Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Penggoda


__ADS_3

Sampai di kamarnya Aluna langsung menuju kamar mandi. Ia memakai baju keramatnya. Malam ini ia akan memberikan hadiah untuk suaminya. Karena suaminya itu sudah memberikan surprise yang terindah.


Aluna tersenyum membayangkan bagaimana reaksi suaminya nanti saat melihat ia memakai baju keramatnya. Sekarang ia siap untuk memberikan hadiah untuk suaminya.


" Daddy"


Ponsel yang ada di tangan David langsung terjatuh saat melihat pemandangan indah yang ada di depan matanya. Ia segera menghampiri istrinya.


" Kamu menggodaku sayang?"


" Kalau iya kenapa?" kata Aluna sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya.


" Jangan salahkan aku kalau tidak bisa mengendalikan diriku"


" Lakukan? " bisik Aluna dengan suara menggoda.


David pun melancarkan aksinya. Ia mencium bibir istrinya nan merah bak Cherry itu. Tidak mau kalah dari suaminya, Aluna pun membalas ciuman suaminya.


Suara d*s*h*n lolos dari mulut Aluna, saat ciuman suaminya turun ke lehernya. suaminya itu memang tau titik sensitif pada tubuhnya.


David menggendong istrinya menuju ranjang. Ia membaringkan tubuh istrinya di atas kasur empuk itu.


" Kamu sangat cantik memakai lingerie seperti ini. Tapi aku lebih suka melihat kamu tidak memakai apapun"


Wajah Aluna memerah mendengar ucapan suaminya itu. Ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


David menyingkirkan selimut itu, ia melempar selimut itu ke sembarang arah. Setelah itu ia kembali memberikan sentuhan-sentuhan yang memabukkan pada istrinya.


Aluna menikmati setiap sentuhan lembut itu. Sesekali ia juga mengeluarkan d*s*h*n. Dan entah sejak kapan ia tidak memakai baju keramatnya lagi. Mungkin karena ia terlalu menikmati sentuhan yang di berikan suaminya, makanya ia tidak sadar kalau baju keramat itu sudah terlepas dari tubuhnya.


Setelah istrinya rileks barulah David membuka satu persatu pakaian yang melekat di tubuhnya. Ia melemparkan pakaiannya itu ke sembarang arah.


" Kamu siap sayang?"


" Daddy mainnya pelan "


" Pasti sayang, aku juga nggak mau menyakiti calon baby kita"


David pun memulai permainannya. Ia melakukan aksinya dengan sangat pelan dan juga hati-hati. Karena ia tidak ingin calon anaknya kenapa-napa. Aluna sangat menikmati permainan suaminya. Kali ini suami bermain dengan sangat lembut.


Suara d*s*h*n pun memenuhi ruangan itu. David mempercepat tempo permainannya kala sesuatu di dalam sana sudah mendesak ingin keluar. Lenguhan panjang pun mengakhiri permainan David pada malam ini.


" Makasih sayang"


" Hhmm"


David memang nggak lama-lama melakukan olahraga ranjangnya. Mengingat kehamilan istrinya masih baru dan juga rentan keguguran, jadi ia harus bisa mengontrol permainannya.


Ia mengambil selimut yang ia lemparkan tadi. Setelah itu ia menutup tubuhnya dan juga tubuh istrinya hingga batas dada.


" Dad"


" Iya sayang"


" Aku teringat sama driver gojek yang tadi siang"


David kaget mendengar ucapan istrinya itu. Bisa-bisanya sang istri memikirkan laki-laki lain saat sedang bersama dengannya.


" Jangan pernah memikirkan lelaki lain, selain suami kamu"


" Daddy jealous?"

__ADS_1


" Tentu saja. Suami bodoh tidak jealous mendengar istrinya memikirkan lelaki lain saat sedang bersamanya"


Aluna tersenyum mendengar ucapan suaminya. Entah kenapa kalau lagi cemburu kek gitu, suaminya itu terlihat sangat menggemaskan.


" Daddy tenang aja, aku mikirin driver gojek itu karena wajahnya mirip dengan seseorang?"


" Siapa? mantan kamu?"


" Bukan"


" Terus, mirip siapa?"


" Leo "


" Leo?"


" Iya. Wajah mereka itu seperti ayah dan anak. Apa jangan-jangan, orang itu ayah kandungnya Leo?"


" Maybe"


" Gimana kalau besok kita cari tau tentang orang itu?"


" Siap ratu. Apapun untuk istriku"


" Makasih Daddy"


" Besok sehabis dari butik kita cari orang itu. Tapi kita mau cari dimana? driver gojek kan banyak?"


" Kenapa pusing-pusing. Kita lihat saja namanya di ponsel aku"


" Emang Daddy simpan nomor orang itu?"


" Nggak, kan dia nganterin pesanan aku. Jadi kita bisa liat siapa nama driver gojek nya"


" Sayang jangan mulai lagi? ntar punyaku on lagi"


Aluna pun diam. Ia tidak ingin milik suaminya on lagi. Karena ia sudah kelelahan karena olahraga tadi.


" Kenapa bersentuhan sedikit saja punya daddy sudah on lagi"


" Karena aku lelaki normal sayang. Tapi punya aku itu on nya kalau kamu yang sentuh"


" Benarkah?"


" Benar sayang. Sekarang kita tidur, karena kalau tidak punya ku on lagi"


" Baiklah. Good night daddy"


" Good night sayang"


Aluna memeluk suaminya. Karena semenjak hamil, ia memang suka tidak dalam pelukan suaminya. Tak butuh waktu lama Aluna pun sampai di alam mimpi. Begitu juga dengan David, ia pun menyusul istrinya ke alam mimpi.


...***...


Pagi ini David dan istrinya sudah siap untuk pergi ke butik untuk fitting baju pengantin yang akan mereka pakai untuk acara resepsi nanti.


" Sudah siap sayang?"


" Sudah Dad"


" Yuk berangkat"

__ADS_1


Aluna menggandeng lengan suaminya. Mereka berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah.


" Silakan masuk sayang" kata David sambil membukakan pintu mobil.


" Makasih Dad"


Setelah istrinya masuk kedalam mobil dan memakai sabuk pengamannya. Barulah David masuk ke dalam mobil, kemudian melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Wilson.


Suasana jalan raya pada pagi itu lumayan padat, alias macet. Jadi laju mobilnya seperti siput berjalan. Karena jarak antara mobilnya dengan mobil yang lain sangat dekat.


Pemandangan seperti ini setiap pagi mereka lihat. Tapi merasakan berada dalam kemacetan baru kali ini dirasakan David dan Aluna. Karena biasanya mereka tidak pernah pergi ke kantor di atas jam tujuh.


Padahal mereka sengaja tidak sarapan tadi di rumah untuk menghindari macet. Tapi nyatanya mereka tetap kena macet.


" Masih panjang ya Dad antrean mobilnya?"


" Masih sayang, kenapa?"


" Mau ke toilet"


" Toilet?"


" Hhmm"


Perasaan David langsung tidak enak. Karena biasanya toilet umum itu tidak bersih. Kalau toilet sudah tidak bersih, sudah pasti banyak kumannya.


" Kok malah bengong sih Dad?"


" Ah, maaf sayang"


" Buruan, aku udah kebelet"


" Baiklah"


Mau tak mau David pun harus merelakan istrinya buang air kecil di toilet umum. Dan ia berharap toilet itu bersih.


Pasutri itu turun dari mobil, karena antrean masih panjang. Dan mobil belum bisa bergerak karena mobil yang ada didepan sana juga belum bergerak.


Mereka pun sampai di toilet umum. Sebelum istrinya masuk, ia memeriksa toiletnya terlebih dahulu. Ia melihat toiletnya lumayan bersih.


" Gimana?" tanya Aluna.


" Lumayan bersih"


" Jadi?"


" Kamu boleh masuk"


Aluna pun segera masuk kedalam toilet umum. Ia sudah tidak bisa menahan lagi. Sedangkan David menunggu di luar.


David melihat kotak sumbangan, ia pun mengambil satu lembar uang seratus ribu di dompetnya, kemudian memasukkannya kedalam kotak persegi itu.


" Yuk Dad"


" Udah selesai?"


" Udah dong"


Pasutri itu kembali ke mobil. Saat mereka kembali, pengendara lain sudah membunyikan klakson. Pasutri itu bergegas masuk kedalam mobil.


David segera melajukan mobilnya, dan bunyi klakson dari pengendara lain pun berhenti berbunyi. Jalan lintas kembali berjalan dengan lancar.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2