Strong Women

Strong Women
Part 136


__ADS_3

Tubuh ku terjatuh mengenai sebuang meja kecil dipojok kamar ku, lengan dan pelipis mata ku terluka karna terbentur dengan cukup keras. Tak kuasa aku menahan tangis beserta amarah yang menguasai hati ku. Perlakuan bagas kali ini betul-betul sangat tidak manusiawi, ia datang kepada ku dengan penuh amarah dan melampiaskan kekesalan nya pada ku. Berulang kali aku mendengar suara nya memaki ku dengan kasar. Kesalahan apa yang aku perbuat pun aku tidak mengetahui hingga amarah pria ini tak terbendung.


"Tolong lepaskan gas, kamu menyakiti ku. Ucap ku merintih berusaha melepaskan cengkraman tangan bagas di lengan ku.


"Kenapa kamu selalu membantah dan selalu membuat onar sera? tanya bagas membentak ku dengan kasar.


"Apa lagi kali ini? apa salah ku? tanya ku sambil berderai air mata.


"Kamu mendorong helena kan? sekarang keluarga helena nyalahkan ibu ku dan mengancam memutus pekerjaan kami. Guman bagas berteriak pada ku.


"Aku tidak mendorong nya, dia datang menghampiri ku saat aku dirumah sakit. Ucap ku berusaha membela diri ku sendiri.


"Kenapa lagi sekarang? alasan apa kamu berada disana? tanya bagas.


"Kenapa kamu selalu menuduh ku yang bukan-bukan? kamu memihak sekarang? tanya ku yang berusaha menjauh dari bagas.


"Semua ini akan selesai kalo kamu bisa hamil kali ini, ibu ku gak akan bisa berusaha memisah kan kita lagi dan aku gak akan dalam masalah seperti ini lagi. Ucap bagas sambil memukul-mukul meja.


"Sialan bagas dia menyiksa sera lagi, guman vina yang bergegas naik karna mendengar kerumunan orang sedang membicarakan unit kamar sera yang menimbulkan keributan.


"Kalian gak bisa tenang atau memang kalian berdua gak ada rasa malu sedikit pun. Guman vina yang masuk dengan emosi.


"Kenapa kamu ada disini? guman bagas yang terlihat tak senang dengan kedatangan vina, beda dengan ku yang merasa terselamatkan dari situasi ini. Aku sangat yakin vina menatap ku dengan pandangan menyedihkan melihat ku bersandar pada sebuah meja kecil dengan luka memar di beberapa bagian tubuh ku.

__ADS_1


"Aku akan kembali malam nanti, tolong sera pikirkan kesalahan mu. Guman bagas meninggalkan ku pergi tanpa berkata maaf sekali pun.


"Kamu bodoh ra, kenapa membiarkan ini semua. Guman vina yang cemas melihat kondisi ku.


"Bawa aku pergi vin, aku sangat takut disini. Teriak ku sambil menangis dalam pelukan sahabat ku ini.


"Dia belum tahu kondisi mu kan karna itu dia memperlakukan mu seperti ini, tanya vina.


"Diam lah vin aku sangat pusing. Guman ku yang berusaha berdiri dan berjalan bersama vina meninggalkan ruangan ini. Sepanjang perjalanan vina yang tak berani mengajak ku berbicara hanya membiarkan ku yang berpura-pura tertidur berusaha menghindar dari segala pertanyaan yang mungkin saja vina lontarkan.


"Kenapa kalian masuk lewat sini? Tanya roy yang tiba-tiba mendapati kami masuk dari pintu belakang.


"Sera ada yang ingin aku tanyakan kebetulan kamu disini, ucap roy.


"Tolong aku hanya ingin tidur sekarang, guman ku melewati roy berjalan dengan cepat menuju kamar vina. Aku hanya berusaha menghindar agar roy tidak melihat ku dalam keadaan seperti ini.


"Kenapa lagi kali ini? tanya roy dengan wajah yang tak lagi bersahabat.


"Gadis bodoh itu membiarkan bagas menyiksa nya. Kalau saja aku tidak datang tadi mungkin. Ucapan vina tiba-tiba terhenti dan ia tak berani lagi meneruskan apa yang ia bayangkan dipikiran nya.


"Pergi lah temani sera, dia sangat butuh kalian. Guman roy yang berusaha tenang menyikapi masalah ku ini.


Sera memaksakan diri untuk hadir di party yang di adakan momo untuk merayakan pengangkatan dirinya yang akan menjadi GM perusahaan, setelah hampir setahun ia berjuang membantu mengembangkan perusahaan akhirnya dia diberikan kepercayaan dan kedudukan untuk mengelola perusahaan oleh kedua orang tua nya.

__ADS_1


" Kenapa ini sera? ucap momo yang tak sengaja melihat luka yang masih terlihat jelas di wajah gadis ini. Semua hadir kecuali andrew yang masih berada diluar kota untuk keperluan bisnis.


" Jangan bahas ini mo, hari ini adalah milik mu kita bersenang-senang aja. Ucap ku berusaha mengalihkan perhatian, aku tak ingin derita ku menjadi bagian yang merusak malam milik teman ku ini. Momo berusaha mengerti sikap sera yang tak ingin membicarakan masalah nya dan membiarkan gadis itu memiliki waktu sendiri.


" Seraa, ucap pelan putra memanggil ku. Begitu mendengar suara pria ini aku sangat ingin menangis.


" Kenapa dengan wajah ini seperti ada awan hitam yang menyelimuti. Guman putra berusaha membuat ku tertawa. Seperti biasa nya putra tak banyak bertanya, pria ini hanya mentap dan berusaha membuat ku kembali ceria.


"Jangan pergi put, aku sangat takut. Guman ku sambil menggenggam lengan pria ini dengan cukup kuat.


"Tolong jangan biar kan aku sendiri, ucap ku yang sudah hampir menangis didepan pria ini. Seperti yang ku harapkan, putra membawa ku menjauh dari kerumunan saat ia sadar aku akan menangis.


" Setelah ini aku harap kamu akan merasa lebih baik raa, ucap putra sambil memberikan ku pundak nya sebagai tempat ku bertumpu, menumpahkan rasa takut ku saat ini. Sera memeluk lengan pria ini dengan cukup kuat.


" Sekarang apa yang harus kita lakukan vin? Kita harus memaksa nya atau membiarkan nya? tanya nisa kepada vina yang sedang menangis saat bercerita kepada momo tentang keadaan sera. Momo yang tak kuasa mendengar keadaan sera membuat nya kalut dan menghambur beberapa barang yang berada diruangan ini.


"Kenapa bagas gak bisa membiarkan sera pergi, dia malah membuat sera dalam keadaan sulit seperti ini. Teriak momo.


"Kali ini sera gak akan bisa selamat dari semua siksaan ini, bahkan dia akan lebih menderita setelah ini. Ucap momo melemparkan sebotol minuman kearah dinding.


"Katakan lagi apa yang kau ucapkan tadi vinaa, teriak roy dengan cukup keras membuat ketiga orang ini terkejut.


"Jangan buat aku semakin marah, cepat katakan. Suara roy semakin meninggi dan penuh amarah. Vina semakin tak bisa membendung tangisan nya saat roy menggoncang dirinya untuk mengulang beberapa kata yang ia katakan beberapa saat lalu, teriakan vina mengisi ruangan ini dengan tangisan kepediahan yang ia rasakan untuk sera.

__ADS_1


"Aku yang akan cerita kan tapi sebelum nya kamu harus lihat rekaman ini roy, ucap nisa memberikan ponsel milik nya berisi gambaran diri sera yang berada dalam keterpurukan beberapa minggu ini.


Bersambung.......


__ADS_2