
Indah sangat kesal, karena setiap siaran televisi yang ia tonton selalu menayangkan acara resepsi pernikahan putri kandungnya.
Matanya tertuju pada lelaki yang pernah menjadi suaminya itu. Entah kenapa, ia melihat mantan suaminya itu sangat berbeda. Ia terlihat sangat tampan.
" Kamu kenapa?" tanya sang suami.
" Itu, masa setiap stasiun televisi menyiarkan pesta pernikahan anak itu"
" Ya wajar lha. Dia kan menantu keluarga Wesley. Apa kamu tidak ingin datang ke sana?"
" Tidak, lagipula dia tidak mengundang aku ke acara bahagia itu"
" Kok bisa, kamu kan ibu kandungnya kenapa kamu nggak di undang"
" Sudahlah Pa, aku nggak mau berhubungan dengan mereka lagi"
" Kalau kamu ingin ke sana, aku akan mengantarkan mu"
" Tidak, aku cukup melihat di tv aja"
" Ya sudah kalau memang kamu tidak mau"
Indah dapat melihat betapa megahnya pernikahan putrinya itu. Dan ia juga bisa melihat kedua mertuanya sangat menyayanginya.
" Putri kamu itu sangat beruntung bisa menikah dengan orang terkaya di kota ini. Kenapa kamu tidak memanfaatkannya untuk perusahaan kita?"
" Maksud papa?"
" Kamu kan ibunya. Otomatis kamu itu mertuanya dong. Nah kebetulan perusahaan kita lagi ada masalah. Jadi kita minta suntikan dana dari suami anak kamu itu"
" Nggak! kamu ngaco deh"
" Kenapa? bukankah kamu ibu kandungnya?"
" Aku memang ibu kandungnya. Tapi bukan aku yang merawatnya"
" Kamu itu sudah melahirkan dia sayang. Jadi sudah seharusnya dia balas Budi karena sudah dilahirkan ke atas dunia ini"
" Aku nggak mau!"
" Terus kamu mau perusahaan kita bangkrut, terus kita jadi gembel dan tinggal di jalanan. Kamu mau?!"
" Ya nggak mau lha"
" Makanya manfaatkan kesempatan ini?"
" Kalau aku melakukan itu, pasti dia tambah membenci aku"
" Bukankah dia juga sudah benci sama kamu?"
" Hhmm"
" Lagian tidak ada salahnya anak membantu ibunya"
" Iya nanti aku coba"
" Sekarang aja kita perginya. Sekaligus mengucapkan selamat pada dia"
" Baiklah, aku bersiap dulu"
Indah segera pergi ke kamarnya untuk bersiap pergi ke acara resepsi pernikahan putrinya. Begitu juga dengan suami Indah.
__ADS_1
Sekarang Indah terlihat cantik dengan memakai gaun pesta yang baru ia beli kemarin. Begitu juga dengan suaminya. Mereka pun siap berangkat ke hotel, tempat acara resepsi pernikahan Aluna dan David dilangsungkan.
...***...
Ramdan sampai di hotel tempat acara resepsi pernikahan Aluna di selenggarakan. Tidak lama lagi ia akan bertemu dengan putranya. Putra yang sudah beberapa tahun terakhir tidak pernah ia jumpai.
" Mari Pak" kata bodyguard yang menjemput Ramdan tadi.
" I-iya"
Ramdan sudah memantapkan hatinya. Apapun yang akan terjadi nanti, ia sudah siap untuk menerimanya. Termasuk penolakan putranya.
Jantung Ramdan berdetak lebih kencang kala melihat putranya berdiri di atas pelaminan. Putranya sangat tampan. Seperti yang di lihatnya di foto yang diberikan Aluna kemarin.
" Tuan, Pak Ramdan sudah datang"
" Tolong bawa ke ruangan tunggu. Nanti saya menyusul ke sana"
" Siap tuan"
Bodyguard itu membawa Ramdan ke ruang tunggu. Sedangkan David berbicara dengan mertuanya.
" Pa, Leo, ikut kita sebentar yuk"
" Kemana Vid?" tanya sang mertua.
" Ikut aja dulu Pa, nanti aku kasih tau"
David meminta kedua orang tuanya untuk memantau pestanya sebentar. Setelah urusannya selesai, ia dan istrinya akan kembali lagi.
" Tenang saja, mama sama papa akan menggantikan kalian berdua untuk menyambut para tamu yang datang"
" Sama-sama sayang"
Setelah berpamitan sama kedua orang tuanya dan juga awak media. David dan istrinya segera pergi ke ruang tunggu.
...***...
Ramdan sangat gugup. Padahal ia sudah memantapkan hatinya dari rumah tadi. Tapi entah kenapa saat ini ia merasa sangat gugup. Mungkin karena rasa rindunya pada sang putra.
Pintu ruangan itu terbuka. Ia menoleh kearah pintu masuk. Tampak lelaki dewasa seumuran dengannya dan diikuti sama dua orang yang ia kenal.
" Yuk Dek masuk" ajak Aluna.
Masuklah sosok yang selama ini di cari dan juga dirindukan oleh Ramdan. Ingin rasanya ia memeluk putranya itu.
Wilson juga kaget melihat lelaki yang seumuran dengannya. Dan lelaki itu memiliki kemiripan dengan putranya.
" Kak, dia siapa? kenapa dia memiliki kemiripan dengan aku?"
Aluna tersenyum mendengar serentetan pertanyaan dari adiknya itu. " Dia papa kamu"
" Papa?"
" Iya, papa kandung kamu"
" Benarkah? dia papa ku?"
" Hhmm"
Tanpa disangka-sangka Leo langsung memeluk Ramdan. " Papa kemana aja? kenapa papa tidak pernah datang melihat Leo?"
__ADS_1
Ramdan hanya diam. Ia masih kaget, karena Leo tiba-tiba memeluknya. Sesuatu yang buruk, yang ia bayangkan tadi tidaklah terjadi. Justru putranya sendiri yang datang dan memeluknya.
" Maafkan papa"
Akhirnya kata itulah yang pertama keluar dari mulutnya. Walaupun dengan kata itu tidak mampu menebus dosanya pada putranya.
Air mata yang sedari tadi ditahan oleh Leo akhirnya keluar juga. Biasanya ia tidak pernah memperlihatkan sisi rapuhnya pada siapapun. Tapi sekarang ia tidak bisa menahan air matanya.
" Maafkan papa yang telat menemui kamu "
Aluna pun menitikkan air matanya. Ia tau bagaimana perasaan adiknya sekarang. Karena ia juga pernah berada di posisi Leo. Tapi Leo lebih beruntung daripada dirinya. Karena papa kandungnya sangat menyayanginya. Sedangkan dirinya, tidak pernah di sayang oleh mama kandungnya.
David memeluk istrinya. Ia tau apa yang dirasakan sang istri. " Kamu masih punya aku, papa dan juga mertua kamu. Jadi jangan pernah sedih lagi"
" Hhhmm"
Wilson ikut bahagia karena Leo sudah menemukan papa kandungnya. Ia berharap putranya itu tidak pernah berpisah lagi dengan papa kandungnya.
" Kamu sudah tumbuh besar dan juga tinggi"
" Hhmm"
" Apa selama ini kamu hidup baik dengan mamamu?"
" Tidak. Aku justru hidup baik bersama papa dan kakak" kata Leo sambil menatap dua orang yang berharga dalam hidupnya.
" Apa kamu mau memaafkan papa?"
" Papa tidak salah. Jadi untuk apa minta maaf"
" Karena papa tidak pernah menemui kamu?"
" Itu bukan kesalahan papa. Tapi itu karena mama yang meninggalkan papa"
Ramdan kaget mendengar ucapan putranya. Darimana putranya itu tau kalau mamanya lha yang meninggalkannya. Sedangkan waktu itu, umur Leo masih lima tahun.
" Papa nggak usah kaget. Karena aku tau semua itu dari mama sendiri"
Ya Widya memang menceritakan semuanya pada Leo saat dirinya terakhir kali mengunjungi mamanya di penjara.
" Kapan mama kamu menceritakannya?" tanya Wilson.
" Saat terakhir kali aku menemui mama di tahanan"
Wilson sangat kasihan melihat putranya itu. Pasti putranya itu memendam rasa sedih itu sendirian.
" Kenapa kamu nggak pernah cerita sama papa?" tanya Wilson lagi.
" Waktu itu papa sedang sakit. Aku nggak ingin papa tambah sakit karena mendengarnya"
" Maafkan papa yang tidak bisa melindungi kamu Nak?"
" Tidak. Justru aku yang tidak bisa melindungi papa"
Wilson memeluk putranya itu. Walaupun Leo bukan putra kandungnya, tapi ia sudah menganggap Leo sebagai anak kandungnya. Aluna pun ikut memeluk Leo. Ia bangga pada adiknya itu.
Aluna dan David kembali ke tempat pesta. Begitu juga dengan Wilson. Mereka akan memberikan waktu untuk Leo dan papa kandungnya untuk bicara. Karena mereka sudah lama tidak bertemu, jadi banyak yang akan mereka bicarakan.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1