
πππ Happy Readingπππ
"Plak!!! Dasar perempuan tidak tau di untung!! Sudah baik aku mau membiayai pengobatan ibu mu yang sakit- sakitan itu, malah sekarang kamu bilang aku laki laki yang tidak bertanggung jawab? Dasar perempuan gil*!!." ucap laki laki paruh baya itu. Dan sang perempuan hanya bisa menangis menahan panasnya pipi yang baru saja di tampar oleh Aris Mahardika laki laki yang tak lain adalah suaminya sendiri.
"Maaf maksud ku bukan seperti itu, aku tau kamu membiayai semua pengobatan ibuku, aku berterima kasih akan hal itu, tapi yang ku maksud kamu tidak bertanggung jawab ialah sebagai seorang suami dan seorang ayah untuk putri kita. Meskipun kamu menyakiti aku secara batin atau fisik aku akan terima, tapi jangan sakiti putri kita.. hiks!." ucap Ana Larasati istri Aris.
"Jika memang kamu sudah tidak mencintai aku lagi tidak apa apa." lanjutnya.
Sedangakan yang di ajak berbicara malah pergi tanpa menghiraukan kondisi istri yang baru saja di tampar tersebut. Pintu utama terbuka munculah seorang gadis remaja cantik yang selalu tersenyum, usia 20thn dialah Karina Mahardika putri dari pasangan Aris Mahardika dan Ana Larasati.
"Hai Ibuku yang cantik!! putrimu sudah pulang." ucap Karina.
Dengan buru buru sang ibu mengusap bekas air matanya dan langsung merubah raut wajahnya seolah tidak terjadi apa apa.
"Hai putri ibu yang cantik, sudah pulang? bagaimana dengan testnya?" ucap Ana sang ibu.
Hari ini Karina menjalani test interview kerja di salah satu perusahaan besar di kotanya. Dia lulusan S1, Sebenarnya bisa saja dia melanjutkan pendidikannya karena dia termasuk keluarga yang berada, tapi dia tidak ingin merepotkan orang tuanya. Karena sang ayah kerja banting tulang demi menghidupi keluarganya dan juga untuk pengobatan neneknya.
"Coba ibu tebak?." ucap karina. dengan senyum yang tak pernah luntur. sang ibu pun ikut tersenyum sambil mengusap rambut karina.
"Sudah pasti putri ibu yang cantik ini lolos test, ibu benar kan?." ucap sang ibu sambil tersenyum menatap putri semata wayangnya. yang dia jaga dengan hati hati, dan dia sayangi sepenuh hati. Entah apa yang terjadi jika putrinya mengetahui bagaimana kelakuan ayah yang selama ini di banggakan.
"Yah ibu... kok ibu tau sih?." ucap karina dengan wajah melas yang di buat buat.
"Sudah jelas ibu tau. kamu kan putri ibu." ucap sang ibu dengan memeluk karina dan mencium puncak kepalanya.
"Ibu do'akan supaya karina betah kerja di sana ya." ucap karina.
"Iya sayang itu sudah pasti." ucap ana.
"Ayo makan siang dulu, udah ibu siapin." lanjut nya
"Ayo bu, Aku juga sudah lapar karena terlalu banyak berfikir." ucap karina dengan senyum lebarnya.
Saat di meja makan, " Bu mana ayah? Belum pulang kah? tanya karina.
"Ayah udah pulang, Emm.. mungkin ketiduran." jawab ibu.
Karina menatap wajah ibunya yang sedikit merah.
"Pipi ibu kenapa? coba karina lihat." ucap karina sambil mencoba memegang wajah ibunya.
"Emm.. Ah i.. ini tadi ibu terbentur meja saat menyapu lantai." ucap sang ibu gugup.
"Benarkah? ibu tidak bohong?." ucap karina curiga.
'Maafkan ibu nak ibu belum bisa memberitahu mu tentang masalah yang menimpa keluarga kita, Ibu takut kamu terluka' batin sang ibu.
"Iya sayang, Ayo ibu antar kemeja makan bukan kah tadi kamu bilang sudah lapar?."ucap ibu mengalihkan pembicaraan sambil berjalan ke arah dapur.
"Baiklah." ucap karina.
' aku tau ibu sedang menyembunyikan sesuatu dari ku. Baiklah kalau ibu tidak mau memberitahuku aku akan mencari tau sendiri' batin karina sambil menatap punggung ibunya yang perlahan menjauh.
***
Kevin Dirgantara 25thn, pemuda tampan, mapan dan baik hati, siapa yang tidak ingin menjadi kekasihnya? pastilah banyak yang mengantri.
Tapi sepertinya Kevin belum ingin menjalin hubungan yang serius, karena hatinya belum bergetar dengan wanita yang mendekatinya selama ini.
Seperti saat ini dia hanya fokus kepada pekerjaannya tanpa memikirkan kencan dengan wanita.
Triingg.. triingg.. dering ponsel kevin.
"Iya ma?" ucap kevin.
"Kapan kamu pulang nak? Kamu tidak lupakan sama janji kamu?" ucap sang mama Mirna Dirgantara.
'astaga hampir aja aku melupakan janjiku dengan mama'. batin kevin.
"Ingat kok ma". jawab kevin se netral mungkin.
"cepat pulang mama tunggu!! karena hari ini mama akan mengundang teman mama dan anaknya untuk makan malam di rumah". ucap mama gembira.
"Iya ma, Baiklah kalau gitu aku tutup dulu telfon nya, Dah mama". jawab kevin malas sambil metutup telfon nya.
'Pasti mau ji jodohin lagi, mending pura pura aja kerjaan banyak nggak bisa di tinggal.' batin kevin sambil senyum senyum sendiri.
Begitulah Mirna mama kevin, suka menjodohkan anaknya karna dia sudah ingin melihat kevin menikah.
Dan dengan banyak cara kevin selalu menghindari pertemuan itu dengan banyak alasan.
Sebenarnya kevin masih belum ingin menikah, karna belum ada wanita yang membuat hatinya bergetar.
__ADS_1
Sedangkan Bayu sang papa membebaskan anak nya untuk memilih siapa pun wanita yang di jadikan sebagai istri untuk anak nya.
Begitu pun Mirna, Karna yang menjalani adalah putra nya, tapi Mirna sering kali menjodoh jodohkan putra nya, Mengundang nya untuk makan malam baik di rumah mau pun di restoran, Barang kali ada yang menarik hati putra nya.
Yah.. tapi mau gimana lagi putra nya tidak tertarik dengan wanita yang di kenal kan oleh ibu nya.
***
Esok harinya...
" Bu aku berangkat dulu ya". ucap karina.
"Iya sayang, Semangat ya kerja nya!!". ucap sang ibu.
Karina menaiki motor nya menuju kantor, Tapi saat di perjalanan tiba tiba dia menabrak mobil di lampu merah karena tadi dia melajukan motor nya dengan cepat karena ini hari pertama kerja jadi dia harus berangkat lebih pagi.
Tapi sial nya di saat motor melaju kencang tiba tiba lampu lalu lintas berubah jadi merah, jadi di langsung mengrem motor nya, tapi apalah daya meskipun dia sudah mengrem motor nya tetap saja kecelakaan tidak bisa di hindari.
Akhirnya sang pemilik mobil keluar melihat mobil nya seperti di tabrak dari belakang, dan benar saja lampu belakang nya pecah.
Dia melihat siapa yang menabrak mobil nya, seorang wanita memakai motor matic berhenti tepat di belakang mobil nya, jadi bisa di pastikan bahwa gadis itu yang menabrak mobilnya.
"Nona kenapa kau menabrak mobil ku?". kesal si pengendara mobil yang tak lain adalah kevin.
"Maaf tuan saya buru buru jadi tidak lihat kalau lampu nya sudah merah". sesal Karina.
"Saya tidak mau tau kamu harus tanggung jawab!". tegas kevin.
"Tapi saya kan tidak sengaja". bela Karina.
"Pokok nya saya tidak mau tau, ayo sekarang tanggung jawab atau saya lapor kan polisi". ancam kevin.
"Jangan!! Baiklah saya tanggung jawab, Sebaiknya kita menepi dulu karna lampu nya sudah hijau". seru karina.
Kevin sekilas melihat lampu lalu lintas nya memang sudah berganti hijau.
"Baiklah". jawab kevin sambil mengangguk.
Kevin masuk ke dalam mobil untuk menepikan nya, Tapi tidak dengan karina, dia langsung tancap gas untuk kabur dari kevin.
Kevin yang melihat pun langsung berteriak
" HEIII JANGAN KABURR!!!!! Aiisshh.. dasar nakal". gerutu kevin.
Sedangkan karina melihat dari spion motor nya apakah mobil itu mengejar nya atau tidak, dan ternyata tidak. Karina melanjutkan perjalanan, dan dia sampai di gedung yang menjulang tinggi bertulis kan DIRGANTARA COMPANY. Di sana lah dia akan memulai karir nya, mulai sekarang dia harus membiasakan diri di tempat yang menurut nya asing.
" Untung aja nggak di kejar, baru mau kerja udah di mintain ganti rugi. Emang mau di bayar pake daun? dasar om om jahat". gerutu karina sambil melepas helm nya
Dia berjalan menuju lobi bertanya dengan Resepsionis di sana.
" Permisi mbak". ucap karina sopan.
"Iya selamat pagi mbak ada yang bisa saya bantu?". tanya si resepsionis
"Saya mau tanya ruangan Pak Budi HRD manager". ucap karina
"Apa mbak sudah membuat janji?". ucap resepsionis
"Sudah mbk. Nama saya Karina Mahardika, saya kemarin yang lolos iterview kata nya langsung di suruh datang ke ruangan beliau". ucap karina .
"Oh.. ini nanti mbk naik lift ke lantai 3 terus belok kiri nanti ada tulisan HRD ROOM". ucap resepsionis
"Terima kasih mbak". ucap karina
Lalu karina berjalan menuju lift, dan BRUK..!! entah hari ini hari sial nya atau apa, dia menabrak pria di depan nya karena dia berjalan sambil merapikan penampilan nya.
"Mbk kalo jalan pake mata!". ucap si pria
"Maaf pak saya tadi buru buru, sekali lagi maafkan saya". sesal karina tanpa melihat pria yang di tabraknya, dia langsung lari menuju lift karena dia sudah telat 2 menit.
Sesampai nya di depan ruangan yang bertuliskan HRD ROOM, dia mengetuk pintu nya.
" Permisi". ucap karina, saat terdengar suara yang mengizinkan dia masuk dia membuka pintu perlahan.
"Selamat pagi pak nama saya Karina Mahardika kemarin yang lolos test interview". ucap karina.
"Oh.. iya silahkan duduk". ucap HRD
"Berhubung dari semua yang lolos interview hanya kamu yang masuk kriteria jadi saya menempatkan kamu sebagai Asisten Direktur".lanjut HRD tersebut.
"Baik pak Terima Kasih". ucap karina
"Sekarang silahkan mulai bekerja, asisten saya akan mengantar kamu ke ruangan Direktur". ucap HRD.
__ADS_1
Karina di antar oleh asisten HRD ke ruangan Direktur. Sesampainya ke ruangan yang bertuliskan DIREKTUR UTAMA. Dia mengetuk pintu sambil merapikan penampilan nya. Terdengar suara yang menyuruhnya masuk dia masuk perlahan. Terlihat seorang pria sedang duduk membelakangi nya.
"Selamat pagi pak saya Karina asisten baru Bapak". ucap karina.
Dan saat pria itu berbalik alangkah terkejutnya dan ternyata...
"Hai...". santai kevin sambil melambaikan tangan kepada karina.
Sedangkan karina masih dengan keterkejutan nya saat melihat kevin. Di dalam pikiran nya sedang mencari kebenaran, dia sendang bermimpi atau tidak lalu dia mencubit tangan nya sendiri dan ternyata sakit. Berarti dia tidak sedang bermimpi.
'Aduh gimana dia inget aku nggak ya? semoga aja lupa. Tapi kalo inget gimana, ya tuhan jangan sampai aku di pecat gara gara kejadian tadi pagi'batin karina memohon.
Kevin pun tersenyum memandangi wajah terkejut karina yang menurut nya sangat lah lucu. Akhirnya dia bertemu lagi dengan gadis itu.
'Kita bertemu lagi gadis nakal, akhirnya aku bisa menemukan mu. Lihat lah wajah nya sangat lucu sekali' batin kevin tersenyum.
"Haloo!!!.. apa kamu mendengar saya?". tanya kevin.
"Iii.. iya pak. Maaf saya hanya terkejut" ungkap karina tanpa sadar.
"Terkejut?? kenapa?".ucap kevin
'*Waduh kenapa aku jawab gitu ya, aduh gimana nih' batin karina sambil tepuk jidat.
'Rasa nya aku ingin tertawa melihat kelakuan nya, bahkan dia sampai tepuk jidat' batin kevin*.
" Emmm... s..saya h..hanya terkejut ka.. karna tidak menyangka kalo
Direktur nya masih muda saya kira seumuran ayah saya" canggung karina.
"Memang nya kenapa kalo saya masih muda? ". tegas kevin.
" Ti.. tidak apa apa". gugup karina.
'Tunggu pembalasan ku gadis nakal.. Salah sendiri dengan berani nya kamu kabur dari ku' *batin kevin.
'Tapi kalo di lihat lihat dia imut juga cantik lagi sayang kalo di kerjain, tapi dia nakal sekali seperti nya dia masih muda'lanjut kevin*.
"Apa kamu akan terus berdiri disana sampai jam kerja selesai?" tanya kevin.
"Maaf pak" ucap karina sambil duduk di depan kevin.
"Nama kamu siapa?" tanya kevin
" Karina Mahardika" ucap karina.
"Baiklah karina sekarang kamu langsung bekerja saja, meja kamu di sebelah sana". tunjuk kevin ke meja yang berada tak jauh dari meja nya.
Sebenarnya itu bukan meja untuk asisten kevin, itu hanya akal akalan kevin supaya bisa mengerjai karina karena sudah berani ninggalin dia di tepi jalan seperti orang bodoh.
"Baik pak" patuh karina.
"Untuk pertama sebelum bekerja bisakah kamu membuat kan kopi untuk saya".pinta kevin
"Baik pak" ucap karina.
"Dapur nya di lantai 1, soalnya dapur di lantai ini sedang di perbaiki" tutur kevin.
'*Apa??? yang benar saja, jadi aku harus turun dari lantai 10 ke lantai 1 hanya untuk membuat kopi? astaga dia pasti bercanda' batin karina kesal.
' pasti dia sedang menggerutu dalam hati, rasain kamu'. batin kevin dengan senyum samar*.
"Karina". panggil kevin.
"Iya pak". jawab karina.
"Ayo saya tunggu kopi nya". ucap kevin.
"Iya pak". pasrah karina.
Saat perjalanan ke lantai 1 dia terus mengerutu.
"Apa apaan dia menyuruh membuat kopi di lantai 1 kenapa tidak sekalian menyuruh ku membuat kopi di rumah saja!, dasar menyebalkan". gerutu karina.
"Astaga aku lupa bertanya dia mau di buatkan kopi apa". sesal karina.
"mungkin kopi hitam, karena biasa nya laki laki kan suka kopi hitam". ucap karina.
Sampai di dapur karina membuat kopi hitam untuk bos nya. lalu mengantarnya ke ruangan bos nya.. tapi ternyata ....
Tbc..
Hai readers.... Ini karya author yang pertama jangan di bully ya.. Kalo ada yang kurang tolong kasih masukan yaπ
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dukungan, hadiah, dan vote ya gengsπ