Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Nonton film


__ADS_3

Setelah selesai membeli kebaya dan juga jas yang akan mereka pakai untuk akad nanti. David dan Aluna segera pergi meninggalkan butik itu. Sekarang mereka akan pergi ke bioskop untuk menonton film.


David memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang tersedia di mall terbesar itu. Setelah itu mereka memasuki mall itu dengan bergandengan tangan.


" Om"


" Hhmm"


" Emang harus gandengan ya"


" Iya. Kalau nggak di gandeng kamu hilang lagi"


" Emangnya aku anak kecil apa"


" Emang kamu anak kecil"


" Ck"


Saat memasuki mall. Mereka berdua jadi pusat perhatian orang-orang. Aluna merasa risih di tatap seperti itu oleh para pengunjung itu. Sedangkan David berjalan dengan wajah dingin dan datarnya.


" Bioskopnya ada di lantai berapa?" tanya David.


" Emang Om belum pernah ke bioskop?"


" Belum"


" Idih kuno banget sih. Masa hari gini nggak pernah ke mall?. Terus kalau Om mau nonton film gimana?"


" Saya kan sudah bilang, kalau saya nggak suka nonton film. Lagian saya punya bioskop pribadi"


" Serius?"


" Hhmm"


" Wah,, benar-benar sultan "


Mereka pun sampai di lantai tiga mall itu. Aluna bingung mau menonton film yang mana.


" Kita, mau nonton film yang mana?" tanya David.


" Film yang itu aja, kayaknya seru " kata Aluna.


" Oke"


" Om beli tiket, aku beli popcorn sama minum dulu"


" Beli tiketnya dimana?"


" Di loket sana"


David menoleh kearah yang ditunjuk gadis nakalnya itu. Mata David terbelalak melihat kerumunan orang yang sedang mengantre di sana.


" Kamu nggak bercanda kan?"


" Nggak Om"


" Kamu kan tau saya punya penyakit OCD, jadi nggak bisa dekat-deket sama orang. Ntar kalau penyakit saya kambuh gimana? "


" Oh iya, maaf Om aku lupa. Ya udah biar aku aja yang mengantre di sana "


" Kamu mau berdempetan sama laki-laki"


" Terus gimana dong?"


" Ya udah, saya booking bioskopnya" kata David sambil mengambil ponsel dari saku celananya.

__ADS_1


" Jangan!"


" Kenapa?"


" Nggak asik nontonnya cuma kita berdua aja"


" Saya nggak suka liat kamu berdempetan sama cowok lain"


" Namanya juga mengantre Om. Aku janji nggak akan terlalu berdempetan dengan cowok"


" Beneran ya. Saya akan perhatikan kamu dari sini"


" Oke. Sini duitnya"


" Ck,, kamu ngajak saya nonton di bioskop, tapi nggak punya uang. Gimana sih?"


" Om lupa, dompet sama ponsel aku kan ketinggalan di rumah"


David mengambil uang kertas seratus ribu dari dalam dompetnya. " Segini cukup nggak?"


" Cukup. Om duduk manis di sana, aku beli tiket dulu"


" Buruan. Ntar saya di culik "


" Idih siapa juga yang mau culik Om"


" Cewek cabe-cabean lha"


" Udah ah, aku beli tiket dulu" kata Aluna sambil berlalu pergi.


David pun mengikuti saran wanitanya. Ia duduk di kursi panjang yang ada di sana. Ia menunggu Aluna sambil memainkan game yang ada di ponselnya.


Ia tidak fokus bermain gamenya. Itu dapat terdengar dan juga dilihat dari tulisan defeat yang ada di layar ponselnya. Akhirnya David memutuskan untuk menyimpan ponselnya kembali.


Setelah cukup lama menunggu, Aluna kembali dengan membawa tiga tiket di tangannya. Ia setengah berlari menuju kearah David.


" Om, dapat nih tiketnya"


David sangat gemas melihat gadis nakalnya yang berlari kearahnya. Ingin sekali ia mencium wanitanya itu. Tapi ia sadar ini di depan umum, jadi ia mengurungkan niatnya.


" Kenapa beli tiketnya tiga? kan kita cuma berdua"


" Karena aku tau Om ada penyakit OCD. Jadi aku beli aja tiga kursi agar Om nyaman nanti nontonnya. Tanpa takut ada bersentuhan dengan orang lain"


David tersenyum mendengar ucapan gadis nakalnya itu. Ia tak menyangka Aluna akan memikirkan semua itu. Ia mengecup kening Aluna dengan penuh kasih sayang.


Wajah Aluna bersemu merah. Ia tidak menyangka lelaki tampan itu akan menciumnya di tempat umum.


" Makasih ya" ucap David tulus.


" Sama-sama Om" kata


" Sekarang apalagi?" tanya David.


" Beli popcorn sama minum lha"


" Ada uang?"


" Ada, sisa uang beli tiket tadi"


Aluna pergi membeli popcorn dan juga minuman untuk mereka berdua. Untungnya di tempat stand popcorn tidak terlalu rame, jadi ia tidak perlu mengantre terlalu lama.


David melihat Aluna yang kesusahan membawa popcorn dan minuman. Ia pun langsung mengambil ahli popcorn dan minuman itu dari tangan gadisnya.


" Makasih Om "

__ADS_1


" Hhmm"


Tak berselang lama terdengar informasi kalau film yang akan mereka tonton akan segera di mulai. David dan Aluna pun segera masuk kedalam gedung bioskop.


Aluna mencari tempat duduk yang tertera di tiketnya. Setelah menemukan tempat duduknya, mereka langsung duduk di kursi itu.


David baru pertama kali nonton di bioskop seperti ini. Ia memang tidak terlalu suka keramaian. Di tambah dengan penyakit OCD nya, membuat dia tambah malas berada di keramaian.


" Kamu sering ya nonton di bioskop?" tanya David.


" Nggak sering juga kali Om"


" Nonton ke sini sama siapa? pacar ya?"


" Hhmm"


" Senang dong bisa nonton sama pacar?"


" Ya gitu deh"


Lampu di bioskop pun mati. Layar besar yang ada di depan pun mulai menyala. Itu tandanya film yang akan mereka tonton akan segera diputar.


Aluna fokus melihat layar yang berukuran besar itu. Film yang akan mereka tonton ini sangat menguras emosi dan juga air mata.


David tersenyum melihat ekspresi wajah Aluna yang kadang-kadang berubah. Kadang terlihat kesal, kadang tertawa. Itu sangat lucu dan menggemaskan.


" Kamu kenapa?" tanya David yang heran melihat Aluna yang tiba-tiba menangis.


" Cowok itu kejam banget "


David menepuk jidatnya, karena mendengar ucapan Aluna. Ia tidak menyangka gadis cantik itu akan menangis hanya kerena film. Dan ini kali pertamanya dirinya melihat Aluna menangis.


" Udah makan ini aja" kata David sambil memasukkan popcorn ke mulut Aluna.


Aluna mengunyah popcorn pun mengunyah popcorn itu. Ia tidak menangis lagi. Ia pun mengambil popcorn.


" Om makan juga" kata Aluna sambil menyuapi David. Dengan senang hati David memakan popcorn itu.


" Enak nggak?"


" Enak kalau kamu yang suap-in"


" Itu mah maunya Om"


" Tentu saja maunya saya. Emang kamu nggak mau suap-in saya?"


" Nggak" kata Aluna yang kembali fokus menatap layar besar itu.


Satu jam sudah berlalu. Film yang mereka tonton pun sudah habis. Satu persatu pengunjung bioskop itu meninggalkan ruangan itu.


Aluna dan David keluar paling akhir. Ya David tidak ingin berebutan dan juga berdempetan dengan orang-orang. Jadi mau nggak mau mereka harus keluar paling akhir.


" Sekarang mau kemana lagi?" tanya David.


" Makan "


" Oke, kita cari restoran yang enak"


Mereka pun langsung pergi menuju restoran. Tangan David selalu menggenggam tangan Aluna. Ia seperti takut gadis nakal itu akan hilang.


Di kejauhan ada sepasang mata yang melihat David mengandeng tangan wanita dengan sangat mesra. Wanita itu mengepalkan tangannya karena menahan emosi. Ia penasaran siapa wanita yang bersama dengan lelaki tampan itu.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2