Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Daddy merajuk


__ADS_3

Pagi hari.


David bersiap untuk berangkat kerja. Sedangkan Aluna bersiap untuk pergi kuliah. David terlihat tampan dengan stelan jas berwarna hitam.


" Baby, tolong pasangkan dasi dong"


" Pasang sendiri aja Dad, aku lagi membereskan buku-buku yang akan aku bawa nanti"


" Ya udah aku tunggu"


" Pasang sendiri aja, ntar daddy telat"


" Nggak peduli, lagian yang punya perusahaan kan aku"


" Justru karena Daddy yang punya perusahaan, jadi Daddy harus kasih contoh yang baik untuk para karyawan Daddy"


" Pokoknya aku mau kamu yang pasangkan?"


Aluna menghela nafasnya. Suaminya itu sungguh kekanakan sekali. Akhirnya ia pun menunda pekerjaannya dan memasangkan dasi suaminya.


" Selesai" kata Aluna sambil merapikan jas suaminya.


Cup.


" Makasih istriku"


" Sama-sama Dad. Yuk kebawah, kita sarapan"


" Hhmm"


David merangkul pinggang istrinya. Aluna membiarkan saja suaminya merangkul pinggangnya. Karena kalau protes ujung-ujungnya dia juga nanti yang kena.


" Pagi Bik" sapa Aluna saat mereka sudah sampai di meja makan.


" Pagi Non, Aden"


Seperti biasa, Aluna melayani suaminya itu. Ia mengambilkan sarapan untuk suaminya. Setelah itu barulah untuk dirinya. Bik Ijah juga ikut bergabung untuk sarapan bersama. Mereka pun mulai menyantap sarapan mereka.


" Hari ini aku yang nganterin ke kampus ya?"


" Apa nggak ngerepotin"


" Nggak kok. Aku malah senang bisa nganterin kamu ke kampus "


Selesai sarapan. Pasutri itu berpamitan sama Bik Ijah. Setelah itu mereka berjalan menuju mobil. David membukakan pintu mobil untuk istrinya.


" Silakan masuk istriku"


" Terima kasih"


David melajukan mobilnya menuju kampus sang istri. Ini kali pertamanya bagi Aluna diantar ke kampus sama suaminya. Begitu juga sebaliknya, ini pengalaman pertama David pergi mengantarkan istrinya.


" Dad, nanti berhenti di depan pintu gerbang aja ya?"


" Kenapa?"


" Aku nggak mau ada yang liat"


" Ya nggak apa-apa kalau mereka liat. Lagian kita kan udah sah"


" Tapi mereka belum tau kalau aku sudah menikah"


" Ya udah kasih tau aja, gampang kan?"


" Belum waktunya Dad "

__ADS_1


" Ya udah terserah kamu aja"


" Daddy marah?"


David hanya diam. Ia tidak ingin menjawab pertanyaan sang istri. Karena tidak ada jawaban dari suaminya, Aluna pun memilih untuk diam.


Mereka pun sampai di depan pintu gerbang kampus. Aluna turun dari mobil. Saat Aluna sudah turun dari mobil, David langsung melajukan mobilnya meninggalkan kampus itu.


Aluna menatap mobil suaminya dengan perasaan sedih. Ia tau suaminya itu lagi marah. Ia akan meminta maaf nanti pada suaminya itu. Ia pun masuk kedalam kampus.


" Aluna"


Aluna yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh kearah suara. Ia mengeyitkan alisnya saat tau siapa yang memanggil namanya.


" Ada apa?"


" Semalam papa ke rumah lo ya"


" Bicara yang sopan, saya itu lebih tua dari kamu"


" Ck,, kamu itu hanya putri yang dibuang oleh papa"


Aluna mengepalkan tangannya menahan emosi. " Siapa yang bilang kalau gue putri yang di buang?!"


" Buktinya papa tidak mau tinggal sama lo dan memilih tinggal bersama gue"


" Denger, kau itu hanya seorang anak tiri. Jadi jangan pernah berharap untuk bisa menjadi anak kandung. Walaupun sekarang papa nggak tinggal bersama saya? bukan berarti saya putri yang di buang. Kata putri terbuang itu pantas untuk mu. Atau lebih tepatnya pencuri" kata Aluna sambil berlalu pergi meninggalkan Angel.


Aluna tidak menyangka akan bertemu dengan adik tirinya. Bukan adik tiri, karena dia bukan anak papanya. Entah sebutan apa yang cocok untuk wanita itu.


Angel sangat kesal dan juga marah, karena Aluna berani meninggalkannya. Ia harus membalas wanita sombong itu.


" Awas saja kau nanti, akan gue balas"


Angel pergi ke kelasnya. Niatnya ingin bikin Aluna kesal, taunya dia yang dibuat kesal sama wanita itu.


🍃🍃🍃


David baru sampai di perusahaannya. Setelah memarkirkan mobilnya, ia berjalan masuk kedalam kantornya. Hari ini mood nya lagi tidak bagus. Jadi ia tidak membalas sapaan para karyawannya.


" Pagi Bos" sapa Tomy sang asisten.


David tidak membalas sapaan asistennya itu. Ia terus berjalan masuk kedalam lift. Tomy pun bergegas menyusul bosnya itu.


Didalam lift tidak ada yang bersuara. Tomy tidak ingin bertanya. Karena ia tau kalau bosnya itu sedang bad mood. Dari pada nanti gajinya di potong, mending dia diam.


Saat pintu lift terbuka David segera keluar dari. Ia tidak menghiraukan Tomy yang masih terdiam di dalam lift. Ia terus berjalan menuju ruangannya.


David langsung duduk di kursi kebesarannya. Ia menatap dokumen yang menumpuk di atas mejanya. Ia mengambil satu dokumen itu dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


Saat sedang fokus memeriksa dokumen-dokumen penting itu. Ponsel David berdering. Ia mengambil ponselnya dan melihat nama istrinya yang tertera di sana.


Ini kali pertamanya Aluna menghubunginya duluan. Ia langsung menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Tampaklah wajah cantik istrinya. Ya sekarang mereka sedang melakukan panggilan video.


" Daddy"


" Ada apa kamu telpon saya"


" Daddy kok ngomongnya formal kek gitu sih?"


" Kalau nggak ada yang mau dibicarakan saya tutup dulu telponnya"


" Jangan!"


" Saya lagi sibuk"

__ADS_1


" Maaf"


" Kenapa kamu minta maaf?"


" Aku tau aku salah. Aku cuma nggak ingin ada yang tau kalau kita udah nikah. Beri aku waktu daddy"


" Ya udah nggak apa-apa. Mulai besok saya nggak akan nganter kamu lagi"


Tut.


Panggilan video pun berakhir, karena David mematikan telponnya secara sepihak. David melihat wajah istrinya berubah menjadi sendu. Makanya ia segera mematikan sambungan teleponnya. Hatinya terasa sakit kalau melihat istrinya menangis. Ia menyimpan ponselnya kembali.


David menoleh kearah pintu kalah mendengar suara pintu terbuka. " Mama"


" Kenapa kamu kaget gitu?"


" Siapa yang kaget, aku biasa aja"


" Kamu tau kenapa mama kesini?"


" Paling nyuruh aku pulang ke mansion"


" Bagus kalau kamu sudah tau"


" Tapi maaf Ma, aku nggak bisa"


" Kenapa?"


" Mama nggak liat pekerjaan aku banyak"


" Kamu bisa minta Tomy untuk menyelesaikan pekerjaan kamu"


" Tidak semua pekerjaan ini bisa di kerjakan oleh Tomy Ma"


" Kamu itu benar-benar bikin Mama marah David"


" Ma, aku lagi pusing. Jadi tolong sekarang mama keluar dari ruangan aku"


" Kamu ngusir mama"


" Anggap saja seperti itu"


" Apa karena wanita difoto itu? makanya kamu menolak untuk pergi ke mansion"


" Hhmm"


" Mama tidak akan pernah merestui kamu sama dia. Karena mama cuma mau Angel yang jadi menantu mama, nggak ada yang lain"


" Dan aku tidak akan pernah menikah dengan Angel. Mama tau aku punya penyakit OCD, bahkan mama juga melihat saat aku bersentuhan dengan Angel"


" Itu karena kamu belum terbiasa aja bersama dia. Nanti lambat-laun kamu akan baik-baik saja"


" Sudahlah Ma, aku lagi nggak ingin ribut sama mama. Jadi aku mohon mama keluar dari ruangan aku"


" Pasti wanita itu yang sudah membuat kamu seperti ini. Wanita itu hanya membawa pengaruh buruk untuk kamu"


" Cukup! tolong mama keluar dari ruangan aku"


" Mama akan bilang sama papa tentang perlakuan kamu sama mama. Pokoknya mama tidak akan pernah merestui kamu dengan wanita itu" kata Vidya yang langsung keluar dari ruangan itu.


Aaarrrrrgggg...


David menarik rambutnya frustrasi. Ia tidak menyangka mamanya akan bicara seperti itu. Bagaimana ia akan membawa Aluna ke mansion-nya.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2