Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Buronan


__ADS_3

Angel tidak menyangka, polisi akan bertindak secepat ini. Sekarang poster wajahnya sudah terpampang di seluruh sudut kota. Ia tidak boleh sampai tertangkap. Ia harus segera mengambil semua perhiasannya di rumah.


Karena wajahnya sudah ada di setiap sudut kota. Angel terpaksa menyembunyikan wajahnya. Ia menyamar untuk menyembunyikan wajahnya supaya tidak dikenali orang.


Angel menyetop taksi yang ada di jalan. Karena kalau ia memesan taksi melalui aplikasi yang ada di ponselnya, pasti polisi bisa melacak keberadaannya.


" Tujuannya kemana nona?"


" Kompleks cempaka Pak"


Setelah mengetahui tujuan sang penumpang, sopir taksi itupun melajukan mobilnya ke tempat tujuan.


Sepanjang jalan, Angel melihat fotonya. Foto itu beragam jenisnya. Bahkan ada sebagian orang yang mencoret bagian wajah Angel. Dan ada juga yang menginjak-injak foto dan poster yang ada wajah dirinya.


" Berani sekali mereka menginjak-injak fotoku"


Ia pun sampai di kompleks perumahannya. Ia turun di persimpangan jalan. Karena ia akan berjalan menuju rumahnya. Setelah membayar ongkos taksinya, Angel segera pergi ke rumahnya.


Angel melihat situasi di jalan kompleks rumahnya. Setelah merasa jalan itu sepi, barulah ia berjalan menuju rumah.


Langkah Angel terhenti kala melihat beberapa polisi sedang berjaga di depan rumahnya. Ia tidak tau kalau rumahnya akan di jaga oleh polisi.


" Sial! gimana gue mau masuk kedalam rumah, kalau polisi ada di sana"


Angel benar-benar bingung harus bagaimana. Ia harus memikirkan cara supaya bisa masuk kedalam rumah. Karena ia tidak mungkin bisa bertahan hidup dengan hanya mengandalkan kartu ATM pemberian papanya.


Wilson memang tidak pernah memberikan kartu sakti untuk Angel. Sedangkan untuk putri kandungnya ia memberikan black card. Karena menurutnya sang putri kandung lebih berhak memiliki kartu sakti itu.


Satu ide melintas dipikirkannya. Angel segera pergi dari sana, karena ia akan lewat pintu belakang rumahnya. Ia yakin di sana tidak akan ada polisi yang berjaga. Tapi belum sempat Angel pergi. Polisi sudah menangkapnya.


" Apa-apaan ini? lepaskan!"


" Anda harus ikut kami nona?"


" Emang kalian siapa?"


" Kami petugas kepolisian" ucap bapak polisi sambil memperlihatkan kartu identitasnya.


Ya polisi itu memakai baju biasa, jadi Angel tidak mengenalinya. Padahal, polisi itu sudah melihat gerak-geriknya, saat dia memperhatikan rumah besar itu.


" Lepaskan saya Pak, saya nggak bersalah!"


" Nanti anda bisa jelaskan di kantor polisi"


Polisi memborgol tangan Angel. Supaya gadis itu tidak melarikan diri. Setelah itu Angel pun dibawa ke dalam mobil patroli. Dan segera di bawa ke kantor polisi.


...........................


Aluna yang melihat pintu ruangan ICU terbuka segera bangkit dari duduknya. Ia berjalan menghampiri dokter.


" Bagaimana keadaan papa saya Dok?"


" Syukurlah Alhamdulillah papa anda bisa melewati masa kritis. Dan sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruang rawat"


" Alhamdulillah, terima kasih Dok"


" Sama-sama nona, ini sudah menjadi tugas kami. Kalian bisa menemui papa kalian setelah kami pindahkan ke ruang rawat"


" Baik Dok"

__ADS_1


Suster mendorong Brankar Wilson ke ruang rawat oleh suster. Aluna, suami dan adiknya mengikuti dari belakang. Ia sangat senang dan bahagia, karena papanya sudah melewati masa kritis.


David meminta suster untuk menempatkan mertuanya di ruangan VVIP. Karena ia ingin mertuanya nyaman.


" Dad, mandi dulu gih. Biar aku sama Leo yang jagain papa"


" Mandi bareng yuk?" bisik David di telinga sang istri.


" Jangan ngaco"


" Ayolah sayang, ya ya"


" Ini di rumah sakit. Bukan di rumah kita. Lagian di sini ada Leo juga"


" Leo nggak akan denger. Mau ya?"


" Nggak!"


" Aku udah dua hari lho puasa? masa kamu nggak kasihan sama si Jodi?"


" Jodi?"


" Hhmm"


" Jodi siapa?"


" Masa depan kamu yank"


" Apaan sih Dad, gaje deh"


" Pelit banget sih sama suami sendiri" kata David sambil berlalu menuju kamar mandi yang ada di ruangan itu.


Ponsel milik Aluna berdering. Ia segera mengambil ponselnya. Ia melihat nama Om Martin tertera di sana. Ia segera menjawab panggilan pengacara sang papa.


" Hallo Om"


" Hallo Aluna. Ada kabar baik nih dari polisi"


" Kabar baik apa itu Om?"


" Angel sudah di tangkap"


" Benarkah?"


" Iya, dia ditangkap tidak jauh dari rumah keluarga Wilson"


" Bagus banget Om. Aku juga punya kabar baik Om"


" Apa itu?"


" Papa sudah melewati masa kritisnya. Dan sekarang sudah dipindahkan ke ruang rawat"


" Syukurlah. Om ikut senang"


" Makasih Om. Besok aku sama adik dan suami aku akan melihat mereka ke kantor polisi"


" Baik, Om tunggu kalian besok di sana. Oh iya David mana? ada yang mau Om bicarakan sama dia"


" Lagi mandi Om"

__ADS_1


" Ya udah, ntar kalau dia sudah mandi. Suruh dia telpon Om"


" Ok Om"


Panggilan pun berakhir. Aluna meletakkan ponselnya di atas nakas. Ia duduk di kursi yang ada di samping bed papanya.


Aluna menatap wajah sang papa walaupun alat-alat medis sudah tidak menempel lagi di tubuh sang papa, tapi wajah papanya masih terlihat pucat.


" Dek, duduk di sini. Siapa tau papa cepat sadar"


" Iya Kak"


Leo duduk di samping kakaknya. Sekarang dua bersaudara itu sedang menunggu papa mereka siuman. Doa terus terucap dari mulut Leo. Ia sangat berharap papanya cepat sadar.


David keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Roti sobeknya terpampang jelas.


" Sayang"


" Hhmm"


" Pakaian aku dimana?"


Aluna menoleh ke arah suaminya. Ia terpesona melihat roti sobek sang suami. Seketika otaknya bertraveling ria. Ia segera menggelengkan kepalanya, supaya pikiran mesumnya hilang. Ia mengambilkan baju untuk suaminya.


" Cepat pake bajunya. Nggak enak diliatin sama Leo"


" Leo atau kamu yang nggak enak, hhmm?"


" Leo lha"


" Yeah padahal aku berharap banget kamu ngiler liat tubuh aku"


Wajah Aluna seketika memerah mendengar ucapan suaminya. Bisa-bisanya sang suami menggodanya.


" Sudah cepat pakai baju sana!"


David tersenyum melihat wajah sang istri yang memerah. " Padahal kalau kamu mau, aku nggak akan nolak. Malah dengan senang hati aku akan mengabulkannya"


" Daddy"


Aluna segera berlari ke kamar mandi. Karena kalau di sana terus, suaminya tidak akan berhenti menggodanya.


" Oh iya Dad. Tadi Om Martin telpon"


" Dia bilang apa?"


" Dia bilang ada yang mau diomongin sama daddy. Dan Daddy di suruh telpon dia" kata Aluna sambil menghilang ke dalam kamar mandi.


David memakai pakaiannya. Setelah selesai memakai pakaiannya. Ia mengambil ponselnya. Ia akan menghubungi Om Martin.


" Dek kalau kakak nanti tanya Abang kemana, bilang Abang di keluar nelpon"


" Siap Bang"


To be continue.


Nih yang minta visual Leo


__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2