
Pak rektor bersiap untuk membaca tiga nama yang mendapatkan nilai IPK paling tinggi. Bahkan ada salah satu dari mereka bertiga yang mendapatkan nilai IPK hampir sempurna.
Aluna terus saja berdoa di dalam hati. Saat ini dirinya benar-benar sangat gugup. Dan entah kenapa ia ingin suaminya ada di sini mendampinginya.
" Posisi ke tiga di raih oleh Lira Santiana Dewi dengan nilai IPK nya 3,1"
Prok.. prok.
Suara tepuk tangan menggema di aula itu. Lira pun maju ke depan dengan senyuman yang tidak pernah hilang dari bibirnya. Kedua orang tuannya pasti bangga.
" Posisi ke dua di raih oleh Maya Purnama dengan Nilai IPK 3,1"
Lagi-lagi tepuk tangan menggema di aula itu. Maya menatap Aluna dengan tatapan meremehkan.
" Lo liat kan, gue ada di posisi kedua. So nggak ada tempat lagi buat lo. Kalau emang udah bodoh, ya bodoh aja jangan bermimpi untuk mendapatkan posisi lebih tinggi"
Aluna tersenyum. " Lo masih diposisi dua. Masih ada posisi satu, dan kita belum tau siapa yang akan mendapatkan posisi itu. Tapi setidaknya Lo bukan yang terhebat"
Maya maju ke depan untuk mengambil ijazah dan juga penghargaan yang diperolehnya dari kampus. Setelah itu ia berdiri di samping Lira yang mendapatkan posisi ke dua.
" Baiklah sekarang kita akan mengumumkan siapa yang mendapatkan posisi pertama. Ini juga mengejutkan untuk kami. Terutama untuk saya sendiri. Karena biasanya anak ini selalu bikin saya kewalahan untuk menghadapi sikapnya. Tapi sekarang dia membuktikan dengan belajar bersungguh-sungguh dan akhirnya dia bisa. Baiklah posisi pertama dengan gelar Cumlaude diraih oleh, Aluna Adelia Wilson dengan IPK 3, 9"
Semua mahasiswa yang satu jurusan kaget mendengar ucapan rektor. Terutama Maya, ia tidak percaya kalau gadis pembuat masalah ada diposisi pertama. Apalagi mendengar IPK yang didapatkan Aluna. Seketika tubuh Maya lunglai. Untung ada Lira yang membantu menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
Wilson berdiri dan memberikan tepuk tangan yang paling meriah untuk putrinya. Ia sangat bangga dengan prestasi putrinya. Walaupun selama ini IP putrinya selalu rendah, tapi sekarang dia membuktikan kalau dia memang pantas mendapatkan posisi pertama.
Aluna maju kedepan. Senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya. Apalagi melihat papanya sampai memberikan standing applause untuk dirinya. Ia berjalan dengan anggunnya menuju tempat rektornya berdiri.
" Selamat ya Aluna, akhirnya kamu bisa membuktikan ucapan kamu sama bapak" ucap Rektor.
" Terima kasih Pak. Ini juga berkat bapak yang tidak pernah lelah untuk memberi wejangan untuk saya"
" Silakan berikan kata sambutan kamu"
" E-emang nya harus ya Pak"
" Harus"
Aluna naik keatas mimbar podium. Ia merasa gugup, karena ini kali pertamanya ia berdiri di depan semua orang tua para sahabatnya. Saat ia akan bicara, tiba-tiba ada sosok yang sangat ia kenal berjalan menuju kearahnya. Semakin dekat, semakin jelas sosok lelaki tampan itu.
Bukan hanya Aluna, tapi semua orang yang ada di sana kaget dan juga terpesona melihat ketampanan sang lelaki. Para mahasiswi cewek langsung menjerit melihat lelaki tampan itu. Mereka sangat tau siapa lelaki tampan yang lewat itu.
Lelaki tampan itu terus berjalan melewati orang-orang yang ada di sana. Ia membawa sebuket bunga mawar merah yang sangat besar di tangannya. Tanpa ragu dan juga malu ia naik ke atas podium.
" Daddy "
__ADS_1
" Happy Graduation sayang" ucap David sambil memberikan buket bunga yang dia bawa tadi.
Aluna menutup mulutnya. Ia tidak bisa berkata-kata. Lelaki tampan itu sungguh membuat jantungnya berdegup dengan kencang. Ia tidak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini.
" Hei, kenapa melamun. Ayo ambil buket bunganya?"
Mata Aluna berkaca-kaca memandang buket bunga mawar merah itu. Ini kali pertamanya ia mendapatkan bunga. Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya luruh juga.
" Kok nangis " kata David sambil memeluk istrinya.
Para mahasiswi di sana shock melihat CEO tampan itu memeluk Aluna. Apalagi Raka. Lelaki itu sampai bangkit dari duduknya karena keterkejutannya melihat adegan yang ada di depan matanya.
Siapa lelaki itu?.
Disudut lain. Seorang gadis mengepalkan tangannya menahan emosi. Ia benar-benar tidak suka melihat adegan yang ada di hadapannya sekarang. Ia segera pergi dari aula itu.
" Sayang udah dong nangisnya. Jas aku udah penuh ama ingus kamu nih"
" Daddy "rengek Aluna. Tapi tak urung ia melepaskan pelukannya.
David terkekeh mendengar rengekan istrinya. " Udah jangan nangis lagi. Cepat sampaikan pesan dan ucapan terima kasih kamu untuk orang-orang yang sudah berjasa dalam hidup kamu"
" Hhmm"
Aluna sudah tidak se-gugup tadi lagi. Karena suaminya sudah ada di sampingnya. Dengan penuh percaya diri ia mulai berbicara.
" Karena kalau bukan karena bapak yang sering marah-marah sama saya, saya tidak akan pernah berdiri di podium ini. Terima kasih juga untuk kedua lelaki hebat yang selalu mensupport saya dalam keadaan apapun. Kedua lelaki itu adalah papa saya, dan juga lelaki tampan yang berdiri di samping saya sekarang ini. Terima kasih juga untuk teman terbaik saya. Maaf, maksud saya mantan sahabat saya" kata Aluna sambil menoleh ke arah Maya.
" Terima kasih karena sudah mengatakan saya ' bodoh . Karena ucapannya itu saya jadi termotivasi untuk belajar lebih rajin dan giat lagi. Hasilnya bisa sama-sama kita lihat. Saya bisa mendapatkan posisi di atas sahabat saya itu. Sekali lagi saya ucapkan Terima kasih banyak untuk semuanya"
Semua orang bertepuk tangan saat Aluna menyudahi perkataannya. Semua orang yang ada di sana menatap kagum sama wanita cantik itu.
David tersenyum. Ia bangga melihat istrinya lulus dengan gelar Cumlaude. Dan juga ia bisa membalas orang-orang yang sudah menyakitinya dengan baik. Kita tidak perlu membalas hinaan dan celaan orang itu dengan ucapan yang sama. Cukup balas mereka dengan prestasi.
" Yuk kita pergi"
" Emang acaranya sudah selesai?"
" Sudah "
" Baiklah"
Pasutri itupun turun dari podium sambil bergandengan tangan. Semua itu tidak luput dari pandangan semua orang yang ada di sana. Dan yang pasti hari ini juga merupakan hari patah hati sekota itu.
Aluna berjalan menghampiri papanya. Wilson tersenyum melihat putrinya. Ia langsung memeluk putri semata wayangnya itu.
__ADS_1
" Selamat ya sayang karena lulus dengan gelar Cumlaude. Papa sangat bangga sama kamu Nak"
" Terima kasih. Ini semua juga berkat doa papa"
" Papa juga punya hadiah untuk kamu"
" Hadiah?"
" Hhmm"
" Tapi aku nggak melihat papa megang sesuatu?"
" Hadiahnya papa tinggal di mobil"
" Jadi penasaran sama hadiah papa"
" Nanti kamu juga akan tau"
" Ya udah, sekarang kita berfoto dulu ya" kata David.
" Pake ponsel daddy ya "
" Aku udah bawa kameraman untuk mengabadikan momen bersejarah kamu ini"
Aluna tersenyum pada suaminya. Ia tidak menyangka suaminya sudah menyiapkan kameraman untuk mengabadikan momen bersejarah dirinya.
Gimana adek nggak meleleh karena semua perhatian mu Bang.
David melambaikan tangannya. Tak berselang lama datang seorang lelaki berperawakan tinggi dan juga putih membawa kamera di tangannya.
" Tolong foto istri dan mertua saya"
" Siap tuan"
" Daddy nggak ikut foto juga?"
" Iya, tapi setelah kamu sama papa "
Aluna pun mengangguk tanda mengerti.
Kameraman itu mulai mengambil foto istri dan mertuanya. Setelah itu barulah David dengan istrinya. Dan yang terakhir mereka berfoto bertiga.
To be continue.
Jangan lupa kasih like dan vote nya ya 🤗🤗
__ADS_1
Happy reading 😚😚