
Divya terus saja memanggil nama putranya. Tapi sang putra masih terus berjalan tanpa mau menoleh ke belakang.
" Dasar anak durhaka, ini pasti pengaruh wanita itu"
" Stop! jangan menjelekkan menantu papa lagi Ma"
" Papa sama saja sama David. Sudah dibutakan sama wanita itu"
" Menantu papa bukanlah wanita yang seperti itu. Seharusnya papa yang bicara seperti itu. Mama sudah dibutakan sama anak sahabat mama itu!"
" Angel itu wanita baik Pa. Dan dia juga dari keluarga yang baik"
" Baik dari mananya?"
" Dari semuanya. Bahkan Angel itu lebih jelas asal usulnya"
" Ck, jelas darimana? Mama juga tau kan, kalau Angel itu tidak jelas siapa ayah biologisnya?"
" Maksud papa?"
" Nggak usah berpura-pura bodoh Divya. Kamu pasti tau apa maksudku"
Deg.
Divya kaget karena suaminya sudah memanggil namanya. Tidak ada sebutan mama lagi.
" Setidaknya Angel selevel dengan keluarga kita Pa"
" Mungkin sama mama selevel. Tapi tidak dengan papa"
" Kenapa papa selalu saja menentang pilihan mama"
" Kalau pilihan mama baik dan David juga suka, papa pasti tidak akan menentangnya"
" Tapi Angel itu baik Pa. Dibandingkan wanita licik dan matre itu"
" Menantu papa bukan wanita seperti itu. Dan harus kamu ingat, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerima Angel sebagai menantuku dan juga bagian dari keluarga Wesley" kata Garry sambil berlalu pergi meninggalkan istrinya.
" Papa akan menyesal karena tidak memilih Angel sebagai menantu kita"
Garry menghentikan langkahnya. " Justru aku akan menyesal kalau memilih dia sebagai menantuku"
" Papa mau kemana? Mama belum selesai bicara Pa"
Garry terus saja berjalan. Ia mengacuhkan panggilan sang istri. Divya mengepalkan tangannya. Ia benar-benar tak habis pikir sama suami dan juga putranya itu. Bisa-bisanya mereka memilih wanita yang tidak tau asal usulnya.
Mama akan buktikan, kalau menantu pilihan papa bukan wanita baik.
🍃🍃🍃
Aluna sangat takut. Suaminya melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Dan ia juga terdengar umpatan keluar dari mulut suaminya.
" Brengsek..!"
Ia harus segera menemukan cara untuk menenangkan suaminya. Kalau tidak mereka akan mengalami kecelakaan. Aluna membuka sabuk pengamannya.
Cup.
Satu kecupan mendarat di pipi David. Lelaki tampan itu segera tersadar kalau dia sedang bersama istrinya. Ia pun segera menghentikan mobilnya.
David melirik kearah wanita yang baru saja memberikan kecupan singkat di pipinya. Ia melihat wanita cantik itu sedang tersenyum padanya. Walaupun istrinya tersenyum, tapi tidak menutupi raut ketakutan di wajahnya.
__ADS_1
Ia segera melepaskan sabuk pengamannya. Kemudian ia memeluk istrinya. " Maaf, sudah membuat kamu takut"
Aluna membalas pelukan suaminya. Ia menepuk-nepuk pundak suaminya. Dia tau kalau sang suami merasa bersalah padanya.
" Aku nggak apa-apa Dad "
" Walaupun kamu bilang nggak apa-apa, tapi aku tetap mau minta maaf sama kamu"
" Aku mau memaafkan Daddy, asalkan Daddy tidak mengulangi membawa mobil seperti tadi"
" Aku janji sayang. Aku tidak akan membawa mobil dengan kecepatan tinggi lagi"
" Karena Daddy sudah minta maaf, maka aku memaafkan Daddy"
" Makasih sayang" ucap David sambil mengecup kening sang istri.
" Sekarang kita pulang ya, aku mau istirahat"
" Iya sayang"
David melajukan kembali mobilnya. Tapi sebelum itu ia sudah memakai sabuk pengaman.
Sepanjang jalan, David selalu merutuki kebodohannya. Bisa-bisanya ia membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Ia bisa saja membahayakan dirinya dan juga istrinya.
" Baby"
Tidak ada jawaban dari istrinya. David pun menoleh kearah sang istri. Ia tersenyum melihat istrinya yang sudah terlelap entah sejak kapan. Ia tau, istrinya itu sangat sedih karena penghinaan mamanya tadi.
Mereka pun sampai di rumah. David memarkirkan mobilnya. Setelah itu ia membuka sabuk pengaman sang istri. Ia menggendong istrinya ke dalam rumah.
" Non Aluna kenapa Den?" tanya Bik Ijah yang melihat nona mudanya di gendong oleh suaminya.
" Syukurlah, bibik kirain kenapa"
" Ya udah, saya bawa Aluna ke kamar dulu ya Bik"
" Iya Den"
David menggendong istrinya ke kamar mereka. Ia membawa sang istri dengan sangat hati-hati. Kalau tidak nanti mereka bisa jatuh.
David agak ke sudahan membuka pintunya kamarnya. Dengan susah payah, akhirnya ia berhasil membuka pintu kamar. Ia masuk kedalam kamar dan langsung membaringkan sang istri di atas kasur.
Ia tersenyum melihat sang istri masih terlelap dalam mimpinya. Walaupun sudah di pindahkan ke atas kasur, Aluna masih saja tidak bangun dari tidurnya.
Setelah membaringkan sang istri. David pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia ingin mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Ia berharap dengan begitu emosinya bisa hilang.
David mengguyur tubuhnya dengan air dingin yang langsung keluar dari shower. Ucapan mamanya masih terus terngiang-ngiang di telinganya.
Aaaarrrgghh..
Kadang iya bertanya-tanya, apakah dia emang anak kandung mamanya. Bukan apa-apa, melihat mamanya yang tidak peduli akan kebahagiaannya. Ia seperti anak kandung rasa anak tiri.
Terlalu lama di bawah guyuran air shower, tubuh David sudah mulai menggigil. Ia segera menyudahi acara mandinya. Ia tidak ingin sakit karena lama-lama kena air dingin. Kalau ia sakit siapa yang akan menjaga istrinya.
David keluar dari kamar mandi. Ia berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaiannya. Ia melihat sang istri masih terlelap dalam tidurnya.
Ia segera memakai pakaiannya. Setelah itu ia berjalan menuju tempat tidurnya. Ia membaringkan tubuhnya di samping sang istri.
" Nyenyak banget sih tidak kamu?" kata David sambil menoel-noel hidung sang istri.
David tersenyum melihat ekspresi wajah istrinya berubah. Dan entah kenapa, itu terlihat sangat menggemaskan di matanya.
__ADS_1
Aluna membuka matanya, karena David yang terus menoel-noel hidungnya. Ia melihat suaminya tersenyum manis kepadanya.
" Daddy"
" Ya baby"
" Jail banget sih?"
" Habis kamu tidurnya nyenyak banget"
" Dasar tukang ganggu" kata Aluna sambil memunggungi suaminya.
" Hei nggak boleh munggungi suami kek gitu"
" Biarin! salah sendiri, kenapa jail "
David masuk kedalam selimut. Kemudian ia menggelitik pinggang istrinya.
Aaaa...
" Daddy, geli"
" Biarin! kenapa bilang aku jail"
Aluna tertawa karena tidak dapat menahan rasa geli. Sampai-sampai air matanya keluar karena tertawa.
David ikut senang melihat istrinya tertawa lepas seperti itu. Ia ingin selalu terlihat istrinya tersenyum bahagia seperti ini.
" Daddy stop!"
" Nggak akan, sebelum kamu bilang ampun"
" Daddy ampun"
" Good girl" kata David sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
" Good sih good, tapi nggak harus nyosor juga kali Dad"
" Nyosor istri sendiri kan nggak apa-apa"
" Aku manggilnya Daddy duck aja ya"
" Kamu samain aku kek duck?"
" Ya kan suka nyosor, sama kek duck "
" Kamu benar-benar nggak boleh dikasih ampun ya" kata David yang kembali menggelitik pinggang sang istri.
" Daddy, ntar aku ngompol nih"
" Ngompol aja "
Aluna tidak tinggal diam, ia membalas sang suami. Mereka pun saling menggelitik. Tawa mereka berdua pun menggema di kamar itu.
To be continue.
Daddy tampan dan baby yang manja.
Happy reading 😚😚
__ADS_1