Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Pesta resepsi


__ADS_3

Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu semua orang pun tiba. Para wartawan dan juga media sudah tiba di lokasi resepsi pernikahan Aluna dan juga David. Mereka siap mengabadikan momen bersejarah bagi David dan Aluna.


Acara resepsi pernikahan David dan Aluna, akan di siarkan di seluruh stasiun televisi. Jadi semua orang bisa menyaksikan betapa megahnya pernikahan David dan Aluna.


Aneka macam hidangan juga sudah tersedia di sana. Mulai dari masakan lokal sampai western ada di sana. Jadi semua tamu bisa memilih makanan yang mereka sukai.


Para tamu juga sudah hadir di sana. Mereka hanya bisa melihat satu mempelai yang sedang berdiri di atas pelaminan. Sedangkan mempelai wanitanya masih bersembunyi.


" Aluna kok lama banget sih Ma? dia nggak kabur kan?" tanya David pada sang mama. Dan pertanyaan itu entah sudah berapa kali ia tanyakan.


" Sabar, sebentar lagi istri kamu pasti muncul. Dan satu lagi, istri kamu itu lagi hamil. Jadi nggak mungkin dia akan meninggalkan kamu. Jadi berhenti bertanya itu lagi sama mama"


" Aku takut aja Ma. Karena aku lihat di sinetron-sinetron pas mau menikah pengantin wanitanya hilang atau kabur"


Divya kaget mendengar ucapan putranya itu. Sejak kapan putranya itu nonton acara seperti itu.


" Sudah! berhenti berpikiran seperti itu. Kamu membuat kepala mama pusing. Dan lagi itu cuma di sinetron, jadi buang jauh-jauh pikiran kamu yang kek gitu. Sekarang duduk manis dan tunggu istri kamu datang"


Walaupun ia masih kepikiran sama sinetron yang pernah ia tonton. Tapi tak khayal David mengikuti perkataan mamanya.


...***...


Aluna melihat pantulan dirinya di cermin. Ia tidak menyangka akan memakai gaun pengantin yang selama ini diimpikan oleh setiap wanita, termasuk dirinya.


Wilson tersenyum bahagia melihat putrinya yang begitu cantik dengan memakai gaun pengantinnya. Akhirnya ia bisa melihat putrinya memakai gaun pengantin.


Ya Wilson sudah pulang dari rumah sakit. Dua hari yang lalu. Jadi ia bisa mengantarkan putrinya ke pelaminan.


" Papa"


" Kamu terlihat cantik sayang"


" Makasih Pa"


" Kamu sudah siap bertemu dengan semua tamu?"


" Hhhmm. Tapi aku gugup"


" Tenang, ada papa di sini"


Tangan putrinya terasa dingin. Ia tau kalau sang putri sekarang ini sedang gugup. Wilson pun menggenggam tangan putrinya. Mereka berjalan menuju pelaminan.


Kamera sudah siap mengambil potret mempelai wanita yang sebentar lagi akan muncul di depan mereka. Jadi mereka tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu. Bunyi kamera pun terdengar bersautan saat Aluna dan papanya keluar dari kamarnya.


Aluna tersenyum kepada wartawan dan juga ke kamera. Senyumnya sangat menawan. Ia sangat senang melihat banyak tamu yang datang ke acara resepsi pernikahannya.


David tersenyum melihat istrinya berjalan kearahnya. Ia mengulurkan tangannya pada sang istri.


" Tolong jaga dan bahagiakan dia " kata Wilson sambil menyerahkan tangan putrinya pada David.


" Pasti Pa. Aku akan menjaga dan membahagiakan Aluna dengan segenap jiwa dan ragaku"


Mereka berjalan menaiki podium. Dengan tangan yang masih bertautan. Jari mereka saling menggenggam satu sama lainnya.


__ADS_1


Aluna merasakan hangatnya tangan sang suami. Rasa gugup yang tadi dirasakannya pun hilang seketika. Sekarang hanya rasa hangat yang ia rasakan.


" Kamu sangat cantik memakai gaun pengantin itu"


" Terima kasih. Daddy juga terlihat tampan dengan memakai jas berwarna hitam"


Bunyi kamera masih terus terdengar. Mereka tidak melewatkan momen pengantin yang sudah lama itu. Karena mereka nikahnya sudah lama, jadi bukan pengantin baru lagi.


Semua turut bahagia melihat pernikahan Aluna dan David. Mereka berdua sungguh pasangan yang serasi. Karena seperti yang mereka lihat sekarang. Suaminya tampan dan istrinya juga cantik.


Senyuman tidak pernah hilang dari bibir pasutri itu. Mereka berdua seakan ingin mengatakan pada semua orang, kalau mereka sangat bahagia dengan pernikahan mereka.


Satu persatu tamu naik ke atas pelaminan untuk memberikan selamat pada kedua mempelai itu. Bahkan antrean untuk bisa menjabat tangan kedua mempelai sudah mulai panjang.


Ucapan dan selamat terus mengalir dari mulut para tamu. David dan Aluna mengamini setiap doa yang tulus yang di ucapkan para tamu untuk mereka berdua dan juga rumah tangganya.


Sekarang tibalah giliran Tomy dan Airin untuk mengucapkan selamat dan juga doa untuk David dan juga Aluna.


" Selamat ya tuan atas pernikahannya semoga pernikahan langgeng sampai maut memisahkan" ucap Tomy.


" Aamiin, terima kasih Tom"


" Selamat nona atas pernikahannya. Saya hanya menambah sedikit dari doa Tomy tadi. Semoga calon bayinya sehat hingga dia lahir ke dunia nanti"


" Aamiin. Makasih Airin. Semoga kamu juga cepat menyusul"


" Aamiin" kata Tomy dan Airin secara bersamaan.


" Cie kompaknya calon manten menjawabnya" kata David.


" Ya sudah, cepat turun sana! orang yang dibelakang juga mau bersalaman"


" Siap tuan"


Setelah bersalaman dengan manten lama itu. Tomy dan Airin turun. Mereka berdua akan mencicipi hidangan yang sudah di sediakan di sana.


" Daddy udah minta sopir untuk jemput Pak Ramdan?"


" Sudah sayang. Mungkin bentar lagi ia sampai"


" Aku nggak sabar ingin melihat ekspresi Leo nanti. Tapi apakah nanti Leo mau menerima papanya?"


" Pasti dia mau. Karena dia anak yang baik"


" Daddy benar"


Para klien dan juga karyawan datang memberikan selamat dan juga doa pada kedua mempelai yang sedang berbahagia itu.


" Kamu capek sayang?" tanya Divya pada mantunya.


" Sedikit Ma"


" Duduk aja"


Divya membawa menantunya duduk di kursi yang sudah di sediakan di sana. Karena tidak mungkin Aluna dan David akan berdiri terus selama acara resepsi.

__ADS_1


" Buka heels nya. Ganti sama sendal teplek ini" kata sang mama mertua.


David membuka heels yang di pakai istrinya. Kemudian ia memasangkan sendal teplek yang diberikan mamanya tadi ke kaki sang istri.


" Udah nyaman?" tanya David pada sang istri.


" Sudah Dad"


" Aluna, minum dulu sayang" kata Divya sambil memberikan gelas berisi air putih.


" Makasih Ma"


Aluna memberikan gelas kosong pada mama mertuanya. Ia tidak menyangka mertuanya tau kalau ia memang sedang haus.


" Kamu lapar?" tanya David.


" Hhmm"


" Mau makan apa?"


" Buah"


" Bentar ya, aku minta tolong Bik Ijah ambilkan untuk kamu"


" Hhmm"


David pun meminta tolong Bik Ijah untuk mengambilkan istrinya bermacam buah yang sudah di potong kecil-kecil.


" Tunggu ya"


Tidak butuh waktu lama Bik Ijah kembali dengan membawa buah dan juga jus untuk nona dan tuan mudanya.


" Makasih ya Bik"


" Sama-sama Den"


Setelah memberikan buah dan juga jus pada David. Bik Ijah kembali ke tempat duduknya. Sedangkan Aluna mencicipi buah yang sedari tadi membuatnya ngiler.


Segar, itulah yang Aluna rasakan saat potongan buah melon masuk kedalam mulutnya. Rasa manis dari melon itu membuat Aluna ingin memakannya lagi dan lagi.


" Daddy mau?"


" Makasih. Tapi untuk kamu aja, karena kamu yang kelihatan lapar benget"


" Beneran nih Daddy nggak mau?"


" Iya. Kamu dan baby aja yang makannya"


Interaksi antara Aluna da David tadi tidak luput dari pantauan media. Mereka ikut bahagia melihat pasangan itu. Mereka tidak menyangka kalau David bisa bersikap semanis itu pada istrinya.


To be continue.


Happy wedding Aluna dan David.


__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2