Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Akhirnya mengetahui


__ADS_3

Aluna sedang memasak di dapur bersama Bik Ijah. Hari ini dia akan memasak makanan yang lezat untuk suaminya. Sebagai permintaan maafnya pada sang suami.


" Gimana Bik rasanya?"


" Enak non. Den David pasti suka"


" Semoga ya Bik"


Setelah memastikan rasa masakannya sudah enak, barulah Aluna menata makanannya itu di atas meja makan. Ia berharap suaminya suka masakan yang ia buat. Sekarang ia akan mandi dan menunggu kepulangan suaminya.


Aluna pergi ke kamarnya untuk segera membersihkan diri. Tidak mungkin ia menyambut suaminya pulang dengan aroma masakan yang menempel di tubuhnya.


Selesai mandi dan berpakaian Aluna turun kebawah untuk menunggu suaminya pulang dari kantor. Ia menunggu di depan teras rumahnya.


Jam 5 sore, Aluna masih menunggu suaminya. Tak berselang ada satu mobil mewah datang. Ia mengenal mobil dan juga pemilik mobil mewah itu.


" Papa"


" Kenapa kaget gitu? apa Aluna tidak senang papa datang?"


" Tentu saja Aluna senang. Tapi kenapa papa nggak kasih tau kalau mau kesini?"


" Papa juga mendadak aja mau ke sini. Karena ada yang mau papa bicarakan sama putri papa yang cantik ini"


" Soal apa Pa"


" Nanti papa kasih tau. Kamu kenapa duduk di sini?"


" Nunggu suami aku pulang Pa"


" Emang David belum pulang"


" Belum Pa, mungkin masih banyak kerjaan. Yuk Pa masuk"


Wilson pun masuk kedalam rumah putrinya. Baru saja mereka masuk kedalam rumah. David pun baru sampai di rumah.


" Kamu baru pulang Dav"


" Eh papa. Iya Pa"


" Jangan terlalu sibuk, kasihan istri kamu nunggu kamu pulang dari tadi"


David menatap istrinya. Apa benar yang di bilang papa mertuanya, kalau sang istri menunggu kepulangannya.


" Besok aku usahakan cepat pulang Pa"


" Harus itu. Karena kamu sudah punya seorang istri yang selalu menunggu kepulangan suaminya"


" Iya Pa. Aku permisi ke kamar dulu ya Pa, mau mandi. Sudah gerah banget soalnya"


Wilson menganggukkan kepalanya.


Setelah berpamitan, David pergi ke kamarnya. Ia ingin segera mengguyur tubuhnya dengan air. Karena ia sudah gerah banget. Wilson pun juga pergi ke kamar untuk membersihkan diri. Setelah itu mereka akan makan malam bersama.


Selesai makan malam, Wilson tidak langsung pulang. Ia akan membicarakan soal penyakitnya. Ya ia akan menceritakan sekarang, karena ia takut tak punya waktu banyak lagi.

__ADS_1


" Papa mau ngomong apa?"


" Kamu harus janji sama papa kalau setelah papa cerita, kamu akan baik-baik saja"


Aluna hanya menganggukkan kepalanya. Walaupun di hatinya ada rasa khawatir akan apa yang akan dibicarakan papanya nanti padanya.


" Apa kalian berdua siap untuk mendengarkan cerita papa?"


" Siap Pa"


" Papa dan mama mu dulu menikah karena di jodohkan sama kakek kamu. Dan sewaktu menikah dengan papa, mama kamu sudah memiliki orang yang dia cintai"


Aluna kaget mendengar ucapan papanya. Tidak hanya Aluna, David pun terkejut mendengar ucapan papa mertuanya.


" Tapi Aluna melihat papa dan mama seperti pasangan yang saling mencintai"


" Ya, karena mamamu pintar bersandiwara. Karena kalau didepan orang-orang mamamu akan bersikap manja sama papa. Tapi ketika kami sudah berdua saja, maka mama akan menunjukkan sikap tidak sukanya pada papa"


" Apa papa juga tidak mencintai mama?"


" Papa mencintai mama kamu sayang, bahkan sangat mencintai mama kamu"


" Kalau papa mencintai mama, kenapa papa melepaskan mama?"


" Karena papa ingin melihat mama kamu bahagia. Walaupun kebahagiaan mama bukan bersama papa. Kebencian mama kamu bertambah ketika papa di beri obat perangsang sama seseorang. Papa menyentuh dan mengambil mahkota mamamu secara paksa"


Aluna menutup mulutnya karena kaget. " Apa itu artinya, aku lahir karena kesalahan? dan karena itulah mama tidak pernah sayang sama Aluna?"


" Tidak sayang, itu tidak benar?"


" Terus yang benar apa Pa?"


David memeluk istrinya. Ia berusaha menenangkan sang istri. Ia tau apa yang dirasakan oleh Aluna saat ini.


" Bagi papa kamu adalah anugerah yang diberikan Tuhan. Papa tidak pernah berpikir kamu lahir karena kesalahan. Kamu putri kesayangan papa dan selamanya akan seperti itu"


Ya apa yang dikatakan papanya benar. Hanya papanya yang selalu menemaninya bermain dan bahkan papanya rela meninggalkan pekerjaannya hanya demi mengajak dia jalan-jalan ke Zoo.


" Apa papa dan mama bercerai karena Aluna?"


" Tidak. Setelah kakek kamu meninggal, mama kamu meminta pisah dengan papa. Karena waktu itu umur kamu masih 5 tahun papa tidak mengabulkan keinginan mama kamu. Setelah umur kamu 14 tahun dan papa juga tidak bisa membuat mama kamu jatuh cinta sama papa, jadi papa putuskan untuk melepaskan mama kamu"


Aluna tidak menyangka, karena dirinya papa rela dibenci sama mamanya. Ia tau bagaimana perasaan papanya. Cinta papanya bertepuk sebelah tangan.


" Terus papa kenapa bisa menikah dengan mama Angel?"


" Karena papa di jebak sama rekan bisnis papa. Mereka sudah menyiapkan perangkap untuk papa dan akhirnya papa tidur dengan mama Angel. Tapi papa merasa papa tidak pernah melakukan itu dengan mama Angel. Namun papa tidak punya bukti, jadi papa terpaksa menikah dengan mama Angel"


" Apa karena ingin melindungi Aluna, makanya papa tidak mau membawa Aluna tinggal bersama papa?" tanya David.


" Ya. Papa tidak ingin mama Angel menyakiti Aluna. Tapi kamu tenang saja, papa sudah mempunyai bukti kalau papa tidak pernah tidur dengan wanita itu. Dan papa juga menemukan bukti lainnya. Kalau yang memberi obat perangsang papa dulu, hingga papa merebut mahkota mama kamu, adalah rekan bisnis yang sama"


" Apa dulu wanita yang akan diberikan pada papa juga wanita yang sama. Mana Angel?"


" Sepertinya begitu, karena usahanya gagal. Mereka melakukannya kembali "

__ADS_1


" Lalu apa rencana papa sekarang? apa papa akan menceraikan mama Angel?"


" Itu sudah pasti. Tapi papa minta tolong sama kamu, tolong lindungi Aluna"


" Baik Pa. Tanpa papa minta pun aku akan melindungi istriku Pa"


Aluna melirik lelaki yang berstatus sebagai suaminya itu. Ia terharu mendengar ucapan lelaki tampan itu.


" Mungkin papa tidak akan bisa menemani kamu lebih lama lagi sayang"


" Maksud papa"


" Papa lagi sakit sayang, dan papa tidak tau berapa lama lagi papa akan bisa bertahan"


Jedeeerrr.


Aluna seperti disambar petir di siang bolong saat mendengar ucapan papanya barusan. Apa tadi papanya bilang, sedang sakit?.


" Papa sakit apa?"


" Gagal ginjal "


" Se-sejak kapan?"


" Papa baru tau lima bulan kemarin, saat papa tiba-tiba pingsan. Dan Om Martin membawa papa ke rumah sakit"


" Kenapa papa baru bilang sekarang? "


" Papa tidak ingin membuat kamu sedih sayang"


" Apa sekarang papa pikir Aluna nggak sedih? apa karena itu juga papa nggak mau menemui Aluna?"


" Iya, maafkan papa"


Ya hanya kata maaflah yang mampu dia ucapkan pada putrinya. Niatnya tidak memberi tau sang putri agar dia tidak bersedih, tapi kenyataannya sekarang putrinya itu menangis karena dirinya.


" Apa papa mau meninggalkan Aluna?"


" Tidak, papa ingin selalu bersama kamu Nak"


" Kalau begitu papa harus sembuh demi Aluna Pa"


Wilson menetapkan putri semata wayangnya itu. Walau kemungkinannya untuk sembuh hanya sedikit, tapi setidaknya ia akan mencoba demi putrinya itu.


" Papa akan coba sayang"


" Aluna akan memantau kesehatan papa mulai sekarang. Besok kita akan konsultasi ke dokter, dan Aluna yang akan mengantarkan papa"


" Baiklah. Sekarang papa pamit pulang dulu"


" Iya. Besok kalau papa mau pergi kerja atau pergi kemanapun harus sama sopir"


" Iya sayang"


Aluna dan David mengantarkan Wilson ke teras depan. Wilson melajukan mobilnya meninggalkan kediaman putrinya. Setelah mobil papanya sudah menjauh. Barulah Aluna dan suaminya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2