
Setelah semua urusan di rumah sakit selesai, David segera pulang ke rumah untuk memberitahukan pada istri dan mertuanya kapan operasi transplantasi akan dilakukan.
David melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit. Sedangkan Tomy pergi mencari rumah untuk wanita paruh baya tadi. Kedua mobil itu berpisah di persimpangan jalan.
Sepanjang jalan David terus memikirkan apa tujuan wanita tadi. Ia yakin wanita itu punya maksud tertentu. Jika wanita itu berani mengusik kedamaian keluarga maka ia tidak akan tinggal diam.
Tanpa terasa mobil yang ia kendarai pun sampai di depan rumah mertuanya. David memarkirkan mobilnya dan segera masuk kedalam rumah.
" Aden sudah pulang?"
" Iya Bik. Istri saya dimana ya Bik?"
" Nona Aluna ada di kamar Den"
" Papa, Bik?"
" Tuan beristirahat di kamarnya Den"
" Makasih Bik. Saya mau ke kamar dulu"
" Silakan Den"
David segera menaiki tangga menuju kamarnya. Ia sudah tidak sabar untuk menyampaikan kabar baik itu pada sang istri.
Sesampai di depan pintu kamarnya. David membuka pintu dengan perlahan. Saat pintu terbuka ia tidak melihat keberadaan sang istri. Ia juga tidak mendengar suara gemericik air.
" Sayang"
" Iya Dad" jawab Aluna yang baru keluar dari walk in closet.
" Aku pikir kamu kemana tadi. Soalnya kamar kosong"
David memeluk istrinya. Wangi aroma shampo memenuhi indra penciumannya. Ia sangat menyukai aroma tubuh sang istri.
" Wangi tubuh kamu nenangin banget "
Aluna tersenyum mendengar ucapan suaminya itu. Akhir-akhir ini suaminya memang suka bermanja-manja seperti ini. Seharusnya ia yang bermanja-manja, karena dia yang lagi hamil.
" Dad"
" Hhmm"
" Aku capek nih berdiri terus"
" Ah maaf sayang. Yuk duduk di sini"
David membawa istrinya duduk di sofa yang ada di sana.
" Bagaimana tadi di rumah sakit?" tanya Aluna.
" Semuanya berjalan lancar. Kamu tau, ternyata orang yang mau mendonorkan ginjalnya itu korban kecelakaan dan nyawanya sudah tidak tertolong lagi"
" Astagfirullah. Itu makanya keluarganya mau mendonorkan ginjalnya"
" Hhhmm"
" Lalu apa kata dokter?"
" Dokter bilang, besok papa sudah bisa menjalankan operasi"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Alhamdulillah. Itu artinya papa akan akan sehat kembali?"
" Iya sayang. Tapi ada satu masalah?"
" Masalah apa?"
" Istri orang itu memberikan dua permintaan sama aku"
" Apa saja permintaannya?"
" Pertama, ibu itu ingin dibelikan rumah"
__ADS_1
" Terus Daddy sanggupi?"
" Iya sayang"
" Terus yang kedua?"
" Ibu itu meminta aku untuk membawa putrinya ke rumah ini"
" Daddy sanggupi?"
" Awalnya aku tolak. Tapi anak ibu itu maksa terus untuk ikut kesini. Akhirnya aku bolehin"
" Aneh, kenapa wanita itu ngotot ingin dibawa kesini"
" Itu yang membuat aku penasaran. Kenapa wanita itu ngotot banget ingin kesini. Dan aku yakin dia punya rencana yang tidak baik untuk kita"
" Terus kenapa Daddy nekad bawa wanita itu kesini?"
" Karena aku ingin tau apa tujuan wanita itu ngotot ingin tinggal disini"
" Sepertinya begitu. Lalu dimana wanita itu sekarang?'
" Besok Tomy akan membawa dia ke sini. Dan aku harap kamu hati-hati sama wanita itu. Karena aku tidak mau terjadi sesuatu sama kamu dan calon anak kita"
" Daddy tenang aja. Aku akan selalu berhati-hati"
" Aku tidak akan biarkan siapapun merusak kebahagiaan kita, sayang"
" Iya Dad"
" Oh iya, apa ada yang kamu inginkan?"
" Maksud daddy?"
" Mama bilang, kalau orang hamil itu selalu minta yang aneh-aneh. Dan aku harus berusaha memenuhi keinginan kamu itu"
" Sekarang sih nggak ada Dad. Ntar deh kalau aku pengen sesuatu aku bilang sama daddy"
" Ok. Aku akan berusaha untuk memenuhi semua keinginan kamu "
" Sama-sama sayang. Apa dede rewel saat Daddy nggak ada?"
" Nggak kok Dad. mereka sangat anteng didalam "
David berbaring di sofa, dan menjadikan paha sang istri sebagai bantalnya. Ia mengusap perut sang istri yang masih terlihat rata.
" Aku baca beberapa artikel seputar ibu hamil" kata David.
" Terus?"
" Di sana dibilang kalau wanita hamil itu akan merasa mual dan juga muntah. Dan itu terjadi saat pagi hari dan ku juga saat mencium bau yang tidak di sukai. Tapi kok aku nggak pernah liat kamu mual dan muntah?"
" Setiap wanita hamil itukan beda-beda By"
" Iya sih. Tapi aku senang kamu tidak mengalami mual dan juga muntah. Karena aku baca dari artikel itu, kalau wanita yang mengalami itu akan terlihat lemas, bahkan ada yang sampe di rawat di rumah sakit"
" Mungkin sih Dad. Aku kan juga pertama kali hamil"
" Iya juga sih. Tapi dari artikel itu aku bisa belajar untuk menjadi suami yang siaga"
" Makasih ya Dad"
" Makasih untuk apa?"
" Karena sudah mau jadi suami siaga"
" Aku ingin yang terbaik untuk kamu dan calon anak kita sayang"
Aluna bersyukur bisa menikah dengan lelaki seperti suaminya. Ia berjanji pada diri sendiri, kalau ia akan mencintai suaminya dengan sepenuh hati.
" Sayang?"
" Hhmm"
" Apa kamu sudah mencintai aku sepenuhnya?"
__ADS_1
" Menurut daddy gimana?"
" Aku nggak tau, makanya aku tanya sama kamu?"
" Saat aku sudah menyerahkan sesuatu yang berharga dalam hidup aku. Maka saat itu aku sudah mulai mencintai daddy. Dan meyakinkan hari aku hanya untuk daddy"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Makasih karena sudah mau mencintai lelaki yang banyak kekurangan seperti aku"
" No. Daddy justru sosok suami yang sangat sempurna. Dan diidamkan banyak wanita "
" Duh pintar banget sih istri aku ini mujinya" kata David sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
" Nyosor lagi deh"
" Hehe, habisnya bibir kamu itu membuat aku candu"
" Dasar mesum"
" Aku mesumnya cuma sama kamu "
" Daddy mandi dulu gih. Habis itu ajak aku jalan-jalan"
" Emang mau jalan-jalan kemana?"
" Liat nanti. Buruan mandi sana!"
" Mau mandi bareng nggak?"
" Aku udah mandi By"
" Mandi lagi "
" No! Daddy mandi sendiri aja"
" Baiklah. Tunggu ya, aku mandi dulu"
" Hhmm"
David segera berjalan menuju kamar mandi. Tak berselang lama David masuk kamar mandi, tiba-tiba ponselnya berdering.
Aluna mengambil ponsel suaminya. Ia melihat nama papa di sana. Itu berarti papa mertuanya yang telpon. Ia segera menjawab telepon sang mertua.
" Hallo assalamualaikum Pa"
" Wa'alaikum salam. Kok kamu yang ngangkat Nak? suami kamu kemana?"
" Iya Pa, mas David nya lagi mandi"
Ya, Aluna memang memanggil Mas kalau saat bersama keluarganya.
" Gimana kabar papa kamu Nak?"
" Alhamdulillah baik Pa. Dan besok papa mau operasi transplantasi ginjal"
" Emang sudah dapat ginjal yang cocok?"
" Sudah Pa"
" Syukurlah kalau begitu. Tapi dapat dimana ginjalnya?"
" Tadi ada korban kecelakaan dan kebetulan dokter yang menangani orang itu teman Tomy. Jadi dokter itulah memberikan informannya
" Baiklah, nanti bilang sama suami kamu kalau papa tadi telpon"
" Iya Pa"
Panggilan telepon pun berakhir. Aluna menaruh kembali ponsel suaminya. Setelah itu ia pergi ke walk in closet untuk mengambil pakaian suaminya.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1