Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Ketahuan


__ADS_3

Setelah keadaan Aluna benar-benar sudah membaik. Barulah David membawa istrinya pulang dari rumah sakit.


" Benar kamu udah nggak apa-apa?"


" Benar Dad. Jadi kita pulang sekarang ya? aku kurang suka bau rumah sakit"


" Baiklah"


" Makasih daddy "


David membantu istrinya untuk bangun.


" Bisa jalan nggak? atau mau aku gendong?"


" Nggak! Aku bisa jalan sendiri"


" Baiklah"


Mereka keluar dari ruangan itu. David menyelesaikan administrasi terlebih dahulu. Setelah itu barulah mereka pergi meninggalkan rumah sakit.


" Ada yang mau kamu beli?" tanya David setelah mobil keluar dari rumah sakit.


" Nggak"


" Apa kamu nggak mau makan sesuatu?"


" Nggak Dad. Kita langsung pulang aja"


" Baiklah"


Mobil melaju membelah jalanan ibukota. Tangan David masih menggenggam tangan istrinya, seakan takut wanita itu akan pergi meninggalkannya.


Mereka pun sampai di rumah. Bik Ijah sudah menunggu kedatangan mereka di depan pintu. Aluna tersenyum melihat wanita yang berdiri di depan pintu.


" Nona sudah membaik?"


" Sudah Bik "


" Bibik sangat khawatir "


" Aluna baik-baik aja Bik, jadi bibik nggak usah khawatir lagi "


" Yuk masuk, nanti kamu pingsan lagi karena berdiri lama-lama" kata David.


Mereka pun masuk kedalam rumah.


" Baby aku ke kamar dulu ya, mau mandi. Udah gerah banget soalnya"


" Iya Dad"


Setelah berpamitan pada istrinya, David langsung pergi ke kamarnya. Sekarang tinggallah Aluna dan Bik Ijah di sana.


" Maafkan bibik ya non. Karena bibik tidak bisa membantu non saat di mall tadi"


" Nggak apa-apa Bik. Lagipula itu bukan salahnya bibik"


" Apa non akan memberi tau tuan besar soal kejadian tadi?"


" Nggak Bik. Aluna tidak ingin membuat papa khawatir, apalagi papa lagi dalam masa penyembuhan. Aluna tidak ingin papa drop gara-gara mendengar kabar ini"


" Iya juga sih. Nona mau makan apa? nanti bibik masakin?"


" Kayaknya makan makanan yang pedas-pedas enak deh"

__ADS_1


" Baiklah, nanti bibik masakin gurame asam pedas ya"


" Iya Bik. Oh iya, belanjaan Aluna bibik taruh dimana?"


" Di kamar "


" Di kamar?"


" Iya non"


" Gawat!"


" Apa yang gawat non?"


Tanpa menjawab pertanyaan sang bibik, Aluna segera pergi ke kamarnya. Ia takut kalau David melihat lingerie yang ia beli tadi. Sedangkan bibik hanya melongo menatap kepergian nona mudanya.


Sepanjang jalan menuju kamarnya, Aluna terus berdoa. Semoga suaminya belum melihat barang belanjaannya.


Aluna bernafas lega karena sesampainya di kamar ia tidak mendapati suaminya di sana. Itu tandanya sang suami masih berada di kamar mandi. Ia segera memasukkan barang belanjaannya ke dalam lemari, sebelum sang suami melihatnya"


" Baby, kamu di sini?"


Deg.


Aluna kaget mendengar suara suaminya. Ia tidak menyangka kalau suaminya sudah selesai mandi. " Iya"


" Kamu lagi apa?"


" Lagi menyimpan barang belanjaan aku tadi Dad"


" Tolong ambilkan baju aku dong"


" Sebentar"


" Makasih baby"


" Sama-sama Dad"


Aluna membaringkan tubuhnya di atas kasur. Hari ini sangat melelahkan untuknya. Terutama untuk pikiran dan juga hatinya. Tapi dia bersyukur masih memiliki suami, papa dan Bik Ijah di sisinya. Andai saja ia bisa memilih, ia tidak ingin mama Indah yang melahirkannya ke dunia ini.


Ia teringat akan papanya. Ia tau bagaimana sakitnya sang papa, karena cintanya tidak terbalaskan. Ia tidak tau kalau mamanya selalu memperlakukan papanya dengan tidak baik.


" Kamu lagi memikirkan apa?"


" Mikirin papa. Aku nggak tau kalau dulu papa juga menderita. Bahkan sekarang ia menikah dengan wanita jahat. Aku kasihan sama papa Dad"


David memeluk istrinya. " Jangan pikirkan masalah itu lagi. Sekarang kita berdoa, semoga papa bisa terlepas dari istrinya yang sekarang"


" Aku selalu mendoakan papa. Dan aku juga ingin papa sembuh"


" Apa kita bawa papa berobat ke luar negeri?"


" Setuju. Siapa tau dokter di sana bisa mengobati penyakit papa"


" Iya, sekalian kita honeymoon"


" Honeymoon?"


" Iya. Apa kamu tidak mau?"


" A-aku"


" Jangan terlalu dipikirkan. Aku cuma bercanda. Sekarang kamu istirahat lha, aku mau mengerjakan pekerjaan kantor yang tadi belum selesai" kata David sambil mengecup kening sang istri.

__ADS_1


David mengambil laptopnya. Ia duduk di sofa yang ada di sana. Aluna menatap suaminya dengan perasaan yang campur aduk. Ia tidak bermaksud menolak keinginan suaminya tadi. Dan ia tau kalau suaminya kecewa padanya.


Sepertinya malam ini dia memang harus memakai lingerie yang ia beli itu. Walaupun ia tidak mahir dalam hal merayu, tapi dia akan mencobanya.


Ia melirik suaminya yang sangat fokus menatap laptop yang ada di depannya. Suaminya itu terlihat sangat tampan jika sedang serius seperti itu.


" Jangan terus menatap aku seperti itu. Nanti kamu jatuh cinta"


Wajah Aluna memerah karena malu. Ia tidak menyangka akan ketahuan sama suaminya itu. Ia pikir suaminya tidak memperhatikannya.


" Si-siapa yang menatap Daddy"


" Nggak usah bohong. Wajah kamu udah memerah kek tomat gitu"


Aluna segera menyembunyikan wajahnya di dalam selimut. David tersenyum melihat suaminya yang malu karena ketahuan menatapnya.


Ah, bisa-bisa aku khilaf karena melihat wajahnya yang menggemaskan itu.


Di tempat lain.


Indah merasa lega, karena ia sudah mengatakan apa yang ia pendam selama bertahun-tahun ini. Ia tidak peduli Aluna akan membencinya. Karena lambat laun nanti putrinya itu juga pasti akan tau.


" Apa kamu menyesal telah mengatakan kebenaran itu pada putrimu?" tanya sang suami.


" Tidak, lagi pula aku sudah capek berpura-pura baik dan perhatian sama anak itu"


" Aku pikir kamu akan menyesal"


" Menyesal? tentu saja tidak. Anak itu lahir karena kesalahan papanya. Dan lagi aku juga tidak mengharapkan kehadirannya"


Indah masih ingat, bagaimana Wilson menyentuhnya dalam keadaan dia sedang di pengaruhi obat perangsang. Dan sampai sekarang ia tidak bisa melupakan kejadian itu.


Saat tau dirinya sedang hamil, ia ingin menggugurkan janin itu. Tapi Wilson lagi-lagi menghalanginya. Lelaki itu ingin dirinya tetap melahirkan bayi itu.


" Sekarang kamu harus fokus sama keluarga kecil kita. Semua orang di masa lalu kamu sudah tidak ada lagi. Jadi kita bisa berbahagia dengan putra kita sekarang"


" Tentu saja "


Andre sangat senang karena Indah sudah menjadi miliknya dan putranya kembali. Ia sangat mencintai wanita yang sekarang menjadi istri itu. Maka apapun akan ia lakukan demi merebut wanitanya. Walaupun harus menyingkirkan Wilson sekalipun.


" Sayang"


" Hhmm"


" Apa kamu pernah punya perasaan sama Wilson"


" Tentu saja tidak. Kenapa?"


" Tidak apa-apa. Aku hanya ingin bertanya saja"


" Walaupun dulu aku pernah menikah dengannya. Tapi aku tidak pernah sekalipun tertarik pada lelaki dingin itu. Aku hanya mencintai kamu, dan aku rasa kamu juga begitu?"


" Tentu saja, kamu satu-satunya wanita yang aku cintai "


Andre tidak berbohong. Dirinya memang sangat mencintai istrinya. Walaupun banyak perempuan diluar sana yang menginginkannya, tapi dia tidak pernah tergoda. Karena ia sangat mencintai istrinya itu.


To be continue ..


Om tampan.



Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2