
Satu mangkok bakso sudah berpindah ke dalam perut David. Ia tidak menyangka rasa bakso di pinggir jalan itu lebih enak daripada bakso yang di jual di restoran.
" Mau nambah Dad?"
" Nggak sayang, aku udah kenyang"
" Aku mau nambah boleh ya?"
" Nambah?"
" Hhmm"
" Emang masih muat?"
" Masih dong"
David geleng kepala melihat nafsu makan istrinya. Namun dia juga senang karena istrinya banyak makan. Ia berharap istri dan calon buah hatinya selalu sehat.
" Kalau aku gendut, Daddy masih cinta nggak?"
" Masih"
" Bohong! jangan-jangan nanti pas badan aku udah gendut, Daddy cari istri baru?"
" Nggak mungkin lha. Kan kamu tau kalau aku nggak bisa disentuh sama sembarangan orang. Apa kamu lupa, kalau suami kamu ini punya penyakit OCD"
" Aku nggak lupa. Kalau seandainya OCD Daddy nggak kambuh pasti Daddy cari istri baru"
" Jangan ngomong yang aneh-aneh. Lagian aku nggak akan mungkin cari istri baru"
" Benarkah?"
" Benar sayang. Lagipula sekarang sudah ada calon baby kita di sini" kata David sambil mengelus perut sang istri.
Aluna tersenyum mendengar ucapan suaminya. Ia beruntung mempunyai suami seperti suaminya itu. Dulu ia sempat berpikir kalau ia tidak akan bisa mencintai suaminya itu. Tapi takdir berkata lain. Sekarang ia sudah jatuh cinta pada lelaki tampan itu.
Tak berselang lama, bakso pesanan Aluna pun datang. Dan saatnya untuk mengeksekusi bakso yang ada di depannya itu.
Satu persatu bakso bulat itu masuk kedalam perut Aluna. David hanya melihat istrinya makan. Bumil itu sungguh mempunyai perut yang sangat besar. Bagaimana tidak istrinya sudah makan nasi tadi di kantin. Sekarang makan bakso, dan ini sudah mangkok yang ke dua.
Bakso yang satu mangkok tadi sudah masuk kedalam perut Aluna. Sekarang perut bumil itu sudah kenyang.
" Mau nambah lagi?"
" Nggak, udah kenyang"
" Yakin?"
" Yakin Dad"
" Istirahat kan dulu perutnya, setelah itu baru kita kembali ke rumah sakit"
" Hhmm"
Setelah mengistirahatkan perut. Pasutri itu kembali ke rumah sakit untuk mengetahui perkembangan operasi sang papa.
Sesampainya di rumah sakit, pasutri itu langsung menuju ruang operasi.
" Kalian sudah kembali?" tanya Divya.
" Maaf ya Ma kita perginya lama" kata Aluna.
" Nggak apa-apa. Sini duduk dekat Mama"
Aluna duduk di samping mertuanya. Sedangkan David, duduk bersama papanya, Om Martin dan juga Leo.
" Kalian berdua darimana tadi?" tanya Garry pada putranya.
" Habis makan bakso Pa. Istri aku kepengen makan bakso tadi"
" Mantu papa jangan kamu bikin capek. Ingat dia lagi hamil muda"
" Iya Pa"
Leo hanya jadi pendengar yang baik. Nanti kalau ia sudah di ajak ngobrol barulah ia akan bicara. Sekarang ketiga orang dewasa itu sedang membicarakan bisnis.
__ADS_1
Drrrtttt...
Ponsel milik David bergetar. Lelaki tampan itu mengambil ponselnya dan melihat nama asistennya yang tertera di sana.
" Hallo tuan"
" Ada apa Tom?"
" Putri dari tuan Harun ingin bertemu"
" Tuan Harun pemilik perusahaan Angkasa group?"
" Iya tuan"
" Kenapa dia ingin bertemu dengan saya? bukankah kita ada janji temunya besok pagi?"
" Benar tuan"
" Lantas kenapa putrinya mencari saya?"
" Dia bilang papanya ingin memajukan pertemuannya siang ini"
" Katakan saya tidak bisa datang. Lagipula sekarang saya sedang menemani istri saya di rumah sakit. Kalau dia masih ngotot ingin bertemu batalkan saja kerjasamanya"
" Baik tuan"
Panggilan pun berakhir. David menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Apa ada masalah?"
" Iya. Putri dari direktur perusahaan Angkasa ingin bertemu. Padahal janji temunya besok"
" Terus gimana?"
" Aku bilang aja sama Tomy besok aja ketemunya. Kalau dia tidak mau, aku suruh batalkan kerjasamanya"
Garry menggelengkan kepalanya mendengar ucapan putranya. Ya sang putra memang selalu seperti itu. Jika kliennya memajukan waktu pertemuannya, maka ia akan membatalkan kerja sama mereka.
......….....................
" Maaf nona, Presdir tidak bisa datang"
" Kenapa? bukankah perusahaan Wesley dan Angkasa akan melakukan kerjasama?"
" Iya nona. Tapi janji temunya besok siang"
" Ya, tapi saya ingin memajukannya menjadi hari ini"
" Maaf nona, Presdir kami tidak ingin memajukan harinya. Dan saya rasa anda tau bagaimana sifat Presdir David"
" Ya saya tau. Tapi apa dia tidak ingin bertemu dengan saya"
" Tidak nona. Lagipula bos saya janji temunya dengan papa anda?"
" Lancang sekali anda tuan Tomy!"
" Maaf nona, sepertinya tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Saya juga banyak kerjaan, jadi silakan keluar dari ruangan saya"
" Cih, hany seorang asisten rendahan saja sudah belagu. Awas kamu! says laporkan sama David. Kalau kamu sudah berani mengusir putri dari kliennya"
" Silakan. Saya dengan senang hati menunggu nona melaporkan saya"
Veronica keluar dari ruangan Tomy. Tak lupa ia membanting pintu ruangan itu. Ia akan membuat perhitungan dengan Tomy. Karena laki-laki itu sudah berani mengusirnya.
Tomy mengelus dadanya karena kaget pintu ruangannya di banting oleh Veronica. Ia tidak menyangka putri dari tuan Harun itu mempunyai tempramen yang buruk.
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk!"
" Apa kamu baik-baik saja?"
__ADS_1
Tomy menoleh kearah suara yang selama ini selalu mengisi pikirannya. Ia tersenyum melihat wanita yang ia sukai ada didepan matanya.
" Hei! malah bengong"
" Ah I-iya, kenapa?"
" Seharusnya aku yang nanya, kamu kenapa?"
" A-aku?"
" Hhhmm"
" Aku baik-baik saja"
" Syukurlah. Aku pikir kamu habis jambak-jambak kan sama Buk Veronica"
" Kamu pikir aku cowok apaan? aku tu nggak pernah menyakiti wanita"
" Benarkah?"
" Hhhmm. Oh iya, ada apa kamu kesini?"
" Nggak, aku cuma mau melihat keadaan kamu"
" Emang aku kenapa?"
" Aku pikir kamu diapa-apain sama Veronica"
" Apa kamu menghawatirkan aku?"
" Ng-nggak"
" Beneran?"
" Hhhmm"
" Yeah? padahal aku berharap banget tadi"
" Karena kamu baik-baik saja, aku pergi dulu"
" Eits.. mau kemana?" tanya Tomy sambil menahan tangan Airin.
" Tomy lepasin tangan aku"
" Bilang dulu kalau tadi itu kamu khawatir sama aku?"
" Kamu kok maksa sih"
" Habisnya kamu sukanya dipaksa"
" Tom, aku mau kerja "
" Bilang dulu, habis itu baru aku lepas"
" Iya, aku tadi khawatir sama kamu"
Tomy tersenyum mendengar jawaban dari Airin. Walaupun ia harus memaksa wanita cantik itu untuk mengatakannya.
" Sekarang sudah bisa lepasin tangan aku?"
Tomy menarik pinggang Airin, hingga tubuh wanita cantik itu membentur dada bidang Tomy.
Airin mendongak ke atas. Matanya dan mata Tomy pun bertemu. Jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.
Kenapa jantungku berdetak kencang. Batin Airin.
Airin mendorong tubuh Tomy. Ditatap intens seperti tadi membuatnya tidak nyaman.
" Aku keluar dulu" kata Airin sambil berlari menuju pintu keluar.
Tomy tersenyum melihat tingkah Airin. Wanita itu terlihat sangat menggemaskan. Ia akan secepatnya mengungkapkan perasaannya pada wanita cantik itu.
To be continue..
Happy reading 😚😚
__ADS_1