Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Tangkapan lepas


__ADS_3

David kesal, karena Aluna dari tadi belum juga kembali dari toilet. Sedangkan orang yang dia tunggu sudah berada di dalam taksi menuju rumahnya.


" Kemana perginya gadis nakal itu" kata David sambil melirik jam tangan mewah yang melingkar di tangannya. " Tom, coba kamu susul gadis itu ke toilet"


" Baik tuan" kata Tomy bergegas menyusul Aluna ke toilet.


Tak berselang lama Tomy kembali tanpa membawa Aluna.


" Mana gadis nakal itu?"


" A-anu tuan"


" Anu apa?!"


" Nona itu nggak ada toilet"


" Nggak ada gimana?"


" Ilang tuan"


" Apa! kenapa gadis nakal itu bisa hilang?!"


" Mungkin dia punya ilmu menghilang tuan"


Pletak.


" Jangan ngaco kamu. Cepat cari gadis nakal itu"


" Mau cari kemana tuan?"


" Di seluruh restoran ini "


" Ba-baik tuan"


Tomy segera mencari ke seluruh sudut ruangan itu. Tapi gadis yang di cari tak kunjung juga ketemu. Ia bingung harus mencari kemana lagi. Tapi dia teringat sesuatu.


" CCTV. Kenapa nggak kepikiran dari tadi" kata Tomy sambil memukul kepalanya.


Ia segera menuju ruang CCTV untuk melihat rekaman video beberapa menit yang lalu. Sesampainya di sana Tomy langsung di beri izin masuk oleh si pemilik restoran. Karena mereka tau siapa Tomy.


" Apa rekamannya di toiletnya cuma sampai di sini?" tanya Tomy.


" Iya tuan. Karena nggak mungkin kami CCTV di dalam toilet"


" Ah iya bener juga "


" Apa orang yang tuan cari ini seorang pencuri atau gimana?" tanya sang pemilik restoran.


" Dia wanitanya tuan David"


" Omo! wanitanya tuan David?"


" Hhmm"


" Kalau gitu tuan harus mencarinya sampai ketemu"


" Ya ini juga lagi cari" kata Tomy yang matanya masih menatap lima monitor di depannya. " Stop!"


Petugas itu langsung memberhentikan video di tempat yang di maksud sama Tomy tadi.


" Coba zoom in "


Petugas itu langsung memperbesar gambar wanita yang sedang memakai baju cleaning service.

__ADS_1


" Ini bukannya cleaning service di sini tuan?"


" Bukan! dia itu seorang nona muda"


" Tapi kenapa dia memakai baju cleaning service seperti itu"


" Coba kamu liat itu. Dia menyewa dari karyawan kamu" kata Tomy sambil menunjukkan video yang ada di layar dua monitor itu.


" Apakah dia menyamar untuk kabur dari tuan David"


" Sepertinya begitu. Terima kasih, saya harus segera memberi tau tuan. Kalau tidak gaji saya yang akan jadi sasarannya" kata Tomy bergegas pergi dari ruangan itu.


David mengeyitkan alisnya melihat asistennya yang datang dengan nafas ngos-ngosan.


" Kamu habis di kejar guguk dimana?"


" Saya habis diruang CCTV tuan"


" Ngapain kamu di sana?"


" Ya cari gadis itulah"


" Dia bersembunyi di sana? terus dimana dia sekarang?"


Kok bos gue jadi oon kek gini ya.


" Gadis itu sudah kabur tuan"


" Apa! bagaimana bisa dia kabur dari sini. Dan lagi saya tidak melihat dia keluar dari sini?"


" Tentu saja tuan tidak akan melihatnya. Wong dia pake baju cleaning service"


" Maksud kamu dia nyamar gitu?!"


" Wah,, benar-benar gadis nakal. Saya harus beri dia pelajaran sama gadis nakal itu" kata David sambil berlalu pergi. Diikuti Tomy dari belakang.


David benar-benar kesal. Sudah dua kali dia dikerjai sama gadis nakal itu. Dia berjanji kalau dia bertemu lagi dengan gadis nakal itu, maka dia akan memberikan hukuman padanya.


🍃🍃🍃


Taksi yang di tumpangi Aluna berhenti tepat di depan rumahnya. Setelah membayar ongkos taksinya dia langsung masuk ke dalam rumah.


" Aluna pulang"


Bik Ijah kaget melihat nona mudanya memakai baju cleaning service. " Non Aluna habis darimana pakai baju begitu?"


" Habis dari restoran Bik"


" Non ke restoran pake baju beginian"


Aluna melihat penampilannya yang sekarang. Dia hanya tersenyum kikuk pada Bik Ijah.


" Sebenarnya tadi Aluna masih pake baju kaos Bik, cuma tadi ada kejadian yang tidak terduga yang mengharuskan Aluna pake baju ini"


" Apa non lupa bawa dompet, terus di suruh bersih-bersih restoran. Begitu"


" Bu-bukan Bik. Tadi itu Aluna di kejar-kejar sama fansnya Aluna. Jadi Aluna harus menyamar supaya bisa kabur dari dia"


" Emang non Aluna punya penggemar?"


" Tentu saja punya. Apa bibik lupa siapa Aluna?"


" Oh iya, non kan primadona kampus"

__ADS_1


" Nah itu bibik tau"


" Tapi sayang jomlo" ledek si bibik.


" Ah bibik, jangan ledekin dong?"


" Sekarang non mandi gih, habis itu ganti bajunya. Soalnya bau banget"


" Siap Bik"


Aluna bergegas pergi ke kamarnya. Karena dia juga tidak tahan sama aroma baju yang dia pake itu. Kalau tidak terpaksa mana mungkin dia mau memakai baju bau itu.


Sesampainya Di kamar mandi, dia langsung mengisi bathtub nya dengan air. Tak lupa dia meneteskan aroma Vanilla ke dalam air itu. Setelah itu Aluna langsung masuk ke dalam bathtub itu.


" Ah nyamannya. Sungguh tidak ada yang senyaman ini. Tapi lebih bagus lagi kalau ada yang pijitin"


Aluna mulai membersihkan dirinya. Ia tertawa saat terbayang kejadian setengah jam yang lalu. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana raut wajah kesal Om tampan itu. Ia yakin pasti sekarang Om tampannya itu sedang pusing mencari keberadaannya.


" Maafkan Aluna ya Om. Aluna kabur, karena Aluna takut Om ajak kawin"


Ya dia tidak pernah terpikirkan olehnya untuk menikah, setelah penghianatan yang dilakukan oleh kekasih dan juga sahabatnya. Dia belum siap terluka untuk kesekian kalinya. Dan lagi orang tuanya juga bercerai, padahal dulu mereka saling mencintai. Apalagi sekarang ini dia tidak kenal dengan lelaki yang tidur dengannya.


Mata Aluna menatap kearah perutnya. Dia teringat akan ucapan Om tampan itu. Bagaimana kalau dia benar-benar hamil. Dan bagaimana nasib anaknya nanti. Dia tidak ingin anaknya bernasib sama seperti dirinya.


" Kalau pun seandainya kamu hadir di sini" kata Aluna sambil mengelus perutnya. " Aku akan menyayangi kamu. Tidak akan ku biarkan kamu mengalami nasib seperti aku "


Tanpa terasa air mata Aluna jatuh membasahi pipinya. Dia tidak menyangka akan di campakkan oleh orang-orang yang dia sayangi. Pertama kedua orang tuanya. Setelah itu kekasih dan juga sahabatnya.


Setelah puas menumpahkan semua uneg-uneg dan kesedihannya Aluna menyudahi acara mandinya. Ia keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono.


Saat menuju lemari ponselnya berdering. Dengan malas Aluna pun mengambil ponselnya yang berdering itu. Karena kalau tidak, ponselnya itu akan selalu berdering seperti kemarin-kemarin.


" Hallo sayang" terdengar suara lembut di seberang sana.


" Ya Ma, ada apa?"


" Kamu kemana aja? kenapa baru menjawab telpon mama?"


" Aluna lagi sibuk Ma"


" Emang anak mama lagi sibuk apa sih? sampai-sampai telpon mama di cuekin?"


" Sibuk bikin tugas kuliah Ma"


" Wah,, sebentar lagi putri mama akan wisuda. Kamu ingin kado apa dari mama, hhmm?"


" Aluna nggak ingin kado apa-apa Ma. Aluna cuma ingin mama sama papa hadir di saat Aluna lulus nanti"


" Kalau itu mama nggak bisa janji ya sayang. Kamu kan tau gimana kerjaan mama"


" Ya,, ya Aluna tau. Mama sibuk kerja dan juga keluarga baru mama"


Tut.


Aluna mematikan teleponnya sepihak. Entah kenapa dia sangat benci mendengarkan alasan mamanya. Dan alasannya itu selalu sama setiap hari. Sibuk, sibuk dan sibuk.


Aaaarrrgghh...


Teriak histeris Aluna. Dia membanting ponsel keluaran terbaru itu ke dinding kamarnya. Alhasil ponsel itu hancur tak berbentuk.( Kasian ponsel mahal di banting. Mending sumbangkan ke Author 😩).


To be continue.


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2