Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Usaha Leo


__ADS_3

Widya merasa seperti ada yang menguping pembicaraannya dengan sang putri. Dan ia tau siapa orang yang menguping itu.


Benar saja, tak berselang lama ia mendengar suara mobil. Ia melihat dari jendela kamarnya ada taksi berhenti di depan gerbang rumahnya. Dan tak berselang lama, putranya keluar.


" Mama kenapa?"


" Sepertinya Leo menguping pembicaraan kita"


" Anak itu selalu saja. Kita nggak boleh membiarkan Leo memberitahu Aluna Ma"


" Tenang saja, mama akan urus anak itu"


Widya mengambil ponselnya dan segera menghubungi orang suruhannya. Ia tidak ingin putranya mengacaukan semua rencananya. Jadi dia harus memberi putranya itu sedikit pelajaran.


" Hallo nyonya" terdengar suara dari seberang sana.


" Saya punya tugas lagi untuk kalian?"


" Tugas apa Nyonya? apa melenyapkan seseorang lagi?"


" Tidak. Tugas kalian sekarang menangkap putra saya"


" Putra Nyonya?"


" Iya, nanti saya kirim foto sama plat mobil taksi yang dia tumpangi"


" Baik nyonya"


Tut.


Panggilan telepon pun berakhir.


Widya mengirim foto putranya dan juga plat mobil taksi yang dinaiki putranya. Setelah itu ia menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya.


" Sudah beres. Sekarang kita pergi melihat papa kamu yang sudah sekarat itu"


" Ok Ma"


Ibu dan anak itu segera berangkat ke rumah sakit. Mereka ingin menyaksikan bagaimana kondisi Wilson saat ini. Widya berharap suaminya itu tidak bisa di selamatkan.


..............................


Leo sudah berada di dalam taksi. Ia akan pergi ke rumah kakak tirinya. Ia akan memberi tau kakaknya itu, kalau mamanya yang sudah menyebabkan papa kecelakaan. Entah kenapa ia merasa laju taksi itu sangat lambat.


" Pak, bisa cepat sedikit?"


" Ini juga sudah cepat Nak"


Ciitt...


Pak sopir merem mendadak mobilnya. Untung Leo memakai sabuk pengaman, kalau tidak mungkin kepalanya sudah mencium dasboard mobil itu.


" Ada apa Pak?"


" Ada mobil yang berhenti tiba-tiba"


Leo melihat ada mobil pick up berhenti tepat di depan taksi yang ia tumpangi. Tak berselang lama turun dua orang lelaki berbadan kekar.


Tok..


Tok..


Tok..


" Turun!"


" Sepertinya orang itu mencari kamu Nak?"


" Saya tidak mengenal mereka Pak"


Apa mereka orang suruhan mama?. Aku tidak boleh tertangkap.


" Pak tabrak aja mereka"

__ADS_1


" Ta-brak"


" Iya Pak!"


" Nanti kita bisa masuk penjara"


" Kalau bapak nggak mau, biar saya saja "


" Jangan! berbahaya"


" Makanya cepat tabrak mereka Pak"


Akhirnya sopir taksi itu memundurkan mobilnya. Setelah agak mundur, ia langsung tancap gas. Kedua penjahat itu langsung menghindar karena takut tertabrak taksi itu.


" Damn" umpat lelaki berbadan kekar itu.


Leo sangat bersyukur Tuhan masih melindunginya, hingga ia bisa lolos dari orang suruhan mamanya. Kejahatan tidak akan pernah menang.


Taksi pun sampai di depan rumah kakaknya. Leo membayar ongkos taksinya. Setelah itu ia segera turun dari taksi.


Ting nong...


Tidak ada tanda-tanda orang yang akan membukakan pintu. Ia kembali memencet bel yang ada di sana.


Ting nong..


Ceklek.


Ijah heran melihat anak laki-laki berada di depan pintu rumah nona mudanya.


" Sore Bik. Kak Aluna nya ada?"


" Non Aluna baru saja pergi"


" Pergi?"


" Iya. Aden ini siapa?"


" Ada apa Den Leo mencari non Aluna?"


" Ada hal penting yang mau saya katakan padanya Bik. Kalau boleh tau Kak Aluna pergi kemana ya Bik?"


" Ke rumah sakit. Apa Den Leo tidak tau kalau papa Aden masuk rumah sakit"


" Ru-rumah sakit? emang papa kenapa Bik?" tanya Leo pura-pura nggak tau.


" Papa Aden kan kecelakaan"


"Kecelakaan? terus bagaimana keadaan papa sekarang Bik? dan dia dirawat di rumah sakit mana?"


" General hospital Den"


" Makasih Bik. Saya permisi dulu"


" Sama-sama Den, hati-hati di jalan"


Leo segera pergi dari rumah kakaknya. Akhirnya ia tau di rumah sakit mana papanya di rawat. Ia segera mencari taksi, karena ia harus segera sampai di rumah sakit, sebelum mamanya.


Sudah beberapa menit menunggu, tidak ada satupun taksi yang lewat di sana. Padahal itu kompleks perumahan mewah. Tapi entah kenapa tidak ada satu pun taksi yang lewat.


Ia tidak tau, kenapa taksi tidak ada yang jalan ke sana. Leo segera berlari menuju jalan besar. Mungkin taksi sudah banyak di stop di jalan besar sana.


Setelah berlari dari rumah sang kakak, akhirnya ia sampai di jalan besar. Dan kebetulan ada taksi yang kosong. Ia pun segera menstop taksi itu.


" Kemana Den?"


" Ke rumah sakit General hospital Pak"


Sopir itu segera melajukan menuju rumah sakit yang di maksud penumpangnya itu. Sepanjang jalan Leo selalu berdoa semoga ia duluan yang sampai di rumah sakit sebelum mamanya.


Leo ingin segera sampai di rumah sakit. Tapi kendalanya ada-ada aja. Sekarang ia harus kena macet.


" Kenapa harus macet sih!"

__ADS_1


" Sepertinya di depan ada kecelakaan Den"


" Kecelakaan?"


" Iya Den. Sebentar ya bapak mau lihat keadaan di depan"


" Iya Pak"


Pikiran Leo menerawang jauh. Ia teringat pada sang papa. Ia tidak tau bagaimana kondisi papanya sekarang. Walaupun papanya yang sekarang bukanlah papa kandungnya. Tapi sang papa sangat tulus menyayangi dirinya. Papa kandungnya saja belum tentu menyayangi dia seperti papa Wilson menyayanginya. Karena kalau papa kandungnya menyayangi dirinya, tidak mungkin ia akan di tinggalkan begitu saja.


Sopir taksi pun kembali.


" Bagaimana Pak?"


" Mobil ambulans sudah datang. Korbannya juga sudah dinaikkan keatas ambulans"


" Syukurlah"


Tak berselang lama arus lalu lintas pun sudah lancar kembali. Sopir taksi pun melaju kembali mobilnya. Melanjutkan perjalanannya ke rumah sakit.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama. Akhirnya Leo sampai di rumah sakit. Ia segera keluar dari taksi.


" Nak"


Leo menghentikan langkahnya


" Iya Pak"


" Ongkosnya"


" Astaga, maaf Pak"


Leo segera mengambil uang dari dompetnya. Setelah membayar ongkos taksinya, ia bergegas masuk kedalam rumah sakit.


Sampai di dalam rumah sakit Leo seperti orang linglung. Lupa menanyakan pada Bik Ijah, diruang mana papanya di rawat. Ia menghampiri meja resepsionis.


" Permisi Mbak"


" Iya Dek. Ada yang bisa saya bantu?"


" Saya mau menanyakan pasien korban kecelakaan tadi pagi di rawat dimana ya Mbak?"


" Korban kecelakaan pagi tadi kebetulan ada dua Dek. Nama pasien yang adek cari siapa?"


" Adrian Wilson "


" Sebentar ya Dek, saya carikan dulu"


Petugas resepsionis itu mencari nama pasien Adrian Wilson. Tak berselang lama petugas itupun mendapatkan nama yang di cari. Ia kaget melihat nama itu. Karena nama itu salah satu nama pengusaha terkaya di kota itu.


" Maaf sebelumnya. Kalau boleh tau adek siapanya pasien?"


" Saya anaknya Mbak"


" Pak Adrian Wilson sekarang masih berada diruang ICU"


Deg.


" ICU?"


" Iya Dek"


" Ruang ICU dimana ya Mbak?"


" Dari sini adek lurus saja, habis itu belok kanan"


" Makasih Mbak"


Leo segera menuju ruang ICU. Ia tidak sabar ingin memberi tau pada kakaknya siapa pelaku yang sudah membuat papanya terbaring di ruang ICU.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2