
" Ternyata kamu di sini?"
Aluna menoleh kearah suara. Ia melihat suaminya sedang tersenyum padanya. Ia pun membalas senyuman sang suami
" Daddy"
" Kenapa nggak bilang kalau mau keluar, hhmm?
" Aku udah kirim pesan sama daddy tadi"
" Benarkah?"
" Iya. Emang daddy nggak baca pesan dari aku"
" Aku belum melihat ponsel dari tadi"
" Coba liat sekarang?"
David mengambil ponselnya di saku celananya. Benar ada satu pesan yang belum di baca. Dan pesan itu tentu saja dari istrinya.
" Maaf ya nggak balas, soalnya tadi ponselnya mode silent"
" Nggak apa-apa "
" Kenapa menyendiri di sini, hhhmm?"
" Lagi pengin aja. Lagian di sini adem. Oh iya apa meeting nya udah selesai?"
" Sudah, makanya aku langsung cari kamu. Aku takut kamu pergi"
" Daddy lebay deh. Lagian aku mau pergi kemana coba?"
" Ya kemana aja. Aku tu nggak bisa jauh dari kamu"
" Gombal ".
" Apapun yang akan terjadi nanti, kamu jangan pernah ninggalin aku ya?"
" Aku nggak akan ninggalin Daddy"
David mengecup kening istrinya. Ia berharap hubungannya dengan sang istri akan selalu baik-baik saja.
" Dad"
" Hhmmm"
" Apa menurut daddy, aku bisa memajukan perusahaan papa?"
" Tentu saja bisa. Bukankah papa juga percaya sama kamu?"
" Aku takut mengecewakan papa"
David membelai rambut istrinya. " Kamu harus yakin sama diri kamu sendiri. Bukankah kamu gadis yang pintar dan juga cerdas?"
" Aku akan berusaha untuk memajukan perusahaan papa"
" Good girl. Kapan kamu akan mulai terjun ke perusahaan papa kamu?"
" Bagusnya kapan ya Dad?"
" Terserah kamu sayang"
" Kalau besok gimana?"
" Bagus. Lebih cepat lebih baik"
" Apa Daddy bisa menemani aku ke perusahaan papa"
" Of course "
" Makasih" ucap Aluna sambil memeluk suaminya.
" Sama-sama sayang. Oh iya, mau makan siang dimana?"
" Terserah Daddy aja"
" Gimana kalau di restoran seberang kantor?"
__ADS_1
" Boleh"
" Yuk kita ke bawah, sekalian ajak Tomy sama Airin "
" Airin?"
" Iya, sekretaris aku"
Aluna melirik suaminya itu. " Apa Daddy mau comblangin Tomy sama sekretaris Daddy"
" Nggak juga sih. Cuma aku kasihan aja sama si Tomy. Umurnya udah 30 tapi masih aja jomlo"
" Berarti Daddy seumuran dong sama Tomy?"
" Hhmm"
" Mudah-mudahan mereka berjodoh ya Dad"
" Aamiin"
David mengambil ponselnya. Ia mencari kontak asistennya itu. Kemudian segera menghubungi nomor sang asisten. Tak butuh waktu lama, telpon pun tersambung.
" Hallo tuan"
" Cepat ke lobi, kita makan siang di restoran depan kantor. Jangan lupa ajak Airin"
Tut.
Tanpa menunggu jawaban sang asisten, David segera memutuskan sambungan teleponnya. Ia menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Yuk, kita tunggu mereka di lobi"
" Hhmm"
David merangkul pinggang sang istri. Mereka berjalan menuju lobi hotel. Beruntung suasana di lobi sudah agak sepi. Mungkin para karyawan sudah pergi istirahat.
Tak berselang lama, Tomy dan Airin pun datang. Mereka mempercepat langkah kakinya, karena CEO tampan itu menatap mereka dengan tajam.
" Wah? hebat sekali kalian berdua, bisa membuat seorang CEO menunggu"
" Cepat jalan, wanita saya sudah lapar"
Tomy dan Airin pun berjalan di belakang sang bos. Mereka berdua terlihat seperti bodyguard sang bos.
" Sepertinya bos sangat mencintai nona Aluna ya?"
" Sangat. Bahkan dia udah bucin akut sama nona Aluna"
" Benarkah?"
" Iya. Kamu nggak liat bagaimana protektifnya dia pada nona Aluna"
" Liat. Lalu siapa wanita kasar yang ngaku-ngaku calon istrinya bos"
" Dia adik tirinya nona Aluna"
" What! kamu serius?"
" Iya, tapi mereka tidak sedarah"
" Maksudnya"
" Angel itu bukan anak kandung papa Aluna"
" Pantas saja mereka tidak mirip. Nona Aluna terlihat sangat cantik, lembut dan juga sopan"
" Tentu saja. Kalau tidak bagaimana bos akan jatuh cinta pada dia"
" Kamu benar"
Mereka pun sampai di restoran yang ada di seberang kantor. Romy mencari tempat duduk yang kosong untuk mereka berempat.
Mata para tamu tertuju pada David dan Aluna. Mereka sangat sedih karena bos mereka sudah mempunyai kekasih. Mereka tidak punya kesempatan untuk mendekati CEO tampan itu lagi.
Entah kenapa, Aluna tidak senang melihat tatapan para karyawan itu pada suaminya. Tatapan mereka seperti ingin melahap suaminya. Aluna pun merangkul lengan suaminya. Ia seakan ingin membuktikan, kalau CEO tampan itu adalah miliknya.
David kaget karena istrinya tiba-tiba merangkul lengannya. Ini kali pertama istrinya itu mau merangkul lengannya. Ia sangat senang karena itu.
__ADS_1
" Sepertinya kursi di dekat jendela itu kosong tuan"
" Yuk sayang"
Mereka berjalan menuju kursi kosong dekat jendela. David menarik kursi untuk istrinya. Dan itu tidak luput oleh mata para karyawan yang ada di sana.
Mereka hanya bisa gigit jari melihat perlakuan manis sang CEO pada kekasihnya. Mereka tidak tau saja, kalau Aluna adalah istrinya.
Pelayan datang sambil membawa buku menu. Ia memberikan buku menu pada mereka berempat. Setelah mencatat semua pesanan David dan yang lainnya, pelayan itupun mereka pamit undur diri untuk membuat pesanan David.
" Apa sebaiknya kita makan di ruang VIP saja?" kata David.
" Disini aja Dad"
Airin kaget mendengar Aluna memanggil bosnya dengan panggilan Dad. Ingin rasanya dia bertanya, tapi ia takut. Karena itu privasi bosnya.
" CEO tampan ini suami saya, Airin" kata Aluna.
Airin kaget mendengar ucapan Aluna. Begitu juga dengan David. Ia tidak menyangka kalau istrinya mengakui kalau dia suaminya. di depan sekretarisnya.
" Serius nona?"
" Yeah. Kami menikah dua bulan yang lalu"
" Tapi kenapa tidak ada beritanya?"
" Karena pernikahan kami dilakukan secara tersembunyi"
Airin melirik kearah perut Aluna. Tapi perut wanita cantik itu tidak terlihat seperti orang hamil.
" Saya tidak hamil "
" Ma-maaf kan saya nona, bukan maksud saya seperti itu"
" Nggak apa-apa, santai aja "
Tak berselang lama pelayan pun datang membawa pesanan mereka. Pelayan itu menata makanan itu di atas meja. Setelah itu ia pamit undur diri.
Mereka pun mulai menyantap makanan yang ada di piring mereka masing-masing. Mereka menikmati makanannya dengan sangat hikmat.
🍃🍃🍃
Angel merasa emosi dan juga marah saat mendengar perkataan David tadi. Ia tidak menyangka David akan menolaknya. Bahkan lelaki itu tau rahasia keluarganya.
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia mengacuhkan umpatan para pengendara lain. Baginya sekarang ini, cepat sampai di rumah.
" Ma, mama!"
" Kamu kenapa lagi Angel?"
" David Ma"
" Kenapa dengan David?"
" Dia membawa kekasihnya itu ke kantornya"
" Apa! kamu nggak salah ngomong?"
" Nggak Ma. Bahkan dia tau kalau aku bukan putri kandung papa"
" Darimana David tau kalau kamu bukan anak kandung papa?"
" Aku juga nggak tau Ma"
" Siapa yang mengatakan itu pada David ya?"
" Apa mungkin Tante Divya?".
"Ngaco kamu. Tante Vidya bukan seperti itu"
" Terus siapa dong Ma yang mengatakan itu pada David"
" Nanti kita cari tau. Sekarang kita harus memikirkan bagaimana cara menyingkirkan wanita itu.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1