Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Kabar duka


__ADS_3

Wilson bergegas pergi ke rumah sakit saat mendapatkan telepon dari suami mantan istrinya. Ia mengabarkan kalau mantan istrinya masuk rumah sakit. Dan mantan istrinya ingin bertemu dengan.


Di sinilah dia sekarang berada, di depan ruang ICU. Ia dapat melihat keadaan Andre. Keadaan lelaki itu sangat kacau. Pakaiannya dipenuhi banyak darah.


" Masuklah, dia sudah menunggu mu"


Wilson pun membuka pintu ruang ICU. Ia dapat melihat mantan istrinya sedang terbaring di sana, dengan alat beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya.


" Kamu sudah datang?"


" Hhmm"


" Mendekatlah, nanti kamu nggak bisa mendengar ucapan ku" kata Indah dengan suara seperti menahan sakit.


Wilson pun menghampiri bed mantan istrinya itu. Ia dapat melihat dengan jelas wajah cantik itu sekarang sudah pucat dan juga kepalanya ada perbannya.


" Apa yang terjadi? kenapa kamu bisa seperti ini?"


Indah tersenyum. Mantan suaminya itu masih sama seperti dulu. Bawel.


" Ini mungkin karma untuk ku, karena sudah meninggalkan kamu dan Aluna"


" Jangan bicara seperti itu"


" Memang kenyataannya begitu. Aku sedang mendapatkan hukuman untuk perbuatan ku itu"


" Jangan bicara lagi. Sekarang kamu harus sembuh"


" Waktuku sudah tidak banyak lagi Adrian"


Wilson kaget karena sang mantan menyebut namanya. Dan ini kali pertamanya mantan istrinya menyebut namanya. Biasanya dia memanggilnya kamu atau Wilson.


" Kamu memanggil ku apa tadi?"


" Adrian. Bukankah itu nama mu?"


" Hhmm"


" Maaf" ucap Indah tiba-tiba.


Deg.


Apa dia tidak salah dengar? wanita yang terkenal dingin dan sedikit angkuh itu meminta maaf padanya. Apakah dia sedang bermimpi?.


" Minta maaf untuk apa?"


" Untuk semua kesalahanku "


" Aku sudah memaafkan mu, jauh sebelum kamu meminta maaf pada ku"


" Apa Aluna akan datang?"


" Hhhmm"


" Sampaikan permintaan maaf ku padanya. Aku tau kalau aku sudah terlalu banyak menyakiti hatinya. Dan aku tidak berharap dia memaafkan ku"

__ADS_1


" Nanti kalau dia sudah datang kamu katakan sendiri. Aku yakin Aluna pasti memaafkan kamu. Dia anak baik"


" Waktuku tidak banyak lagi. Aku takut tidak bisa menunggu dia datang"


" Jangan bicara seperti itu, kamu pasti sembuh"


" Adrian"


" Hhmm"


" Kamu pernah bertanya padaku, apa aku pernah jatuh cinta pada mu?"


" Nggak usah dijawab, karena aku sudah tau jawabannya. Diam mu itu sudah menjawab semuanya"


Indah menggelengkan kepalanya.


" Kamu salah. Justru waktu itu aku mau menjawab kalau aku sudah mulai mencintai kamu"


Tubuh Wilson menegang. Ia tidak tau harus berkata apa. Ucapan mantan istrinya itu cukup membuatnya kaget. Ingatannya kembali pada beberapa tahun yang lalu. Saat dimana ia menanyakan tentang perasaan Indah padanya. Dan waktu itu wanita itu cuma diam.


Tapi dia juga merasa senang, karena mantan istrinya itu juga punya perasaan padanya. Namun semua itu sudah terlambat, karena rasa kecewanya pada sang mantan.


" Tapi kenapa kamu hanya diam"


" Kamu tidak memberikan waktu untuk aku menjawab. Kamu sudah menyimpulkan sendiri yang jawabannya"


Lagi-lagi hati Wilson merasa ter-cubit. Ia tidak menyangka kalau mantannya itu juga mempunyai perasaan padanya. Tapi kenapa dia memilih untuk menikah dengan Andre, kalau saat itu dia memang sudah mencintainya.


" Lalu kenapa kamu menikah dengan Andre, dan meninggalkan aku dan juga Aluna"


" Tapi tidak seharusnya kamu membalaskan rasa benci itu padanya?"


" Aku tau, karena itulah aku meminta maaf padanya. Walaupun aku tidak pantas menerima maafnya. Aku tau kalau aku ibu yang buruk"


Uhuk... uhuk..


Darah segar keluar dari mulut Indah. Dan itu sontak membuat Wilson panik. Ia segera mengambil tissue dan memberikan pada Indah.


" Sudah jangan bicara lagi, sekarang kamu istirahat"


" Adrian maukah kamu memeluk ku. Aku ingin istirahat. Anggap saja ini permintaan ku yang terakhir"


" Jangan bicara seperti itu lagi"


" Apa kamu mau mengabulkan permintaan ku?"


" A-aku tidak bisa, lagi pula kita bukan suami istri lagi"


" Ini permintaan terakhir seorang teman"


Wilson berpikir dulu. Karena disini status mereka bukan suami istri lagi. Kalau ia memeluk Indah, maka suaminya akan berpikir kalau dirinya mengambil keuntungan.


Indah tersenyum getir, ia tau apa yang di pikirkan mantan suaminya itu. Ia sangat hafal betul bagaimana sifat suaminya itu. Jadi ia sudah tau kalau lelaki itu tidak akan mengabulkan permintaannya.


" Baiklah, anggap aja ini pelukan seorang sahabat" kata Wilson sambil memeluk mantan istrinya.

__ADS_1


Indah memeluk mantan suaminya. Hangat dan nyaman itulah yang ia rasakan sekarang. Ia tersenyum karena bisa merasakan hangatnya pelukan mantan suaminya itu.


" Terima kasih"


Tak berselang lama setelah Indah mengucapkan terima kasih, terdengar bunyi alat jantung Indah. Wilson langsung menoleh kearah alat jantung itu. Di sana sudah tidak ada detak jantung Indah lagi.


" Indah, bangun?"


Wilson segera memencet tombol yang ada di atas nakas itu. Ia berharap apa yang dipikirannya tidak terjadi. Mantan istrinya itu hanya tertidur saja.


...***...


Andre masuk kedalam ruang ICU saat melihat dokter sedang tergesa-gesa pergi ke ruangan istrinya. Dan itu menandakan kalau keadaan istrinya sedang tidak baik. Ia pun segera menyusul dokter masuk kedalam ruangan itu.


" Apa yang terjadi? bagaimana keadaan istri saya?"


" Maaf tuan, istri anda sudah meninggal"


Tubuh Andre langsung terkulai lemas. Andai saja Wilson tidak menahannya maka tubuhnya sudah jatuh ke lantai.


" Katakan kalau dokter itu hanya berbohong?"


" Andre tenanglah"


" Tenang Lo bilang?! dia bilang istri gue meninggal! dan sekarang Lo minta gue tenang?"


" Anda juga sudah tau juga bagaimana kondisi istri anda setelah selesai operasi"


Ya Andre memang tau keadaan istrinya tidak membaik. Walaupun sudah dilakukan tindakan operasi. Tapi keadaan istrinya tidak juga membaik.


" Sekarang kita hanya bisa mengikhlaskan"


Tangis Andre pun pecah. Lelaki itu tidak menyangka akan ditinggalkan secepat ini oleh istrinya. Dan semua itu karena kesalahannya.


" Bangun sayang, maafkan aku"


Wilson bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Andre. Karena dia juga sedih karena Indah pergi dengan begitu tiba-tiba. Dan mantan istrinya itu meninggal dalam dekapannya.


" Baiklah tuan kita harus segera mengurus jenazahnya"


" Tidak! istri ku belum meninggal! kalian jangan coba-coba menyentuh istriku"


" Andre jangan seperti ini. Biarkan suster mengurus jenazah Indah"


Andre menatap tajam Wilson. " Istriku belum meninggal! berapa kali lagi harus ku katakan. Istriku belum meninggal. Ayo sayang buka mata kamu dan marahi mereka yang sudah mengatakan kamu meninggal"


Wilson segera menjauhkan Andre dari tubuh Indah. Karena dokter harus segera mengurus jenazahnya.


" Lepas! lepaskan saya!"


Andre terus berusaha melepaskan diri dari Wilson. Hingga membuat dirinya kewalahan. Akhirnya dokter pun menyuntikkan obat bius ke Andre. Dan Andre pun tertidur untuk sementara waktu.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2