
Aluna sangat senang, karena ia berhasil menyelesaikan soal ujiannya dengan baik. Nggak sia-sia dia bergadang semalaman untuk menghafal semua materi pelajaran. Ia berharap bisa memenuhi keinginan papanya lulus dengan nilai terbaik.
Daniel menatap punggung mantan kekasihnya. Ia tidak menyangka sekarang wanita yang menjadi primadona kampus dan pernah menjadi kekasihnya itu berubah menjadi sosok yang dingin dan tidak bisa tersentuh.
Maya sangat kesal melihat Daniel selalu menatap ke arah Aluna. Rasa bencinya pada Aluna semakin besar. Entah kenapa semua orang selalu mengagumi kecantikan wanita itu.
" Kamu kenapa sih liatin Aluna terus?"
" Entah kenapa aku jadi menyesal karena telah menyakitinya" kata Daniel yang masih menatap punggung Aluna.
" Apa kamu bilang, menyesal?"
" Hhmm"
Maya tertawa getir mendengar ucapan Daniel. Ia tidak menyangka lelaki yang dia cintai itu berkata seperti itu. " Kenapa kamu baru menyesal sekarang?"
" Karena penyesalan itu memang datang di akhir kan? lagian sekarang aku hanya bisa mengaguminya dari jauh"
" Apa kamu mau balikan sama dia?!"
" Kalau dia memberikan kesempatan untuk ku, sudah pasti aku akan menggunakan kesempatan itu untuk kembali padanya"
" Apa! terus bagaimana dengan ku?"
" Sudahlah Maya, aku lagi malas berdebat "
Saat Daniel dan Maya sedang berdebat, tiba-tiba ada seorang mahasiswa dari jurusan lain masuk kedalam kelasnya. Cowok itu menghampiri meja Aluna.
" Ternyata aslinya lebih cantik daripada yang di foto. Lo mau nggak berkencan sama gue?" tanya lelaki itu.
Aluna melirik lelaki yang baru datang itu. Anaknya tidak tampan, dan juga tidak jelek. Ya standar gitu lha.
" Lo anak fakultas ekonomi yang terkenal bandel itu kan?"
" Ya. Kenalin nama gue Raka"
" Aluna"
" Minggir! gue mau duduk di samping Aluna" kata Raka pada mahasiswi cewek yang duduk di samping Aluna.
Karena cewek itu tau siapa Raka. Mau tak mau ia pun pindah dari kursi itu. Lebih baik cari aman daripada cari masalah dengan Raka. Ya seperti itulah yang ada didalam pikiran cewek itu.
" Bagaimana Aluna. Lo mau kan jalan sama gue?"
" Sorry, selama satu Minggu ini gue tidak terima ajakan berkencan"
" Kenapa?"
" Karena gue mau fokus belajar dan mendapatkan nilai terbaik saat lulus nanti"
" Oke, gue kasih lo waktu selama satu Minggu untuk belajar. Setelah itu gue tidak terima penolakan lagi"
" Ck,, gue nggak suka di paksa"
" Kalau nggak mau dipaksa, terima ajakan gue"
" Gue nggak bisa janji" kata Aluna sambil berlalu pergi.
Raka tersenyum sambil memandang kepergian Aluna. Ternyata sangat susah menaklukkan hati primadona kampus itu. Setelah itu ia pun menyusul Aluna.
" Lo ngapain ngikutin gue?" tanya Aluna saat melihat Raka sudah berada di sampingnya.
" Gue mau nganterin lo sampai parkiran"
" Nggak usah repot-repot. Lagian gue bukan anak kecil yang harus lo antar"
__ADS_1
" Lo itu gadis pertama yang menolak untuk dianterin sama cowok tampan kek gue"
" Pede banget lo"
" Tentu saja. Asal lo tau, di kampus ini banyak yang mengantre untuk jadi pacar aku"
" Tapi sayangnya aku nggak!"
" Ya untuk itulah gue akan mengejar lo, Aluna"
" Gue kan nggak lari. Jadi ngapain di kejar"
" Maksud gue bukan ngejar Lo saat lari. Tapi mengejar cinta lo"
" Gue lagi nggak minat pacaran Raka. Jadi buang semua angan-angan lo itu"
" Bagaimana kalau kita mulai dengan berteman dulu"
Aluna menghentikan langkahnya. Ia menatap laki-laki yang ada di sampingnya. Ia tidak tau apa tujuan Raka berkata seperti tadi. Sedangkan Raka jadi salting karena di tatap intens oleh wanita cantik itu.
" Bagaimana. Apa kita bisa berteman?" tanya Raka lagi.
" Baiklah. Berteman"
Raka tersenyum bahagia, karena langkah pertamanya berhasil. Ia berharap suatu hari nanti Aluna mau membuka hatinya.
" Sekarang kita ke restoran xx. Gue akan traktir lo makan siang"
" Sorry. Mungkin lain kali deh"
" Gue nggak terima penolakan. Ini kan untuk merayakan hari pertemanan kita"
" Emang perlu ya?"
" Perlu dong"
" Gitu dong. Kita pergi sama motor gue ya?"
" Motor?"
" Iya. Kenapa? takut nanti kulitnya menjadi hitam?"
" Bukan"
" Lantas"
" Gue belum pernah naik motor sebelum"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Bagus dong. Nanti lo akan tau gimana serunya naik motor"
" Kalau kita pergi sama motor. Terus mobil gue gimana?"
" Gampang, ntar gue suruh sopir gue untuk bawa mobil lo"
" Apa nggak merepotkan?"
" Nggak kok"
" Baiklah"
Para mahasiswa lain kaget melihat primadona kampus jalan sama anak paling bandel di kampus itu. Walaupun Raka tampan, tapi imejnya sudah terkenal jelek.
__ADS_1
" Kok Aluna mau ya jalan sama Raka"
" Iya, padahal kan semua mahasiswa disini tau bagaimana kelakuan si Raka itu"
" Kalau gue mah ogah banget jalan sama dia"
" Tapi walaupun terkenal bandel, tapi ia sangat tampan"
Raka hanya tersenyum mendengar ucapan para mahasiswi cewek itu. Ia tidak marah, karena apa yang dikatakan merupakan benar adanya. Jadi untuk apa dia marah.
" Ternyata lo sangat terkenal ya di kalangan mahasiswa cewek"
" Hhmm"
Mereka berdua pun sampai di depan kampus. Raka pergi mengambil mobilnya ke parkiran. Sedangkan Aluna menunggu Raka di depan pintu gerbang kampus.
" Aluna"
Aluna mendengar ada yang memanggil namanya langsung menoleh kearah suara. Ia menghela nafasnya melihat siapa yang memanggil namanya tadi.
" Mau apalagi lo?" tanya Aluna tanpa basa-basi.
" Lo jangan harap bisa balikan lagi sama Daniel" kata Maya.
Ya orang yang memanggil Aluna tadi adalah Maya. Mantan sahabatnya.
" Hello! lo sakit atau gimana. Gue nggak mungkin lagi balikan sama cowok parasit kek dia. Dan lagi, sesuatu yang sudah gue buang, pantang gue pungut kembali"
" Bagus. Gue pegang kata-kata lo"
Tak berselang lama Raka datang dengan mengendarai motor sport nya. Ia berhenti tepat di depan Aluna.
" Yuk naik" kata Raka sambil memberikan helm pada Aluna.
Maya heran melihat Aluna jalan sama Raka. Ia bertanya-tanya ada hubungan antara mereka berdua. Apa Aluna sudah move on dari Daniel.
Raka membantu Aluna memasang kan helm ke kepala Aluna. Itu semua tidak luput dari pandangan Maya. Ia sangat shock melihat Raka sangat perhatian sama Aluna.
" Apa kalian pacaran?"
" Kita pacaran atau nggak? bukan urusan lo!" kata Aluna sambil naik ke atas motor.
Raka melajukan motornya meninggalkan Maya yang masih menatap heran pada mereka. Motor itu semakin menjauh meninggalkan area kampus.
" Gimana? seru nggak naik motornya?" tanya Raka saat mereka sudah sampai di jalan raya.
" Seru banget"
" Mau yang lebih seru lagi nggak?"
" Apa?"
Raka menambahkan laju kecepatan motornya. Aluna yang kaget karena Raka menambah laju motornya refleks memeluk pinggang lelaki tampan itu.
Raka tersenyum karena Aluna memeluknya. Kapan lagi bisa dipeluk sama primadona kampus itu.
Tampa terasa mereka sampai di restoran xx. Raka memarkirkan motornya ditempat parkir yang sudah di sediakan di restoran itu.
Aluna memberikan helm yang ia pakai tadi pada Raka. Raka menitipkan helm mereka di tempat penitipan barang. Setelah itu mereka berdua pun masuk kedalam restoran.
To be continue.
Aluna
__ADS_1
Happy reading 😚😚