Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Minta restu


__ADS_3

Setelah mengantarkan Aluna ke rumahnya. David langsung pulang ke apartemennya. Dan di sinilah dia sekarang. Di apartemen mewah miliknya.


David membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Ia memandang langit-langit kamarnya. Ia teringat akan ucapan Aluna tadi saat di mall. Kalau ia harus minta izin pada papanya Aluna.


Ia tidak ingin mengecewakan gadis nakalnya. David pun mencoba menghubungi papa Aluna. Kalau seandainya papa Aluna menentang hubungan mereka. Maka dia akan membawa Aluna pergi.


" Hallo selamat malam Om"


" Malam"


" Maaf mengganggu Om malam-malam"


" Tidak apa-apa. Tumben Nak David telpon?"


" Iya nih Om, ada sesuatu hal penting yang saya ingin bicarakan sama Om"


" Saya tidak bisa membicarakannya lewat telpon. Apa kita bisa nggak kita ketemu Om?"


" Bisa"


" Besok saya tunggu Om di cafe xx"


" Baiklah, Om akan ke sana besok"


" Terima kasih Om. Selamat malam"


Panggilan pun berakhir. David meletakkan ponselnya di atas nakas. Besok ia akan menemui calon mertuanya.


Rasa kantuk datang. David mematikan lampu kamarnya dan menggantinya dengan lampu tidur. Hari ini ia sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama gadis nakalnya. Dia pun mulai terlelap.


Pagi hari.


David bersiap untuk pergi ke restoran untuk bertemu dengan calon mertuanya. Sebelum itu ia menghubungi asistennya, kalau hari ini dia tidak pergi ke kantor.


David terlihat tampan dengan pakaian kasualnya. Ia menyisir rambutnya dengan sangat rapi. Entah kenapa, hari ini ia merasa agak sedikit tidak percaya diri untuk bertemu dengan calon mertuanya. Padahal waktu malam kemarin ia tidak segugup ini.


Setelah selesai, David mengambil kunci mobil dan juga dompetnya. Tak lupa pula ia membawa paper bag yang berisi jas yang akan ia pakai untuk acara akad nanti. Ya ada tidak adanya restu dari papa Aluna, ia akan tetap menikah. Tapi ia berharap papa Aluna merestui pernikahannya dengan Aluna.


David melajukan mobilnya menuju restoran xx. Ia akan menunggu papa Aluna di sana. Ia juga akan sarapan bersama nantinya.


Suasana jalan pagi hari ini tidak begitu padat. Jadi tidak butuh waktu lama ia pun sampai di restoran xx. Setelah memarkirkan mobilnya David langsung masuk ke dalam restoran.


Ia mencari kursi di barisan paling akhir dan di dekat jendela. Sambil menunggu papa Aluna datang, ia memesan kopi terlebih dahulu. Nanti setelah papa Aluna datang, barulah ia akan pesan makanan.


David menggambil ponselnya dan menghubungi nomor Aluna. Ia pengen tau, apakah gadis nakalnya itu sudah bangun apa belum.


Telpon masuk, tapi tidak ada jawaban dari seberang sana. Ia pun menghubungi kembali, sampai gadis nakal itu mengangkat telponnya.


" Hallo" terdengar suara serak khas bangun tidur.


" Baru bangun baby?"


" Iya. Itupun karena om yang terus mengganggu aku"


" Nggak boleh ngomong gitu sama calon suami"


" Ada apa Om telpon subuh-subuh"


" Subuh. Ini tu udah jam 7 pagi baby"


" What..! "


David menjauhkan ponsel dari telinganya. Karena teriakkan Aluna.


" Kenapa kamu teriak-teriak kek gitu?"


" Aku kesiangan"


" Emang kamu mau kemana, kok bilang kesiangan?"


" Ke kampus lha"

__ADS_1


" Bukankah kamu libur hari ini?"


" Oh iya, lupa"


" Sepertinya nyawa kamu belum sepenuhnya kembali ke raga kamu"


" Ck "


" Buruan bangun. Habis itu mandi, lalu sarapan"


" Hhmm"


" Ingat hari ini kita akan menikah"


" Hari ini? Om jangan becanda?"


" Siapa yang becanda baby"


" Tapi kita belum minta restu sama papa aku"


" Tenang? soal restu papa kamu sebentar lagi akan kita dapatkan"


" Kok bisa?"


" Bisa dong. Saya lagi nunggu papa kamu sekarang"


" Apa Om yakin papa akan memberikan restunya untuk kita?"


" Yakin baby, ya udah saya tutup dulu telponnya. Kamu mandi dulu, setelah itu sarapan. Tunggu saya di rumah"


Panggilan telepon pun berakhir. David menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya. Karena calon papa mertuanya juga sudah datang.


" Maaf Om terlambat" kata Wilson.


" Nggak apa-apa Om. Saya juga baru datang"


" Jadi hal apa yang mau Nak David bicarakan?"


" Baiklah"


David melambaikan tangannya memanggil pelayan. Pelayan pun datang menghampiri meja David.


" Silakan tuan, mau pesan apa?" tanya pelayan itu sambil memberikan buku menu pada David.


" Saya mau pesan banana pancake dan minumannya jus jeruk. Kalau Om mau pesan apa?"


" Samakan saja dengan kamu"


" Jadi banana pancake dua, dan jus jeruknya juga dua"


Pelayan pun mencatat pesanan David. Setelah selesai mencatat pesanan David, pelayan itu pun pamit undur diri.


" Bagaimana pekerjaan kamu?"


" Lancar Om, kemarin saya baru memenangkan tender proyek juga"


" Kamu memang pebisnis yang sangat sukses"


" Om terlalu memuji. Saya masih perlu banyak belajar lagi Om "


Pesanan mereka pun datang. Kedua lelaki tampan beda usia itu pun mulai menyantap banana pancake yang ada di hadapan mereka.


Kedua lelaki tampan itu menikmati sarapan mereka dengan hikmat.


" Jadi hal penting apa yang ingin nak David bicarakan?" tanya Wilson setelah mereka selesai sarapan.


" Ini soal putri Om"


" Angel?"


" Bukan Angel, tapi Aluna"

__ADS_1


Deg.


" Kenapa dengan Aluna? apa dia baik-baik saja?"


" Tenang Om, putri Om baik-baik saja. Malahan sangat baik"


" Syukurlah. Apa kamu kenal dengan putri Om?"


" Tentu saja saya kenal. Bahkan kemarin kami sempat nonton bareng"


" Apa, kalian berdua pacaran?"


" Iya Om, bahkan hari ini kami akan menikah"


" Me-menikah?"


" Iya Om. Untuk itulah saya ingin bertemu sama Om"


" Apa kalian sudah melakukan hubungan intim"


David tersenyum mendengar ucapan calon mertuanya itu. " Saya bukan lelaki seperti itu Om. Karena saya tidak akan melakukan hal itu sebelum menikah"


Wilson merasa lega. " Lalu kenapa kalian ingin menikah cepat-cepat"


" Karena saya ingin memiliki hubungan yang halal bersama putri Om"


" Apa kedua orang tua kamu sudah tau ?"


" Belum Om"


" Lebih baik kamu memberi tau kedua orang tua kamu terlebih dahulu"


" Mama pasti tidak akan setuju Om"


" Kenapa?"


" Karena dia ingin saya menikah dengan Angel "


" Kalau mama kamu tidak setuju berarti pernikahan kalian tidak bisa dilakukan"


" Tapi saya mencintai Aluna. Dan saya hanya ingin menikah dengan Aluna Om. Kami hanya butuh restu dari Om"


" Apa nanti mama kamu akan menerima putri saya?"


" Saya akan meyakinkan mama untuk bisa menerima Aluna Om"


" Maka yakinkan mereka dulu. Setelah orang tua kamu bisa menerima Aluna, barulah kamu bisa menikah dengan Aluna"


" Nggak bisa begitu dong Om. Kami saling mencintai Om" bohong David. Nggak mungkin kan dia bilang kalau Aluna belum mencintai dirinya.


" Om tidak bisa memberikan restu"


" Baiklah kalau Om memang tidak mau merestui kami. Maka saya akan membawa Aluna pergi"


Brak...


Para pengunjung lain menoleh kearah meja David karena mendengar bunyi meja di gebrak.


" Tenang Om, jangan emosi"


" Kamu jangan coba-coba bawa anak saya pergi ya"


" Makanya Om kasih restu saya sama Aluna"


Wilson hanya diam. Ia tidak ingin putrinya menderita karena ia tidak di terima oleh mertuanya. Sudah cukup ia menderita karena ditinggal olehnya dan sang istri. Sekarang ia tidak akan membiarkan putrinya bersedih lagi.


To be continue.


Udah up dua nih.. kasih vote sama hadiah boleh dong 🤗🤗


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2