Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Pangeran kodok


__ADS_3

" Tolong jaga sikap mu di depan putriku" kata Adrian pada istrinya setelah mereka berada di kamar.


" Kenapa aku harus menjaga sikap ku?"


" Karena sikap mu itu bisa menyakiti perasaan putriku"


" Aku tidak suka kamu membawa orang asing ke acara keluarga kita"


" Aku sudah katakan dia bukan orang asing, tapi dia putriku"


" Tapi Angel juga putrimu"


" Ck,, apa kau lupa Angel itu bukan putri kandungku. Apa aku perlu mengingatkan mu"


" Jangan pernah bicara seperti itu"


" Kalau kau tidak ingin aku berbicara seperti itu, maka jaga sikap mu di depan putriku"


" Baik"


Adrian meninggalkan istrinya. Jika bukan karena di jebak dan juga ingin mempertahankan perusahaan miliknya. Ia tidak akan menikahi wanita licik itu.


Ia tidak tau kenapa istrinya tidak menyukai putri kandungnya. Padahal dia menyayangi Angel seperti putri kandungnya sendiri.


" Aluna"


" Eh, papa"


" Kenapa kamu sendirian di sini, hhmm?"


" Lagi pengin aja Pa. Lagian Aluna tidak begitu di sukai sama istri papa"


Adrian memeluk putrinya itu. " Maafkan papa, sayang"


" Papa nggak salah, jadi untuk apa meminta maaf"


" Tidak. Justru papa banyak salah sama kamu. Maaf karena baru bisa menemui kamu lagi"


Air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya keluar juga. Adrian semakin memeluk erat putri kesayangannya itu. Ia tidak bermaksud untuk menelantarkan putrinya. Dalam beberapa tahun ini dia memang sibuk memperkokoh perusahaannya.


" Papa nggak ada maksud untuk menelantarkan kamu sayang. Papa benar-benar sibuk beberapa tahun ini. Papa menyiapkan semua itu untuk kamu nanti"


" Tapi Aluna nggak butuh semua itu Pa. Aluna cuma butuh papa"


" Sayang dengarkan papa. Sebentar lagi kamu akan lulus kuliah, jadi papa ingin kamu yang memimpin perusahaan papa nanti"


" Kenapa Aluna Pa"


" Karena kamu putri papa. Putri kesayangan papa. Aluna berjanjilah kalau kamu akan lulus dengan nilai terbaik" kata Adrian menatap putrinya itu.


" Aluna tidak bisa berjanji, tapi Aluna akan berusaha"


" Papa yakin kamu bisa"


Kamu harus menjadi wanita yang kuat Nak. Karena setelah papa tiada, tidak akan ada lagi yang bisa melindungi kamu, termasuk mama.


Aluna merasa ada sesuatu yang di sembunyikan papanya darinya. " Apa papa baik-baik aja?"


" Papa baik-baik aja sayang. Kenapa?"


" Aluna merasa ada yang papa sembunyikan dari Aluna"


Adrian tersenyum. Ia tidak menyangka putrinya bisa membaca keadaannya. " Itu cuma perasaan kamu aja sayang. Papa baik-baik aja"


" Sungguh?"


" Hhhmm"

__ADS_1


" Syukurlah. Papa jangan bekerja terus, jaga kesehatan juga"


" Iya sayang "


Aluna menghabiskan waktu dengan mengobrol dengan papanya. Sesekali ayah dan anak itu bercanda, hingga tawa mereka menggema di sana.


Angel mengepalkan tangannya melihat papanya lebih dekat dengan Aluna. Ia tidak akan membiarkan Aluna merebut papanya. Ia pergi meninggalkan tempat itu dengan emosi.


" Kak Aluna sama papa ternyata ada disini" kata Leo.


" Eh jagoan papa. Ada apa?"


" Aku mau ngajak kak Aluna main game Pa"


" Kakak mu tidak akan mau, karena game itu permainan untuk anak-anak seperti kamu"


" Siapa bilang nggak mau. Yuk Leo, kita main game" kata Aluna sambil beranjak dari tempat duduknya.


" Hei kalian berdua mau kemana? jangan tinggalkan papa "


Aluna dan Leo tidak menghiraukan panggilan papanya. Adrian tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Tapi dia senang, setidaknya ada Leo yang sayang sama Aluna.


Di tempat lain.


David sudah rapi dengan memakai t-shirt berwarna hitam dan juga celana jeans selutut. Hari ini dia akan menemui gadis nakalnya. Ia akan mengajak gadis nakal itu jalan-jalan. Ia mengambil dompet, ponsel dan juga kunci mobilnya.


" Bik nggak usah masak ya. Saya mau makan di luar" kata David pada salah satu maid-nya.


" Baik tuan"


Lelaki tampan itu melajukan mobilnya menuju kediaman Aluna. Hari ini dia menyetir sendiri, karena ini weekend, asistennya libur.


Suasana jalanan sore itu sudah mulai ramai sama pengendara motor maupun mobil. Mungkin karena malam ini adalah malamnya anak muda. Itu berlaku untuk anak muda yang punya pasangan. Tidak untuk para jomlo.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, akhirnya David sampai di depan rumah Aluna. Sebelum turun, ia melihat kembali penampilannya. David keluar dari mobilnya. Ia siap untuk menemui gadis nakalnya.


Ting nong.


" Sore Bik"


" Sore"


" Aluna ada?"


" Non Aluna nggak ada di rumah Den"


" Nggak ada di rumah? bibik jangan bercanda sama saya"


" Bibik nggak bercanda Den. Tadi papanya non Aluna menjemput untuk pergi jalan-jalan"


" Kemana Bik?"


" Bibik nggak tau Den, kenapa Aden tidak coba telpon non Aluna saja"


" Saya nggak punya nomor teleponnya Bik"


" Oh iya, bibik lupa. Non Aluna kan nggak punya ponsel"


" Nggak punya ponsel?"


" Iya Den, kemarin sih punya. Tapi ponsel itu umurnya tidak lama"


" Maksud bibik?"


" Ponsel non Aluna hancur Den"


" Kok bisa?"

__ADS_1


" Ya bisa, wong dilempar ke dinding"


Wah bar-bar juga dia.


" Karena Aluna tidak ada, saya permisi dulu ya Bik. Kalau Aluna sudah kembali, tolong bibik hubungi saya" kata David sambil memberikan nomor teleponnya pada Bik Ijah.


" Siap Den"


" Tapi jangan bilang sama Aluna ya Bik, ink rahasia kita berdua"


" Ok Den"


" Saya pergi dulu"


David melajukan mobilnya meninggalkan rumah itu. Gagal sudah rencana yang sudah dia rancang. Dia juga sudah minta bibik nggak masak lagi. Ia pun melajukan mobilnya menuju apartemen asistennya.


🍃🍃🍃


Tomy kaget melihat bos sekaligus sahabatnya itu sudah berada di depan pintu apartemennya. Bukankah sahabatnya itu mau berkencan buta dengan gadis nakal itu.


" Ngapain di sini?"


David tidak menjawab pertanyaan dari Tomy. Ia langsung menerobos masuk ke dalam apartemen sahabatnya itu.


" Tom ada makanan nggak?" tanya David sambil membuka kulkas.


Ternyata di dalam kulkas itu cuma ada dua butir telur dan juga beberapa minuman kaleng. Ia menutup kembali kulkas itu. Ia beralih ke meja makan. Di sana ada roti tawar dan juga selai.


" Cuma ini yang ada di apartemen Lo?"


" Iya, lagian lo kenapa kek orang susah gitu sih?!"


" Gue emang lagi susah dan juga kelaparan"


" Apakah sahabat gue ini udah bangkrut, sampai-sampai dia tidak punya uang untuk membeli makanan"


Pletak.


" Sembarangan lo kalau ngomong. Gue batal kencan, terus bibik udah gue suruh pulang"


Tawa Tomy pun pecah mendengar ucapan sahabatnya itu. Ternyata sahabatnya itu sedang galon karena gagal kencan dengan gadis nakal itu.


" Emang tu cewek kemana?"


" Pergi sama bokap nya"


" Kenapa lo nggak ikut juga"


" Gimana mau ikut, gue aja nggak tau kapan dia perginya"


" Kasihan pangeran kodok kehilangan Cinderella nya"


" Ck,, cepat pesankan gue makanan"


" Ogah, ntar lo suruh gue yang bayar"


" Kagak! mumpung hari ini gue Baek, jadi hari ini gue yang bayar"


" Beneran ya"


" Hhmm"


Tomy semangat 45 memesan makanan lewat aplikasi ponselnya. Ia memesan makanan yang harganya lumayan menguras kantong sahabatnya. Ya walaupun itu nggak akan menguras banget, karena uang sahabatnya itu tidak akan habis tujuh turunan.


To be continue.


Malam Minggu di temani babang tampan.

__ADS_1



Happy Reading 😚😚


__ADS_2