Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Kemesuman yang hakiki


__ADS_3

Aluna dan David sudah keluar dari hotel. Sebelum ke rumah sakit, mereka menyempatkan diri untuk membeli makanan untuk Leo.


" Papa belum boleh makan makanan luar ya Dad?"


" Belum sayang. Setelah keluar dari rumah sakit baru boleh"


" Kasian juga papa, makan makanan yang hambar"


" Mau gimana lagi, ini demi kesehatan papa"


" Hhmm"


Mata Aluna melihat gerobak asinan. Air liurnya pun menetes kala membayangkan segarnya asinan itu. Tanpa menunggu lama ia langsung menghampiri peradangan asinan itu.


David yang melihat istrinya berlari menghampiri seorang pedagang gerobak pun segera menyusul sang istri. Ia tidak ingin istrinya jajan sembarangan.


" Baby"


" Daddy mau itu" pinta Aluna seperti anak kecil.


" Itu apaan sayang?"


" Asinan Daddy"


" Asinan?"


" Hhmm"


" Itu makanan apa? aku baru denger ada makanan namanya asinan"


" Masa Daddy nggak pernah dengar nama makanan ini?"


" Bener, ini kali pertamanya aku denger nama makanannya. Dan itu kedengarannya agak aneh. Apa rasanya juga aneh?"


" Tidak? rasanya sangat enak dan juga segar. Asinan ini masih saudaraan sama rujak. Daddy tau rujak nggak?"


" Tau"


" Masa?"


" Iya. Waktu itu pernah liat bibik pernah bikin untuk anaknya"


" Berarti Daddy nggak pernah mencoba rasanya?"


" Nggak? karena itu sangat pedas, karena bibik kasih cabainya cukup banyak"


" Dasar anak mami, sama cabai aja takut"


" Bukan takut sayang"


" Terus?"


" Akibat setelah makan cabai itu nggak tahan"


Aluna tersenyum mendengar ucapan suaminya itu. Ia tau maksud perkataan suaminya itu. Ya kalau kebanyakan makan cabai, membuat perut kita sakit.


" Aku mau beli asinan boleh ya?"


David melihat melihat bagaimana cara penyajian asinannya. Ia tidak ingin istrinya makan makanan yang tidak higienis. Kalau tidak diperiksa, bisa-bisa istrinya sakit karena makan makanan yang tidak higienis.


" Boleh" jawab David setelah ia memeriksa kebersihan tempat itu.


" Makasih Daddy"


David tersenyum melihat ekspresi istrinya yang sangat bahagia hanya karena ia mengizinkan makan makanan yang menurutnya aneh itu. Istrinya memang beda dengan wanita lain. Jika wanita lain akan senang di kasih barang bermerek, tapi tidak dengan sang istri.


" Daddy mau nggak?"


" Kamu aja"


" Yakin nih nggak mau?"


" Hhmm"

__ADS_1


" Ya udah, aku pesan dua ya"


" Kenapa dua?"


" Siapa tau nanti Daddy berubah pikiran"


" Ya udah"


Aluna memesan asinannya dua porsi. Ia minta pada bapak penjualnya asinan buahnya jangan terlalu pedas. Dan tak lupa ia meminta dibanyakin mangga mudanya. Entah kenapa ia ingin sekali makan mangga muda itu.


Tak butuh waktu lama, asinan pesanan Aluna pun siap. David memberikan uang pada istrinya, karena iya takut kalau bersentuhan dengan bapak penjual itu, penyakit OCD nya kambuh.


Setelah membayar asinannya, mereka pun pergi meninggalkan tempat itu. Mereka kembali ke rumah sakit. Karena mereka sudah terlalu lama perginya.


Sepanjang jalan David terus menggenggam tangan istrinya. Ia seakan takut istrinya itu pergi dari sisinya. Makanya ia terus menggenggam tangan sang istri.


" Kita kek mau nyeberang ya Dad?"


" Kenapa?"


" Nih, tangannya gandengan terus"


" Nggak apa-apa. Aku takut kamu ilang"


" Ck,, emang aku anak kecil"


" Emang kamu masih kecil kan?"


" Enak aja. Apa Daddy nggak liat badan aku segini gedenya"


" Liat sayang. Apalagi gunung kembar kamu itu, semakin hari semakin bertambah gede aku liat"


" Daddy mesum"


Tawa David pecah. Ia sangat senang melihat istrinya kesal seperti itu. Karena kelihatan menggemaskan.


Cup.


Plak


" Dasar om-om mesum!"


Aluna mempercepat langkah kakinya. Ia tidak ingin berjalan bersama suaminya itu. Bisa-bisa ia di perkosa di tempat umum sama suaminya yang mesum tingkat dewa itu.


David mengekor di belakang. Ia tau istrinya itu malu. Karena ia dapat melihat wajah istrinya yang memerah bak kepiting rebus.


Mereka pun sampai di rumah sakit. Dan David pun berhasil menyusul istrinya. Mereka berdua masuk kedalam rumah sakit.


Tok..


Tok..


Tok..


Leo membuka pintu saat mendengar pintu di ketuk.


Ceklek.


" Kakak sudah pulang?"


" Iya, dan kakak bawakan makanan enak untuk kamu"


Wilson melihat ada yang beda dari penampilan pasutri itu. Ya setau dirinya, putrinya tidak memakai dress berwarna peach dan menantunya juga begitu.


" David"


" Iya Pa"


" Kalian di alun-alun tadi ngapain?"


" Nggak ada Pa, cuma jalan-jalan aja"


" Cuma jalan-jalan, tapi kok bajunya udah ganti"

__ADS_1


Deg.


David tidak menyangka kalau mertuanya tau kalau pakaian mereka beda dengan yang pertama mereka pakai tadi.


Mata mertua gue jeli amat ya.


" Oh itu Pa, tadi baju kita basah karena hujan"


" Hujan?"


" I-iya Pa"


" Tapi disini nggak hujan"


" Ya papa kan dalam ruangan, mana kena hujan lha"


" Maksud papa di luar, bukan di ruang ini"


" Mungkin hujan lokal kali Pa"


Lagi-lagi Aluna menutup mulutnya supaya tawanya tidak lepas. Ini udah kedua kalinya suaminya itu salah tingkah. Dan jawaban suaminya selalu saja ngasal.


" Leo makan dulu yuk" ajak Aluna.


" Papa ada dibelikan juga nggak?"


" Nggak. Papa belum boleh makan makanan di luar"


" Kali ini boleh ya? papa udah bosan makan makanan rumah sakit"


" Nanti kalau papa udah keluar dari rumah sakit, dan dokter juga sudah kasih izin, barulah papa boleh makan makanan luar"


" Baiklah"


Aluna segera mengambil piring. Ia sudah tidak sabar untuk mencicipi asinan buah yang ia beli tadi. Sedangkan Leo dan David makan sate ayam.


David melihat istrinya yang begitu menikmati asinan buah. Tapi saat makan mangga muda sang istri makan tidak terlihat memicingkan mata. Karena setau dirinya, mangga muda itu rasanya asem banget.


" Lahap bener makan asinannya?"


" Hu'um, soalnya enak"


" Emang nggak asem ya rasa mangganya?"


" Nggak, enak malahan"


" Jangan terlalu banyak makan mangga mudanya sayang. Ntar perut kamu bisa sakit?"


" Iya Dad"


Wilson hanya bisa menelan ludahnya melihat anak dan mantunya makan makanan enak. Sedangkan ia hanya bisa makan bubur. Dan lagi rasanya juga tawar.


Satu bungkus asinan sudah pindah ke dalam perut Aluna. Sekarang ia akan mencoba asinan yang kedua.


" Sayang udah itu makan asinannya?"


" Tapi aku mau lagi Dad"


" Simpan buat besok aja ya?"


" Besok udah nggak enak dan nggak segar lagi. Jadi boleh ya?"


David pun tidak tega melihat istrinya yang memohon seperti itu. Ditambah lagi dengan gaya puppy eyes nya. Siapa yang tega.


Aluna sangat senang karena suaminya mengizinkan dirinya untuk memakan asinan itu. Nggak sia-sia ia memasang wajah memelas seperti itu. Dan lagi kan sayang asinannya diangurin. Lagian kita nggak boleh buang-buang makanan, mubasir .


David memang tidak bisa menolak keinginan istrinya. Karena kebahagiaan istrinya jauh lebih penting dari apapun.


To be continue.


Jangan lupa kasih like, komen dan juga vote nya ya 🤗🤗


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2