
David baru saja selesai meeting dengan kliennya di restoran xx. Saat keluar dari ruang VIP ia melihat sosok wanita yang sangat ia kenal.
Awww..
Romy memegang hidungnya saat terbentur di punggung milik sahabatnya.
" Lo kenapa berhenti mendadak gitu sih?"
David tidak mendengarkan keluhan sahabatnya itu. Ia masih menatap wanita yang duduk di dekat jendela. Ia mengepalkan tangannya menahan emosi.
" Jadi karena lelaki itu kamu jadi mengabaikan pesan dan juga teleponku"
" Lo ngomong apaan sih bro?" tanya Tomy.
Lagi-lagi David tidak menghiraukan ucapan sahabat sekaligus asistennya itu. Ia segera menghampiri meja wanita yang dari kemarin mengabaikannya.
Ehem..!!
Aluna menoleh kearah suara orang yang berdehem itu. Mata Aluna membulat sempurna melihat siapa sosok orang yang berdehem tadi.
" Om" gumam Aluna.
David tersenyum melihat ekspresi terkejut gadis nakalnya. Tanpa menunggu ditawarkan duduk. Ia langsung duduk di sebelah gadis nakal itu.
" Anda siapa?" tanya Raka saat melihat seorang pria yang langsung duduk tanpa permisi dulu.
" Saya calon suaminya Aluna" jawab David sambil menatap tajam Raka.
Uhuk..uhuk..
Aluna tersedak jus mangga yang ia minum tadi. David langsung memberikan air mineral dan menepuk pelan punggung Aluna.
" Hati-hati dong minumnya sayang" kata David.
Sayang,, sayang kepala lo peyang. gerutu Aluna dalam hati.
Semua perhatian yang diberikan David pada Aluna tadi, tidak luput dari pandangan Raka. Apa benar wanita yang dia incar sudah memiliki kekasih.
" Aluna" panggil Raka.
" Hhmm"
" Apa kamu nggak mau jelasin semua ini sama aku?" tanya Raka.
" Bukankah saya sudah katakan tadi, kalau saya kekasih Aluna" kata David.
" Kekasih?"
" Iya, dan mungkin sebentar lagi kami akan menikah" kata David sambil melirik Aluna.
" Apa benar yang dibilang lelaki ini Aluna?"
Aluna bingung dan juga kaget mendengar ucapan David tadi. Ia tidak menyangka Om tampan itu akan berbicara seperti itu pada temannya.
" Kenapa kamu diem?"
" Ah I-iya"
" Maksudnya iya?" tanya Raka.
" Maksud calon istri saya ini, apa yang saya katakan tadi benar adanya. Iya kan sayang?" tanya David sambil melirik Aluna.
" I-iya"
__ADS_1
Maafkan gue Raka. Gue tidak ingin lo berharap banyak sama cewek kek gue. batin Aluna.
" Sekarang lo udah tau kan. Jadi sekarang gue mau bawa pulang kekasih gue" kata David sambil menarik tangan Aluna.
" Tunggu! "
" Apaan lagi sih?!" tanya David.
" Aluna perginya bareng saya, jadi dia harus pulang sama saya"
" Nggak bisa. Aluna itu pacar saya, jadi saya berhak membawa dia pergi"
" Nggak! Aluna pulang sama saya" kata Raka sambil menarik tangan Aluna.
Dan terjadilah aksi tarik menarik antara David dan Raka. Aluna yang merasa kesakitan karena tangannya di tarik sama kedua cowok tampan itu.
" Lepas!" teriak Aluna sambil menghempaskan tangan David dan juga Raka. " Gue nggak mau pulang sama kalian berdua! gue mau pulang sama dia" tunjuk Aluna pada Tomy.
" Sa-saya?" tanya Tomy.
" Iya lo" kata Aluna sambil menarik tangan Tomy keluar dari restoran itu.
Nona tolong lepaskan saya. Apa anda tidak lihat wajah bos saya. Bisa-bisa saya dikuliti hidup-hidup. lirih Tomy dalam hati.
David mengepalkan tangannya menahan emosi. " Ini gara-gara lo! kekasih gue jadi marah"
" Enak aja anda nyalahin saya. Anda sendiri tadi yang keras kepala"
" Andai aja bunuh orang itu nggak dosa, udah gue matiin Lo" kata David sambil beranjak pergi dari sana.
Aluna dan Tomy sudah sampai di parkiran. Tomy masih ragu untuk membawa Aluna pergi. Karena taruhannya nyawa sama gajinya.
" Nona, apa kita nggak nunggu bos saya dulu?"
" Tapi saya masih sayang sama nyawa saya nona"
" Apa hubungannya nyawa lo sama melajukan mobil ini?"
" Tentu saja ada nona. Dan itu berhubungan dengan nyawa dan juga gaji saya"
Aluna mengeyitkan alisnya. Ia benar-benar tidak mengerti apa maksud ucapan lelaki yang ada di sampingnya itu.
" Ya udah, kalau lo takut, biar gue aja yang nyetir mobilnya"
" Jangan!"
Tentu saja ia tidak akan membiarkan Aluna membawa mobil itu. Bisa-bisa ia pulang hanya tinggal nama.
" Kenapa?" tanya Aluna.
" Karena saya yang akan mendapatkan hukuman"
" Nggak akan. Gue jamin bos lo tidak akan berani menyentuh Lo"
Tomy pun tidak bisa berkata-kata lagi. Lagipula ia mendapatkan perlindungan dari Aluna. Jadi bosnya tidak akan berani menghukumnya.
" Baiklah, kita pergi sekarang"
" Nah gitu dong" kata Aluna sambil memasang sabuk pengamannya.
Tomy melajukan mobilnya meninggalkan restoran. Saat mobil itu sudah melaju, David baru datang. Ia menendang dinding, karena asistennya itu pergi membawa mobil dan juga wanitanya.
" Si*l*n..! " umpat David.
__ADS_1
Mobil itu makin menghilang dari pandangan David. Aluna merasa senang karena David tidak berhasil mengejar mereka.
" Anda mau langsung pulang nona?" tanya Tomy.
" Nggak. Kita ke pantai dulu"
" Baiklah"
Tomy membelokkan mobilnya ke arah pantai. Sepertinya pantai adalah tempat yang tepat untuk menenangkan pikiran untuk saat ini.
Mereka pun sampai di pantai. Tanpa menunggu lama Aluna segera keluar dari dalam mobil. Ia berlari menuju bibir pantai. Sedangkan Tomy menunggu wanita cantik itu di dalam mobil.
Aluna membuka sepatunya. Ia melemparkan sepatunya begitu saja. Setelah itu ia berlarian di sepanjang bibir pantai. Ya sekarang ini Aluna seperti anak kecil.
Tomy tersenyum melihat Aluna yang asik main kejar-kejaran dengan ombak. Tawanya pun terdengar lepas. Ia mengambil ponselnya dan mengambil video untuk dia gunakan nanti untuk membujuk bosnya kalau marah.
" Tom ayo kesini" teriak Aluna.
Tomy yang mendengar suara Aluna memanggil namanya pun langsung menyimpan ponselnya. Ia keluar dari dalam mobil, dan bergabung bersama Aluna.
" Bantu aku buat istana pasir " kata Aluna.
" Ogah"
" Buruan Tom"
" Saya nggak bisa membuat istana pasir nona"
" Coba dulu"
Mau tak mau Tomy pun menyanggupi permintaan wanita cantik itu. Aluna memang gadis yang menyenangkan. Ia punya daya tarik yang sangat kuat.
Bro, lo sangat beruntung bisa mendapatkan wanita secantik Aluna. Tapi apakah Aluna juga mencintai lo bro. Gumam Tomy dalam hati.
" Yee istana pasirnya sudah jadi" kata Aluna sambil bertepuk tangan.
Tomy menutup mulutnya melihat tingkah Aluna seperti anak kecil yang habis dapat mainan.
" Tapi ini nggak terlihat seperti istana nona?"
" Benarkah?"
" Ya. Ini lebih mirip kek rumah"
" Masa sih?"
" Iya. Coba anda perhatikan lagi"
" Benar ini kek rumah, tapi nggak apa-apa"
Tomy duduk di atas pasir putih. Ia memandang jauh ke laut lepas yang ada di sana. Aluna ikut duduk di samping Tomy. Mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing.
Saat Aluna dan Tomy sedang menikmati suasana pantai. David sedang melepaskan amarahnya para samsak tinju. Ia menempelkan fotoTomy di samsak itu. Kemudian ia meninju foto itu dengan sekuat tenaga. Ia membayangkan samsak itu adalah Tomy.
" Dasar asisten nggak ada akhlak. Beraninya lo bawa kabur wanita gue" kata David sambil memukul foto Tomy.
Tidak bisa dibayangkan kalau samsak itu benar-benar tubuh Tomy. Bisa-bisa Tomy hanya tinggal nama.
To be continue.
Nih Feby kasih visualnya Tomy. Oleng-oleng deh kalianðŸ¤
__ADS_1
Happy reading 😚😚