
" Dad "
" Hhmm"
" Apa Daddy masih marah?"
" Marah kenapa?"
" Soal tadi pagi"
" Sedikit"
" Aku minta maaf, kalau ucapan aku menyakiti Daddy"
David menatap wanita cantik yang sekarang sudah sah menjadi istrinya itu. " Aku sudah memaafkan kamu"
" Bener nih Daddy sudah memaafkan aku?"
" Hhmm"
" Makasih daddy" ucap Aluna sambil memeluk David.
" Cie udah berani peluk-peluk nih?"
Aluna segera melepaskan pelukannya. Namun David menahan pinggang Aluna. Ia mendudukkan Aluna di atas pahanya.
" Mau kemana?"
" Mau tidur"
" Bareng"
Tanpa menunggu jawaban dari Aluna, David segera menggendong tubuh istrinya itu. Ia membaringkan istrinya dengan hati-hati. Setelah itu iapun ikut berbaring di samping sang istri. Ia membawa istrinya ke dalam pelukannya.
Aluna merasa nyaman dalam pelukan suaminya. Entah sadar atau tidak, ia pun memeluk suaminya. Menghirup aroma wangi tubuh sang suami.
David tersenyum karena Aluna memeluknya. ini kali pertama istrinya memeluknya saat tidur. Karena biasanya selalu dirinya yang memeluk sang istri. Ia berharap ini awal yang baik untuk hubungan dengan sang istri.
Tak berselang lama David mendengar nafas teratur sang istri. Itu menandakan kalau istrinya sudah berada di alam mimpi.
" Selamat tidur baby " ucap David sambil mengecup kening istrinya.
David pun mulai memejamkan matanya. Tak berapa lama ia pun menyusul sang istri ke alam mimpi.
Pagi hari.
Aluna terbangun dari tidurnya. Saat membuka matanya, yang pertama ia lihat wajah tampan suaminya. Ia tidak menyangka semalam bisa tertidur dengan pulas di dalam pelukan suaminya.
Rahang yang tegas, hidung yang mancung, dan bibir yang terlihat seksi di matanya. Aluna menyentuh wajah suaminya. Ini kali pertamanya ia menyentuh wajah suaminya
" Daddy kalau lagi tidur kek gini gemesin banget. Tapi kalau udah bangun, mesum banget dan suka nyosor"
David susah payah menahan tawanya. Ia sudah bangun saat Aluna menyentuh wajahnya tadi. Tapi ia pura-pura tidur. Ia tidak ingin melewatkan momen spesial seperti ini. Karena ini kali pertama istrinya mau menyentuhnya.
Entah dirasuki setan darimana, Aluna mencium pipi David. Setelah itu ia bangun dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah Aluna menghilang dari kamar mandi. David membuka matanya. Ia memegang pipinya yang di cium istrinya tadi. Ia tidak menyangka kalau istrinya akan menciumnya.
" Ini nggak mimpi kan? Aluna barusan cium gue?"
David mencubit pipinya. Ia ingin tau apakah ini nyata atau hanya mimpi. Kalau mimpi, ia memilih untuk tidak bisa bangun lagi. Ia merasa sakit saat dicubit.
" Berarti ini tidak mimpi "
Pintu kamar mandi terbuka. David segera menutup matanya kembali. Karena ia tidak ingin ketahuan sama istrinya itu.
Aluna keluar dengan memakai handuk yang melilit di tubuhnya. Ia melihat suaminya masih terlelap dalam tidurnya. Ia berjalan menuju lemari pakaiannya. Karena suaminya masih terlelap, Aluna melepaskan handuk yang melilit di tubuhnya.
David membuka matanya lebar-lebar saat melihat pemandangan yang sangat menyamakan mata dan otaknya. Ia susah payah menahan hasratnya. Istrinya benar-benar menguji imannya.
Aluna belum menyadari kalau suaminya sedang menatapnya dengan mendamba. Ia masih sibuk memakai pakaiannya.
__ADS_1
Sungguh pagi yang begitu menyiksa bagi David. Ia hanya dapat melihat, tanpa bisa menyentuh sesuatu yang indah itu.
Dia benar-benar membuatku gila.
Selesai memakai pakaiannya, Aluna duduk di kursi meja riasnya. Ia menyisir rambut dan memakai bedak bayi ke wajahnya. Setelah itu ia menghampiri suaminya.
" Dad, wake up "
" Sebentar lagi baby"
" Sekarang Dad. Bukannya pagi ini Daddy ada meeting"
" Iya, tapi aku lagi nggak enak badan "
Aluna langsung menempelkan punggung tangannya ke kening suaminya itu. Tapi ia tidak merasakan panas.
" Daddy nggak panas kok?" kata Aluna.
" Panasnya di dalam baby"
" Di dalam?"
" Hhmm"
David memeluk pinggang istrinya. Ia ingin meredamkan hasratnya. Ia berharap dengan memeluk sang istri, hasratnya itu bisa di redam.
" Aku buatkan teh dulu ya"
" Nggak usah, biar seperti ini saja dulu"
Aluna membiarkan suaminya memeluknya. Ia membelai rambut suaminya itu. Ia merasa suaminya itu sangat manja pagi ini.
" Kamu tau?"
" Apa?"
" Tadi aku mimpi kamu cium aku"
David bangun dari tidurnya, saat mendengar istrinya batuk. Ia segera menyodorkan segelas air putih.
" Minum dulu"
Aluna langsung meneguk air putih itu. Setelah itu ia meletakkan gelas itu kembali di atas nakas.
" Kok daddy bisa mimpi seperti itu?"
" Nggak tau, mungkin karena aku kangen sama sentuhan kamu "
" Se-sentuhan?"
" Hhhmm"
" Aku menginginkan kamu "
" Ta-tapi aku"
" Aku tau kamu belum siap untuk kita melakukannya lagi"
" Lagi?"
" Ya, bukankah kita sudah pernah tidur bareng?"
" Ah iya, aku lupa"
" Jadi kapan kamu akan memberikan hak suamimu ini?"
" A-aku belum siap"
" Baiklah, aku tidak akan memaksa kamu lagi"
" Beri aku waktu Dad"
__ADS_1
" Sampai kapan? Aku lelaki normal, dan aku butuh kamu. Apa kamu ingin aku mencari kesenangan diluar sana?"
" Tentu saja aku nggak mau"
" Aku beri waktu kamu satu hari untuk menyiapkan diri"
" Sa-satu hari"
" Hhmm"
" Dua hari gimana?"
" Nggak ada tawar menawar baby. Jadi satu hari ke depan kamu persiapkan diri kamu"
" Baiklah"
Cup.
" Aku suka kalau kamu nurut kek gini. Baiklah aku mau mandi dulu, setelah itu kita akan sarapan bersama"
" Hmmm"
David berjalan menuju kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya. Setelah suaminya menghilang di kamar mandi, Aluna merapikan tempat tidur. Setelah itu ia menyiapkan pakaian kantor untuk suaminya.
Ia meletakkan pakaian kantor suaminya di atas tempat tidur. Setelah selesai menyiapkan pakaian untuk suaminya, Aluna turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk dia dan suaminya.
" Pagi Bik"
" Pagi non"
" Bibik masak apa hari ini?"
" Ini non, cumi asam manis sama udang tepung"
" Maaf ya Bik, tadi Aluna nggak sempat bantuin bibik masak"
" Nggak apa-apa non. Apa Den David masih tidur?"
" Lagi mandi Bik, mungkin sebentar lagi juga turun"
Aluna membantu Bik Ijah menyajikan makanan di atas meja makan. Setelah selesai ia membuatkan secangkir teh hangat untuk suaminya.
David terlihat tampan dengan memakai setelan jas berwarna hitam yang dipilihkan istrinya. Ia turun kebawah untuk sarapan bersama istri dan juga Bik Ijah.
" Pagi Bik" sapa David.
" Pagi Den"
Aluna memberikan teh hangat yang sudah ia buatkan tadi. " Tehnya Dad "
" Makasih baby"
David menyesap teh yang dibuatkan istrinya. Ini teh pertama buatan sang istri. " Besok gulanya agak dikurangi ya"
" Terlalu manis ya?"
" Iya" jawab David sambil tersenyum pada istrinya.
" Maaf, soalnya aku nggak tau kalau Daddy kurang suka manis"
" Nggak apa-apa, lagian kan kamu nggak tau. Jadi nggak usah dipikirkan"
Bik Ijah sangat bahagia melihat bagaimana lembutnya David berbicara pada nona mudanya. Ia berharap David akan selalu membahagiakan nona mudanya itu.
Seperti biasa, Aluna mengambilkan nasi dan juga lauk untuk suaminya. Setelah itu untuk dirinya. Mereka bertiga pun mulai menyantap sarapannya.
Selesai sarapan Aluna mengantarkan suaminya sampai ke teras depan. Ia mencium punggung tangan suaminya. David pun membalas dengan mengecup kening sang istri. Mungkin ini akan menjadi kebiasaan mereka setiap pagi.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1