulu"


" Iya Ma"


" Kita jalan dulu Ma, Pa"


" Hati-hati dijalan, kalau sudah nyampe jangan lupa kasih kabar"


" Ok Ma"


David melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah milik keluarganya. Ia melajukan mobilnya menuju rumah sakit terbesar di kota itu.


" Daddy jalannya ada di depan bukan di samping"


" Liat yang di samping lebih enak dari pada liat ke depan"

__ADS_1


" Daddy liat ke depan, ntar nabrak"


" Iya Sayang"


Karena nyonya pemilik hatinya sudah mengomel. David pun kembali fokus menatap ke depan.


Mereka pun sampai di rumah sakit. David memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah di sediakan. Ia membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Pasutri itu masuk kedalam rumah sakit. Mereka langsung menuju ruang praktek sang dokter. Karena semalam ia sudah membuat janji dengan sang dokter. Jadi mereka tidak perlu menunggu antrean.


Mereka pun sampai di depan ruangan dokter kandungan. Yang di ketahui namanya Riri itu. Darren pun mengetuk pintu ruangan itu.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


" Pagi Dok"


" Selamat pagi tuan dan nona. Ada yang bisa saya bantu?"


" Kami ke sini untuk memastikan hasil pemeriksaan Dokter Rizal Dok"


" Astaga, jadi tuan yang semalam membuat janji dengan saya?"


" Iya Dok"


" Kalau begitu mari kita liat. Silakan berbaring di atas kasur itu nona"


Aluna berbaring di atas bed yang sudah ada di sana. David dengan setia berada di samping istrinya. Ia sudah tidak sabar untuk melihat calon anaknya.


Dokter Riri mengoleskan gel ke perut Aluna. Setelah itu dokter mulai memutar alat untuk melakukan USG.


David dan Aluna pun melihat layar monitor itu. Mereka berdua sangat fokus melihat layar yang berbentuk persegi itu.


" Apa yang anda lihat di layar itu tuan, nona?"


" Bulat besar dan di dalamnya ada bulat kecil segede kacang ijo"


Dokter itu tersenyum mendengar jawaban dari David. " Itu adalah calon bayi kalian"


" Maksud dokter yang Segede kacang ijo itu calon anak kami?"


" Iya tuan"


" Dokter jangan bercanda?" sudah mulai emosi.


Bagaimana tidak emosi. Masa iya dokter itu bilang calon anaknya Segede biji kacang ijo. Kalau bayinya Segede itu, terus pas udah lahir Segede kacang kedelai dong?.


" Saya tidak bercanda tuan"


" Kenapa calon bayi kami hanya Segede kacang ijo?"


" Karena usia kandungan istri anda baru satu Minggu tuan"


" Satu Minggu?"


" Iya tuan. Janin yang Segede kacang ijo itu akan terus berkembang hingga usia sembilan bulan"


" Jadi, anak saya lahirnya akan normal seperti bayi pada umumnya?"


" Tentu saja. Asalkan nona menjaga kehamilannya. Karena usia kandungan pada usia ini sangat rentan keguguran"


" Lalu apa yang harus saya lakukan supaya calon anak kami kuat dan sehat Dok"

__ADS_1


" Nanti akan saya jelaskan. Sekarang saya bersihkan sisa gel ini dulu"


Setelah gel itu dibersihkan. Mereka kembali duduk. Karena nggak mungkin dokter akan menjelaskan sambil berdiri.


" Baiklah saya akan katakan hal-hal yang harus tuan lakukan saat istri anda sedang hamil muda. Anda siap untuk mendengarkannya tuan?"


" Siap Dok"


" Pertama, kelelahan. Ini kasus yang pertama yang lumayan sering terjadi. Dan banyak juga wanita diluar sana yang menyepelekan masalah ini. Mereka selalu sibuk bekerja, padahal sedang hamil muda"


" Apa pekerjaan kantor termasuk Dok?" tanya Aluna.


" Itu salah satunya nona"


" Berarti kamu nggak usah ke kantor dulu sayang"


" Iya Dad"


" Yang kedua stres. Nah kasus ini berada di tingkat pertama dalam kasus keguguran nih"


" Denger itu Dad. Jangan bikin aku stres"


" Emang kapan aku bikin kamu stres sayang?"


Aluna berpikir sejenak. " Nggak pernah sih"


" Karena hormon wanita hamil sering berubah-ubah. Jadi tuan harus ekstra sabar dalam menghadapinya sikap uniknya ibu hamil"


" Tenang Dok, stok kesabaran saya masih banyak"


" Saya akan memberikan vitamin untuk nona. Vitamin ini di minum teratur ya nona"


" Baik Dok"


" Nona juga harus mulai meminum susu untuk ibu hamil"


" Nanti kami akan beli setelah dari sini Dok"


" Kalau ada keluhan silakan hubungi nomor saya"


" Baik Dok, terima kasih"


" Sama-sama tuan, nona"


" Kami pamit dulu Dok"


" Silakan "


David dan istrinya keluar dari ruangan dokter cantik itu. Sepanjang jalan Aluna melihat foto USG yang diberikan dokter tadi. Sekarang didalam perutnya sudah ada makhluk kecil.


" Sayang, tunggu sebentar di sini ya "


" Daddy mau kemana?"


" Ke toilet"


" Ya udah, jangan lama-lama ya"


" Iya sayang"


David segera pergi ke toilet. Aluna duduk di kursi yang ada di lorong rumah sakit itu. Sambil menunggu suaminya, ia kembali memandangi foto USG yang ada di tangannya.


Saat sedang asik melihat foto USG bayinya. Tiba-tiba ada seorang yang mengambil foto itu dari tangannya.


" Kau!"


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2