
Keesokan harinya.
Aluna sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Ia memakai t-shirt warna peach dan juga celana jeans. Ia mengambil tas dan juga kunci mobilnya. Kemudian ia segera turun ke bawah.
Hari ini dia akan mengikuti ujian di kampusnya. Ia berharap kali ini bisa mengerjakan semua soal dengan benar. Karena semalam dia sudah menghafal.
" Non Aluna nggak sarapan dulu?" tanya Bik Ijah.
" Aluna sarapan di kantin kampus aja deh Bik"
" Nanti beneran sarapan ya non"
" Oke Bik. Aluna jalan dulu"
" Iya, hati-hati di jalan non"
Aluna melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya. Ia berharap pagi ini tidak kena macet, karena untuk menghindari macet ia tidak sarapan tadi.
Ia sangat beruntung karena suasana jalan pagi itu belum terlalu ramai. Jadi ia bisa tiba di kampus sebelum ujian di mulai. Dan bisa menyempatkan diri untuk sarapan di kantin kampus.
Mobil Aluna memasuki area kampus. Ia terus melajukan mobilnya menuju parkiran. Setelah memarkirkan mobilnya ia langsung menuju kantin kampus.
Sesampainya di kantin. Aluna memesan sarapan yang akan dia santap pagi ini. Setelah memesan ia duduk di kursi sebelah kiri. Posisinya dekat jendela.
" Eh itu bukannya primadona kampus ini?" kata seorang mahasiswi.
" Iya. Aku baru kali ini liat dia makan di kantin"
" Sama, aku juga "
Tak berselang lama datang mahasiswa laki-laki. Mereka langsung duduk di kursi sebelah Aluna.
" Boleh kami duduk disini nona cantik" kata salah satu mahasiswa cowok itu.
" Hhmm"
" Malam Minggu besok, jalan sama gue yuk"
Aluna melirik mahasiswa cowok yang ada di sampingnya itu. Mungkin mahasiswa cowok itu baru semester 4 atau 5 gitulah.
" Maaf, gue nggak biasa jalan sama bocah" kata Aluna.
" Gue rasa umur kita tidak jauh beda nona"
" Benarkah?"
" Tentu, apa lo mau coba kencan sama gue"
" Liat nanti deh, soalnya gue lagi sibuk belajar Minggu ini"
" Tidak masalah, gue akan tunggu"
" Hhmm"
Pesanan Aluna datang. Setelah Buk kantin meletakkan makanan pesanan Aluna. Ia pun undur diri dari sana.
Aluna mulai menyantap makanan yang ada dihadapannya itu. Suapan pertama pun masuk kedalam mulutnya.
Cowok itu tersenyum melihat cara Aluna makan. Kebanyakan cewek kalau makan dekat cowok pasti rada jaim gimana gitu. Tapi tidak dengan Aluna. Ia makan dengan santai dan juga elegan tanpa di buat-buat.
" Kenapa lo liatin gue terus?" tanya Aluna.
" Lo cantik, walaupun pun sedang makan kek gitu"
" Basi"
Lelaki itu tersenyum. Wanita di sampingnya itu memang susah di taklukkan. Hanya satu cowok yang berhasil pacaran dengannya.
" Denger-denger Lo udah putus sama Daniel?"
" Hhhmm"
" Apa itu tandanya gue ada peluang untuk bisa deketin Lo?"
__ADS_1
" Nggak!"
" Bukannya sekarang lo lagi jomlo?"
" Gue lagi nggak minat pacaran untuk saat ini"
" Kenapa? apa karena lo belum bisa move on dari Daniel?"
" Ini tidak ada hubungannya dengan cowok sampah itu"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Gue udah lama ingin dekat sama lo, Aluna"
" Sekarang kan lo udah deket sama gue" kata Aluna sambil tersenyum pada lelaki itu.
Deg.
Jantung lelaki itu berdegup lebih kencang dari biasanya. Senyuman Aluna tadi mampu memporak-porandakan hatinya.
Sungguh wanita yang sempurna.
Berita Primadona sedang sarapan di kampus pun menjadi trending topik di room chat kampus. Ya salah satu dari mereka memposting foto Aluna saat makan tadi.
Baru satu menit di unggah, foto itu sudah banyak mendapatkan komentar dari mahasiswa. Terutama mahasiswa cowok. Bahkan sebagian dari mereka langsung menyusul ke kantin. Hanya sekedar ingin memastikan berita di room chat kampus itu.
" Eh, kalian mau kemana rame-rame gitu?" tanya salah satu mahasiswi cewek.
" Primadona kampus sedang makan di kantin"
" Benarkah?"
" Iya, makanya buruan ke sana"
" Yuk Ngel kita ke kantin " ajak Mia sahabat Angel.
" Kalau lo mau, pergi aja sendiri"
Mia pun langsung tertunduk lesu. Ia tau sahabatnya itu tidak suka dengan primadona kampus itu. Ia juga tidak tau apa alasan sahabatnya itu tidak suka pada primadona kampus.
" Ya udah, kita ke kelas aja yuk" ajak Mia.
" Hhmm"
Angel dan Mia pun berjalan menuju kelas mereka. Walaupun Mia ingin sekali bertemu dengan primadona kampus itu. Tapi demi persahabatannya dengan Angel diapun mengurungkan niatnya.
Walaupun Aluna bukan dari kalangan artis Tapi popularitasnya di universitas itu sangat besar dan juga mahasiswa cowok berlomba-lomba untuk mendapatkan cinta wanita cantik itu.
Mungkin karena itulah sebagian mahasiswi cewek tidak suka dengan Aluna. Karena mereka kalah pamor sama kecantikan wanita cantik itu.
Di tempat lain.
David menggenggam kuat ponselnya. Lagi-lagi gadis nakal itu mengabaikan telpon dan juga pesan darinya. Jangankan di balas, dibaca aja nggak pesan yang dia kirim itu.
" Lo kenapa sih?" tanya Tomy.
" Gadis nakal itu lagi-lagi mengabaikan gue"
" Mungkin dia beneran sibuk kali"
" Masa buat balas chat gue aja dia nggak sempat. Lagian gue juga sibuk, tapi masih sempat kasih kabar sama dia"
" Terus sekarang lo mau ngapain?"
" Gue mau nyusul dia ke kampusnya"
" Jangan gila! bentar lagi kita ada meeting dengan investor luar negeri"
" Apa nggak bisa di tunda dulu?"
" Nggak! kemarin lo udah minta di mundurkan jadwalnya. Jadi sekarang nggak ada alasan lagi"
__ADS_1
Huuufftt..
David menghela nafasnya. " Kenapa hari ini harus ada meeting segala"
Tomy menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu. " Oh iya, bagaimana acara makan malam lo semalam?"
" Berantakan"
" Why?"
" Mama mau menjodohkan gue lagi. Gue heran sama nyokap gue, kenapa ia tidak pernah nyerah untuk menjodohkan gue dengan anak para sahabatnya"
" Mungkin mama lo udah mau momong cucu kali?"
" Itu nggak alasan Ren. Dan lo tau siapa yang mau mama jodohkan sama gue?"
" Nggak"
" Putrinya Pak Wilson"
" Bagus dong"
" Bagus gimana?"
" Bukankah itu artinya lo akan dijodohkan dengan Aluna"
" Kalau gue mau dijodohkan dengan Aluna nggak akan gue tolak pertunangan itu"
" Astaga. Apa lo akan di jodohkan dengan adik tirinya Aluna?"
" Hhmm"
" Apa Aluna tau?"
" Nggak" jawab David sambil menggelengkan kepalanya.
" Bagaimana kalau Aluna tau soal ini?"
" Gue sudah menolak perjodohan itu"
" Apa mama lo setuju?"
David terdiam. Ia juga tidak tau apa mamanya akan setuju dengan keputusannya. Secara mamanya sangat menyukai gadis yang bernama Angel itu.
" Woi,, kalau di tanya itu di jawab. Ini malah diem?"
" Aluna belum tau soal ini Tom. Intinya gue nggak mau di jodohkan dengan gadis itu"
" Kalau mama lo maksa gimana?"
" Gue akan bawa Aluna pergi dari kota ini"
" Nekad amat lo"
" Hanya Aluna yang bisa membuat gue nyaman. Lagian saat gue bersentuhan dengannya OCD gue tidak bereaksi"
" Apa lo yakin hanya sama Aluna aja?"
" Iya. Gue juga udah buktiin juga semalam. OCD gue kambuh saat bersentuhan dengan gadis itu"
" Berarti hanya bersama Aluna OCD lo tidak bereaksi?"
" Hhmm"
David membayangkan kejadian kemarin sore. Dimana ia sudah mencicipi manisnya bibir gadis nakalnya itu. Ia pun tersenyum saat mengingat kejadian itu.
To be continue.
Mana nih dukungannya untuk Om tampan ðŸ¤
Happy reading 😚😚
__ADS_1