
Divya membuka matanya kala mencium aroma minyak angin. Ia menatap sekeliling ruangan yang ia tempati sekarang. Ia mengenal ruangan itu. Bukankah dia tadi ada di kantor polisi. Tapi sekarang kenapa bisa berada di kamarnya.
" Nyonya sudah bangun?"
" Kenapa saya bisa ada di kamar Bik"
" Tadi nyonya pingsan, dan tuan lha yang membawa nyonya ke sini"
Sekarang dia ingat kalau dia pingsan di kantor polisi. " Lalu suami saya mana Bik?"
" Di ruangan kerja Nyonya"
Divya berpikir pasti suaminya itu marah padanya karena ia tidak mendengar ucapan sang suami. Tapi kalau ia tidak ke kantor polisi, maka ia tidak akan pernah tau maksud dan tujuan sahabatnya itu. Sekarang ia tidak tau harus bagaimana.
" Apa nyonya menginginkan sesuatu?"
" Tidak Bik, saya mau istirahat saja"
" Saya akan memberitahu tuan kalau nyonya sudah sadar"
" Hhmm"
Bibik pun keluar dari kamar majikannya. Ia pergi keruang kerja untuk memberi tau tuannya, kalau istrinya sudah siuman.
Tok..
Tok..
Tok..
" Masuk"
" Permisi tuan"
" Ada apa Bik?"
" Nyonya sudah siuman tuan"
" Biarkan saja Bik "
" Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu"
Garry menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Bibik itu pun segera undur diri, karena urusannya dengan tuannya sudah selesai.
Garry memijit pangkal hidungnya. Ia benar-benar kecewa sama istrinya. Padahal dia sudah melarang sang istri untuk pergi ke sana. Tapi istrinya malah tidak mendengarkannya.
" Ya Allah, harus bagaimana lagi menasehati istri hamba"
Garry mengambil ponselnya. Ia menghubungi putranya, untuk menanyakan keadaan besannya. Tak butuh waktu lama telpon pun tersambung.
" Hallo, assalamualaikum Pa"
" Wa'alaikum salam"
" Kamu sekarang di mana?"
" Rumah sakit Pa. Kenapa?"
" Tidak apa-apa. Bagaimana keadaan papa mertua kamu?"
" Alhamdulillah udah lebih baik Pa. Dan rencananya besok sudah boleh pulang"
" Syukurlah, papa ikut senang mendengarnya"
" Papa kenapa? apa ada masalah?"
" Tidak, papa hanya kecapean saja"
" Papa bawa istirahat jangan memikirkan kerjaan sama perusahaan lagi"
" Baiklah. Titip salam papa untuk mantu dan juga mertua kamu"
" Iya Pa ntar aku sampaikan"
Panggilan telepon pun berakhir. Garry meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya. Ia berjalan menuju sofa. Ia akan beristirahat di ruang kerja saja. Karena ia sedang tidak ingin bertemu dengan istrinya.
............................
Setelah menerima telepon dari papanya tadi, perasaan David jadi tidak tenang. Sepertinya papanya tidak dalam keadaan baik-baik saja.
" Daddy"
" Hhmm"
" Kemarin ayam tetangga ada yang mati karena melamun"
" Kamu samain aku sama ayam"
" Aku nggak bilang gitu"
" Tadi bilang ayam tetangga mati karena melamun"
" Emang Daddy melamun?"
__ADS_1
" Nggak, cuma lagi mikirin sesuatu"
" Apa?"
" Mikirin papa"
" Papa yang mana nih?"
" Mertua kamu sayang"
" Emang papa kenapa? sakit?"
" Sepertinya papa lagi ada masalah"
" Masalah? sama siapa?"
" Aku juga nggak tau. Tapi firasat aku mengatakan sih sama mama. Tapi nggak tau juga"
" Apa karena aku ya Dad?"
David menoleh kearah sang istri. " Nggak. Kenapa kamu berpikiran kek gitu, hhmm?"
" Ya Daddy kan tau kalau mama tidak setuju sama pernikahan kita"
" Ini nggak ada hubungannya sama kamu sayang"
" Aku ngerasa gitu"
" Jangan mikir yang macam-macam, mending kita bahas yang lain aja"
" Bahas yang lain. Apa?"
" Bikin David junior "
Dugh..
" Dasar mesum"
Aawww..
" Sakit sayang"
" Biarin, siapa suruh mesum"
" Aku mesum sama istri sendiri, jadi nggak masalah. Lagian kamu juga suka kan kalau aku mesum"
" Nggak"
" Siapa juga yang bohong"
" Tuh liat hidung kamu udah mulai panjang"
Aluna refleks menyentuh hidungnya.
David tertawa melihat ekspresi sang istri. Ia tidak menyangka kalau istrinya akan percaya dengan apa yang dia katakan barusan.
" Kamu lucu banget sih" kata David sambil mengecup hidung sang istri.
" Daddy nyebelin tau nggak!"
" Nggak tau tuh"
" Daddy"
" Iya sayang. Kenapa manggil terus, mau kasih jatah ya"
" Main sama sabun sana!"
" Jangan, ntar Joni lecet karena main sabun terus"
" Biar aja lecet"
" Ntar kamu yang rugi sendiri lho?"
" Nggak akan rugi"
" Rugi sayang. Karena nggak akan ada yang bisa bikin kamu m*nd*s*h "
" Gampang, cari aja suami baru"
" Coba aja kalau kamu berani cari yang baru, aku bunuh semua calon kamu itu"
Cup.
" Daddy tambah tampan deh kalau lagi kesal kek gitu"
" Cie udah mulai aktif dia sekarang"
" Sekali kali aktif nggak apa-apa kan Dad?"
" Sering juga nggak apa-apa. Aku nggak bakal nolak"
" Itu maunya kamu"
__ADS_1
" Baby, ke hotel yuk?"
" Ngapain?"
" Ngadon "
" No. Lagian kasihan papa di tinggal sendiri"
" Kan ada Leo. Mau ya?"
Aluna merasa gemas melihat ekspresi suaminya yang memohon dengan mata puppy eyes begitu. Ia tidak tega menolak keinginan suaminya.
" Izin sama papa dulu ya"
" Kamu mau?"
" Hhmm"
" Yes" kata David sambil mengangkat tangannya.
" Tapi papa nggak boleh di tinggal lama-lama"
" Nggak akan lama kok. Kita main cepat aja ya?"
" Baiklah, Daddy minta izin sama papa sana"
" Siap sayang"
David segera menghampiri mertuanya yang lagi membaca koran. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Jadi rencana hari ini tidak boleh gagal.
" Pa, Aku sama Aluna keluar bentar ya?"
" Kemana?"
" Ke ho--, alun-alun Pa"
" Ho alun-alun itu di mana?"
" Maksud aku, ke alun-alun kota Pa"
" Ajak Leo sekalian ya"
" Nggak bisa!" tolak David.
" Nggak bisa?"
" Ma-maksud aku, Leo ikutnya nanti aja Pa. Soalnya di alun-alun lagi ada acara khusus untuk dewasa"
Aluna menutup mulutnya supaya tawanya tidak lepas. Suaminya itu terlihat seperti orang bodoh di depan papanya.
" Sejak kapan di alun-alun kota ada acara khusus kek begitu"
" Sejak tadi Pa"
" Kamu tau darimana?"
" Dari google Pa"
" Papa baru tau kalau ada acara khusus di alun-alun"
" Acaranya emang baru-baru ini Pa"
" Ya sudah, tapi pulangnya jangan ke sorean ya"
Berasa kek ngajak anak gadis kencan gue. Padahal kan gue mau ngajak istri sendiri.
" Tenang Pa, kalau acaranya sudah selesai kita segera kembali kok"
" Ya udah, hati-hati di jalan"
" Ok Pa. Kita jalan dulu"
David segera menarik tangan istrinya keluar dari ruangan itu. Karena kalau berlama-lama di sana, pasti ada aja nanti yang akan di tanyain mertuanya.
" Berasa kek ngajak anak gadis kencan aku Yank. Padahal kenyataannya kamu udah nggak gadis lagi"
" Yang bikin aku nggak gadis lagi kan Daddy"
" Oh iya ya. Yuk ah buruan"
" Kita mau ke hotel mana?"
" Biar cepat di hotel yang ada di seberang rumah sakit aja"
David terus menggandeng tangan istrinya. Ia tidak akan membiarkan ikannya lepas hari ini. Setelah sekian purnama berpuasa, akhirnya si Joni buka puasa juga.
To be continue.
Pasangan romantis
Happy reading 😚😚
__ADS_1