Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Calon ayah


__ADS_3

David menggendong istrinya ke salah satu kamar yang ada di lantai bawah. Sedangkan Divya menghubungi dokter keluarga Wesley.


" Sayang, bangun?" kata David sambil menepuk pelan pipi sang istri.


Tidak ada respon dari istrinya. David benar-benar khawatir dengan keadaan istrinya yang tiba-tiba saja pingsan.


" Ma, Pa, istri aku kenapa belum sadar juga?"


" Sabar Nak, kita tunggu dokter dulu" jawab Garry.


" Oleskan sedikit minyak kayu putih di hidung istri kamu" kata Divya sambil memberikan minyak kayu putih pada David.


David pun melakukan apa yang diperintahkan sang mama. Ia mengoleskan sedikit minyak kayu putih di sana. Tapi tidak ada reaksi apapun yang terjadi setelah minyak kayu putih itu di oleskan.


" Kok istri aku masih betah memejamkan matanya Ma"


" Kita tunggu dokter aja"


Mereka pun menunggu kedatangan dokter keluarga Wesley. Tak berapa lama seorang dokter yang di tunggu pun datang.


" Maaf nyonya saya terlambat?"


" Tidak apa-apa. Cepat periksa menantu saya"


Dokter cantik itu pun mulai memeriksa keadaan Aluna. Pertama-tama ia memeriksa nadi Aluna. Setelah itu ia mengecek perut Aluna.


" Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya David setelah sang dokter selesai memeriksa keadaan istrinya.


" Istri anda baik-baik saja tuan muda. Bahkan anda akan menjadi seorang ayah"


" Maksud dokter?"


" Selamat tuan, istri anda sekarang sedang hamil"


" Hamil? itu berarti saya akan jadi seorang ayah?"


" Iya tuan"


" Ma, Pa, dengarkan apa yang dikatakan dokter tadi? aku akan jadi seorang ayah?"


" Iya Nak. Dan papa akan jadi seorang kakek"


" Selamat ya Nak" ucap Divya pada putranya.


" Makasih Ma"


" Tapi kenapa istri saya belum sadar Dok?"


" Sebentar lagi istri anda akan sadar tuan. Untuk mengetahui lebih pastinya, lebih baik nona diperiksa langsung sama dokter kandungan"


" Tolong buatkan janji temu saya sama dokter kandungan "


" Baik tuan muda. Karena tidak ada lagi, saya permisi dulu"


" Sekali lagi terima kasih"


" Sama-sama tuan muda"


Dokter itu berpamitan sama Divya dan juga Garry. Setelah itu ia pun pergi meninggalkan mansion itu.


" Akhirnya penerus keluarga ini hadir juga" kata Garry.


" Iya Pa, sungguh anugerah yang sangat indah yang diberikan Tuhan pada kita. Dan mama bersyukur saat ini mama juga sudah diberi maaf sama Aluna"


" Mulai saat ini tebuslah semua kesalahan mama dengan menyayangi dia dengan sepenuh hati"


" Iya Pa"


" Kamu harum segera mengumumkan pernikahan kamu Vid. Sebelum kandungan Aluna membesar. Papa tidak ingin nanti orang-orang berpikiran jelek sama mantu papa"


" Iya Pa. Aku juga akan mengadakan konferensi pers. Di sana aku akan mengumumkan pernikahan aku sama Aluna"

__ADS_1


" Bagus. Setelah itu kamu harus membuat resepsi yang megah untuk menantu papa"


" Pasti pa"


David memang berencana untuk segera mengumumkan pernikahan mereka. Tapi ia belum punya waktu yang pas untuk mengatakan pada istrinya. Dan sekarang Tuhan memberikan dia jalan.


" Sekarang kita menunggu Aluna siuman"


Saat David sedang berbicara dengan kedua orang tuanya. Membahas tentang rencana resepsi, David mendengar suara lenguhan sang istri. Ia segera menghampiri istrinya.


Mmmm..


Aluna membuka matanya. Ia melihat ruangan yang ia tempati sekarang. Ia merasa asing dengan kamar itu. Ini bukan kamarnya. Ia melihat suaminya.


" Daddy"


" Kamu sudah sadar sayang?"


" Ini dimana?"


" Kamar sayang"


" Aku tau ini di kamar. Tapi kamar siapa?"


" Kamar tamu yang ada di mansion"


" Emang aku kenapa, kok sampai ada di kamar tamu?"


" Tadi kamu pingsan. Apa kamu lupa?"


" Pingsan?"


" Hhmm"


Aluna mencoba mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Dan ia pun mengingat kejadian saat di meja makan tadi. Ia sudah mengacaukan acara makan malam yang sudah di siapkan oleh mama mertuanya.


" Apa mama marah sama aku?"


" Tidak. Lagipula kenapa mama harus marah sama mantu mama yang baik ini"


David membantu istrinya duduk. Ia meletakkan bantal dibelakang sang istri, supaya istrinya bisa duduk dengan nyaman.


" Maaf ya Ma, Pa, Makan malamnya batal gara-gara aku"


" Nggak apa-apa sayang. Makan malamnya kan bisa dilanjutkan nanti " kata Divya.


" Mama beneran nggak marah sama aku?"


" Tentu saja tidak sayang"


" Aluna pikir mama akan benci sama Aluna lagi"


" Itu tidak akan terjadi. Jadi mulai sekarang kamu jangan pernah punya pikiran seperti itu lagi sama mama"


" Iya Ma"


" Makasih ya" ucap David tiba-tiba.


" Makasih untuk apa?"


" Karena sudah memberikan keturunan untuk keluarga Wesley"


" Maksud daddy?"


" Kamu hamil sayang. Di dalam sini sudah ada David junior. Keturunan keluarga Wesley" kata David sambil mengelus perut rata sang istri.


" Ha-hamil?"


" Iya sayang"


" Itu artinya aku akan jadi seorang ibu?"

__ADS_1


David menganggukkan kepalanya.


Aluna menutup mulutnya karena kaget. Ia tidak menyangka kalau di dalam perutnya sudah tumbuh buah cintanya dengan suaminya. Dan ia akan menjadi seorang ibu. Air mata Aluna pun menetes.


" Kamu kenapa nangis? apa ada yang sakit!" tanya David dengan nada khawatir.


" Ini tangis bahagia Daddy"


" Kamu bikin aku khawatir saja" kata David sambil memeluk istrinya.


Ehem..


Aluna mendorong tubuh suaminya saat mendengar suara batuk papa mertuanya. Ia sangat malu, karena berpelukan di depan kedua mertuanya.


" Papa batuk?" tanya David.


" Sedikit"


" Karena Aluna sudah siuman, bagaimana kita lanjutkan kembali acara makan malamnya. Lagipula Aluna lagi hamil, jadi perutnya tidak boleh kosong" kata Divya.


" Kita makannya di sini aja deh Ma" kata David.


" Boleh juga. Mama akan minta pelayan untuk memindahkan semua makanannya ke sini"


Divya segera memanggil pelayannya untuk membawakan semua masakan yang sudah ia masak tadi. Karena mereka akan makan malam di kamar.


" Besok pagi kita pergi ke dokter untuk memeriksa calon bayi kita"


" Iya Dad"


" Oh iya sayang, kita harus segera mengumumkan pernikahan kita?"


" Kenapa?"


" Karena kamu sudah hamil. Dan lama-lama perut kamu akan bertambah besar. Aku tidak ingin orang-orang berpikiran buruk tentang kamu. Apalagi sampai bilang kamu hamil tanpa suami. Jadi sebelum perut kamu membesar, kita harus segera umumkan pernikahan kita"


" Apa yang dikatakan suami kamu benar sayang. Mama juga nggak ingin calon cucu mama nanti di hujat sama orang-orang. Kamu tau sendirilah mulut orang diluar sana"


" Iya Ma. Aku juga nggak ingin hal itu terjadi"


" Jadi kamu setuju kalau kita umumkan pernikahan kita?" tanya David.


" Iya Dad"


" Mama juga ingin kalian mengadakan resepsi pernikahan" kata Divya.


" Apa nggak apa-apa Ma ngadain resepsi saat aku sudah hamil?"


" Nggak apa-apa sayang. Lagian perut kamu belum terlihat membesar. Bagaimana?"


" Aluna ngikut aja Ma"


" Baiklah, seminggu lagi kita akan adakan resepsi pernikahan kalian"


" Seminggu?" tanya David.


" Kenapa? ada masalah?"


" Apa nggak kelamaan Ma"


Divya tersenyum mendengar jawaban putranya. Ia pikir putranya akan menolak. Taunya malah bilang kecepatan.


" Kita harus mempersiapkan semuanya terlebih dahulu. Mulai dari mencari lokasi yang bagus, dekorasi, catering dan banyak lagi. Karena mama ingin resepsi pernikahan kalian berdua itu megah"


" Apa cukup waktunya satu Minggu, Ma?" tanya Aluna.


" Cukup sayang"


" Makanan sudah siap di hidangkan. Yuk kita makan" ajak Garry.


David membantu istrinya turun dari bed. Mereka akan makan malam di kamar. Dan ini pengalaman pertama Aluna makan malam dengan kedua mertuanya. Uniknya mereka makan malam di dalam kamar.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2