
Aluna menyambut kedatangan suami dan adiknya dengan senyum termanisnya. Tapi matanya tertuju pada tangan suaminya.
" Tangan Daddy kenapa?"
" Ah ini, tadi nggak sengaja megang hama sayang"
" Hama?"
" Hhmm"
" Apa wanita itu membuat masalah?"
" Iya, tapi aku sudah mengusir dia dari rumah"
" Daddy mengusirnya?"
" Hhmm"
" Kenapa?"
" Karena dia berani masuk ke kamar kita saat aku sedang mandi"
" What! berani sekali dia?"
" Tenang, aku udah usir dia"
" Apa nggak apa-apa, kalau dia di usir?"
" Nggak apa-apa sayang. Dia aku pulangkan ke rumah orang tuanya. Aku takut nanti dia berbuat nekad dan mencelakai kamu dan calon anak kita. Jadi sebelum itu terjadi, lebih baik dia kita singkirkan"
Aluna tersenyum mendengar ucapan suaminya. Lelaki tampan itu selalu jadi perisai untuk dirinya.
" David, bawa mantu mama duduk ntar dia pusing berdiri terus" kata Divya.
" Iya Ma. Maaf sayang"
David membawa istrinya duduk di sofa. Hampir saja ia membuat istri dan calon anaknya celana.
" Apa besok kalian jadi melakukan konferensi pers?" tanya Garry.
" Jadi dong Pa"
" Besok papa akan siapkan segala kebutuhan untuk acara konferensi pers nya"
" Makasih Pa"
" Apa kamu siap sayang untuk mengumumkan pernikahan kalian?" tanya Divya pada mantunya.
" Siap Ma"
" Besok mama akan siapkan gaun yang cantik untuk kamu"
" Makasih Ma" ucap Aluna.
" Setelah itu baru kita buat resepsi pernikahan untuk kalian" kata Garry.
" Apa kita masih perlu mengadakan resepsi Pa. Sedangkan aku sudah berbadan dua"
" Tentu saja perlu. Karena semua orang harus tau, kalau keluarga Wesley memiliki menantu yang sangat cantik"
" Papa benar sayang. Bahkan acara kita nanti akan dibuat semegah mungkin"
Jika suami dan mertuanya sudah berkata seperti itu. Aluna hanya bisa menurutinya. Karena ia tidak ingin membuat mertuanya kecewa.
" Kak, papa" teriak Leo.
Sontak semuanya menoleh kearah bed Wilson. Aluna segera menghampiri sang papa. Begitu juga dengan David dan kedua orang tuanya.
" Papa sudah sadar?"
" Hhmm"
Wilson sangat senang karena bisa melihat anak dan mantunya. Aluna segera memencet tombol yang ada di samping bed sang papa.
__ADS_1
" Tolong ambilkan papa minum sayang"
Aluna segera mengambilkan air putih untuk sang papa. Ia sekalian membantu papanya untuk minum.
Tak berselang lama dokter pun datang. Dokter itu segera memeriksa keadaan Wilson.
" Bagaimana Dok?"
" Tuan sudah baik-baik saja. Sekarang kita tinggal tunggu apakah ginjalnya bekerja dengan baik"
" Berapa lama ginjal baru itu bisa menyesuaikan dengan tubuh papa saya?"
" Kita lihat sampai besok nona. Tuan tidak boleh bekerja dulu"
" Baik Dok. Saya tidak akan bekerja lagi"
" Itu lebih bagus tuan. Jadi ginjal baru ini akan lebih cepat menyesuaikan diri. Baiklah kalau begitu saya permisi dulu"
" Terima kasih Dok"
" Sama-sama nona"
" Mari Dok saya antar" kata David.
" Baik tuan"
Aluna dan Leo sangat senang mendengar apa kata dokter tadi. mereka berharap sang papa akan secepatnya pulih.
" Apa ada yang papa inginkan?"
" Untuk sekarang tidak ada"
" Jangan sakit-sakit lagi Wilson " kata Garry.
" Aku juga nggak kepengen sakit Garry. Tapi apalah daya, kita hanya boleh berencana tapi Tuhan lha yang punya kuasa"
" Karena kamu sudah siuman dan sudah ada yang jaga. Aku dan Divya pamit pulang dulu. Soalnya mau mempersiapkan untuk acara konferensi pers besok"
" Kita ini kan keluarga, jadi tidak perlu berterima kasih"
" Kamu jangan kecapean yang sayang" kata Divya pada mantunya.
" Iya Ma"
" Mama sama papa pulang dulu. Gaun untuk kamu, mama kirimkan besok pagi"
" Ok Ma"
David mengantarkan kedua orang tuanya ke depan pintu.
" Ingat ya Vid, kamu jangan macam-macam in mantu mama dulu"
" Iya Ma. Kalau satu macam nggak apa-apa kan?"
Plak.
Tas mahal pun mendarat di punggung David.
Aaaawww.
" Awas aja nanti kalau kamu berani nyentuh mantu mama"
" Galak bener sih Ma. Lagian nggak mungkin juga aku melakukannya di rumah sakit"
" Bagus kalau kamu punya kesadaran. Mama sama papa pamit pulang dulu"
" Ok Ma, hati-hati di jalan "
David menutup pintu setelah mama dan papanya sudah menghilang ke dalam lift. Ia kembali ke tempat istrinya.
" Apa yang ada papa rasakan?" tanya David.
" Sekarang sih nggak"
__ADS_1
" Semoga ginjalnya bisa berfungsi dengan baik ya Pa"
" Aamiin, papa harap juga gitu"
" Tapi papa harus tetap check up kan?" tanya Aluna.
" Iya, satu kali seminggu. Dan kalau nanti tidak ada masalah check up nya sekali sebulan"
" Aku senang papa udah sembuh" kata Leo.
" Makasih Nak. Papa sembuh juga berkat doa kamu" kata Wilson.
" Papa jangan sakit-sakit lagi"
Wilson tersenyum mendengar ucapan putranya. Walaupun Leo bukan putra kandungnya, tapi ia menyayangi Leo sama seperti putra kandungnya sendiri.
" Sekarang putra papa sudah besar"
" Iya dong Pa. Dan aku akan menjaga papa sama kakak"
" Istriku tidak perlu dijaga sama anak kecil kek kamu" kata David.
" Apa Abang tuli. Jelas-jelas papa tadi bilang, 'aku sudah gede"
" Itu kan kata papa. Tapi bagi Abang, kamu itu masih anak kecil"
" Kakak, coba lihat suami kakak yang dingin kek kulkas dua pintu itu"
" Berani sekali kamu, ngatain Abang kulkas dua pintu. Potong uang saku kamu nanti"
" Uang saku aku kan bukan Abang yang kasih"
" Nih bocah makin hari makin ngelunjak ya"
Aluna dan Garry tersenyum melihat tingkah kedua lelaki tampan beda usia itu. Ada aja hal yang diperdebatkan.
" Apa kalian besok akan mengumumkan pernikahan kalian?"
" Iya Pa. Bagaimana menurut papa?"
" Papa setuju. Dengan begitu kalian tidak perlu lagi bersembunyi. Dan lagi Aluna sekarang sedang hamil"
" Iya Pa. Setelah itu kami akan mengadakan resepsi"
" Itu bagus, karena papa ingin melihat putri papa memakai gaun pengantin"
" Rasanya agak aneh Pa, kalau ngadain resepsi saat aku sedang hamil kek gini"
" Aneh gimana? lagipula perut kamu masih terlihat rata. Jadi aneh darimana?"
" David benar Nak"
" Aluna cuma tidak ingin jadi bahan gunjingan orang"
" Tidak ada yang bisa menghina atau berbicara buruk tentang menantu keluarga Wesley. Jadi kamu nggak usah pikirkan soal itu"
" Baiklah"
" Kita melakukan resepsi ini sekali seumur hidup. Jadi untuk itulah aku ingin memberitahu dunia kalau menantu keluarga Wesley sangat cantik"
Wajah Aluna merona mendengar ucapan suaminya itu. Tapi ada benarnya juga apa yang dikatakan suaminya. Resepsi pernikahan ini cuma sekali seumur hidup.
" Jangan banyak pikiran, kasihan nanti anak kita yang ada di dalam sini" kata David sambil mengelus perut sang istri.
" Iya Dad. Aku nggak akan mikir yang aneh-aneh lagi"
" Itu baru istriku"
Wilson senang melihat perlakuan David pada putrinya. Dan mertuanya juga sudah bisa menerima putrinya dengan baik. Ia tau, kalau dulu mama David tidak menerima putrinya. Tapi sekarang putrinya sudah bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang sebelumnya tidak pernah dia dapatkan dari mama kandungnya.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1