
Aluna sedang bersiap untuk pergi dinner bersama suaminya. Ya tadi sore suaminya itu bilang mau mengajaknya dinner.
" Sudah siap sayang?"
" Sudah Dad"
" Kamu terlihat sangat cantik sayang"
" Makasih. Daddy juga terlihat tampan"
" Sekarang kita jalan"
" Hhmm"
Aluna menggandeng lengan suaminya. Mereka berdua berjalan menuruni anak tangga. Senyuman tidak pernah lepas dari bibir keduanya. Mereka sungguh terlihat sangat memesona.
" Wah, tuan dan nona muda terlihat sangat cantik" puji Bik Ijah.
" Makasih Bik. Kita jalan dulu ya Bik"
" Hati-hati, tuan dan nona muda"
" Iya Bik"
David melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Wilson. Mobil itu terus melaju membelah jalanan ibukota.
Suasana jalanan pada malam hari itu tidak terlalu ramai oleh kendaraan. Aluna menatap lampu-lampu yang ada di sepanjang jalan ibu kota.
" Sayang, apa yang menarik sih diluar sana. Dibanding suami kamu yang tampan ini?"
" Tidak ada yang menarik "
" Terus kenapa kamu selalu menatap keluar sana?"
" Kepengin aja. Lagian udah lama aku nggak melihat pemandangan ibu kota saat malam hari"
Hati David merasa ter-cubit saat mendengar ucapan istrinya itu. Ia memang jarang membawa istrinya jalan-jalan saat malam hari.
" Maaf"
" Kenapa Daddy minta maaf? emang Daddy melakukan kesalahan?"
" Iya sayang"
Deg.
Beberapa pertanyaan langsung memenuhi otaknya. Kesalahan apa yang sudah dilakukan suaminya itu. Apakah suaminya berselingkuh?.
" Kesalahan apa?"
David menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Ia menatap istrinya dalam-dalam.
" Maaf karena tidak pernah membawa kamu jalan-jalan saat malam hari, melihat pemandangan ibu kota. Maafkan suamimu ini sayang"
Aluna tersenyum. Ia pikir suaminya minta maaf karena melakukan kesalahan yang yang fatal. Taunya karena nggak bisa ngajak dia jalan-jalan saat malam hari.
" Nggak apa-apa Dad. Lagian sekarang aku juga kurang suka jalan-jalan malam hari. Jadi Daddy jangan merasa bersalah gitu "
" Walaupun begitu, tetap aja aku merasa bersalah sama kamu"
" Aku nggak apa-apa Dad, sungguh"
" Sayang, kedepannya aku akan berusaha untuk tidak pulang telat lagi. Aku akan mengurangi sedikit pekerjaanku. Dan kita bisa sering pergi jalan-jalan"
" Makasih daddy. Tapi aku baik-baik saja, percaya lha. Selama Daddy bersamaku, itu sudah lebih dari cukup"
__ADS_1
David mengecup kening istrinya. Sungguh kata-kata sang istri mampu membuat hatinya hangat. Dan ia juga senang karena istrinya selalu membutuhkannya.
" Sekarang bisa kita lanjutkan perjalanannya?" kata Aluna.
" Tentu saja"
David melajukan kembali mobilnya. Mereka akan melanjutkan perjalanan menuju restoran tempat mereka akan dinner nanti.
Mereka pun sampai di restoran pinggir pantai. Setelah memarkirkan mobilnya, David mengajak istrinya masuk kedalam restoran mewah itu.
" Selamat datang tuan, nona "
" Saya sudah mesan tempat"
" Atas nama siapa tuan"
" David "
" Mari tuan saya antarkan"
" Terima kasih, tapi saya pergi berdua dengan istri saya saja"
" Baiklah"
David mengajak istrinya menuju tempat yang sudah di siapkan oleh pihak restoran. Ia akan memberikan surprise pertama pada istrinya itu.
" Emang daddy tau tempatnya?"
" Tentu saja, karena aku sendiri yang memilih tempatnya"
Mereka berjalan bergandengan tangan menuju tempat yang sudah di siapkan untuk acara dinner dan lamaran dadakan David.
Aluna belum pernah ke belakang restoran ini. Ia dulu pernah makan di restoran ini saat bersama dengan Daniel. Dan itupun mereka makan di bagian depan. Jadi ini kali pertamanya ia pergi ke belakang restoran itu.
" Kamu suka sama tempatnya?"
" Suka, sangat suka"
David tersenyum mendengar jawaban istrinya. Tidak sia-sia dia mengeluarkan uang banyak untuk menyewa tempat itu. Kalau hasilnya memuaskan dia dan juga istrinya.
" Syukurlah kalau kamu suka"
" Apakah Daddy yang menyiapkan semua ini?"
" Yang menyiapkannya pihak restoran. Aku cuma kasih perintah aja"
Aluna tidak menyangka kalau suaminya akan menyiapkan tempat dinner sebagus dan seromantis ini.
" Terima kasih"
" Untuk?"
" Sudah menyiapkan semua ini untuk aku"
" Kamu tidak perlu berterima kasih, karena ini sudah menjadi tugasku sebagai suami kamu. Dan anggap saja, ini juga permintaan maaf ku karena jarang membawa kamu pergi jalan-jalan. Apakah kamu bersedia memaafkan suami mu ini sayang?"
" Karena Daddy sudah menyiapkan tempat yang begitu bagus dan juga indah. Aku akan memaafkan Daddy"
" Terima kasih sayang. Kamu memang yang terbaik" ucap David sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
Mereka masih menikmati indahnya laut di malam hari. Bayangan bulan terlihat jelas di atas permukaan air laut. Sungguh pemandangan yang sangat indah.
" Permisi tuan, maaf mengganggu. Makanannya mau dihidangkan sekarang?" tanya manager restoran.
" Boleh"
__ADS_1
Manager restoran itu menepuk tangannya. Tak lama kemudian beberapa pelayan muncul dengan membawa beberapa makanan favorit di restoran itu.
Satu persatu makanan yang mereka bawa diletakkan di atas meja. Sekarang makanan itu sudah penuh terisi dengan berbagai macam jenis makanan.
" Tuan makanannya sudah siap"
" Terima kasih, kalian boleh pergi"
" Tuan ini ada satu lagi. Satu buket bunga mawar pesanan anda"
" Oh iya. Terima kasih"
" Sama-sama tuan. Dan selamat menikmati hidangan dari kami"
Manager restoran dan juga para pelayan itu pamit undur diri, meninggalkan pasutri itu.
" Nih untuk kamu"
" Bunga yang cantik. Makasih daddy"
" Sama-sama sayang. Sekarang kita makan dulu, nanti baru lanjut lagi liat pemandangannya "
" Hhmm"
David mendorong kursi kebelakang dan mempersilakan istrinya untuk duduk di sana. Setelah istrinya duduk, barulah dia duduk di kursi yang berada di seberang istrinya. Sekarang mereka duduk saling berhadapan.
Aluna kaget melihat makanan yang ada di atas meja. Disana juga ada jajanan pinggir jalan. Seperti cimol, batagor dan banyak lagi. Mereka cuma berdua, dan makanan yang ada di sana sangat banyak.
" Makanan sebegini banyak, siapa yang akan menghabiskannya?"
" Maaf. Karena kamu lagi hamil, dan selera makan kamu juga tidak seperti biasa. Jadi aku pesan aja semua makanan yang paling favorit di restoran ini"
Aluna sangat bahagia mendengar jawaban suaminya. Ia tidak menyangka suaminya akan memikirkan dirinya dan juga calon bayi mereka.
" Makasih daddy, karena selalu perhatian sama aku dan juga calon baby kita"
" Sama-sama sayang, itu sudah menjadi tugasku. Jadi kamu mau coba makan makanan yang mana?"
Aluna melihat makanan mana yang ingin dia dan anaknya makan malam ini.
" Aku mau coba makan steak dulu"
David mengambil steak yang diinginkan istrinya. Kemudian ia memotong steak itu menjadi kecil-kecil. Dan memberikan pada istrinya.
" Makasih Daddy"
" Sama-sama"
Aluna mulai memasukkan daging sapi yang sudah di potong kecil-kecil oleh suaminya. Suapan pertama lolos masuk kedalam perutnya.
" Bagaimana?"
" Enak. Dan baby juga suka"
" Syukurlah"
David lega, dan juga bahagia karena istrinya bisa memakan daging steak. Dan ini pertama kalinya calon bayinya itu mau makan makanan mahal. Biasanya calon bayinya itu hanya mau makan makanan pinggir jalan.
To be continue.
David sama Aluna minta like, vote dan hadiahnya dong. Biar tambah semangat up nya 🤗🤗
Happy reading 😚😚
__ADS_1