Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Pertengkaran


__ADS_3

David membawa istrinya duduk. Sedangkan Wilson memanggil pihak keamanan. Ia tidak ingin mengambil resiko dengan keselamatan putri dan juga calon cucunya.


" Bawa dua orang tamu tidak di undang ini keluar dari sini. Dan jangan biarkan mereka masuk atau pun mendekat ke tempat ini"


" Baik Pak"


" Jangan sentuh saya! awas kalian kalau berani menyentuh saya"


" Wilson, kamu tidak bisa melakukan ini pada kami!" kata Andre.


" Siapa bilang tidak bisa. Bahkan mengeksekusi perusahaan kamu pun aku bisa. Cepat bawa mereka pergi!"


Beberapa security itu segera membawa Indah dan Andre pergi dari sana. Setelah itu Wilson menghampiri putrinya.


" Bawa istri kamu ke rumah sakit Vid"


" Baik Pa"


" Nggak Pa, aku baik-baik saja"


" Tapi tadi kamu kesakitan sayang. Dan aku nggak mau kamu sama calo baby kita kenapa-napa"


Aluna tersenyum melihat suaminya mengkhawatirkan dirinya dan juga calon baby nya.


" Tadi emang sedikit sakit. Tapi sekarang udah nggak kok. Jadi Daddy nggak khawatir, ya?"


" Tetap aja aku nggak tenang. Aku suruh dokter kesini ya"


Tidak ingin membuat suaminya tambah khawatir, Aluna pun mengangguk tanda setuju. David segera menghubungi dokter kandungan. Selesai menghubungi dokter, David membawa istrinya ke kamar yang sudah dipersiapkan untuk mereka berdua.


Sedangkan Wilson kembali ke tempat acara. Ia akan memberi tau besannya, kalau Aluna dan David akan datang terlambat.


...***...


Garry dan istrinya sedang menyapa tamu kolega bisnis sang putra. Begitu juga dengan Tomy dan Airin. Mereka ikut menghandle para tamu penting kedua perusahaan.


" Kedua mempelainya kemana tuan Tomy?" tanya salah satu klien David.


" Tuan sedang membawa nona istirahat. Maklum nona lagi hamil muda. Jadi mudah kecapean"


" Benar, istri saya waktu hamil kemarin juga seperti itu"


" Kalau istri saya hamil anak kedua ini yang sering kecapean"


Tomy merasa lega karena alasannya diterima oleh klien tuannya. Padahal ia hanya mengarang saja soal nona muda kecapean. Tapi ternyata emang ada hal seperti itu pada wanita yang sedang hamil.


" Kamu tau darimana kalau wanita hamil muda sering kecapean?" tanya Airin pada kekasihnya.


" Aku cuma sembarangan bilang aja, eh taunya emang ada hal seperti itu. Lagipula, tuan juga pernah bilang kalau nona sering merasa kecapean. Bahkan nona tidak diperbolehkan kerja sama tuan"


" Sungguh beruntung nona Aluna mendapatkan Pak David. Sudah tampan, perhatian dan setia lagi"


" Aku juga tampan, perhatian dan juga setia" kata Tomy.


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Aku harap kamu jujur sama ucapan kamu tadi"


" Tentu saja aku jujur"

__ADS_1


" Buktikan saja"


" Yuk nikah"


" Nikah?"


" Iya, kan katanya kamu mau bukti. Makanya aku bilang yuk nikah. Emang salah?"


" Nggak sih"


" Tunggu aku datang membawa keluarga aku untuk melamar kamu"


Airin menganggukkan kepalanya.


Tomy akan membawa keluarga tuannya untuk melamar Airin untuknya. Dan mereka juga akan merasakan jadi raja dan ratu seharian.


...***...


Seorang dokter perempuan sedang memeriksa Aluna. Walaupun dia sudah bilang tidak apa-apa, tapi suaminya masih saja memanggil dokter untuk memeriksanya.


David dengan setia berada disisi sang istri. Ia tidak pernah meninggalkan istrinya. Tangannya masih menggenggam tangan sang istri. Ia seakan takut istrinya akan pergi darinya.


" Bagaimana Dok?" tanya David saat dokter baru selesai menyelesaikan pemeriksaan pada istrinya.


" Keadaan nona Aluna baik-baik saja. Begitu juga dengan janinnya"


" Tapi tadi istri saya kesakitan sambil memegang perutnya Dok. Coba dokter periksa lagi?"


Dokter itu tersenyum mendengar ucapan David. Rasa khawatir itu terlihat jelas dari wajah lelaki tampan itu.


" Perut nona hanya kram biasa tuan, dan itu tidak membahayakan janin yang ada dalam kandungan nona. Jadi tuan tidak perlu khawatir"


" Benarkah?"


" Syukurlah kalau begitu"


" Nanti akan saya akan berikan vitamin dan juga obat untuk penguat kandungan nona"


" Terima kasih Dok "


" Sama-sama tuan. Kalau begitu saya permisi dulu"


" Baik Dok, silakan"


Setelah memberikan vitamin dan juga obat untuk memperkuat kandungan untuk Aluna. Dokter itu pun pergi dari kamar itu.


" Benarkan apa yang aku bilang tadi?"


" Iya. Tapi nggak ada salahnya juga kan diperiksa, untuk memastikan kalau kamu dan calon baby baik-baik saja "


" Hhhmm"


" Sekarang kamu istirahat ya"


" Pestanya gimana? nanti mereka akan bergosip tentang kita?"


" Itu nggak akan terjadi. Karena mereka semua kan tau kalau kamu lagi hamil. Jadi mereka pasti memaklumi. Lagipula di sana sudah ada mertua kamu, papa dan juga Tomy sama Airin"


" Apa nggak apa-apa kalau kita nggak ada di sana?"


" Nggak apa-apa sayang. Sekarang tidur ya?"

__ADS_1


" Hhmm"


David menemani istrinya sampai dia terlelap. Setelah itu ia akan menemui kliennya di bawah. Sekalian juga berpamitan sama para wartawan dan juga tamu yang hadir.


Ia membelai rambut istrinya, supaya istrinya merasakan kenyamanan. Tak berselang lama istrinya pun terlelap. Mungkin karena kecapean juga, jadi istrinya itu cepat terlelap.


Ia memandang wajah istrinya. Walaupun sedang tidur begitu, istrinya tetap terlihat cantik. Apalagi sekarang istrinya tidur dengan memakai gaun pengantin. Membuat istrinya terlihat tambah cantik.


David menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut. Ia mengecup kening sang istri dan terakhir dibibir istrinya. Setelah itu ia keluar dari kamar pengantin itu.


...***...


Indah sangat marah karena mantan suaminya itu tega mengusirnya dari tempat resepsi pernikahan putrinya.


" Berani sekali dia mengusir aku di acara resepsi putriku"


" Itu karena kamu bodoh! masa membujuk anak itu saja kamu nggak bisa!"


Indah kaget mendengar ucapan suaminya. Ini kali pertamanya suaminya mengatakan dia bodoh. Dan nada bicara suaminya juga tinggi.


" Kamu nyalahin aku?"


" Iya, siapa lagi"


" Membujuk satu anak saja nggak bisa!"


" Andre!"


Sekarang giliran Andre yang kaget karena istrinya memanggil namanya, tanpa ada embel-embel sayang, Pa atau apalah. Dan ini kali pertamanya dipanggil cuma nama aja.


" Berhenti, aku ingin turun"


" Tapi kita belum sampai di rumah"


" Aku tidak ingin pulang "


" Kamu mau kemana?"


" Terserah aku mau kemana. Kamu nggak usah pedulikan wanita bodoh ini "


" Sayang maafkan aku. Bukan maksud aku untuk berkata seperti itu"


" Sudahlah, aku lagi malas berdebat. Aku mau turun"


" Nggak! kamu nggak boleh turun. Kamu harus pulang ke rumah bersama aku"


" Apa kamu masih membutuhkan wanita bodoh ini?"


" Sayang, kan aku udah minta maaf"


" Enak banget kamu minta maaf. Sudah bentak aku, dan juga bilang aku bodoh. Wilson aja nggak pernah membentak atupun berkata kasar sama aku. Tapi kamu orang yang aku cintai berani bentak dan berkata kasar sama aku"


" Jadi sekarang kamu membandingkan aku sama Wilson. Iya?!"


" Karena memang itu kenyataannya, Wilson lebih segalanya dari kamu. Dia baik dan juga perhatian sama aku"


" Cukup! jangan pernah kamu bandingkan aku dengan mantan suami kamu itu"


Indah pun memilih diam. Ia tidak ingin berdebat dengan suaminya lagi. Hatinya saat ini terasa sakit karena perlakuan suaminya itu.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2