
" Mama tidak bisa lari. Mama harus bertanggung jawab atas semua kejahatan yang sudah mama lakukan" kata Leo sambil menahan mamanya.
" Minggir Leo!" kata Widya sambil mendorong tubuh putranya. Hingga kepala Leo membentur sudut kursi.
Widya mengambil kesempatan itu untuk kabur. Sedangkan Leo kepalanya mengeluarkan darah segar.
" Leo!"
Aluna segera menghampiri adik tirinya itu.
" K-kak jangan biarkan mama kabur" ucap Leo sebelum kehilangan kesadarannya.
Aluna segera memanggil dokter untuk membantu adeknya itu. Sedangkan David mengejar Widya. Ia tidak akan membiarkan wanita licik itu kabur.
" Kenapa kau diam saja Angel, cepat panggilkan dokter!"
" Kau panggil saja sendiri, mending aku menyusul mamaku. Kau ingat, kami akan membalas semua ini suatu hari nanti"
" Angel..!"
Angel terus berlari. Ia tidak menghiraukan panggilan Aluna. Ia tidak ingin masuk penjara, karena telah bersekongkol dengan sang mama.
" Leo, bangun Dek"
Aluna memukul pelan pipi Leo, supaya adiknya itu bangun. Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada adik tirinya itu. Walaupun Leo bukan adik kandungnya. Tapi Leo sangat baik kepadanya, jadi dia tidak akan membiarkan Leo kenapa-napa.
Ia bersyukur karena dokter datang untuk memeriksa kesehatan papanya. Ia meminta bantuan dokter itu. Leo pun segera di bawa keruang rawat untuk diperiksa.
🍃🍃🍃
David berhasil menangkap Widya. Walaupun ia harus menahan rasa gatal karena penyakit OCD nya kambuh karena menyentuh kulit wanita jahat itu.
" Kau harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan mu"
" David, kamu itu seharusnya membela saya. Karena saya ini calon mertua kamu"
" Ck,, bermimpi lha. Karena sampai kapanpun saya tidak akan pernah jadi menantu mu. Dan kau tidak akan pernah jadi mertuaku"
" Kalau kamu menyerahkan saya ke polisi, maka mama kamu pasti akan marah dan juga kecewa sama kamu"
" Saya tidak peduli. Karena yang saya inginkan sekarang kau masuk penjara. Kapan perlu membusuk di sana"
David segera membawa Widya kembali ke dalam rumah sakit. Karena ia yakin polisi sudah datang. Dan wanita jahat ini segera dibawa ke kantor polisi.
Widya berusaha untuk melepaskan diri. Karena ia melihat OCD David kambuh. Dan itu akan memudahkannya untuk melarikan diri. Tapi dugaannya salah, Tenaga David sangat kuat.
" Anda tidak akan bisa melarikan diri lagi nyonya"
Angel bersembunyi saat melihat mamanya dibawa sama David. Ia tidak boleh tertangkap. Karena kalau ia tertangkap, ia tidak akan bisa membalaskan dendamnya pada Aluna.
Setelah di rasa aman, barulah Angel keluar dari persembunyiannya. Ia akan mengambil semua uang dan perhiasannya. Karena ia tidak mungkin tinggal di rumah itu lagi.
Di depan ruang ICU, polisi sudah menunggu. Karena saat mereka datang tersangka sudah tidak ada. Dan menurut saksi mata, pelakunya melarikan diri dan sekarang sedang di kejar oleh suami saksi.
David pun sampai. Ia langsung menyerahkan Widya kepada polisi.
__ADS_1
" Lepaskan saya Pak! saya tidak bersalah"
" Nanti anda bicarakan semuanya di kantor polisi nyonya"
" Saya tidak berhasil menangkap putrinya "
" Tidak apa-apa tuan. Nanti kita bisa membuat poster wajahnya dan kita akan tempelkan di setiap sudut kota. Karena sekarang dia resmi jadi buronan"
" Ini bukti rekaman suara percakapan wanita ini dengan putrinya Pak" kata David sambil memberikan ponsel Leo pada polisi.
" Baik tuan, nanti kami akan periksa"
" Saya ingin wanita ini dihukum dengan seberat-beratnya. Karena ia sudah melakukan rencana pembunuhan pada mertua saya"
" Anda tenang saja tuan, wanita ini akan mendapatkan hukuman atas semua kejahatan yang sudah dia lakukan"
" Terima kasih Pak"
" Sama-sama tuan, ini sudah menjadi tugas kami. Kalau begitu kami permisi dulu "
" Baik Pak"
Polisi itupun pergi dengan membawa Widya. Wanita itu terus saja mengumpat dan minta dilepaskan. Tapi polisi tidak menghiraukan ucapan wanita jahat itu.
Orang-orang yang ada di rumah sakit pun menatap Widya dengan tatapan jijik. Mereka tidak menyangka ada seorang istri yang tega mencelakai suaminya sendiri.
" Daddy, sini tangannya aku obati?"
Mereka duduk di kursi yang ada di sana. Aluna segera mengambil tissue basah dari dalam tasnya. Tanpa terasa air matanya menetes melihat tangan suaminya yang memerah.
" Hei, kenapa kamu menangis?"
" Nggak apa-apa sayang. Lagian kalau kita nggak segera menangkap wanita itu, bisa-bisa dia kabur "
" Iya, tapi tangan daddy jadi seperti ini?"
" Nggak apa-apa. Ini tidak sebanding dengan apa yang dirasakan papa. Oh iya, bagaimana dengan Leo?"
" Belum tau. Soalnya dokter masih di dalam"
Aluna dengan telaten mengusap tangan suaminya. Sesekali ia juga meniup tangan yang memerah itu. Ia tidak menyangka penyakit OCD suaminya separah ini.
" Dad"
" Iya baby"
" Apa Daddy nggak coba mengobati penyakit OCD nya?"
" Sudah sayang. Bahkan aku juga sudah berobat sampai ke rumah sakit keluar negeri. Tapi hasilnya tidak ada. Tapi aku bersyukur di kasih penyakit ini?"
" Kok bersyukur?"
" Karena dengan penyakit ini, aku tidak bisa disentuh sama sembarangan orang. Jadi posisi kamu aman sebagai istri"
" Aman?"
__ADS_1
" Yeah, karena tidak akan ada pelakor dalam rumah tangga kita"
" Berarti kalau Daddy nggak kena penyakit OCD, Daddy akan selingkuh gitu"
" Maybe, karena lelaki mana yang tidak akan tergoda jika di suguhkan dengan pemandangan yang indah"
Plak.
Aluna memukul dada suaminya. Ia tidak menyangka suaminya itu punya pikiran mesum seperti itu.
David menangkap tangan istrinya, supaya istrinya tidak bisa lagi memukul dadanya. Ia menatap wajah cantik sang istri.
" Daddy jahat"
" Kamu percaya dengan semua yang aku katakan tadi?"
" Percaya lha. Wong Daddy ngomongnya tanpa beban gitu kok"
" Sayang denger. Aku tidak akan pernah tergoda dengan wanita manapun. Sekalipun mereka itu bertelanjang di depan aku. Tapi aku tidak akan pernah tergoda. Karena tubuh istri aku lebih menggoda dari semua wanita yang ada di dunia ini"
" Bohong! tadi bilangnya nggak gitu"
" Ya elah Yank, tadi tu cuma becanda. Serius amat"
" Tapi tadi Daddy ngomongnya nggak kek bercanda?"
" Sumpah Yank, tadi itu aku cuma bercanda. Lagian nggak ada yang bisa ngalahin pesona kamu"
" Awas aja kalau kamu nanti kedapatan selingkuh. Aku potong masa depan kamu"
" Jangan dong. Ntar kamu yang rugi"
" Kenapa aku yang rugi?"
" Karena kamu tidak bisa mengeluarkan suara seksi itu lagi"
" Bisa, cari aja suami baru"
" Aku tidak akan membiarkan kamu mencari suami baru. Kamu itu hanya milik aku, dan selamanya akan jadi milik aku"
" Ya,, ya, aku hanya milik daddy"
" Iya dong. Karena hanya aku yang bisa memuaskan kamu"
" Dasar mesum"
" Padahal kamu juga suka kan"
" Ng-nggak"
" Idih bohong"
" Ssssttt,, kalau Daddy bicara lagi, ntar aku nggak mau ngobatin tangan Daddy lagi nih"
David pun membuat gerakan mengunci mulut. Aluna tersenyum melihat tingkah suaminya itu. Ia juga bersyukur karena pelaku yang sudah mencelakai papanya sudah tertangkap. Ia berharap papanya bisa melewati masa kritisnya, dan segera sadar.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚