Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Karma pasti berlaku


__ADS_3

Wilson membuka matanya. Ia menatap sekelilingnya. Ia melihat kedua anaknya tersenyum kepadanya. Ia pun membalas senyum kedua anaknya itu.


" Papa udah bangun?"


" Hhmm"


Aluna memencet tombol yang ada di samping bed papanya. Karena ia ingin dokter memeriksa keadaan papanya.


Dokter dan suster masuk kedalam ruang rawat Wilson, bersamaan dengan David. Ya lelaki tampan itu baru selesai menelpon Martin untuk membahas sesuatu yang penting.


Dokter mulai memeriksa tubuh Wilson secara menyeluruh. Tidak ada satupun yang terlewatkan oleh dokter itu.


" Bagaimana Dok?"


" Keadaan papa anda karena kecelakaan, sudah baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi--?"


" Tapi apa Dok?"


" Kita harus segera mencari ginjal yang cocok untuk papa anda"


" Apa ginjal papa saya sudah parah betul banget Dok?"


" Iya nona, maka dari itu kita harus segera mendapatkan ginjal yang cocok untuk papa anda"


" Kami akan usahakan secepatnya"


" Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu"


" Iya Dok. Sekali lagi terima kasih "


" Sama-sama nona "


Sepeninggal dokter, suasana di ruangan itu menjadi hening. Tidak ada satupun yang ingin memulai berbicara. Mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing.


" Gimana kalau ginjal aku saja yang di ambil. Siapa tau ginjal aku cocok untuk papa"


" Aku nggak setuju" tolak David.


" Papa juga. Walaupun ginjal kamu cocok, tapi papa nggak mau menerima ginjal kamu"


" Kenapa?"


" Karena papa tidak ingin kamu mengorbankan hidup kamu untuk Papa. Apalagi sekarang kamu sudah punya suami. Jadi kamu harus memikirkan perasaan suami kamu juga sayang"


Aluna menatap suaminya. Ia melihat ada kesedihan dari mata suaminya itu. Ia pun memeluk suaminya.


" Daddy, maaf"


David membalas pelukan sang istri. Ia membelai rambut istrinya dengan sayang. Kemudian ia mengecup puncak kepala sang istri.


" Aku sudah memaafkan kamu, jauh sebelum kamu meminta maaf sama aku. Masalah ginjal untuk papa, kita akan cari sama-sama"


Aluna menganggukkan kepalanya.


Wilson sangat senang melihat hubungan putrinya dengan suaminya. Mantunya terlihat sangat menyayangi putrinya. Ia berharap pernikahan putrinya akan selalu bahagia.


..........................


Angel sampai di kantor polisi. Ia langsung di bawah ke sel tahanan. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya saat menuju ke sel.


Widya kaget melihat putrinya di masukkan ke sel yang sama dengannya. Ia tidak menyangka putrinya akan tertangkap secepat ini.


" Angel"

__ADS_1


" Mama"


" Kenapa kamu bisa tertangkap?"


" Polisi memajang foto aku di setiap sudut kota Ma"


" Lalu kamu di tangkap dimana?"


" Di rumah. Rencananya aku mau mengambil perhiasan untuk kabur keluar negeri. Tapi aku nggak menyadari kalau ada polisi yang menyamar. Akhirnya aku tertangkap"


" Bagaimana kita mau membalas dendam sekarang?"


" Kita minta bantuan Tante Divya aja"


" Kamu benar juga. Tapi sampai sekarang dia belum datang ke sini"


" Jangan-jangan dia tidak mau membantu kita"


" Nggak mungkin. Hanya dia sahabat yang paling baik sekaligus sahabat mama yang paling bodoh "


" Mama harus secepatnya meminta bantuan sama Tante Divya. Aku nggak bisa tidur di ruangan sempit kek gini"


" Sabar sayang. Kita tidak akan lama tinggal di sini"


" Hei! kalian berdua! jangan cuma ngobrol saja. Cepat pijat kaki saya" kata seorang wanita yang di panggil bos sama para penghuni tahanan yang ada di ruangan itu.


Widya melihat wanita bertubuh kekar dengan banyak tato di tubuhnya.


" Emang kau siapa?"


" Aku bosnya di sini"


" Bos?"


" Hhmm"


" Karena kalian berdua penghuni baru, saya akan katakan. Di sini saya bosnya, jadi kalian harus mengikuti semua perintah saya. Kalau tidak? kalian akan diberikan hukuman!"


" Ma gimana ini. Wanita itu seram sekali" bisik Angel.


" Kamu tenang saja. Kita ini orang kaya, jadi mana mungkin kita melakukan pekerjaan babu"


" Hei! kenapa kalian bisik-bisik, cepat pijit kaki saya"


" Nggak mau. Kau tau, saya ini Nyonya dari keluarga Wilson"


Wanita yang dipanggil bos itu tertawa. Begitu juga dengan yang lainnya. Widya dan Angel mengeyitkan alisnya melihat orang-orang itu menertawakan mereka.


" Kenapa kalian ketawa?"


" Kau itu lucu sekali. Kalau benar kau dari keluarga kaya, kenapa kau bisa ada di sini?"


Widya terdiam mendengar ucapan wanita yang dipanggil bos itu. Ia tidak tau harus menjawab apa. Karena tak mungkin ia mengatakan kalau dirinya merencanakan pembunuhan sang suami.


" Coba lihat, dia hanya diam" kata salah satu anak buah wanita itu.


" Tentu saja dia diam. Karena dia hanya bermimpi menjadi orang kaya" kata temannya.


" Saya memang orang kaya"


" Ya,, ya, kau orang kaya, tapi dalam mimpimu. Sekarang cepat pijit kakiku"


" Kami bukan babu mu"

__ADS_1


Wanita itu menjentikkan jarinya. Dua orang wanita yang bertubuh kekar langsung berdiri dan menghampiri Angel dan mamanya.


" Kalian berdua mau ngapain?"


Kedua wanita itu tidak menjawab. Mereka langsung menarik rambut Widya dan Angel.


Aawwww..


" Lepas, sakit" teriak Angel.


" Diam! suara mu itu jelek, bikin kuping ku sakit"


Mereka terus menarik rambut ibu dan anak itu. Angel dan Widya terus berteriak karena rasa sakit yang mereka rasakan.


" Sekarang kalian berdua mau pijit kaki bos atau tidak?"


" Ka-kami mau"


" Bagus"


Kedua wanita itu langsung melepaskan tangannya dari rambut ibu dan anaknya itu. Angel dan mamanya langsung memijat kaki wanita bertato itu.


" Kalian berdua bisa mijit nggak sih!"


" Bi-bisa"


" Kalau bisa, kenapa nggak berasa. Kuat dikit mijitnya"


" Ini juga udah agak kuat " kata Widya sambil menekan-nekan tangannya di kaki wanita itu.


" Kalian harus tau peraturan di sini"


" Peraturan?"


" Hhmmm"


" Kenapa harus ada peraturan "


" Karena saya ingin semua orang di sini nggak malas-malasan"


" Emang peraturannya apa?"


" Setiap anggota baru, mendapat giliran mencuci semua pakaian anggota selama seminggu"


" Apa? mencuci?"


" Iya. Apa kalian keberatan?"


" Tentu saja keberatan. Asal kamu tau, saya itu tidak pernah kerja babu seperti itu. Karena yang biasa mencuci pakaian aku pelayan"


" Sekarang harus bisa, karena kamu di sini pelayan saya. Bukan orang kaya"


" Kalau kami tidak mau?"


" Ya siap-siap kena hukuman"


" Hukuman?"


" Iya. Hukumannya lebih parah dari yang tadi"


Widya dan Angel hanya bisa menerima nasib. Karena kalau mereka membantah, maka mereka akan mendapatkan hukuman. Apa kata orang-orang nanti kalau tau mereka jadi babu di dalam sel yang sempit dan bau itu. Widya tidak pernah menyangka nasibnya akan berakhir seperti ini. Tapi dia akan berusaha agar segera keluar dari sel terkutuk itu.


Mungkin karma sudah mulai datang menghampiri ibu dan anak itu. Tapi mereka berdua tidak menyadari akan hal itu. Karena setiap perbuatan jahat itu pasti ada ganjarannya.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2