
" Dad"
" Hhhmm"
" Tadi papa telepon"
" Papa bilang apa?"
" Daddy di suruh telpon balik papa"
" Tolong ambilkan ponselnya"
Aluna mengambil ponsel suaminya di atas nakas. " Nih ponselnya"
" Makasih sayang"
David mencari kontak papanya. Setelah ketemu ia langsung menghubungi sang papa. Tak butuh waktu lama, telpon pun tersambung.
" Hallo Pa"
" Udah selesai mandinya?"
" Baru aja selesai. Ada apa papa suruh aku nelpon"
" Papa cuma mau nanya, kapan kamu akan mengadakan konferensi pers"
" Astagfirullah, aku lupa Pa"
" Kamu itu, belum tua udah pikun"
" Maklum lha pa, banyak kerjaan"
" Jadi kapan kamu akan melakukannya. Gimana kalau besok?"
" Besok kayaknya nggak bisa deh Pa. Soalnya mertua aku mau operasi, jadi aku mau nemenin istri aku di rumah sakit. Lusa aja gimana Pa?"
" Boleh. Nanti papa yang akan siapkan semuanya"
" Ok, makasih Pa"
Panggilan telepon pun berakhir. David menyimpan ponselnya kedalam saku celananya.
" Papa bilang apa?"
" Kapan kita ngadain konferensi pers"
" Emang harus ya Dad?"
" Iya sayang. Ini demi calon anak kita. Apa kamu mau anak kita dibilang anak haram"
" Nggak mau lha. Lagian aku hamil ada suami kok"
" Iya ada suami. Tapi kan orang diluar sana kan nggak tau kalau kita udah nikah"
" Iya juga sih"
" Makanya kita harus ngadain konferensi pers sebelum perut kamu membesar. Setelah itu kita akan mengadakan resepsi pernikahan"
" Aku ngikut aja"
" Gitu dong. Kamu emang harus manut apa kata suami"
" Iya Dad"
" Yuk berangkat"
" Kemana?"
" Tadi bilangnya mau jalan-jalan"
" Oh iya. Yuk jalan"
David tersenyum melihat tingkah istrinya. Kenapa setiap hari istrinya itu terlihat sangat menggemaskan.
" Kakak mau kemana?" tanya Leo saat melihat Aluna menuruni tangga.
" Mau jalan-jalan. Kamu mau ikut nggak?"
" Jalan-jalan kemana?"
" Bagusnya kemana?"
__ADS_1
" Kalau sore-sore gini enaknya ke pantai"
" Ok, yuk jalan"
Karena rute sudah ditentukan. Mereka bertiga pun langsung menuju mobil. Dan siap berangkat menuju pantai.
Suasana jalanan ibukota sore itu lumayan padat. Tapi itu tidak menyurutkan semangat bumil itu untuk pergi jalan-jalan.
Mata Aluna berbinar kala melihat jajanan yang ada di pinggir jalan. Ya di pinggir-pinggir jalan memang banyak pedagang gerobak yang sedang menjajakan dagangannya.
" Kakak mau beli jajanan itu?"
" Mau"
" Nggak boleh! jajanan pinggir jalan nggak sehat"
" Nggak semua jajanan pinggir jalan itu nggak sehat Dad"
" Coba kamu liat makanan yang di bakar itu. Makanan itu sudah kena debu kendaraan. Dan itu tidak baik untuk kesehatan"
" Tapi aku nggak mau beli makanan itu kok. Aku mau beli makanan yang lain. Boleh ya?" kata Aluna sambil mengedip-ngedipkan matanya.
David menghela nafasnya. Entah kenapa kalau istrinya sudah memasang mimik wajah seperti itu ia tidak bisa menolak keinginan sang istri.
" Baiklah. Kamu mau beli apa?"
" Daddy memang yang terbaik"
" Aku mau beli itu" tunjuk Aluna ke salah satu penjual gerobak dorong.
David menoleh ke arah yang dimaksud sang istri. " Sotang? Makanan apa itu? namanya aneh banget"
" Daddy kudet deh. Sotang itu sosis kentang"
" Wajar kalau aku kudet, lagian aku sibuk kerja. So nggak sempat mikirin makan atau jajanan yang hits saat ini"
" Tunggu apalagi, cepat pinggirkan mobilnya"
" Iya, nih lagi cari tempat parkir"
Setelah mendapatkan tempat parkir, David segera menepikan mobilnya. Ia tidak menyangka kalau jajanan seperti itu banyak peminatnya. Itu terlihat dari antrean pembeli yang sangat panjang.
" Kamu mau kemana?" tanya David sambil menahan tangan sang istri.
" Biar Leo saja yang ke sana"
" Aku pengin liat cara bikinnya Daddy"
" Tapi di sana itu rame, dan berdempetan gitu"
" Terus gimana. Aku kan pengin liat cara bikinnya"
Lagi-lagi David tidak bisa membantah keinginan sang istri. Akhirnya ia pun ikut mengantre menemani istrinya. Daripada nanti istrinya berdempetan dengan orang lain. Apalagi kalau orang itu laki-laki. Ia tidak bisa membiarkan itu terjadi.
Kehadiran David di sana menjadi pusat perhatian para pembeli lain. Para pembeli itu sangat terpesona dengan ketampanan suami Aluna. Bahkan ada dari mereka yang terang-terangan menyentuh David. Dan itu membuat Aluna geram.
" Maaf mbak, suami saya tidak biasa di sentuh sembarangan orang"
Wajah wanita itu memerah menahan malu sekaligus emosi karena mendengar ucapan Aluna tadi. Ada sebagian dari pembeli juga melihat kearahnya.
David tersenyum melihat tingkah istrinya. Ia tau istrinya itu sekarang sedang cemburu. Istrinya itu sangat menggemaskan kalau sedang cemburu.
" Senang banget ya kamu di colek-colek sama wanita lain"
" Nggak! aku sukanya di colek sama kamu"
" Bohong! tadi kamu senyum-senyum saat wanita itu pegang kamu"
" Aku senyum bukan karena di pegang wanita itu. Tapi aku senyum melihat istri aku yang lagi cemburu"
" Si-siapa yang cemburu. Aku cuma tidak ingin OCD kamu kambuh karena di sentuh wanita itu"
" Bener nih nggak cemburu?"
" Bener"
" Berarti nggak apa-apa ya, kalau aku di sentuh wanita lain?"
" Nggak boleh!"
" Katanya tadi nggak cemburu?"
__ADS_1
" Ya pokoknya nggak boleh. Lagipula kamu mau OCD kamu itu kambuh lagi"
" Ya deh, kamu nggak cemburu"
Antrean semakin berkurang. Dan akhirnya sampai juga giliran Aluna.
" Mau pesan apa Kak?"
" Sotang tiga, corn dog mozzarella tiga"
" Ada lagi Kak"
" Nggak itu aja"
" Tunggu sebentar ya Kak. Kita bikin dulu"
" Saya mau liat proses bikinnya boleh nggak?"
" Boleh Kak, silakan"
Aluna sangat senang karena penjualnya memberikan izin untuk melihat cara membuatnya. David pun mengikuti kemana istrinya pergi.
Setelah menunggu selama sepuluh menit, akhirnya pesanan Aluna sudah jadi. Penjual itu memasukkan kedalam kotak khusus untuk menyimpan sotang dan juga corn dog mozzarella. Tak lupa mereka memberi saos di atas sotang.
" Ini Kak pesanannya "
" Berapa?"
" Tujuh puluh lima ribu Kak"
" Dad minta uang"
" Mau jajan, tapi nggak punya uang"
David mengambil satu lembar uang seratus ribu dari dalam dompetnya. Kemudian ia memberikan pada istrinya.
" Nih mbak uangnya. Kembaliannya buat mbak aja"
" Terima kasih Kak. Dan semoga suka sama sotang dan corn dog mozzarella nya"
" Sama-sama"
Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya. Aluna dan suaminya pergi meninggalkan tempat itu. Diikuti sama Leo di belakang.
" Leo mau makan yang mana dulu?" tanya Aluna saat mereka sudah berada di mobil.
" Aku mau makan corn dog mozzarella dulu Kak"
Aluna memberikan satu corn dog mozzarella pada adiknya.
" Daddy mau coba yang mana dulu nih?"
" Terserah kamu aja"
" Kita coba corn dog nya dulu ya"
" Aku mau berdua aja sama kamu makannya"
" Ok"
Aluna mengigit ujung corn dog mozzarella itu. Keju mozzarella nya meleleh.
" Enak?" tanya David.
" Enak, Daddy coba aja"
David agak ragu memakan corn dog itu. Tapi melihat istrinya begitu menikmati jajanan itu. Ia pun penasaran akan rasanya. Ia pun mencoba corn dog itu.
" Gimana? enak kan?"
" Lumayan"
" Berarti Daddy nggak mau makan lagi dong ya?" goda Aluna.
" Mau " jawab David sambil mengambil corn dog mozzarella yang masih ada di dalam kotak.
Aluna tersenyum melihat tingkah suaminya. Ia tau kalau suaminya itu suka dengan corn dog mozzarella itu. Tapi suaminya itu gengsi untuk bilang enak. Mereka bertiga menikmati corn dog itu di dalam mobil.
To be continue.
Hotang ( Sosis kentang) dan Corn dog mozzarella.
__ADS_1
Happy reading 😚😚