
Selesai sesi foto, David mengajak istri dan mertuanya makan siang bersama di salah satu restoran. Tapi sebelum pergi dia menelepon papanya untuk ikut makan siang bersama.
" Yuk Pa, kita jalan. Papa Garry udah di jalan "
" Papa aja nih yang di ajak, aku nggak?"
" Kamu juga sayang "
Mereka bertiga berjalan meninggalkan aula. Baru beberapa langkah, Aluna menghentikan langkahnya. Karena ia mendengar ada yang memanggil namanya.
" Aluna "
" Raka "
" Kamu udah mau pergi ya?"
" Iya. Ada apa?"
" Bisa kita bicara berdua?"
David menatap tajam lelaki yang ada di hadapannya itu. Berani-beraninya dia mengajak istrinya bicara cuma berdua saja. Apa dia tidak melihat kalau sekarang istrinya sedang ada bodyguardnya.
" Bicara di sini aja" kata David.
" Aku pengin berdua sama Aluna"
" Kalau nggak mau bicara di sini, ya udah nggak usah bicara "
" Emang Anda siapa?"
Aku suaminya. Kata itu hanya bisa ia ucapkan di dalam hatinya.
David terdiam ia tidak bisa menjawab pertanyaan Raka. Karena sang istri belum ingin mengumumkan pernikahannya pada semua orang.
" Dia suamiku" jawab Aluna.
Deg.
David kaget mendengar ucapan istrinya barusan. Apa dia bilang tadi ' suamiku ' apa dia tidak salah dengar.
Bahagia?.
Tentu saja ia bahagia. Inilah yang ia harapkan dan juga inginkan. Kapan perlu semua orang di seluruh dunia ini mengetahui kalau wanita cantik ini hanya miliknya. David menoleh kearah istrinya.
Aluna tersenyum pada suaminya itu. Sudah saatnya ia memberi tau pada Raka, agar lelaki itu tidak salah paham lagi tentang hubungan mereka. Karena Aluna selama ini hanya menganggap dia sebagai teman, tidak lebih.
" Ka-kamu becanda kan?"
" Tidak. Lelaki yang sekarang ada di sampingku ini, adalah suamiku"
" Nggak mungkin. Kamu pasti lagi nge-prank aku kan?"
" Apa yang dikatakan putri saya benar anak muda. Lelaki ini adalah suaminya, dan menantu saya" kata Wilson.
Duarr.
Raka bagai di sambar petir di siang bolong. Ia merasa semua ini seperti mimpi. Ia tidak menyangka wanita yang dia suka sudah menikah. Sekarang dirinya sudah tidak mempunyai kesempatan dan juga harapan lagi.
" Maaf jika selama ini kamu jadi salah paham akan kedekatan kita. Aku dari dulu hanya menganggap kamu sebagai teman tidak lebih. Kamu boleh marah bahkan benci sama aku, karena disini emang aku yang salah, tidak jujur sama kamu dari awal"
Raka tidak tau harus menjawab apa. Mau marah pun dia tidak bisa. Disini tidak sepenuhnya salah Aluna. Karena ia juga tidak bertanya dari awal pada wanita cantik itu.
" Sekali lagi aku minta maaf"
" Sayang ayo jalan, papa sudah menunggu kita" kata David pada istrinya.
Aluna mengangguk tanda setuju.
David menggandeng tangan istrinya menuju parkiran. Jika mereka berlama-lama di sana, bisa-bisa ia khilaf memukul Raka. Jadi lebih baik mereka segera pergi.
Sampai di parkiran David membukakan pintu mobil untuk istrinya. Setelah sang istri masuk barulah ia masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Mobil milik David melaju meninggalkan area kampus. Diikuti sama mobil mertuanya di belakang.
Raka hanya bisa menangis dalam hati melihat kepergian wanita yang dia cintai. Wanita itu sudah tidak bisa dia miliki. Sekarang ia hanya bisa mendoakan semoga Aluna bahagia dengan suaminya. Ia pun pergi meninggalkan kampus dengan hati yang terluka.
💓
💓
💓
" Hubby bilang tadi nggak bisa datang?"
" Maaf sayang. Aku bohong, soalnya mau kasih surprise untuk kamu. Lagian nggak mungkin aku nggak datang di hari bersejarah untuk kamu"
" Tadi aku nervous "
" Kenapa nervous?"
" Karena tadi itu kali pertamanya aku berdiri di depan orang banyak. Anehnya aku malah ke ingat Daddy dan ingin Daddy menemani aku di atas podium"
David tersenyum mendengar ucapan istrinya. Itu tandanya Aluna sudah mulai ada perasaan pada dirinya. " Akhirnya keinginan kamu terwujudkan? aku datang dan menemani kamu berdiri di podium"
" Iya. Sekali lagi makasih Dad "
" Berterima kasihlah dengan benar baby"
" Bukannya tadi udah benar ya?"
" Belum"
" Lalu berterima kasih dengan baik itu seperti apa?"
" Sudahlah lupakan" kata David.
Ia tidak ingin memaksa istrinya untuk melakukan hubungan intim. Ia tidak ingin istrinya salah paham akan maksud perkataannya itu.
" Daddy kan belum jawab"
" Sudah lupakan. Lagian bukan apa-apa kok"
" Daddy nggak asik" kata Aluna sambil mengerucutkan bibirnya.
" Bibirnya jangan digituin, ntar aku cium lho"
" Daddy ngeselin..!"
David terkekeh mendengar ucapan istrinya. Entah kenapa kalau lagi cemberut kek gitu sang istri terlihat sangat menggemaskan. Tidak ingin khilaf, ia pun kembali fokus pada mengemudi.
Tak terasa mereka pun sampai di restoran. Ternyata papa David sudah sampai duluan di restoran itu. Dan dia sedang menunggu kedatangannya.
" Papa udah daritadi nyampenya?"
" Nggak. Baru aja"
__ADS_1
Aluna mencium tangan mertuanya dengan takzim.
" Selamat ya mantu atas kelulusan dengan gelar Cumlaude"
" Terima kasih Pa"
" Sama-sama. Oh iya, ini ada hadiah untuk kamu, tapi bukannya nanti aja di rumah" kata Garry sambil memberikan amplop berwarna coklat.
Aluna ragu untuk menerima amplop itu. Ia menatap suaminya. David yang seakan mengerti tatapan istrinya pun menganggukkan kepalanya.
" Makasih Pa, hadiahnya"
" Sama-sama Nak" kata Garry sambil mengelus kepala mantunya.
Wilson sangat senang karena putrinya mendapatkan papa mertua yang baik. Walaupun ia belum tau apakah mama David bisa menerima putrinya sebagai menantu. Mengingat kalau istri Garry berteman baik dengan istrinya.
Di tempat lain.
pyar..
pyarr..
Bunyi kaca pecah, memenuhi kamar seorang gadis. Ia membanting semua barang-barang yang ada di kamarnya. Ia sangat marah karena lelaki yang dia suka ternyata sudah memiliki kekasih.
Pelayan kebetulan lewat setelah membersihkan kamar tuan mudanya kaget mendengar suara kaca pecah dari arah kamar nona mudanya. Karena ia takut terjadi sesuatu pada nona mudanya, ia segera memberi tau sang nyonya.
" Nyah.. nyonya..! "
" Apaan sih Bik teriak-teriak kek gitu?"
" I-tu nyonya, nona Angel"
" Kenapa dengan Angel, Bik?"
" Non Angel sepertinya lagi marah, dan membanting semua barang-barang yang ada di kamarnya"
" Apa! "
Widya bergegas menuju kamar putrinya. Ia takut putrinya akan melakukan hal yang tidak-tidak. Karena ia sangat paham bagaimana sifat putrinya itu.
Tok...
Tok...
Tok..
" Angel buka pintunya! ini mama"
Tidak ada jawaban dari dalam sana. Yang terdengar hanya suara barang-barang yang dilemparkan dan juga suara kaca pecah.
" Bik, cepat ambil kunci cadangan!"
" Baik Nyah"
Bibik pun segera mengambil kunci cadangan di laci meja yang berada tidak jauh dari kamar nona mudanya. Ia segera mengambil kunci cadangan itu dan segera memberikan pada sang Nyonya.
Widya segera membuka pintu kamar putrinya dengan kunci cadangan yang diambil sama bibik tadi. Tak butuh waktu lama pintu pun terbuka.
" Angel...!"
To be continue.
Happy reading 😚😚
Selesai sesi foto, David mengajak istri dan mertuanya makan siang bersama di salah satu restoran. Tapi sebelum pergi dia menelepon papanya untuk ikut makan siang bersama.
" Yuk Pa, kita jalan. Papa Garry udah di jalan "
" Papa aja nih yang di ajak, aku nggak?"
" Kamu juga sayang "
Mereka bertiga berjalan meninggalkan aula. Baru beberapa langkah, Aluna menghentikan langkahnya. Karena ia mendengar ada yang memanggil namanya.
" Aluna "
" Raka "
" Kamu udah mau pergi ya?"
" Iya. Ada apa?"
" Bisa kita bicara berdua?"
David menatap tajam lelaki yang ada di hadapannya itu. Berani-beraninya dia mengajak istrinya bicara cuma berdua saja. Apa dia tidak melihat kalau sekarang istrinya sedang ada bodyguardnya.
" Bicara di sini aja" kata David.
" Aku pengin berdua sama Aluna"
" Kalau nggak mau bicara di sini, ya udah nggak usah bicara "
" Emang Anda siapa?"
Aku suaminya. Kata itu hanya bisa ia ucapkan di dalam hatinya.
David terdiam ia tidak bisa menjawab pertanyaan Raka. Karena sang istri belum ingin mengumumkan pernikahannya pada semua orang.
" Dia suamiku" jawab Aluna.
Deg.
David kaget mendengar ucapan istrinya barusan. Apa dia bilang tadi ' suamiku ' apa dia tidak salah dengar.
Bahagia?.
Tentu saja ia bahagia. Inilah yang ia harapkan dan juga inginkan. Kapan perlu semua orang di seluruh dunia ini mengetahui kalau wanita cantik ini hanya miliknya. David menoleh kearah istrinya.
Aluna tersenyum pada suaminya itu. Sudah saatnya ia memberi tau pada Raka, agar lelaki itu tidak salah paham lagi tentang hubungan mereka. Karena Aluna selama ini hanya menganggap dia sebagai teman, tidak lebih.
" Ka-kamu becanda kan?"
" Tidak. Lelaki yang sekarang ada di sampingku ini, adalah suamiku"
" Nggak mungkin. Kamu pasti lagi nge-prank aku kan?"
" Apa yang dikatakan putri saya benar anak muda. Lelaki ini adalah suaminya, dan menantu saya" kata Wilson.
Duarr.
Raka bagai di sambar petir di siang bolong. Ia merasa semua ini seperti mimpi. Ia tidak menyangka wanita yang dia suka sudah menikah. Sekarang dirinya sudah tidak mempunyai kesempatan dan juga harapan lagi.
" Maaf jika selama ini kamu jadi salah paham akan kedekatan kita. Aku dari dulu hanya menganggap kamu sebagai teman tidak lebih. Kamu boleh marah bahkan benci sama aku, karena disini emang aku yang salah, tidak jujur sama kamu dari awal"
__ADS_1
Raka tidak tau harus menjawab apa. Mau marah pun dia tidak bisa. Disini tidak sepenuhnya salah Aluna. Karena ia juga tidak bertanya dari awal pada wanita cantik itu.
" Sekali lagi aku minta maaf"
" Sayang ayo jalan, papa sudah menunggu kita" kata David pada istrinya.
Aluna mengangguk tanda setuju.
David menggandeng tangan istrinya menuju parkiran. Jika mereka berlama-lama di sana, bisa-bisa ia khilaf memukul Raka. Jadi lebih baik mereka segera pergi.
Sampai di parkiran David membukakan pintu mobil untuk istrinya. Setelah sang istri masuk barulah ia masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Mobil milik David melaju meninggalkan area kampus. Diikuti sama mobil mertuanya di belakang.
Raka hanya bisa menangis dalam hati melihat kepergian wanita yang dia cintai. Wanita itu sudah tidak bisa dia miliki. Sekarang ia hanya bisa mendoakan semoga Aluna bahagia dengan suaminya. Ia pun pergi meninggalkan kampus dengan hati yang terluka.
💓
💓
💓
" Hubby bilang tadi nggak bisa datang?"
" Maaf sayang. Aku bohong, soalnya mau kasih surprise untuk kamu. Lagian nggak mungkin aku nggak datang di hari bersejarah untuk kamu"
" Tadi aku nervous "
" Kenapa nervous?"
" Karena tadi itu kali pertamanya aku berdiri di depan orang banyak. Anehnya aku malah ke ingat Daddy dan ingin Daddy menemani aku di atas podium"
David tersenyum mendengar ucapan istrinya. Itu tandanya Aluna sudah mulai ada perasaan pada dirinya. " Akhirnya keinginan kamu terwujudkan? aku datang dan menemani kamu berdiri di podium"
" Iya. Sekali lagi makasih Dad "
" Berterima kasihlah dengan benar baby"
" Bukannya tadi udah benar ya?"
" Belum"
" Lalu berterima kasih dengan baik itu seperti apa?"
" Sudahlah lupakan" kata David.
Ia tidak ingin memaksa istrinya untuk melakukan hubungan intim. Ia tidak ingin istrinya salah paham akan maksud perkataannya itu.
" Daddy kan belum jawab"
" Sudah lupakan. Lagian bukan apa-apa kok"
" Daddy nggak asik" kata Aluna sambil mengerucutkan bibirnya.
" Bibirnya jangan digituin, ntar aku cium lho"
" Daddy ngeselin..!"
David terkekeh mendengar ucapan istrinya. Entah kenapa kalau lagi cemberut kek gitu sang istri terlihat sangat menggemaskan. Tidak ingin khilaf, ia pun kembali fokus pada mengemudi.
Tak terasa mereka pun sampai di restoran. Ternyata papa David sudah sampai duluan di restoran itu. Dan dia sedang menunggu kedatangannya.
" Papa udah daritadi nyampenya?"
" Nggak. Baru aja"
Aluna mencium tangan mertuanya dengan takzim.
" Selamat ya mantu atas kelulusan dengan gelar Cumlaude"
" Terima kasih Pa"
" Sama-sama. Oh iya, ini ada hadiah untuk kamu, tapi bukannya nanti aja di rumah" kata Garry sambil memberikan amplop berwarna coklat.
Aluna ragu untuk menerima amplop itu. Ia menatap suaminya. David yang seakan mengerti tatapan istrinya pun menganggukkan kepalanya.
" Makasih Pa, hadiahnya"
" Sama-sama Nak" kata Garry sambil mengelus kepala mantunya.
Wilson sangat senang karena putrinya mendapatkan papa mertua yang baik. Walaupun ia belum tau apakah mama David bisa menerima putrinya sebagai menantu. Mengingat kalau istri Garry berteman baik dengan istrinya.
Di tempat lain.
pyar..
pyarr..
Bunyi kaca pecah, memenuhi kamar seorang gadis. Ia membanting semua barang-barang yang ada di kamarnya. Ia sangat marah karena lelaki yang dia suka ternyata sudah memiliki kekasih.
Pelayan kebetulan lewat setelah membersihkan kamar tuan mudanya kaget mendengar suara kaca pecah dari arah kamar nona mudanya. Karena ia takut terjadi sesuatu pada nona mudanya, ia segera memberi tau sang nyonya.
" Nyah.. nyonya..! "
" Apaan sih Bik teriak-teriak kek gitu?"
" I-tu nyonya, nona Angel"
" Kenapa dengan Angel, Bik?"
" Non Angel sepertinya lagi marah, dan membanting semua barang-barang yang ada di kamarnya"
" Apa! "
Widya bergegas menuju kamar putrinya. Ia takut putrinya akan melakukan hal yang tidak-tidak. Karena ia sangat paham bagaimana sifat putrinya itu.
Tok...
Tok...
Tok..
" Angel buka pintunya! ini mama"
Tidak ada jawaban dari dalam sana. Yang terdengar hanya suara barang-barang yang dilemparkan dan juga suara kaca pecah.
" Bik, cepat ambil kunci cadangan!"
" Baik Nyah"
Bibik pun segera mengambil kunci cadangan di laci meja yang berada tidak jauh dari kamar nona mudanya. Ia segera mengambil kunci cadangan itu dan segera memberikan pada sang Nyonya.
Widya segera membuka pintu kamar putrinya dengan kunci cadangan yang diambil sama bibik tadi. Tak butuh waktu lama pintu pun terbuka.
" Angel...!"
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚