Sayap Cinta Gadis Kesepian

Sayap Cinta Gadis Kesepian
Sugar baby yang nakal.


__ADS_3

Akhirnya Aluna menyetujui permintaan David. Aluna menerima tawaran David karena ia diancam sama lelaki tampan itu. Ya kalau Ia tidak menerima untuk jadi sugar baby Om tampan itu, maka lelaki tampan itu akan mengatakan pada Bik Ijah kalau mereka sudah pernah tidur bersama.


" Saya udah menyetujui permintaan Om. Sekarang Om boleh keluar dari rumah saya"


" Kamu ngusir saya"


" Hhmm"


" Baiklah, sampai ketemu lagi weekend besok"


" Weekend?"


" Iya, saya akan bawa kamu ke suatu tempat"


" Terserah Om saja"


" Baiklah saya pamit pulang dulu" kata David bangkit dari duduknya.


" Hhmm"


" Nanti malam saya hubungi kamu"


" Hhmm"


" Kok jawabnya hhhmm terus"


" Lantas?"


" Ya setidaknya ngomong yang lain kek"


" Iya Om, Aluna tunggu nanti malam"


" Nah gitu dong. Saya jalan dulu"


Cup.


Satu kecupan manis mendarat di kening Aluna. David tersenyum melihat wajah Aluna yang memerah.


" Jaga diri kamu. Saya pulang dulu" kata David sambil membelai rambut Aluna.


Hati Aluna merasa hangat karena David membelai rambutnya tadi. " Iya Om, hati-hati di jalan"


David melajukan mobilnya meninggalkan rumah gadis nakal itu. Setelah ini ia akan pergi makan malam bersama mamanya. Sebenarnya ia tidak ingin pergi, tapi mamanya selalu memaksa.


Aluna masih menatap mobil David yang perlahan mulai menjauh dari pandangannya. Setelah mobil David tidak terlihat lagi, barulah ia masuk kedalam rumah.


Suasana jalan raya sore itu sudah mulai ramai. Para pedagang gerobak juga sudah terlihat di pinggir jalan dengan berbagai macam jualan yang mereka jajakan.


David melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah. Entah kenapa ia malas cepat sampai di rumah. Ia tau maksud mamanya mengajak dia pergi makan malam. Mamanya pasti ingin menjodohkan dia dengan putri sahabatnya itu.


Padahal mamanya tau kalau ia tidak bisa dekat dengan sembarang orang. Karena penyakit OCD nya.


David tersenyum teringat kejadian saat di rumah Aluna. Ia menyentuh bibirnya yang beberapa menit lalu bersentuhan dengan bibir mungil nan merah milik Aluna. Bibir itu terasa manis.


Ia juga tidak mengerti, kenapa setiap bersentuhan dengan Aluna penyakitnya tidak kambuh. Padahal ia baru mengenal gadis nakal itu. Apa penyakit OCD nya sudah sembuh, atau ini hanya berlaku pada Aluna saja. Ia harus membuktikan semuanya.

__ADS_1


David sampai di mansion utama milik keluarganya. Setelah memarkirkan mobilnya, ia segera masuk kedalam mansion.


" Tuan muda pulang"


" Hhmm"


David segera naik kelantai tiga, tepatnya ke kamarnya. Masih ada waktu satu jam sebelum pergi ke acara makan malam. Ia heran kenapa mamanya tidak pernah menyerah untuk menjodohkannya dengan anak para sahabatnya.


Sesampainya di kamarnya, David segera merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya. Lagi-lagi ia teringat ciumannya tadi dengan Aluna. Ia yakin ciuman tadi adalah yang pertama kali bagi Aluna.


" Dasar gadis nakal. Berciuman saja tidak bisa, malah berani ngajak seorang pria dewasa untuk tidur bersama"


Kejadian waktu malam itu terlintas kembali diingatkan David. Tubuh Aluna sangat mulus tanpa celah sedikitpun. Untung saja ia kuat menahan nafsunya malam itu, jadi Aluna bisa selamat.


David mencoba memejamkan matanya. Ia tidak ingin membayangkan tubuh Aluna lagi. Entah kenapa setiap membayangkan itu, juniornya langsung bereaksi ke dalam mode on. Tak berselang lama David pun terlelap.


🍃🍃🍃


Bik Ijah menghampiri nona mudanya yang sedang asik bermain dengan ponselnya. Ia duduk di samping Aluna.


" Ponsel baru ya non?"


" Iya Bik" jawab Aluna sambil tersenyum.


" Aden kasep tadi pacarnya non Aluna ya?"


" Bukan Bik"


" Kalau bukan, kenapa dia membelikan non Aluna ponsel?"


Ijah tersenyum mendengar jawaban nona mudanya. " Tapi bibik liat dia cara dia menatap nona sangat berbeda"


" Beda gimana Bik?"


" Seperti ada cinta dimatanya untuk nona"


" Bibik bisa aja bercandanya"


" Serius non"


" Nggak mungkin lha Bik, Aluna aja baru kenal sama Om itu"


" Sepertinya dia cowok baik-baik"


" Mungkin" kata Aluna sambil meminum jus yang di buatkan Bik Ijah tadi.


" Kenapa non nggak coba pacaran aja sama tu cowok"


puufftt..


Jus jeruk itu hampir saja menyembur keluar dari mulut Aluna saat mendengar ucapan Bik Ijah. " Bibik ngaco deh"


" Kok ngaco sih. Lagian non Aluna juga jomlo, jadi nggak masalah kalau pacaran Ama Aden kasep"


" Aluna nggak mau mikirin masalah pacaran dulu Bik. Aluna mau fokus sama kuliah dulu. Soalnya papa sangat berharap sama Aluna Bik"

__ADS_1


" Apa tuan besar akan datang ke acara wisuda non nanti"


" Iya Bik. Tapi papa tidak terlihat baik-baik saja Bik. Seperti ada yang papa sembunyikan dari Aluna"


" Mungkin itu perasaan nona saja"


" Nggak tau juga sih Bik"


" Non berdoa saja, semoga tuan baik-baik saja"


" Iya Bik"


" Sekarang non mandi gih, bibik mau masak dulu"


" Bentar lagi deh Bik, soalnya lagi nanggung nih game nya"


" Ya udah, bibik ke dapur dulu ya non"


" Oke Bik"


Bik Ijah pun berlalu ke dapur untuk memasak untuk makan malam nona mudanya. Sedangkan Aluna melanjutkan permainannya yang tertunda tadi.


Malam hari.


David memakai baju casual untuk pergi ke acara makan malam nanti. Ia menyisir rambutnya asalan. Karena malam ini ia tidak ingin terlihat tampan Dimata putri teman mamanya itu.


Ia menatap pantulan wajahnya di cermin. Walaupun dia sudah menyisir rambutnya dengan asalan, tapi tetap saja ia terlihat tampan.


" Mudah-mudahan aja nanti putri teman mama itu ilfeel melihat penampilan gue kek gini. Dan perjodohan pun tidak akan terlaksana"


Setelah di rasa cukup. David mengambil ponselnya, kemudian ia keluar dari kamarnya. Ia masuk ke dalam lift untuk menuju lantai satu.


Divya tersenyum melihat putranya yang terlihat tampan dengan memakai baju casual seperti itu. Ia berharap David tidak akan mengacaukan acara makan malam nanti.


" Yuk kita berangkat" ajak Divya.


David dan kedua orang tuanya masuk kedalam mobil. Hari ini mereka akan berangkat bersama sopir. David duduk di sebelah sopir, sedangkan mama sama papanya duduk di belakang.


Mobil mewah itu melaju menuju restoran terkenal di kota itu.


David mengambil ponselnya. Ia mencari nomor Aluna. Tidak susah mencari kontak Aluna di ponselnya. Karena nomor Aluna berada di urutan teratas. Setelah ketemu David mengirim pesan pada gadis nakal itu.


David: Malam gadis nakal.


Tak berselang lama ponsel David bergetar menandakan ada pesan masuk. Ia sengaja mematikan nada ponselnya dan mengganti dengan getar. Tanpa menunggu lama ia langsung membuka pesan itu.


Aluna: Malam. Maaf saya lagi mengerjakan tugas kuliah, jadi jangan di ganggu.


Mata David terbelalak saat membaca pesan yang di kirim Aluna. Gadis nakal itu berani-beraninya mengirim pesan seperti itu pada dirinya.


Beraninya kamu bilang saya pengganggu. Awas nanti kalau sudah ketemu, saya gigit kamu.


To be continue.


Masih ada yang baca nggak ya.

__ADS_1


Happy reading.


__ADS_2