
Pikiran ku sangat kacau bercampur perasaan sedih yang tak bisa lagi terucap. Hari ini semua runtuh begitu saja tanpa sisa. Tak ada lagi yang bisa ku perbuat untuk memperbaiki keadaan yang terlalu rumit ini. Bahkan keadaan bertambah parah dengan keberadaan putra yang ikut terseret dalam masalah ku. Kami berdua berakhir pada ranjang yang sama dengan hanya balutan selimut yang menutupi tubuh ini. Bahkan aku tak bisa mengingat sedikit pun kejadian malam itu bersama putra, apakah kami melakukan hubungan itu atau kami hanya berbaring karna kehilangan kesadaran. Tapi itu semua bukan lagi hal penting karna kenyataan nya aku bukan wanita sebersih itu dan aku juga tak bisa berharap putra akan memahami keadaan ku. Keadaan seorang gadis yang tengah hamil dengan pria lain tapi menghabiskan malam bersama dirinya. Siapa yang akan percaya akan kondisi yang ku alami ini, tak satu pun yang bisa menjelaskan keadaan yang tengah terjadi ini.
"Kamu pulang bersama kami raa, ucap roy. Aku tahu mereka begitu baik memikirkan keadaan ku yang tengah mengandung ini. Tapi masalah ini aku sendiri yang harus menyelesaikan nya dan gak seharus nya mereka ikut bersusah payah memikirkan ku.
"Aku akan tetap disini dulu roy, kalian pulang lah. Guman ku yang tak ingin melihat mereka semua terus bersedih.
"Gimana dengan kehamilan mu raa? tanya putra membuyarkan semua lamunan kami.
"Iya terakhir kali kita akan pergi ke dokter tapi terhalang oleh ulah helena, ucap nisa mengingat kejadian terdahulu.
"Aku bertanya bukan menghakimi mu sera jadi jawab lah. Ucap putra.
"Aku belum tahu akan seperti apa nanti nya bisa saja aku menggugurkan nya atau mempertahan kan nya. Ucap ku dengan wajah datar karna sebenarnya aku sendiri tak mampu menghadapi semua ini sendirian.
"Jangan gegabah sera, menggugurkan nya gak akan semudah saat kamu membuat nya. Kamu bisa kehilangan nyawa kalau salah jalan. Ucap putra yang masih saja mengkhawatirkan ku disaat-saat seperti ini. Hal yang paling menakutkan adalah kenyataan bahwa andrew mengetahui ini semua lebih cepat dari persiapan ku. Tak ada satu hal pun yang berjalan sesuai dengan keinginan ku.
"Aku tahu karna itu biarkan aku berfikir dulu, ucap ku sambil meraba perut ku sendiri. Saat pertama kali aku mengetahui kehamilan ku yang sebenarnya ini yang terpikirkan ialah kenapa janin yang diberi nyawa untuk hidup ini harus ikut di dalam rahim ku, aku masih ingin bersenang-senang, aku masih ingin memiliki masa depan dengan pria pilihan ku dan tak ingin terikat dengan tanggu jawab yang akan mengikat ku sehidup semati ini. Tapi bukan kah benih kecil ini hadir karna perbuatan ku sendiri yang terlalu menikmati duniawi, tak memikirkan resiko setelah nya dan hanya mengikuti hawa nafsu. Aku lah yang menghadirkan nya melalui kenikmatan duniawi yang tak seharus nya ku rasakan sebelum perhikahan.
__ADS_1
"Aku bersedia menjadi ayah dan bertanggu jawab kalau kau memang ingin mempertahan kan dia, ucap putra berlutut dihadapan ku dengan wajah yang begitu serius pria ini memohon pada ku.
"Putra ini gak akan semudah yang kamu bayangkan, ucap nisa memperingatkan putra agar tak gegabah mengambil keputusan walau mereka tahu putra memang menyimpan rasa untuk sera selama ini.
"Aku berterima kasih tapi aku gak bisa menghancurkan hidup orang lain hanya demi menyelamatkan hidup ku. Ucap ku sambil menggenggam tangan putra.
"Kenapa harus kamu yang menawarkan diri, aku sendiri yang akan menikahi sera. Ucap roy dengan lantang.
"Roy, guman vina yang terkejut mendengar keputusan sang kakak.
"Walaupun kalian berdua sudah berbagi tempat tidur malam ini tapi itu gak akan merubah keadaan kalau sera tengah hamil sebelum kalian bersama malam ini, jadi menurut ku putra gak harus bertanggu jawab dan memikul beban ini. Ucap roy.
"Dan kamu fikir kamu lebih pantas untuk menanggung semua ini roy, kamu yang seharus nya menjauh bukan malah berusaha membantu ku. Kamu fikir aku akan berterima kasih karna kamu sudah menolong ku tapi nyata nya aku yang akan menghancurkan masa depan kalian semua. Ucap ku dengan mata yang sudah berlinang membayang kan masalah ku menjadi beban bagi orang lain.
"Dan kamu putra seharus nya kamu gak terlibat dengan semua ini, aku malah menyeret mu masuk dalam masalah ku ini. Jadi tolong berfikir lah secara benar sebelum kamu berbicara yang bukan-bukan.
"Kita benar melakukan nya atau tidak pun kita berdua sendiri gak bisa memastikan nya bukan, mari kita anggap semua ini gak pernah terjadi. Aku gak akan merusak kehidupan kalian jadi aku mohon tinggalkan aku sendiri. Ucap ku sambil melepasakan tangan putra yang masih saja menggenggam tangan ku.
__ADS_1
"Oke kita akan urus masalah ini perlahan, pertama kita harus mencari tahu kenapa kalian bisa berada dikamar ini hanya berdua. Aku yakin ada sesuatu yang salah, ucap roy.
"Jangan pergi dulu ada yang ingin aku bahas berdua dengan mu, ucap ku dengan pelan kepada putra.
"Aku gak akan meninggalkan mu walau pun kamu menolak ku, ucap putra sembari memberikan ku senyuman manis nya. Pria ini masih bisa tertawa walau wajah nya sudah tak lagi setampan sebelum nya.
"Kamu nyaman duduk seperti ini? berdiri lah aku akan mencarikan mu pakaian yang layak agar kamu tetap hangat, ucap putra.
"Tetap lah disini aku sangat takut, guman ku yang tak akan membiarkan putra keluar dari kamar ini seorang diri dan mengambil resiko bertemu lagi dengan bagas diluar sana.
"Jangan ditahan sera menangis lah sekencang mungkin raa, jangan hanya menatap kosong seperti itu. Ucap vina yang terus saja mengoceh tak karuan.
"Sudah lah lagi pula disini ada kami raa dan jangan pernah takut akan apa-pun. Ucap nisa memberikan ku semangat.
"Kamu punya banyak penjaga yang akan melindungi mu dan juga ibu mu nak, ucap putra pelan sambil mengelus pundak ku.
Bersambung......
__ADS_1