
Keesokan harinya.
David dan istrinya sedang berada di hotel. Ya Pagi-pagi mamanya menelpon, kalau mereka mengganti baju di hotel saja.
Aluna terlihat cantik dengan gaun berwarna putih. Gaun itu dipilihkan langsung oleh mama mertuanya.
" Sayang"
Aluna menoleh kearah suara yang sangat familiar di telinganya. Ia tersenyum pada lelaki tampan yang berstatus sebagai suaminya itu.
" Kamu sangat cantik malam ini"
" Daddy juga tampan memakai jas putih ini"
David rasanya tidak rela membawa istrinya keluar. Karena malam ini istrinya sangat cantik. Dan ia tidak ingin lelaki lain menatap istrinya dengan tatapan memuja.
" Sudah siap ke bawah?"
" Hhmm"
Aluna merangkul lengan suaminya. Mereka pun keluar dari kamar hotel. Dan siap untuk melakukan konferensi pers.
...***...
Para wartawan sudah siap dengan mic dan juga notes di tangan mereka. Begitu juga dengan kameraman. Mereka sudah bersiap dengan kamera mereka masing-masing.
Mereka semua tidak sabar ingin melihat menantu keluarga Wesley. Karena mereka tidak pernah melihat putra penerus keluarga Wesley itu jalan dengan kekasihnya. Dan tau-taunya ia sudah menikah. Begitu banyak pertanyaan yang ada di kepala para wartawan sekarang ini.
" Nggak nyangka ya, tuan David sudah menikah?"
" Iya, baru muncul langsung memberi kabar yang mengejutkan semua orang"
" Sekaligus membuat patah hati para wanita "
Garry dan istrinya sudah berada di ballroom hotel. Tempat dimana konferensi pers akan di adakan. Pasutri itu terlihat tampan dan juga cantik. Walaupun usia mereka sudah tidak muda lagi.
" Selamat datang rekan wartawan semuanya. Sesuai dengan undangan saya kemarin, hari ini kami akan memperkenalkan menantu keluarga Wesley. Bagi rekan-rekan yang ingin bertanya, nanti kami akan buka sesi tanya jawab"
" Kapan tuan David akan datang?"
" Sabar, sebentar lagi putra dan mantu saya akan datang"
Tak berselang lama terdengar suara langkah kaki. Semakin lama langkah kaki itu semakin jelas. Tampanlah sosok tampan dan juga cantik.
Para kameraman langsung mengambil foto David dan juga Aluna. Bunyi kamera bersahut-sahutan di ballroom hotel mewah itu. Mereka semua sangat terpesona akan kecantikan dan juga ketampanan pasutri itu.
" Wah mereka pasangan yang serasi"
" Benar, yang lelakinya tampan dan yang wanitanya cantik"
Bunyi kamera masih terdengar di ballroom hotel itu. Para kameraman itu belum puas untuk mengambil foto Aluna dan David. Bahkan saat David dan istrinya sudah duduk para kameraman itu masih memotret mereka.
" Selamat pagi semuanya. Kalian semua pasti sudah mendengar dari papa saya, kalau hari ini kami akan memperkenalkan menantu dari keluarga Wesley. Dan seperti yang kalian lihat, wanita cantik yang ada di samping saya ini" kata David sambil melirik istrinya.
" Apakah dia menantu keluarga Wesley?"
" Ya, dialah menantu keluarga Wesley. Istri saya, Aluna Adelia Wilson"
__ADS_1
Para wartawan saling lirik. Mereka tidak percaya kalau wanita cantik itu keturunan keluarga Wilson. Itu berarti dia dari kalangan atas juga.
" Baiklah, sekarang kita buka sesi pertanyaan. Jika ada diantara rekan-rekan wartawan yang ingin bertanya, silakan" kata David.
" Apakah kalian menikah karena dijodohkan?"
" Tidak. Kami menikah atas dasar suka sama suka"
" Siapa yang jatuh cinta duluan diantara kalian berdua, tuan?"
" Saya" jawab David sambil menatap istrinya. Tatapan yang penuh cinta itu dapat dilihat oleh semua orang yang ada di sana.
" Apa nona Aluna juga mencintai tuan David?"
Aluna menatap suaminya. " Tentu saja saya mencintai suami saya"
" Jika kalian berdua saling mencintai, lalu kenapa kalian baru mengumumkan pernikahan kalian?"
" Karena waktu itu istri saya masih kuliah, dan sekarang dia sudah lulus. Jadi kami baru bisa mengumumkannya sekarang"
" Kapan kalian akan mengadakan resepsi?"
" Minggu depan. Saya mewakili keluarga besar saya dan juga keluarga besar istri saya, turut mengundang rekan-rekan wartawan untuk hadir di acara resepsi pernikahan saya"
" Wah sungguh sebuah kehormatan bagi kami di undang ke acara resepsi pernikahan anda tuan"
" Satu pertanyaan terakhir dari saya. Mewakili teman-teman wartawan. Apakah anda dan istri menunda untuk punya momongan?"
" Pertanyaan yang bagus sekali. Kebetulan saya dan istri tidak menunda soal momongan. Dan sekarang ini istri saya sedang hamil"
" Wah, kalau begitu selamat tuan dan juga nona Wesley"
" Terima kasih"
" Jalan satu bulan"
" Semoga ibu dan calon bayinya selalu sehat"
" Terima kasih"
" Baiklah, sesi tanya jawabnya kita cukupkan sampai di sini. Karena istri saya harus istirahat dan saya juga harus bekerja. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya. Konferensi pers kita tutup sampai di sini"
" Tuan sebelum tuan dan nona pergi. Bolehkah kami memfoto kalian berdua sekali lagi"
" Bagaimana sayang?" tanya David pada istrinya.
" Tentu saja boleh"
" Terima kasih, silakan ke sebelah sini tuan dan juga nona"
David menggandeng tangan istrinya ke tempat yang sudah di siapkan oleh wartawan. Mereka berdua berpose sesuai dengan yang diinginkan para wartawan itu. Mereka diminta untuk berpose seromantis mungkin, karena foto ini akan menjadi sampul majalah.
" Terima kasih tuan dan juga nona"
" Sama-sama"
Setelah berfoto, David dan istrinya meninggal ballroom hotel. Mereka kembali ke kamar untuk menukar pakaian. Karena Aluna akan pergi ke rumah sakit. Sedangkan David akan pergi ke kantor. Karena ia ada janji temu dengan klien.
" Sayang, ke rumah sakitnya bareng sama mama dan papa aja ya?"
__ADS_1
" Hhmm"
" Kamu nggak marah kan?"
" Nggak Daddy"
" Ntar sore baru aku jemput" kata David sambil mengecup kening sang istri.
" Daddy ke kantornya sama siapa?"
" Di jemput sama Tomy. Kenapa?"
" Kirain Daddy bawa mobil sendiri"
" Nggak. Untuk itulah aku bayar Tomy"
" Tapi kan dia buka sopir daddy"
" Dia jadi sopir aku disaat tertentu sayang. Kamu kenapa bahas Tomy terus sih?"
" Kenapa? Daddy cemburu?"
" Tentu saja aku cemburu. Dia itu kan laki-laki"
" Daddy tenang saja, aku nggak akan pernah melirik lelaki lain. Karena aku sudah punya suami yang tampan dan juga baik seperti daddy"
" Kamu udah pinter merayu ya sekarang?" kata David sambil mencium bibir istrinya sekilas.
" Mama sama papa kok lama ya?"
" Mungkin lagi ngobrol sama wartawan"
" Apa papa sama Leo bisa melihat konferensi pers kita tadi?"
" Tentu saja bisa. Bukan cuma papa sama Leo, bahkan seluruh masyarakat bisa melihatnya. Dan mereka pasti memuji kecantikan menantu keluarga Wesley"
Wajah Aluna merona mendengar ucapan suaminya itu. Walaupun terdengar agak berlebihan, tapi ucapan itu mampu membuatnya berbunga-bunga.
" Kamu tau, aku sangat senang saat kamu bilang di depan semua orang kalau kamu juga mencintai aku"
" Benarkah?"
" Hhmm.. Kamu kan jarang-jarang mau mengungkapkan perasaan kamu ke aku. Tapi walaupun begitu aku tetap cinta sama kamu. Malahan rasa cinta aku tambah besar sama kamu dan juga baby yang masih ada di sini" kata David sambil mengelus perut istrinya.
" Terima kasih, karena Daddy sudah mencintai aku dengan begitu besarnya. Love you hubby "
Mata David membulat sempurna. Ini kali pertamanya sang istri mengungkapkan perasaannya. Dan ini sungguh membuat hatinya bahagia.
" Love you more sayang"
Aluna agak berjinjit untuk bisa mengecup bibir suaminya. David pun memejamkan matanya, menikmati ciuman yang diberikan istrinya.
To be continue.
David.
Happy reading 😚😚
__ADS_1