
Aluna membawa Bik Ijah ke mall. Ini kali pertamanya Bik Ijah mau di ajak pergi ke mall. Sekarang mereka sudah berada di salah satu toko pakaian terkenal. Ia akan membelikan pakaian untuk Bik Ijah.
" Non, kita belanja bajunya di pasar aja. Di sini bajunya mahal-mahal"
" Nggak apa-apa Bik, Aluna ada uang kok untuk membelinya. Sekarang bibik pilih aja baju yang bibik suka, ya?"
" Tapi non"
" Udah nggak ada tapi-tapian. Cepat pilih"
" Nggak usah cek harganya ya Bik. Bibik pilih aja, kalau suka langsung ambil "
" Baik non"
Bik Ijah pun mencari baju yang dia inginkan. Sedangkan Aluna mencari baju untuk dia dan suaminya. Ini juga kali pertamanya Aluna membelikan suaminya baju.
" Mbak"
" Iya nona, ada yang bisa say bantu"
" Ada lingerie nggak?" bisik Aluna pada pelayan toko itu.
Si mbak itu tersenyum mendengar Aluna yang bertanya sedikit berbisik padanya. " Ada nona, mari saya tunjukkan koleksi lingerie yang ada di toko ini"
Aluna mengikuti langkah kaki pelayan itu. Tak berselang lama ia sampai di tempat lingerie. Matanya membulat sempurna melihat berbagai macam bentuk lingerie tergantung di sana.
" Silakan pilih mana yang nona suka"
Ia tidak menyangka kalau lingerie itu juga banyak macam. Ia tau lingerie itu dari internet. Ya dia lagi browsing cara menyenangkan hati suami. Dan salah satu memakai lingerie.
Aluna mengambil salah satu lingerie berwarna merah. lingerie itu sangat tipis dan transparan. Seketika wajahnya memerah membayangkan akan memakai lingerie itu nanti malam.
Ia mengambil beberapa macam lingerie dengan beberapa model dan juga warnanya. Setelah itu ia mencari baju untuk suaminya.
" Aluna"
Ia menoleh saat mendengar namanya dipanggil. Ia kaget melihat siapa yang memanggil namanya itu.
" Mama"
" Iya sayang, ini mama"
Ya wanita yang memanggil Aluna tadi adalah Indah. Mama kandung Aluna. Ibu yang rela meninggalkan putrinya hanya karena ingin bersama dengan lelaki yang dia cintai.
Aluna menatap lelaki tampan, tapi lebih tampan papanya berdiri di samping mamanya. Ia yakin lelaki itu pasti suami mamanya. Lelaki yang dicintai mamanya.
" Ah kenalkan suami mama, Andre"
" Hallo Om, aku Aluna" kata Aluna sambil mengulurkan tangannya.
Andre hanya menatap Aluna dengan tatapan yang tidak suka. Karena suami sang mama tidak menjabat tangannya. Aluna pun menurunkan tangannya kembali.
Apa Om Andre tidak suka sama gue.
" Oh iya, kamu sama siapa ke sini?"
" Sama Bik Ijah"
" Lalu dimana Bik Ijah?"
__ADS_1
" Lagi pilih baju"
" Kamu beli baju untuk siapa? apa untuk kekasih kamu?"
" Hhmm"
" Ternyata sekarang putri mama sudah mempunyai kekasih. Itu tandanya putri mama sudah besar. Mau makan siang sama mama sayang?"
" Apa aku nggak akan menggangu acara mama dengan Om Andre"
" Tentu saja tidak. Iya kan Pa?"
" Hhmm"
Aluna melihat bagaimana lembutnya mamanya berbicara pada lelaki yang ada di sampingnya itu. Tapi ia suaminya terlihat tidak suka.
" Kamu lanjutkan dulu belanjaannya, mama tunggu di restoran Italia yang di lantai dua ya"
" Hhmm"
Indah dan suaminya keluar dari toko. Sedangkan Aluna melanjutkan kembali memilih baju untuk suaminya. Setelah mendapatkan beberapa baju, Aluna mencari Bik Ijah.
" Udah dapat Bik bajunya?"
" Udah non"
" Sini bajunya, Aluna bayar dulu"
Aluna pergi ke kasir. Ia akan membayar semua belanjaannya. Selesai membayar, Aluna dan Bik Ijah keluar dari toko.
" Kita kemana lagi non?"
" Nyonya besar?"
" Iya Bik"
" Apa nyonya sama suami barunya?"
" Hhmm"
" Non baik-baik saja?"
" Aluna baik-baik aja Bik. Yuk kita temui mama"
Aluna dan Bik Ijah pergi ke restoran yang ada di lantai dua. Sampai di lantai dua Aluna segera mencari restoran Italia. Tidak butuh waktu lama, ia sudah menemukan restoran yang di maksud mamanya. Ia dan Bik Ijah langsung masuk kedalam restoran itu.
Banyak pasang mata yang menatap Bik Ijah dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Aluna menggandeng tangan Bik Ijah.
" Aluna" panggil sang mama sambil melambaikan tangannya.
" Yuk Bik kita ke sana"
Aluna membawa Bik Ijah ke meja tempat mamanya berada. Mereka berdua duduk di kursi kosong yang ada di sana.
" Hallo Bik Ijah, apa kabar?"
" Baik nyonya"
" Makasih ya sudah mau jagain Aluna"
__ADS_1
" Sama-sama nyonya. Non Aluna sudah saya anggap sebagai putri saya sendiri"
Indah sangat senang mendengar jawaban Bik Ijah. Setidaknya Aluna mendapatkan kasih sayang seorang ibu dari Ijah.
" Ma, papa ke toilet sebentar ya" kata Andre pada istrinya.
" Iya Pa"
Setelah berpamitan sama istrinya, Andre segera ke toilet. Sekarang tinggallah mereka bertiga di sana.
" Apa karena Om Andre, mama meninggalkan papa"
Deg.
" Darimana kamu tau?"
" Papa udah cerita semuanya sama aku Ma"
" Apa saja yang di ceritakan papa kamu? apa dia menjelekkan mama?"
" Tidak, papa tidak pernah menjelekkan mama. Justru papa menyalahkan dirinya karena sudah memisahkan mama sama Om Andre. Apa karena itu juga mama benci sama aku?"
" Maksud kamu?"
" Karena aku terlahir dari benih laki-laki yang tidak mama cintai"
" Apa papa yang mengatakan itu sama kamu?"
" Tidak"
" Lalu kenapa kamu bicara seperti itu"
" Karena sikap mama selama ini sama aku. Setelah mama menikah dengan suami mama yang sekarang, mama tidak pernah menemui aku"
" Itu karena mama sangat sibuk sayang. Bukankah sudah ada Bik Ijah yang menjaga kamu"
" Sibuk! selalu sibuk yang jadi alasannya!"
Semua orang menatap kearah Aluna. Karena mendengarkan suara Aluna yang keras. Tapi Aluna tidak menghiraukan itu.
" Non tenang" kata Bik Ijah sambil mengusap punggung Aluna.
" Aluna sudah muak Bik, alasan mama selalu saja sibuk. Papa juga sibuk, tapi dia masih punya waktu untuk menemui Aluna. Tapi wanita ini, dia tidak pernah ada waktu"
" Baiklah mama akan jujur sama kamu. Suami mama tidak mengizinkan mama membawa kamu tinggal bersama mama. Dan mama pun tidak ingin membawa benih dari lelaki yang tidak mama cintai tinggal bersama mama. Karena kehadiran kamu tidak pernah mama harapkan!"
Duarr..
Aluna seperti tersambar petir di siang bolong. Ia benar-benar kaget mendengar ucapan dan kebenaran dari mamanya. Begitu juga dengan Bik Ijah.
" Baiklah, Mulai detik ini saya bukan putri anda lagi. Dan saya harap, kalau kita bertemu dimana pun anggap kita tidak saling mengenal. Permisi"
Ijah mengikuti nona mudanya. Ia tau bagaimana hancurnya hati Aluna sekarang. Karena sang nyonya benar-benar tidak menganggap nona Aluna sebagai putrinya.
Aluna berlari keluar dari restoran itu. Ia tidak mempedulikan tatapan orang-orang padanya. Ia terus berlari menuju pintu keluar mall. Karena berlari ia menabrak seseorang di pintu masuk.
Aaaawww..
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚